PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 228. Menguasai Tubuh Xue Zhao


__ADS_3

Setelah selesai menguasai tubuh Xue Zhao, roh dewa itu segera keluar dari dalam goa untuk menemui Chen Kaibo.


"Ayo kita pergi dari sini." Ajak Xue Zhao.


"Apakah kau sudah selesai meningkatkan basis kultivasi mu?" Tanya Chen Kaibo penasaran.


"Iya, aku sudah selesai meningkatkan basis kultivasi ku." Jawab Xue Zhao.


"Terus, dimana roh dewa itu?" Tanya Chen Kaibo lagi.


"Karena waktunya untuk berada di dunia ini sudah tidak lama lagi, sehingga dirinya telah menyalurkan seluruh kekuatan yang dia miliki kepadaku." Jawab Xue Zhao.


"Apa? Dia memberikan semua kekuatannya kepadamu?" Chen Kaibo menanggapi.


"Iya, untuk itu dia berpesan kepadaku agar kau selalu patuh dan menjadi pelayanku...jika tidak, aku akan mengambil kembali kekuatan yang kau miliki." Ucap Xue Zhao dengan tatapan yang penuh ancaman.


"Baiklah, aku akan menjadi pelayanmu dan akan melakukan setiap perintahmu." Balas Chen Kaibo.


Chen Kaibo tidak bisa memberikan perlawanan kepada Xue Zhao setelah merasakan aura intimidasi yang sangat kuat menekan tubuhnya.


"Bagaimana jika kita kembali ke sekte untuk memberikan perhitungan kepada mereka disana." Tutur Chen Kaibo.


"Tidak, lebih baik kita kembali ke kota Yin dan bersikap seperti biasa saja, seakan tidak ada perubahan apapun pada diri kita."


"Apakah kau tidak ingin menemui Xue Yunlei?" Tanya Chen Kaibo.


"Tidak, sebab saat ini dia sedang tidak berada di wilayah klan kita maupun di kota Yin." Jawab Xue Zhao.


"Ayo kita nikmati saja terlebih dahulu udara kebebasan kita." Tutur Xue Zhao dan langsung menghilang bersama dengan Chen Kaibo.


Menurut apa yang ada didalam pikiran Xue Zhao, Xue Yunlei saat ini tidak berada di kediamannya, sehingga roh dewa itu mengajak Chen Kaibo untuk menikmati kebebasannya terlebih dahulu.


Sikap yang ditunjukkan oleh Xue Zhao kini sudah sangat berbeda meskipun kata-katanya masih sama dengan apa yang biasa di katakan oleh pemuda itu kepada Chen Kaibo.


Sehingga meskipun Chen Kaibo merasa Xue Zhao yang dia lihat saat ini bukan seperti Xue Zhao yang dia kenal, namun pemuda itu tidak berani untuk menyinggungnya.


Keduanya pun tiba di kota Yin dalam sekejap mata.


Chen Kaibo merasa sangat takjub dengan kemampuan yang Xue Zhao miliki saat ini, sebab mereka berdua bisa berpindah dari satu tempat ketempat yang lain hanya seperti menjentikkan jarinya.


"Bagaimana jika kita pergi ke kediaman klan ku?" Ucap Chen Kaibo menawarkan.


"Boleh juga, apakah ada makanan lesat di kediamanmu?" Tanya Xue Zhao.


"Jangan khawatir, aku akan menyuruh mereka untuk menyiapkannya." Jawab Chen Kaibo.


"Baiklah, jika kau sudah mengatakannya, aku ikut saja denganmu." Balas Xue Zhao yang mencoba untuk bisa menyesuaikan dengan sikap Xue Zhao.


Hal itu agar Xue Yunlei tidak bisa mengenalinya jika telah menguasai tubuh Xue Zhao. Karena hal itu akan sangat berpengaruh baginya.

__ADS_1


Jika roh dewa itu sudah bertahun-tahun menguasai tubuh Xue Zhao, dia tidak akan lagi mengkhawatirkan Xue Yunlei.


"Sebenarnya kemana dia pergi? Apakah dia telah meningkatkan lagi basis kultivasinya serta sedang berusaha untuk melenyapkan roh ku dari dunia ini?"


"Jika dia sudah bisa meningkatkan basis kultivasinya dan telah menemukan cara untuk bisa melenyapkan roh ku dari dunia ini, itu akan sangat berbahaya, aku harus menyembunyikan dengan baik keberadaanku ini." Pikir roh dewa itu.


Akhirnya mereka berdua tiba di kediaman klan Chen dan langsung di sambut dengan sangat baik oleh setiap penjaga serta pelayan yang melihat Chen Kaibo.


"Tuan muda Chen Kaibo telah datang...!" Teriak seorang penjaga dan di lanjutkan oleh penjaga yang lain.


Ibu Chen Kaibo segera bersiap untuk menyambut putranya itu yang sebelumnya pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu.


Setelah memasuki kediaman klan Chen, keduanya langsung menjadi sorotan seluruh anggota klan Chen, sebab sosok yang bersama dengannya saat itu adalah Xue Zhao.


"Mengapa tuan muda Chen Kaibo datang bersama dengan tuan muda Xue Zhao? Bukankah mereka berdua sejak kecil selalu saling bersaing?"


"Bukankah itu tuan muda Xue Zhao? Mengapa dia datang ke sini?"


"Apa yang membuat tuan muda Xue Zhao datang ke kediaman klan kita?"


"Aku tidak menyangka jika kedua tuan muda itu bisa berjalan bersama."


Kata-kata yang keluar dari mulut setiap anggota klan yang melihat kedatangan Chen Kaibo dan Xue Zhao.


Setelah beberapa saat keduanya berjalan, akhirnya mereka tiba di gerbang kediaman keluarga Chen Kaibo.


"Selamat datang tuan muda Chen Kaibo! Selamat datang tuan muda Xue Zhao!" Tutur penjaga pintu gerbang dan segera mempersilahkan keduanya untuk masuk.


"Kai'er...kau dari mana saja? Apakah kau tidak apa-apa? Mengapa sebelumnya kau pergi tidak berpamitan terlebih dahulu?"


Beberapa pertanyaan langsung dilontarkan oleh wanita itu saat bertemu dengan putranya.


"Maafkan aku karena sebelumnya tidak berpamitan terlebih dahulu kepada ibu" Ucap Chen Kaibo.


"Bukankah ini tuan muda Xue Zhao?" Lanjut wanita itu setelah melihat pemuda yang datang bersama dengan putranya.


"Iya nyonya Chen...aku memang adalah Xue Zhao." Jawabannya.


"Ternyata kita kedatangan tamu istimewa hari ini...ayo siapkan hidangan terlesat di kediaman kita untuk melayani tuan muda kalian dan juga tuan muda Xue Zhao." Perintah ibu Chen Kaibo.


"Baik nyonya!" Jawab para pelayan secara serentak dan segera pergi untuk menyiapkan hidangan yang diperintahkan oleh ibu Chen Kaibo.


"Kai'er, ayo antarkan tuan muda Xue Zhao ke ruang keluarga kita...ibu akan pergi mempersiapkan hidangan untuk kalian berdua." Tutur ibu Chen Kaibo.


Keduanya pun segera melangkah untuk menuju ke ruangan yang diucapkan oleh ibu Chen Kaibo.


"Tuan muda Xue Zhao, silahkan duduk..." Ucap Chen Kaibo mempersilahkan.


Xue Zhao pun segera duduk dan mulai menatap setiap sudut ruangan tersebut dan berkata, "Sepertinya kediamanmu benar-benar sangat indah dan berkelas, tidak seperti kediamanku."

__ADS_1


"Mana mungkin kediamanku ini lebih berkelas dari kediaman tuan muda Xue Zhao?" Balas Chen Kaibo merasa tidak percaya.


Hal itu karena yang dia ketahui jika ayah Xue Zhao sebelumnya adalah penguasa kota Yin sebelum kakeknya menjadi penguasa di kota itu.


Xue Zhao tidak membalas tanggapan yang diberikan oleh Chen Kaibo dan terus memperhatikan struktur bangun tersebut serta altar pemujaan keluarga Chen.


"Hmmmphh...sepertinya mereka hanya memuja seorang manusia yang telah menjadi seorang dewa sejati...apa untungnya memuja mereka? Kekuatan mereka saja jauh lebih rendah dariku sebelum mendapatkan hukuman dari dewa agung." Pikir roh dewa itu mencibir sosok yang dipuja oleh keluarga Chen Kaibo.


Keduanya pun berbincang-bincang mengenai apa yang akan dilakukan selanjutnya.


Xue Zhao pun berpikir ingin mencari sosok ayahnya yang hilang saat menuju ke sekte Tongtian.


Mengetahui niat pemuda itu, Chen Kaibo pun menyetujuinya untuk mencari keberadaan ayah Xue Zhao.


Itu karena roh dewa tersebut ingin dikenal sebagai Xue Zhao, agar tidak dicurigai oleh siapa pun jika itu bukan bukanlah Xue Zhao yang sesungguhnya.


"Namun sebelum kita pergi, aku terlebih dahulu akan berpamitan dengan ibuku." Ucap Xue Zhao lagi.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya para pelayan pun mulai berdatangan sambil membawa beberapa jenis hidangan untuk dihidangkan kepada keduanya.


"Sepertinya hidangan ini sangat enak jika dicium dari aromanya." Kata Xue Zhao dan langsung menghirup aroma masakan itu.


Setelah semuanya telah siap, ibu Chen Kaibo pun segera berkata "Kai'er...tuan muda Xue Zhao, silahkan di cicipi masakan kami."


"Baik ibu.." Ucap Chen Kaibo.


"Terima kasih Nyonya Chen atas jamuannya." Ucap Xue Zhao.


"Tuan muda Xue Zhao, mari..." Ucap Chen Kaibo mempersilahkan.


Xue Zhao pun segera mengikuti apa yang dipikirkan oleh Chen Kaibo.


Chen Kaibo pun mengambil makanan yang ingin dinikmati olehnya.


Saat Chen Kaibo mencicipi daging bakar yang dia ambil, daging bakar itu terasa sangat hambar "Mengapa daging bakar ini terasa sangat hambar?" Pikir Chen Kaibo merasa heran, dia tidak mengetahui saat Xue Zhao menghirup aroma masakan itu, semuanya langsung menjadi hambar.


Itu karena roh dewa itu yang menikmati terlebih dahulu kelesatan seluruh masakan tersebut.


Chen Kaibo merasa sangat takut jika hal itu bisa menyinggung hati Xue Zhao, namun pemuda didepannya itu terlihat sangat lahap menikmati semua masakan didepan mereka.


Hal itu karena dia tidak ingin dicurigai jika tidak menikmati makanan tersebut.


"Tuan muda Xue Zhao...bagaimana dengan masakannya?" Tanya Chen Kaibo penasaran.


"Sangat enak...terima kasih Nyonya Chen, karena sudah menjamuku dengan masakan yang enak." Kata Xue Zhao.


"Apakah benar masakan ini enak? Mengapa aku merasa masakan ini sangat hambar?" Pikir Chen Kaibo.


Xue Zhao yang mengetahui apa yang dipikirkan oleh Chen Kaibo tidak memperdulikannya dan terus menikmati hidangan didepannya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2