
Kedatangan Ming Chuan membuat semuanya terkejut, apalagi bagi kesembilan bangsa peri yang berada di tempat itu.
Mereka tidak menyangka jika ada tiga orang pendekar dewa yang akan bertemu dalam satu tempat, apalagi dalam satu ruangan.
Sedangkan Xue Yunlei sendiri selama ini telah bertemu dengan empat orang pendekar dewa. Namun keberadaan Zhen Ji yang adalah ketua sekte Makam Kuno tidak bisa di ungkapkan kepada orang lain.
Akan tetapi Xue Yunlei tidak mengetahui jika Zhen Ji juga datang ke kota Rong Cheng itu untuk melihat perkembangan yang akan terjadi akibat rumor yang beredar tersebut.
Tujuan utama kedatangannya hanya untuk memastikan jika letak kedua kitab teknik tingkat dewa itu bukan berada di lokasi sektenya berada.
Karena jika letak kitab itu berada di sektenya, hal tersebut akan mendatangkan masalah yang serius bagi sekte mereka.
Apa lagi jumlah anggota sekte Makam Kuno hanya sedikit, sehingga Zhen Ji harus memastikan dengan baik dimana letak kitab teknik tingkat dewa itu berada.
Sebab memang disekte Makam Kuno, ada beberapa buah kitab teknik tingkat dewa yang rahasianya belum bisa dipecahkan oleh Zhen Ji dan juga anggotanya yang lain.
Hanya kitab teknik formasi aray saja yang bisa mereka kuasai, itu pun masih di tahap dasarnya saja, sebab mereka belum juga bisa memecahkan rahasia untuk mempelajari teknik formasi aray tahap menengah.
Disekte Makam Kuno juga, ada begitu banyak kitab teknik tingkat langit yang terkumpul disana, namun hanya beberapa diantaranya yang dilatih oleh mereka.
Sebab sebagian besar teknik yang ada hanya bisa dikuasai oleh seorang pria.
Keberadaan Zhen Ji tidak bisa diketahui oleh siapa pun, terkecuali jika Xue Yunlei bertepatan melihatnya, sebab wanita berusia ratusan tahun itu kini telah menggunakan teknik formasi aray tetapi hanya untuk dirinya sendiri.
Sehingga tubuhnya tidak bisa dilihat oleh siapapun terkecuali oleh Xue Yunlei.
Kekuatan yang dia miliki juga tidak bisa di kalahkan oleh seorang pendekar dewa yang lain, sebab jika dirinya menggunakan formasi aray untuk tubuhnya, serangan teknik tingkat langit tidak bisa menghancurkan formasi tersebut.
Setelah Ming Chuan melangkah untuk mendekati mereka, pria sepuh itu langsung menangkupkan tangannya untuk menyapa Xue Yunlei.
"Pendekar Xue, senang bisa bertemu lagi denganmu." Ucap Ming Chuan.
"Senang juga bisa bertemu kembali dengan senior Ming Chuan." Balas Xue Yunlei sambil menangkupkan tangannya.
"Senior Ming Chuan, silahkan duduk." Lanjutnya.
Ming Chuan pun segera duduk di salah satu kursi yang sudah tersedia.
"Senang bisa melihat kalian berdua duduk untuk minum teh bersama, aku sangat salut dengan kebesaran hati kalian." Ujar Ming Chuan menyindir dua pendekar dewa yang duduk dalam posisi saling berhadapan.
"Senior Ming, kalian bertiga adalah sosok yang aku kenal, sehingga sangat wajar jika duduk bersama denganku seperti ini." Tutur Xue Yunlei ingin mencairkan situasi.
"Sebaiknya kita menikmati makanan dan minuman yang sudah tersedia sambil berbincang-bincang tetang situasi yang kemungkinan akan terjadi nanti saat sudah berada di markas partai Qing Ceng." Lanjutnya.
__ADS_1
Setelah mendengar apa yang Xue Yunlei katakan, ketiganya hanya diam.
Yu Fei hanya fokus melakukan kebiasaannya meneguk arak yang telah tersedia diatas meja.
Zhuan Zhu sendiri hanya memakan satu persatu buah anggur yang berada di depannya.
Sedangkan Ming Chuan yang melihat tindakan kedua pria yang seusia dengannya itu langsung mengambil daging bakar yang telah tersedia.
Ketiganya tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan terus menikmati apa yang ada dihadapan mereka.
Situasi malam itu sangat mencekam, sebab ketiganya sudah pernah saling bertarung dan yang terkuat di antara mereka bertiga adalah Yu Fei, atau Dewa Mabuk.
Sedangkan diposisi kedua terkuat adalah Zhuan Zhu, karena telah mengalahkan Ming Chuan.
Ming Chuan sendiri belum pernah bertarung dengan Yu Fei, sebab dirinya telah mengetahui jika Zhuan Zhu telah dikalahkan oleh pengemis itu, sedangkan dirinya telah dikalahkan oleh Zhuan Zhu, sehingga sudah pasti dia tidak bisa mengalahkan pengemis tua itu.
Xue Yunlei sudah mengerti dengan situasi yang terjadi saat itu, sehingga dirinya tetap bersikap seperti biasanya.
Huaxianzi dan sembilan bangsa peri lainnya segera pergi meninggalkan keempat orang tersebut untuk beristirahat.
Ketiga pendekar dewa itu terus menerus saling menyindir satu dengan yang lain saat berbicara dengan Xue Yunlei.
Kebersamaan mereka terjadi sampai mentari tidak lama lagi akan menyinari dunia.
***
Tibalah hari dimana seluruh sekte dan perguruan ilmu bela diri yang ada akan pergi menuju ke markas partai Qing Ceng.
Rombongan mereka pun berkumpul di tanah lapang yang berada di luar tembok kota Rong Cheng untuk bergerak bersama-sama menuju ke markas partai Qing Ceng.
Namun kelompok Xue Yunlei pun sudah terlebih dahulu pergi ke markas partai Qing Ceng untuk mempertanyakan apa yang menjadi tujuan kedatangannya.
Rombongan besar itu baru bergerak setelah sudah satu jam kelompok Xue Yunlei telah pergi terlebih dahulu.
Pergerakan Xue Yunlei disaksikan oleh Zhen Ji dari kejauhan.
"Sepertinya kelompok pendekar Xue Yunlei tidak tergabung dalam kelompok besar itu dan telah pergi terlebih dahulu. "
"Apakah ini adalah bagian dari strategi mereka?." Pikir Zhen Ji setelah melihat kelompok Xue Yunlei.
Wanita yang terlihat seperti masih berusia enam puluhan tahun itu terus mengikuti kelompok Xue Yunlei hingga tiba di perbatasan wilayah markas partai Qing Ceng.
Kedatangannya langsung di sambut oleh ratusan pendekar dari lima kekuatan yang berbeda.
__ADS_1
Seorang pria tua yang adalah pendekar suci tahap akhir langsung berkata kepada Xue Yunlei yang berada di posisi yang paling depan.
"Apa tujuan kedatangan kalian di wilayah markas partai Qing Ceng ini?. "
"Kedatangan ku ke markas partai Qing Ceng ini untuk menemui ketua partai Qing Ceng dan akan mempertanyakan masalah yang sangat penting, sehingga aku berharap kalian bisa untuk membiarkan kami untuk lewat. " Jawab Xue Yunlei.
"Apakah itu berkaitan dengan rumor yang beredar tentang petunjuk letak dua buah kitab teknik tingkat dewa?. " Tanya pria tua itu lagi.
"Tidak, itu bukan urusanku!. " Jawab Xue Yunlei tegas.
"Jadi, masalah apa yang ingin kau tanyakan?. " Tanya pria itu lagi.
"Aku ingin mempertanyakan tentang keberadaan patriark klan Xue dan juga tentang salah satu desa yang dihancurkan serta keberadaan dari penduduk desa yang hilang. " Jawab Xue Yunlei.
"Jika mendengar dari jawabanmu, sepertinya kau adalah pemuda yang sering diceritakan itu karena telah melakukan beberapa tindakan yang sangat berani di beberapa tempat yang berbeda, yang berasal dari klan Xue di kota Yin. "
"Apa benar seperti itu?. " Tutup pria tua itu dengan pertanyaan.
"Aku Xue Yunlei dari klan Xue yang berada di kota Yin, mohon senior membiarkan kami untuk lewat. " Balas Xue Yunlei.
"Bagaimana jika kami tidak membiarkan kalian untuk lewat?. " Ucap pria tua itu seakan ingin menguji kesabaran Xue Yunlei.
"Menurutku, lebih baik tenaga kalian disimpan untuk menyambut rombongan besar yang akan datang kesini, agar kalian bisa melayani mereka dengan baik. " Balas Xue Yunlei.
"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya kamu pintar juga, sehingga bisa memanfaatkan situasi yang terjadi saat ini, tetapi hal itu belum cukup untuk menjadi alasan agar kami akan membiarkan kalian untuk lewat. " Ujar pria itu lagi.
Setelah berkata-kata pria tua itu segera memerintahkan seorang pendekar petapa untuk melaporkan hal itu kepada ketua partai Qing Ceng.
Dan jika diijinkan, kelompok Xue Yunlei akan dibiarkan lewat, mereka mempertimbangkan hal itu karena kelompok Xue Yunlei hanya berjumlah dua belas orang saja, kekuatan yang tidak perlu ditakuti oleh mereka meskipun dengan setiap tindakan Xue Yunlei yang sangat berani itu.
Kelima ketua dari lima kekuatan besar itu dikejutkan dengan kehadiran salah satu tetua untuk melaporkan kedatangan kelompok Xue Yunlei.
"Apa yang ingin kau laporkan?. " Tanya Hua Qiangu yang adalah ketua partai Qing Ceng.
"Ketua, dipintu masuk wilayah kita, pendekar bernama Xue Yunlei hendak meminta ijin untuk masuk dan bertemu dengan ketua. " Jawab tetua itu.
"Apa tujuan kedatangannya sehingga ingin menemuiku?." Tanya Hua Qiangu lagi.
"Dia ingin bertanya tentang keberadaan patriark klan mereka serta kehancuran salah satu desa serta sosok penduduk desa yang tidak tau keberadaannya. " Jawab tetua itu lagi.
"Mengapa hal seperti itu harus ditanyakan kepadaku? Apakah aku ini sosok yang maha tau dengan segala sesuatu yang terjadi di wilayah negara Xin ini?. " Tutur Hua Qiangu merasa bingung dengan jawaban yang diberikan oleh tetua itu.
"Saudara Hua tidak perlu berpikir seperti itu, menurut penilaian ku, kemungkinan besar desa yang dia maksudkan itu adalah desa yang berkaitan dengan rumor yang beredar itu, sehingga mereka juga datang ke sini untuk mempertanyakan hal tersebut. " Yue Ma mencoba untuk menjelaskan.
__ADS_1
~Bersambung~