PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 110. Menyembuhkan Xue Yunlei


__ADS_3

Setelah mengetahui luka yang membuat Xue Yunlei tidak bisa sadarkan diri, Yu Fei segera menyalurkan energi qi miliknya kedalam tubuh pemuda itu.


Setelah selesai menyalurkan energi qi miliknya, pengemis tua itu segera keluar dari dalam kamar Xue Yunlei.


Bao Meng Ling yang baru saja dari dapur sempat melihat sosok Yu Fei yang keluar dan meninggalkan kamar Xue Yunlei.


"Siapa kamu? Mengapa memasuki kamar tuan muda Xue Yunlei? Apa yang kamu lakukan? ". Pertanyaan yang keluar dari mulut Bao Meng Ling sambil bergegas mengejar sosok yang berpenampilan seperti pengemis tersebut.


Namun Yu Fei dengan cepat pergi sambil tertawa renyah meninggalkan kediaman Xue Yunlei.


Saat Bao Meng Ling kehilangan sosok pemis itu, dia segera balik dan memasuki kamar Xue Yunlei untuk memeriksa apa yang telah pengemis tua itu lakukan.


Setelah beberapa saat memeriksa, gadis itu tidak menemukan tanda - tanda yang mencurigakan.


"Sebenarnya apa yang pengemis tua itu lakukan dikamar ini? Mengapa aku tidak bisa menemukan ada hal yang mencurigakan? ". Gumam Bao Meng Ling dengan wajah bingung.


Gadis itu terus memikirkan apa yang telah dilakukan oleh pengemis itu.


Hingga tiba-tiba, jari tangan Xue Yunlei mulai bergerak. Akan tetapi hal itu tidak diketahui oleh Bao Meng Ling.


Gadis itu pun kembali keluar dari dalam kamar Xue Yunlei dan langsung mencari para tetua yang berjaga untuk melindungi dirinya dan Xue Yunlei.


Sedangkan di suatu tempat yang tidak jauh dari kediaman Xue Yunlei, sosok pengemis tua telah mengambil sikap bermeditasi diatas salah satu dahan pohon yang besar untuk menggunakan kekuatan jiwanya agar bisa memasuki dunia jiwa milik Xue Yunlei.


Setelah sudah memasuki dunia jiwa milik Xue Yunlei, Yu Fei segera mencari keberadaan jiwa pemuda itu yang masih berada dalam kondisi terluka.


Beberapa saat kemudian, akhirnya jiwa Yu Fei bisa menemukan jiwa Xue Yunlei yang terluka.


"Hei bocah! Siapa yang telah melakukan hal ini kepadamu? ". Tanya Yu Fei sambil membangunkan jiwa Xue Yunlei.


Akan tetapi jiwa Xue Yunlei tidak merespon saat dibangunkan oleh Yu Fei.


Pria tua itu segera menyalurkan energi qi miliknya untuk menyembuhkan luka yang diderita oleh jiwa Xue Yunlei.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya jiwa pemuda itu pun mulai bereaksi.


Yu Fei langsung menghentikan tindakannya dalam menyalurkan energi qi miliknya.


"Hei Bocah! Bangunlah, aku ingin bertanya, siapa yang telah melakukan hal ini kepadamu? ". Bisik Yu Fei ke telinga Xue Yunlei.


Jiwa Xue Yunlei belum menanggapi pertanyaan Yu Fei.

__ADS_1


Jiwa Yu Fei terus melakukan hal yang sama sampai jiwa Xue Yunlei pun bereaksi dan menjawab.


" Akulah yang melakukan sendiri sehingga bisa terluka seperti ini ". Jawab jiwa Xue Yunlei.


" Apa yang kau lakukan sehingga jiwamu bisa terluka seperti ini!? ". Tanya Yu Fei lagi.


" Aku telah menggunakan kekuatan jiwaku untuk menghadapi roh seorang dewa". Jawab Xue Yunlei.


"Apa katamu? Melawan roh seorang dewa? Apakah aku tidak salah mendengarnya!? ". Yu Fei merasa terkejut karena mendengar penjelasan dari Xue Yunlei.


" Mana mungkin seorang pendekar langit bisa melawan roh seorang dewa? Apa lagi dengan menggunakan kekuatan jiwa. Yang aku ketahui, hanya seorang pendekar dewa saja yang bisa menggunakan teknik tersebut ". Ujar Yu Fei merasa tidak percaya dengan apa yang Xue Yunlei sampaikan.


" Apa yang aku katakan itu adalah benar. Aku memang memaksakan diriku untuk menggunakan teknik tersebut meskipun itu akan membahayakan keselamatan ku". Balas Xue Yunlei lagi.


"Kemampuan itu hanya dimiliki oleh seorang pendekar dewa, serta tidak bisa digunakan oleh seorang pendekar langit". Gumam Yu Fei merasa tidak percaya.


" Teknik itu aku peroleh dari roh dewa yang telah aku lawan, dan jika tidak aku lawan, mungkin aku bersama leluhur agung Xie Yi tidak akan bisa selamat dari setiap serangan yang dia lancarkan ". Terang Xue Yunlei.


" Bocah, kamu ini adalah seorang pendekar yang sangat jenius, akan tetapi jika kamu selalu bertindak bodoh seperti ini, mungkin usiamu tidak akan panjang ". Ucap Yu Fei sambil tersenyum meledek Xue Yunlei.


" Mengapa kamu melawan roh dewa yang telah mengajarimu banyak hal? Bisa dikatakan dia itu adalah gurumu ". Yu Fei memberikan nasihat kepada Xue Yunlei.


"Oh, ternyata dia ingin menggunakan tubuhmu untuk menjadi wadah bagi rohnya". Ucap Yu Fei sudah mengerti mengapa Xue Yunlei bisa melawan roh dewa itu.


" Kamu harus meningkatkan basis kultivasimu jika ingin melawan roh dewa itu. Dan setidaknya basis kultivasimu harus mencapai pendekar dewa langit agar bisa melawan roh dewa itu. Jika tidak, sekuat apa pun seorang pendekar langit tidak akan bisa untuk mengalahkan roh seorang dewa". Tutur Yu Fei.


"Pengemis tua, mengapa kau bisa masuk ke dalam dunia jiwaku? Apakah kamu sedang berada di kota Yin? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.


" Iya, aku memang baru saja tiba di kota Yin. Setelah aku mendengar bahwa kamu sedang berada di kediaman klan Xue, aku segera datang untuk mencarimu kesini".


"Tujuanku untuk mendapatkan makanan gratis darimu, tetapi ternyata harapanku menjadi sirna setelah mengetahui bahwa kamu sedang terluka". Tutup Yu Fei sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Pengemis tua, jika aku sudah pulih, pasti aku akan mentraktir dirimu makan dan minum arak terbaik ".


" Untuk itu, kamu jangan meninggalkan kota Yin ini sebelum aku pulih". Tutup Xue Yunlei.


"He...he...he...he...he, bocah, aku tidak bisa berlama-lama di setiap kota, aku akan terus pergi ke kota yang lain untuk bersenang-senang, jadi tidak bisa menunggu lagi". Balas Yu Fei menanggapi perkataan Xue Yunlei.


" Cepatlah kamu sembuh dan segera tingkatkan basis kultivasimu agar bisa membalas perbuatan roh dewa itu". Lanjut Yu Fei.


"Jika itu yang kau inginkan, aku tidak bisa lagi menahanmu". Ucap Xue Yunlei menanggapi.

__ADS_1


" Kalau begitu, aku akan pergi dulu, semoga kau cepat sembuh ". Ucap Yu Fei dan langsung menghilang dari hadapan Xue Yunlei.


Pemuda itu tidak bisa berkata-kata lagi untuk mengantarkan kepergian Yu Fei.


Jiwa Xue Yunlei segera bermeditasi untuk memulihkan lukanya.


Meskipun dia sudah bisa untuk sadarkan diri, namun jiwa pemuda itu memilih untuk tetap bermeditasi.


Sedangkan Bao Meng Ling yang melihat perubahan pada diri Xue Yunlei merasa sangat khawatir.


Gadis itu segera memeriksa denyut nadi pemuda itu. Setelah memeriksa, wajah gadis itu terlihat bingung dengan hasil yang dia peroleh.


"Sepertinya kondisi kesehatan Xue Yunlei sudah membaik, saat ini dia terlihat seperti sedang tidur".


" Seharusnya dia sudah siuman, mengapa masih tetap tidak sadarkan diri? ". Pikir Bao Meng Ling.


Saat Bao Meng Ling sedang memikirkan tentang kondisi kesehatan Xue Yunlei, empat orang tetua segera masuk dan bertanya.


"Ada apa nona Bao? Apakah ada yang bisa kami bantu? ". Tanya seorang tetua menyadarkan Bao Meng Ling dari lamunannya.


" Iya, tadi aku sempat melihat seorang pria tua yang berpenampilan seperti seorang pengemis keluar dari rumah ini, apakah kalian tidak mengetahuinya? ". Tanya Bao Meng Ling.


" Kami tidak merasakan jika ada seseorang yang datang atau pun keluar di sekitar area ini ". Jawab seorang tetua klan Xue.


" Apakah mataku salah melihat? Tidak mungkin, aku melihatnya dengan sangat jelas". Bao Meng Ling membantin didalam hatinya.


Ditempat yang lain, sosok pria tua sedang melesat terbang meninggalkan wilayah kediaman klan Xue dan menuju ke kota Yin.


Yu Fei kembali ke depan restoran besar dan melakukan lagi kegiatannya untuk mengemis.


Pengemis yang lain datang menghampiri dirinya dan mulai memberitahukan setiap informasi yang dia peroleh di kota Yin.


Dan informasi tersebut adalah mengenai perkembangan politik di kota itu serta informasi tentang kedatangan Xue Yunlei.


Yu Fei hanya memberikan perintah kepada anggota pengemis di kota Yin untuk tidak menyinggung klan Xue, sebab klan Xue adalah kerabat mereka.


Pemimpin pengemis itu langsung menyanggupi perintah dari Yu Fei.


Setelah selesai dengan urusannya di kota Yin, Yu Fei segera pergi meninggalkan kota itu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2