
Karena ada tiga orang pendekar suci disetiap tiga kapal yang mendekati kapal yang ditumpangi oleh Xue Yunlei, sehingga panah api yang di lepaskan oleh para pendekar yang menjadi pelindung kapal itu tidak bisa sampai dan mengenai ketiga kapal tersebut.
Hal itu karena ketiga pendekar suci itu bisa menggagalkan serangan tersebut. Sehingga ketiga kapal itu seakan tidak memiliki hambatan untuk mendekati kapal yang ditumpangi oleh Xue Yunlei.
"Sial! Sepertinya serangan kita sama sekali tidak berpengaruh bagi mereka....Tuan, apa yang harus kita lakukan saat ini?." Tanya seorang anak buah kapal kepada pemilik kapal tersebut.
"Sepertinya kekuatan mereka sudah meningkat, aku tidak pernah berpikir jika ada pendekar yang memiliki basis kultivasi yang lebih tinggi yang ingin bergabung dengan mereka." Pikir sang pemilik kapal.
"Jika kapal kalian tidak berhenti, maka jangan salahkan kami jika bertindak kasar kepada kalian." Teriak pemimpin dari tiga kapal yang ingin menjarah kapal yang ditumpangi oleh Xue Yunlei.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan?." Tanya seorang pendekar.
"Tunggu saja, aku akan mengaturnya." Balas pemilik kapal.
Pemilik kapal membiarkan ketiga kapal kecil itu merapat ke kapal miliknya untuk mendapatkan pengasihan.
Hal itu karena dia telah mengetahui jika kemampuan para perompak lebih kuat dari mereka.
Setelah semua anggota para perompak telah naik ke atas kapal mereka, para perompak pun mulai melakukan pemeriksaan disetiap sudut kapal tersebut.
Dan akhirnya mereka tiba di kamar Xue Yunlei, Zhuan Zhu dan Huaxianzi.
Melihat Huaxianzi yang cantik, salah satu pemimpin perompak yang adalah seorang pendekar suci tingkat puncak langsung menyuruh anak buahnya untuk membawah peri itu kepadanya.
Huaxianzi dan Zhuan Zhu tidak melakukan perlawanan kepada mereka.
Hal itu karena dirinya sendiri mengikuti sikap para pendekar yang lain dan akan menunggu tindakan dari Xue Yunlei.
Sedangkan Xue Yunlei merasa terkejut atas kejadian itu, sehingga dirinya langsung berkata.
"Siapa kalian? Mengapa kalian mengganggu istirahatku?."
"Kamu tidak perlu banyak bertanya, kapal ini sudah menjadi milik kami." Jawab pria yang menarik tubuhnya saat masih tertidur.
"Apakah kalian adalah perompak?." Tanya Xue Yunlei.
"Kami bukan perompak, tetapi kami adalah penguasa sungai ini." Jawab pria itu yang telah mengacungkan pedang ke arah Xue Yunlei.
"Jika kau tidak lagi mengacungkan pedangmu kepadaku, aku tidak akan membunuhmu, tetapi jika kau masih tetap melakukan hal itu, aku pastikan kau tidak akan memiliki waktu untuk bisa memohon pengampunan kepadaku disaat aku akan mengambil nyawamu." Ujar Xue Yunlei lagi mengancam pria tersebut.
"Apakah kamu pikir ancamanmu itu baru kali ini aku mendengarnya? Sungguh sangat naif." Balas pria itu.
__ADS_1
Setelah selesai berkata, kepala pria itu langsung menggelinding di geladak kabin kapal yang ditempati oleh Xue Yunlei.
Sebab pedang yang terbentuk dari energi qi milik Xue Yunlei dengan cepat telah melewati lehernya.
Pria itu tidak menduga jika perkataan Xue Yunlei itu memang benar akan dia lakukan.
Sehingga dia tidak menyadari jika hidupnya tinggal sedetik lagi setelah dirinya selesai berkata-kata.
Dan karena situasi tersebut, sehingga Xue Yunlei segera melangkah keluar dari dalam kabin kapal yang dia tempati.
Kapal itu terlihat telah dikuasai oleh para perompak dan Xue Yunlei sudah tidak lagi melihat keberadaan penumpang kapal itu selain anggota para perompak yang masih memeriksa setiap ruangan yang ada.
"Hei kamu! Jangan lari!." Teriak salah satu anggota perompak saat melihat sosok Xue Yunlei.
Xue Yunlei hanya tersenyum mendengar serta melihat tingkah pria itu dan hanya berjalan santai untuk menuju ke kabin yang ditempati oleh Huaxianzi dan juga Zhuan Zhu.
Pria yang memanggilnya langsung bergegas untuk mendekati Xue Yunlei karena dia tidak menggubris panggilannya.
Xue Yunlei yang melihat Huaxianzi serta Zhuan Zhu sudah tidak berada di kabin yang mereka tempati langsung berbalik untuk mencari keberadaan keduanya.
Namun sosok yang awalnya memanggilnya kini sudah tiba di depannya dan langsung mengayunkan goloknya untuk menebas Xue Yunlei.
Xue Yunlei masih tetap santai dan langsung melepaskan serangan energi qi miliknya yang telah berbentuk seperti pedang.
Xue Yunlei segera melanjutkan langkah kakinya untuk mencari keberadaan Huaxianzi dan juga Zhuan Zhu yang saat itu sudah dikumpulkan oleh para perompak bersama dengan penumpang yang lain serta kru dan pengawal yang ada kapal itu.
Tetapi berbeda dengan yang lain, Huaxianzi dan Zhuan Zhu tetap santai dan tidak merasa takut sedikitpun meskipun sang peri kini berada disamping salah satu pemimpin perompak.
Xue Yunlei melangkah dengan santai untuk mendekati seluruh orang yang telah dikumpulkan.
"Pemimpin, sepertinya pemuda itu adalah salah satu dari penumpang di kapal ini, apa yang harus kita lakukan?." Tanya seorang bawahan kepada pendekar suci tahap puncak yang adalah pemimpin para perompak.
"Jika kalian masih menyayangi nyawa kalian, sebaiknya cepat lepaskan mereka dan segera turun dari kapal ini. Jika tidak, aku akan membunuh kalian semua." Tutur Xue Yunlei sambil menatap ke arah pemimpin perompak serta anggotanya.
"Tutup mulut besarmu itu! Apakah kau pikir aku takut dengan gertakanmu itu?." Balas sang pemimpin perompak dengan senyum yang mendominasi.
"Aku tidak pernah membual jika itu tidak bisa aku lakukan. Oleh karena itu cepat lakukan apa yang aku perintahkan sebelum kesabaranku hilang." Xue Yunlei kembali ingin meyakinkan jika kata-katanya itu bukan sekedar bualan semata.
"Coba kamu buktikan jika kau bisa melakukannya." Balas pendekar suci itu menantang Xue Yunlei.
Dengan cepat dan tanpa bisa diikuti oleh mata sang pemimpin perompak, kini salah satu tangan Xue Yunlei telah mencekik leher pria tua itu dan langsung mengangkatnya ke udara.
__ADS_1
Semua yang ada di atas kapal itu selain Huaxianzi dan Zhuan Zhu merasa terkejut saat tubuh seorang pendekar suci tahap puncak begitu mudahnya ditaklukkan oleh Xue Yunlei.
Kedua pendekar suci lainnya pun merasa terkejut dengan apa yang dialami oleh rekannya yang lebih kuat dari mereka berdua.
"Apakah kau pikir aku hanya menggertak dan tidak bisa melakukannya? Benar-benar sangat bodoh." Ucap Xue Yunlei.
Hanya dengan mencengkram kelima jarinya saja, kini sang pemimpin perompak yang adalah pendekar suci tahap puncak itu langsung tewas ditangan Xue Yunlei.
"Apakah kalian mau kehilangan nyawa kalian sama seperti pemimpin kalian ini?." Tanya Xue Yunlei sambil menatap ke arah seluruh anggota perompak.
Seperti mendapatkan aba-aba semuanya langsung berlari pergi melompat ke kapal mereka dan meninggalkan kapal yang Xue Yunlei tumpangi.
Kedua pendekar suci lainnya langsung menangkap Huaxianzi dan juga Zhuan Zhu untuk dijadikan sebagai sandera.
Mereka berdua tidak mengetahui jika kedua sandera mereka itu juga memiliki kemampuan yang lebih diatas dari mereka.
Melihat tindakan kedua pendekar suci itu, Xue Yunlei hanya tersenyum geli dan langsung berkata.
"Bunuh saja keduanya."
Mendengar perintah yang diberikan oleh Xue Yunlei, Huaxianzi dan Zhuan Zhu dengan cepat segera melakukannya.
Orang-orang yang ada diatas kapal itu kembali terkejut setelah melihat tubuh kedua pendekar suci itu kini sudah jatuh ke geladak kapal dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Setelah selesai dengan keterkejutannya pria yang adalah pemilik kapal itu langsung berjalan mendekati Xue Yunlei dan langsung berkata.
"Terima kasih tuan-tuan dan nona atas bantuan yang kau berikan, aku akan mengembalikan koin emas yang kau berikan kepadaku." Ucap pemilik kapal itu.
"Sudahlah, cepat bersihkan kekacauan ini dan segera lanjutkan pelayaran kita, sebab aku tidak mau menunda-nunda lagi perjalananku." Ucap Xue Yunlei membalas sang pemilik kapal.
"Baik tuan, sekali lagi terima kasih atas bantuannya." Ucap pria itu dan langsung memerintahkan bawahannya untuk membersihkan kekacauan yang telah terjadi.
Orang-orang yang bekerja sebagai pendayung segera kembali ke tempat mereka untuk kembali melakukan pekerjaannya.
Sedangkan anak buah kapal segera membersihkan kekacauan yang telah terjadi diatas kapal itu.
"Tuan-tuan dan nona, bagaimana jika aku mengundang kalian untuk menikmati arak terbaik yang aku miliki, anggap saja ini sebagai tanda ucapan terima kasihku kepada kalian meskipun itu tidak sebanding." Ucap pemilik kapal itu menawarkan.
Huaxianzi dan Zhuan Zhu hanya menatap ke arah Xue Yunlei untuk mengetahui apa keputusan pemuda itu.
Xue Yunlei pun memberikan isyarat bahwa dirinya menerima undangan tersebut.
__ADS_1
Mereka pun segera menuju ke kabin pribadi pria yang adalah prmilik kapal itu.
~Bersambung~