PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 143. Di Bawah Ke Balai Kota


__ADS_3

Setelah komandan itu melihat bahwa Xue Yunlei masih duduk ditempatnya semula, komandan itu langsung memanggil rekannya untuk pergi mendekatinya.


"Sial, apa yang harus saya lakukan? Jika terjadi pertarungan, maka tujuan utama ku untuk pergi ke markas partai Qing Ceng akan gagal". Pikir Xue Yunlei saat melihat tindakan sang komandan yang kembali datang untuk menghampirinya.


Kini ratusan prajurit langsung mengepung Xue Yunlei.


Dan kedua komandan yang memimpin pasukan segera maju mendekati Xue Yunlei yang saat itu berpenampilan seperti seorang pengemis.


"Tuan, apakah anda bisa mengangkat wajahmu dan melihat kearah kami? ". Ucap Peng Zhang komandan yang dikelabui oleh Xue Yunlei.


Xue Yunlei yang mendengar permintaan sang komandan, langsung mengangkat wajahnya dan menatap kearah Peng Zhang dan Xinhua.


Peng Zhang yang saat itu sedang memegang gambar sketsa wajah orang yang mereka cari, langsung melihat ke gambar sketsa wajah tersebut.


Dan dengan cepat Peng Zhang bisa melihat kemiripan diwajah pengemis yang sedang duduk di hadapannya itu.


"Tuan, sepertinya anda harus ikut bersama dengan kami kebalai kota untuk menghadap penguasa kota". Lanjut Peng Zhang.


" Mengapa aku harus mengikuti kalian ke balai kota? Aku ini hanyalah seorang pengemis, untuk apa penguasa kota memanggilku? ". Xue Yunlei pura-pura bertanya kepada Peng Zhang seakan tidak merasa bersalah.


" Seorang pengemis? Ha...ha...ha...ha...ha... Kau ini sungguh sangat menggelikan". Xinhua menanggapi perkataan Xue Yunlei.


"Dengan penampilanmu seperti ini, mungkin kau bisa menipu mereka, tetapi kau tidak bisa menipu diriku". Lanjutnya.


" Seorang pengemis itu harus memiliki sebuah tongkat dan mangkuk sebagai tempat untuk diletakkan uang oleh orang yang akan memberikan belas kasihan".


"Tetapi coba lihat dirimu itu, apakah kau memiliki kedua benda itu? ". Tutup Xinhua dengan pertanyaan.


Mendengar perkataan Xinhua, Xue Yunlei pun langsung bangkit berdiri. Hal itu karena penyamarannya telah diungkapkan oleh Xinhua.


" Ternyata mata tuan sangat jeli untuk melihat dan menilai sesuatu, aku sangat merasa terhormat karena sudah bertemu dengan anda". Ucap Xue Yunlei sambil menanggalkan pakaian lusuh yang dia pakai serta merapikan kembali penampilannya.


"Komandan Xinhua, aku merasa sangat malu dengan mu, karena hanya dengan sekali melihat saja, kau bisa mengetahui penyamarannya". Ujar Peng Zhang.


" Sudahlah, komandan Peng Zhang tidak usah berkata seperti itu, sebab untuk bisa menangkapnya, itu sudah menjadi tanggung jawab kita semua ". Balas Xinhua.


" Tuan, ayo ikut kami, kau bisa melakukan pembelaan tentang apa yang telah kau lakukan dihadapan penguasa kota". Ucap Xinhua.


"Sepertinya aku harus menyiapkan rencana saat bertemu dengan penguasa kota ini, agar diriku lepas dari masalah ini tanpa ada pertumpahan darah setetes pun". Pikir Xue Yunlei.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan mengikuti kalian untuk menghadap penguasa kota ". Balas Xue Yunlei.


" Kalian sebarkan berita bahwa kami sudah menemukan pelaku pembunuhan di penginapan kepada seluruh pasukan yang sedang mencari keberadaannya agar mereka bisa menghentikan pencarian". Perintah Xinhua kepada puluhan prajurit yang dia maksudkan.


Puluhan prajurit itu segera pergi secara berpencar dan meninggalkan mereka.


Kelompok Xinhua dan Peng Zhang pun melangkah menuju balai kota dengan Xue Yunlei yang berjalan di antara mereka berdua.


Saat mereka baru berjalan sejauh seratus meter, kelompok mereka bertemu dengan sosok pria yang memiliki penampilan seperti seorang bangsawan.


Saat pria itu telah berada di depan kelompok Xinhua dan Peng Zhang, kedua komandan itu bersama dengan para prajurit yang berdiri di belakang mereka langsung memberi hormat.


"Hormat kepada jenderal besar Ling Jue! ". Ucap mereka serentak sambil berlutut dengan salah satu lutut mereka untuk memberi hormat.


" Berdiri ". Ucap pria itu yang adalah seorang jenderal besar kota Rong Cheng.


" Aku dengar kalian telah menangkap pelaku pembunuhan di penginapan, apakah itu benar? ". Tanya pria itu.


" Iya jenderal! Ini orangnya ". Jawab Xinhua sambil menunjuk kearah Xue Yunlei.


" Berikan dia padaku, biar aku yang akan membawanya ke balai kota untuk menghadap penguasa kota ". Ucap Ling Jue.


" Kalian kembali saja ketempat kalian masing-masing, aku bisa menangani sendiri orang ini". Tutupnya sambil menggenggam tangan Xue Yunlei dan segera pergi menuju ke arah dimana balai kota berada.


Kedua komandan itu langsung pergi bersama pasukan mereka untuk kembali ke camp.


Setelah beberapa saat kemudian, Xinhua langsung angkat bicara dan berkata kepada Peng Zhang.


"Komandan Peng, sepertinya sikap jenderal Ling Jue sangat berbeda kali ini".


" Mengapa aku merasa dia bukanlah sosok jenderal Ling Jue yang kita kenal!? ". Ucap Xinhua.


" Komandan Xinhua, apakah wajah yang kita lihat itu bukan milik jenderal Ling Jue? ". Balas Peng Zhang bertanya kepada Xinhua.


" Iya, aku tahu itu memang wajah jenderal Ling Jue, namun yang aku herankan adalah sikap serta tingkah lakunya itu sangat tidak biasa dengan sikap dan tingkah laku yang aku ketahui". Ujar Xinhua menguatkan keraguannya.


"Sudahlah, kita tidak boleh berpikir seperti itu, jika jenderal Ling Jue mengetahui apa yang kau pikirkan, itu bisa memberikan kerugian bagi dirimu". Tutur Peng Zhang menanggapi.


***

__ADS_1


Di tengah perjalanan untuk menuju ke balai kota, Xue Yunlei masih tetap diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Sama halnya dengan sosok yang berjalan di sampingnya itu, pria yang diketahui sebagai seorang jenderal besar di kota itu, kini hanya diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata juga.


Setelah jalanan kota yang mereka lalui terlihat sepi, sosok yang membawa Xue Yunlei angkat suara.


"Ayo kita lewat sini". Ucapnya sambil menunjuk ke salah satu arah untuk mereka lalui.


Xue Yunlei pun mengikuti apa yang pria itu katakan dan tidak membalas bersuara.


Setelah beberapa kali memasuki sebuah gang kecil, Xue Yunlei mulai merasa curiga dengan sosok yang membawanya pergi itu.


"Siapa anda sebenarnya? Mengapa Anda menyelamatkan diriku? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.


" Sepertinya anda adalah orang yang sangat menarik, sehingga bisa menyadari jika aku bukan sosok yang mereka maksudkan ". Balas pria itu tidak menanggapi pertanyaan Xue Yunlei.


"Tuan, meskipun aku bukan orang yang istimewa, akan tetapi aku bisa mengetahui jika kau itu bukanlah sosok yang mereka maksudkan, sebab jalan yang kita lalui ini sudah bukan lagi jalan untuk menuju ke balai kota". Balas Xue Yunlei.


" He...he...he...he...he...benar juga, mungkin aku sudah terlalu tua sehingga terlalu memujimu ". Ucap pria itu menanggapi perkataan Xue Yunlei.


" Tetapi jika kau itu tidak istimewa, mana mungkin orang yang tidak memiliki basis kultivasi bisa setenang itu saat dibawa untuk menghadap penguasa kota ".


" Yang aku khawatirkan adalah basis kultivasimu mungkin lebih tinggi dariku, atau juga mungkin kau memiliki teknik tingkat tinggi sehingga aku tidak bisa mengetahui basis kultivasimu serta usia tulang murni milikmu ". Ujar pria itu sambil tersenyum menatap Xue Yunlei.


" Tuan, aku ini memang tidak istimewa serta tidak seperti yang tuan katakan itu". Balas Xue Yunlei lagi.


"Baiklah jika kau tidak ingin mengakuinya, tetapi jika kau ingin menghindari pertarungan dikota ini agar tujuan utamamu bisa tercapai, tentunya kau harus bisa pergi dari kota ini tanpa ada yang mengetahuinya".


" Dan jika kau menginginkan hal itu, aku bisa membantumu untuk melakukannya ". Tutup pria tersebut.


" Sepertinya aku bisa menebak siapa dirimu ini". Ucap Xue Yunlei.


"Apa katamu? Bisa menebak siapa diriku ini? ". Tanya pria itu penasaran.


" Iya, aku bisa menebak siapa dirimu sebenarnya, sebab aku pernah mendengar tentang dirimu, namun aku belum pernah bertemu dengan sosok yang aku dengar itu sebelum hari ini ". Xue Yunlei menjelaskan.


" Ha...ha...ha...ha...ha... Jika benar kau bisa menebak siapa diriku, coba kau katakan. Jika benar, aku akan mengakuinya". Pria itu menantang Xue Yunlei agar menebak siapa dirinya.


"Menurut apa yang aku dengar dari mulut Ming Chuan, sepertinya anda adalah Dewa Penyamaran yang biasa dipanggil dengan sebutan Pendekar Seribu Wajah Zhuan Zhu". Ucap Xue Yunlei mencoba untuk menebak.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2