PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 310. Mengalihkan Perhatian


__ADS_3

Kelompok Huaxianzi pun kini telah tiba di wilayah gunung Kongtong dan secara diam-diam mulai memperhatikan gunung itu dari atas udara agar bisa menemukan dimana keberadaan Xue Yunlei.


Sedangkan di markas perguruan Gunung Kongtong, Qing He dan yang lainnya sedang menunggu Xue Yunlei siuman.


"Kakak tertua, sepertinya kita harus membuat formasi pembatas agar pemuda ini tidak bisa melarikan diri dari tempat ini." Sun Cihang memberikan saran.


"Tidak perlu, sebab formasi pembatas itu bisa membuat seluruh bangunan di tempat ini akan hancur jika terjadi pertarungan ditempat ini." Balas Qing He.


"Benar yang dikatakan oleh kakak Qing He. Menurutku, pemuda ini tidak bisa meloloskan diri dari kita, sebab jalur meridiannya kini telah terkunci oleh Borgol Cincin Emas milik adik Wensu Guang." Sambung Chi Jingzi.


"Sebaiknya kalian bertiga segera bermeditasi untuk bisa memulihkan kekuatan kalian yang telah terkuras saat bertarung dengannya." Tutur Qing He lagi sambil menatap Chi Jingzi, Shui Lingbao dan Sun Cihang.


"Baik!" Seru mereka bertiga menyetujui apa yang Qing He sarankan.


Kini ketujuh pria sepuh sedang duduk bersila dengan posisi mengelilingi Xue Yunlei untuk menunggu pemuda itu siuman.


Xue Yunlei yang saat itu telah siuman masih tetap tidak bangkit dari tempat dimana dirinya terbairing.


Dirinya terus menyelidiki setiap jengkal tempat tersebut agar bisa meloloskan diri dari tempat itu tanpa terluka sedikit pun.


Setelah selesai mengetahui situasi ditempat itu, Xue Yunlei segera memulihkan kekuatan jiwanya yang telah terluka oleh serangan lawan-lawannya.


Qing He bisa merasakan apa yang sedang Xue Yunlei lakukan saat itu.


"Hmmmphh, sepertinya kau ingin memulihkan kembali kekuatan mu itu...apakah kau berpikir hal itu bisa kau lakukan?" Tutur Qing He dan segera membunyikan Lonceng Jiwa miliknya.


Xue Yunlei tetap fokus dan menggunakan teknik terlarang miliknya untuk mencoba menyerap energi dari lonceng tersebut.


Bunyi Lonceng Jiwa terus berdengung menyerang Xue Yunlei, namun pemuda itu masih bisa bertahan dari serangan tersebut.


"Sepertinya dia tidak menunjukkan rasa tertekan dengan suara dari Lonceng Jiwa milikku ini, apakah dia telah mengatasi kekuatannya!?" Pikir Qing He yang masih tetap membunyikan Lonceng Jiwa miliknya.


Diatas langit Gunung Kongtong, suara Lonceng Jiwa milik Qing He bisa dirasakan oleh kelompok Huaxianzi, keseimbangan mereka langsung goyah.


"Suara apa ini? Mengapa bisa membuat jiwaku seperti mau hancur!?" Tutur Huaxianzi menggerutu.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Shuhou dan yang lainnya.


Melihat hal itu berpengaruh bagi mereka semua, Huaxianzi pun segera berkata.


"Ayo kita tinggalkan gunung ini, untuk menghindari suara ini."


Huaxianzi pun segera pergi menjauh dari wilayah gunung Kongtong dan diikuti oleh yang lainnya.

__ADS_1


Setelah berada di tempat dimana suara Lonceng Jiwa tidak lagi mempengaruhi jiwa mereka, akhirnya mereka pun segera berhenti.


"Nona Huaxianzi, suara apa itu yang bisa membuat jiwa ku ingin hancur?" Tanya Yao Laohu penasaran.


"Aku juga tidak tahu dengan pasti tentang suara itu." Jawab Huaxianzi.


"Yang aku ketahui, hanya suara dari Lonceng Jiwa yang bisa membuat jiwa kita hancur. Itu pun aku hanya mendengarnya dan belum mengetahui benar tidaknya informasi tersebut." Ungkap Shuhou.


"Ratu Shuhou, jika demikian, sepertinya saat ini penguasa sedang disiksa oleh senjata tersebut. Apa yang harus kita lakukan?" Ujar Yao Laohu menanggapi perkataan Shuhou dan langsung melontarkan pertanyaan.


"Jenderal Huaxianzi, bagaimana menurutmu? Apa yang akan kita lakukan saat ini?" Shuhou bertanya untuk mendapatkan jawaban dari Huaxianzi.


"Bagaimana kalau kita membuat kekacauan di luar wilayah gunung Kongtong ini?" Ujar Huaxianzi.


"Apakah itu untuk bisa menarik perhatian mereka agar menghentikan tindakan mereka terhadap penguasa!?" Tanya Yao Laohu.


"Itu benar, dengan begitu, penguasa pasti bisa memiliki kesempatan untuk bisa pergi dari tempat ini." Jawab Huaxianzi.


"Jika menurut nona Huaxianzi tindakan tersebut akan berguna, ayo kita lakukan!" Sambung Gai Bian dengan penuh semangat.


"Cepat, kerahkan kekuatan kalian dan cepat serang ke arah dinding formasi pelindung itu." Perintah Huaxianzi yang juga langsung mengerahkan kekuatannya untuk melakukan juga hal itu.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr


"Benar-benar sangat kokoh, ayo kita lakukan sekali lagi dan setelah itu segera pergi dari tempat ini." Ucap Huaxianzi lagi dan langsung melepaskan serangan diikuti oleh yang lainnya.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr


"Sial, siapa yang telah berani mengusik ketenangan kita?" Ujar Huang Taiyi merasa geram.


Pria sepuh itu langsung berdiri dan bersiap untuk pergi ke sumber suara ledakan yang terdengar serta membuat bumi yang mereka duduki bergetar.


Qing He pun segera menghentikan suara Lonceng Jiwa miliknya itu.


"Mendengar dari suara ledakan yang terjadi, sepertinya mereka berjumlah sekitar lima orang, kalian bertiga pergilah. Jika mereka adalah bawahan pemuda ini, tangkap dan bawa mereka." Qing He memberikan perintah kepada Leng Daoxing, Ju Liusun dan Zhen Puxian.


Ketiganya segera pergi ke tempat asal suara ledakan itu.


"Kakak tertua, bagaimana dengan diriku? Apakah aku juga harus pergi untuk menyusul mereka?" Tanya Huang Taiyi.


"Aku tetap disini saja, sebab tugas kita adalah untuk menangani pemuda ini." Jawab Qing He.


Diluar formasi pelindung.

__ADS_1


"Ohhh, sepertinya bangsa siluman dan bangsa peri sudah mulai berani menginjakkan kaki di gunung Kongtong ini dan membuat kekacauan. Apakah kalian ini adalah sekutunya pemuda yang kita tawan itu?" Tutur Ju Liusun setelah melihat lima sosok yang berada diluar dinding formasi pelindung.


"Cepat lepaskan penguasa kami!" Seru Yao Laohu.


"Ha...ha...ha...ha...ha...hebat...hebat, ternyata bangsa siluman sudah berani memberikan ancaman kepada kami. Bagus...bagus, aku sangat suka dengan keberanian kalian." Balas Ju Liusun memandang rendah Yao Laohu.


"Adik Ju, ayo kita tangkap mereka." Ucap Zhen Puxian.


"Iya, tidak perlu membuang-buang waktu lagi, karena sepertinya mereka sedang mencoba untuk menarik perhatian kita agar rencana mereka bisa tercapai." Sambung Leng Daoxing menambahkan.


Mendengar perkataan dari kedua saudara seperguruannya, Ju Liusun pun segera membuka sedikit cela dinding formasi pelindung untuk bisa keluar dan menangkap kelima sosok tersebut.


Namun mereka berlima segera melesat terbang menjauh dari tempat itu.


Ju Liusun dan dua pria sepuh lainnya segera mengejar kelompok Huaxianzi.


"Hmmmphh, sepertinya mereka memang sedang berusaha untuk mengalihkan perhatian kita agar bisa menyelamatkan pemuda itu." Pikir Ju Liusun.


"Ayo lakukan!" Seru Huaxianzi.


Kelima sosok itu langsung menghilang dari pandangan Ju Liusun dan dua saudara seperguruannya.


"Sial, sepertinya dugaanku tidak salah, mereka benar-benar ingin mengalihkan perhatian kita." Gerutu Ju Liusun dan mencoba untuk bisa merasakan keberadaan lima sosok tersebut.


"Kakak Ju, ayo kita berpencar untuk mencari mereka, pasti mereka tidak jauh dari wilayah gunung Kongtong ini." Ujar Leng Daoxing.


Ju Liusun dan Zhen Puxian pun menganggukkan kepala mereka tanda menyetujui saran Leng Daoxing.


Mereka pun segera berpencar sambil mempertajam kekuatan spiritual mereka agar bisa menemukan keberadaan kelompok Huaxianzi.


Saat ketiganya telah berpisah, Huaxianzi pun segera melepaskan serangan kelopak bunga berukuran besar kearah Leng Daoxing diikuti dengan ratusan anak panah yang dilepaskan oleh Shuhou secara sembunyi-sembunyi.


"Hmmmphh, ingin membokongku?" Ucap Leng Daoxing yang bisa mengetahui serangan keduanya dan langsung membalas serangan tersebut dengan empat buah piringan yang bergerigi.


Dua piringan bergerigi itu menerjang kearah datangnya serangan dari Huaxianzi dan Shuhou, sedangkan dua piringan lainnya menyerang kearah kedua peri itu.


Trang...trang...trang...trang...duuuaaarrr


Bunyi yang terdengar saat kedu piringan milik Leng Daoxing berbenturan dengan ratusan anak panah milik Shuhou serta kelopak bunga milik Huaxianzi.


Serangan Huaxianzi dan Shuhou dengan mudah bisa dipatahkan oleh piringan bergerigi milik Leng Daoxing.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2