PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 56. Melarikan Diri


__ADS_3

Setelah diperintahkan oleh sang pemimpin kepada seorang bawahannya untuk di beritahukan kepada para tetua, akhirnya tak lama kemudian belasan pendekar langit tiba di tempat dimana pertarungan itu terjadi.


Xue Yunlei dan juga Xiangwei yang merasakan kedatangan belasan pendekar langit, segera menghentikan serangan mereka berdua.


Para tetua yang baru saja tiba itu langsung murka karena melihat kehancuran di tempat tersebut.


"Perbuatan mereka ini sudah keterlaluan, cepat tangkap dalam keadaan hidup atau mati, jangan biarkan salah satu di antara mereka lolos.". Teriak salah satu pria tua yang adalah tetua agung memerintahkan kepada belasan tetua yang ada.


Belasan tetua yang semuanya adalah pria paruh baya itu segera merespon perintah sang tetua agung dengan mengeluarkan kemampuan mereka masing-masing untuk menyerang Xue Yunlei dan juga Xiangwei.


Melihat kekuatan yang akan menyerang mereka, Xiangwei sudah bisa mengetahui bahwa mereka berdua tidak bisa untuk menghadapinya.


"Tuan, sebaiknya kita melarikan diri saja, sebab kekuatan kita berdua tidak akan sanggup untuk bisa menghadapi mereka". Ujar Xiangwei.


" Apakah kamu memiliki cara untuk bisa melarikan diri dari tempat ini? ". Tanya Xue Yunlei.


Pertanyaan Xue Yunlei itu sangat beralasan, sebab saat ini mereka berdua telah dikepung oleh belasan orang tetua yang adalah pendekar langit.


" Iya, aku memiliki cara untuk bisa kabur dari tempat ini ". Jawab Xiangwei disertai dengan cahaya keemasan yang memancar keluar dari dalam tubuhnya.


Xue Yunlei langsung merasa terkejut sekaligus merasa takjub setelah melihat apa yang terjadi pada Xiangwei.


Kini dari punggung peri cantik itu tampak terlihat sepasang sayap berwarna kuning keemasan dan memancarkan cahaya.


Saat ini Xiangwei telah mengaktifkan mode pertempuran, itu adalah kekuatan puncak dari bangsa peri.


"Tuan, aku telah mengaktifkan mode pertempuran, sehingga identitasKu pasti akan mereka ketahui, oleh karena itu aku akan menggunakan kekuatan ini untuk membawa tuan agar bisa meninggalkan tempat ini". Ungkap Xiangwei.


Xue Yunlei langsung mengetahui, ternyata Xiangwei ingin untuk menolong dirinya agar tidak terbunuh atau pun tertangkap oleh mereka.


Saat Xue Yunlei sedang terdiam dan berpikir tentang apa yang dilakukan oleh Xiangwei, peri cantik itu segera memerintahkan untuk membuka kubah yang melindungi mereka.


Xue Yunlei pun segera melakukan apa yang Xiangwei perintahkan.


Dalam sekejap mata, pandangannya terhalang oleh cahaya kuning keemasan.


Hanya dalam waktu beberapa detik saja, cahaya itu pun menghilang.

__ADS_1


Hal yang sama juga berlaku bagi cahaya yang ada di tubuh Xiangwei.


Xue Yunlei langsung melihat suatu pemandangan yang berbeda di saat matanya terfokus kembali.


"Dimana kita saat ini? ". Pertanyaan yang keluar dari mulut Xue Yunlei saat pemandangan disekitarnya sudah tidak sama lagi dengan pemandangan sebelumnya.


" Tuan, kita harus segera pergi dari tempat ini, sebab untuk bisa menemukan kita, mereka hanya membutuhkan sedikit waktu ". Tutur Xiangwei memberikan saran kepada Xue Yunlei.


" Jika demikian, jadi arah mana yang harus kita ambil untuk bisa melarikan diri dari mereka? ". Tanya Xue Yunlei lagi.


" Kita menuju kesana, itu adalah arah barat ". Jawab Xiangwei sambil menunjuk ke salah satu arah.


Xue Yunlei yang melihat keadaan tubuh Xiangwei yang sudah melemah, merasa heran dengan hal itu.


" Apakah teknik yang dia gunakan barusan sama seperti teknik yang selalu membuat diriku hampir terbunuh? ".


Pemuda itu segera membopong tubuh Xiangwei dan segera melesat terbang dengan kecepatan maksimum yang dia miliki untuk menjauhi tempat tersebut agar bisa menghindari pengejaran para tetua yang ingin untuk membunuh mereka berdua.


Ditempat pertarungan sebelumnya, para tetua suatu kelompok suku yang menguasai suatu wilayah di padang gurun itu, segera mengejar kedua buruan mereka.


" Cepat, gunakan kecepatan maksimum kalian semua untuk mengejar agar mereka berdua tidak bisa melarikan diri dari kita ". Perintah sang tetua agung.


" Baik! ". Jawab mereka serentak dan tidak menunggu komando lagi segera melesat terbang mengejar buruan mereka.


Sedangkan Xue Yunlei kini terus menjauh dan masih tetap mempertahankan arah untuk berlari dari kejaran para tetua tersebut.


Pengejaran para tetua begitu menyulitkan mereka, hal itu karena arah berlari Xue Yunlei saat ini sudah tidak lagi searah dengan arah berlari Xiangwei sebelumnya yaitu ke arah utara.


Arah tersebut menuju ke kota Yikezhao dimana kota tuan muda Oghui berasal.


"Tetua agung, sepertinya mereka berdua sempat beristirahat ditempat ini sebelum mereka kembali melanjutkan lagi pelarian mereka". Tutur salah satu tetua memberitahukan.


" Sepertinya mereka berdua pergi ke kota Yikezhao untuk mendapatkan perlindungan, ini akan mempermudah kita untuk bisa menangkap mereka berdua ". Tutur tetua agung sambil menyeringai.


" Ayo kita pergi ke kota Yikezhao untuk menemukan mereka ". Ajak sang tetua agung yang terlebih dahulu melesat terbang untuk menuju ke kota tersebut.


Para tetua pun segera mengikutinya dari belakang dengan penuh rasa percaya diri.

__ADS_1


Xue Yunlei sendiri kini sudah bisa melihat suatu tempat yang ditumbuhi begitu banyak tumbuh - tumbuhan yang biasa hidup di padang Gurun.


Pendekar muda itu kini sudah tidak lagi memikirkan tentang tujuannya untuk mencari batu permata buah Tin.


Xue Yunlei kini hanya memikirkan tentang keselamatan Xiangwei.


Setelah tiba di tempat tersebut, pendekar muda itu segera melepaskan tubuh Xiangwei dengan mengambil sikap duduk dan segera menyalurkan energi qi miliknya kedalam tubuh Xiangwei.


Namun usahanya itu gagal, sebab energi qi milik Xue Yunlei tidak bisa diterima oleh tubuh Xiangwei.


"Mengapa bisa seperti ini? Bagaimana caranya agar aku bisa untuk menyelamatkan nona Xiangwei? ". Pikir pendekar muda itu sambil terus mencoba kembali untuk menyalurkan energi qi miliknya.


" Sial, bukannya nona Xiangwei selalu berhasil menyalurkan energi qi miliknya kedalam tubuhku? Kenapa aku tidak bisa melakukan hal yang sama kepadanya? ". Xue Yunlei menjadi dilema dengan hal tersebut.


Pendekar muda itu kembali mencoba untuk bisa memasuki dunia jiwa milik Xiangwei untuk mencoba berkomunikasi dengan Peri cantik tersebut.


Xue Yunlei pun segera memfokuskan pikirannya untuk bisa menggunakan kekuatan spiritual miliknya.


Pemuda itu kini mulai mencoba untuk memasuki dunia jiwa milik Xiangwei, akan tetapi seberkas cahaya berwarna kuning keemasan terus menggagalkannya?


"Mengapa sangat sulit untuk bisa memasuki dunia jiwa miliknya".


" Aku tidak menyangka akan sesulit ini untuk bisa membantu nona Xiangwei, padahal dia sudah sering membantuku ".


" Aku harus mencari tempat yang aman untuk bisa bersembunyi dari para pria tua itu ".


Xue Yunlei kembali membawa Xiangwei untuk pergi dari tempat itu, dirinya kembali terbang menuju ke arah barat.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Xue Yunlei sebagai seorang pendekar langit untuk bisa menemukan tempat yang cocok agar bisa digunakan olehnya.


Suatu tempat dengan begitu banyak pepohonan yang tumbuh menjadi pilihan yang tepat untuk bisa Xiangwei beristirahat.


Karena Xiangwei adalah salah satu dari bangsa peri pohon sehingga itu akan memberinya keuntungan untuk bisa mendapatkan kembali kekuatannya.


Disaat Xue Yunlei mengatur posisi duduk Xiangwei, pendekar muda itu segera bisa merasakan suatu energi besar yang belum pernah dia rasakan, kini sedang memasuki tumbuh Xiangwei.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2