
Setelah mendengar penjelasan dari Zhuan Zhu, Xue Yunlei merasa sangat yakin dengan apa yang dia pikirkan.
"Senior, dengan mendengar penjelasan mu itu, aku merasa lebih yakin lagi dengan pemikiran ku sebelumnya".
" Aku juga berpikir seperti yang senior pikirkan itu, sebab saat ini dunia persilatan sedang tergoncang meskipun itu tidak terlihat dengan jelas ".
" Iya, informasi itulah yang membuat partai Qing Ceng sangat tepat untuk dikambinghitamkan atas pembantaian di desa itu, agar semua dunia persilatan akan menyerang markas partai Qing Ceng untuk meminta pertanggungjawaban".
"Dan hal yang paling dinantikan oleh pihak yang menciptakan kegaduhan ini adalah kehancuran partai Qing Ceng". Tutup Zhuan Zhu.
" Menurut senior, kapan pergerakan para pendekar itu untuk menuju ke markas partai Qing Ceng? ". Tanya Xue Yunlei.
" Sepertinya itu akan terjadi setelah para pendekar yang berasal dari sekte-sekte besar serta perguruan ilmu bela diri tiba di kota Rong Cheng ini ".
" Jika mereka belum tiba, penyerangan itu belum bisa dilakukan ". Tutup Zhuan Zhu.
" Apakah saat ini utusan dari sekte-sekte besar belum juga tiba di kota Rong Cheng ini? ". Tanya Xue Yunlei lagi.
" Iya, saat ini yang baru tiba di kota ini barulah utusan dari sekte-sekte menengah serta perguruan ilmu bela diri tingkat menengah, itupun belum keseluruhan ". Jawab Zhuan Zhu.
" Namun jika kelima kekuatan pendukung partai Qing Ceng datang untuk membantu, itu akan menjadi suatu pertarungan yang sangat besar di abad ini". Ucap Zhuan Zhu.
"Apakah pertempuran besar pernah juga terjadi sebelumnya? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.
" Iya, pertempuran itu terjadi seabad yang lalu, akan tetapi pertempuran itu terjadi antara sekte-sekte aliran putih dan juga sekte-sekte aliran hitam ".
" Pertempuran itu memakan korban jiwa yang sangat banyak diantara kedua belah pihak, yang akhirnya menyisakan sedikit pendekar di kedua belah pihak ".
" Itulah mengapa saat ini hanya tersisa beberapa orang pendekar dewa dipihak sekte-sekte aliran putih dan dipihak sekte-sekte aliran hitam ".
" Ada begitu banyak pendekar dewa yang tewas saat itu karena pertarungan tersebut terjadi selama beberapa pekan".
Dan saat pertempuran itu terjadi, kami hanyalah seorang pendekar agung".
"Pendekar Agung? Terus mengapa sudah seabad lamanya basis kultivasi senior masih sebagai seorang pendekar dewa bumi? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.
" Ha...ha...ha...ha...ha...pertanyaan pendekar Xue ini seperti sedang mengejekku ".
" Tidak senior, aku tidak bermaksud seperti itu ". Xue Yunlei membantah apa yang dikatakan oleh Zhuan Zhu.
" Pendekar Xue tidak perlu seserius itu, aku hanya bercanda".
"Memang jika dilihat dari pencapaian pendekar Xue, pencapaian ku ini sangat tidak masuk akal karena dengan waktu yang telah aku lewati, pasti setidaknya aku sudah bisa memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa surgawi atau sudah berada di ranah saint".
" Namun karena awalnya kita selalu ingin meningkatkan basis kultivasi dengan cepat saat masih diranah awal, sehingga saat sudah menjadi seorang pendekar langit, akan sulit untuk menerobos menjadi seorang pendekar dewa ".
" Hal yang sama juga dirasakan saat kita sudah memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa bumi tahap awal, kita akan sangat kesulitan untuk naik ke tahap menengah". Tutup Zhuan Zhu menjelaskan.
__ADS_1
"Sepertinya aku juga akan mengalami hal yang sama dengan apa yang para senior alami, sebab aku telah menggunakan beberapa sumber daya untuk meningkatkan basis kultivasi ku". Ucap Xue Yunlei.
" Senior Zhuan, apakah anda pernah menyerap sumber daya tingkat surgawi? ". Lanjut Xue Yunlei bertanya.
" Selama ini, aku hanya menyerap sumber daya tingkat langit saja, sebab tidak akan mudah untuk bisa mendapatkan sumber daya tingkat surgawi ".
" Dan jika aku mendapatkan sumber daya tingkat surgawi, pasti kemacetan ku ini akan bisa teratasi". Ucap Zhuan Zhu menjelaskan.
"Oh, sepertinya aku bisa untuk menerobos menjadi seorang pendekar dewa jika aku menyerap buah surgawi yang diberikan oleh ratu Shuhou". Pikir Xue Yunlei.
***
Ditempat yang lain, Xinhua dan Peng Zhang terus dimarahi oleh jenderal Ling Jue dan Zou Wenli penguasa kota Rong Cheng.
Hal itu karena mereka telah dikelabui oleh seseorang sehingga telah kehilangan orang yang mereka cari.
"Penguasa, memang menurutku, orang yang mengelabui mereka itu pasti identitasnya tidak sesederhana yang kita pikirkan, sebab untuk wajahnya bisa terlihat sama persis seperti diriku, itu bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh sembarang orang". Ucap Ling Jue serius.
" Jika kau berpikir seperti itu, menurutmu siapa orang yang bisa melakukan hal itu? ". Tanya Zou Wenli penasaran.
" Pemikiran ku ini mungkin ada benarnya atau juga bisa keliru, sebab orang yang terpikirkan olehku mungkin sangat mustahil jika dia yang melakukannya ".
" Siapa sosok yang kau pikirkan itu? ". Zou Wenli kembali bertanya.
" Aku berpikir itu dilakukan oleh Dewa Penyamaran yaitu Pendekar Seribu Wajah ". Jawab Ling Jue.
" Bukankah mereka itu sudah lama tidak mencampuri urusan duniawi? ". Zou Wenli menyanggah perkataan Ling Jue.
" Memang benar apa yang penguasa katakan itu, namun dengan rumor yang beredar saat ini, itu bisa menjadi mungkin". Ling Jue kembali menguatkan tebakannya.
"Cepat kalian periksa kembali identitas setiap orang yang ada di dalam kota Rong Cheng ini, meskipun itu adalah seorang wanita muda dan tua, maupun pria yang berusia tua dan muda". Perintah Zou Wenli kepada seluruh pasukannya.
" Jangan lupa untuk memeriksa setiap tanda pengenal anggota pasukan kalian".
"Jangan mempercayai siapapun meski itu adalah diriku sendiri jika tidak membawa pelat ini". Tutup Zou Wenli sambil menunjukkan pelat emas yang adalah tanda pengenal miliknya.
Para prajurit langsung kembali berpencar untuk memeriksa identitas setiap orang yang berada di kota Rong Cheng dan tindakan mereka itulah sehingga Xue Yunlei dan Zhuan Zhu mendapatkan pemeriksaan saat tiba di kedai.
Hari itu menjadi hari yang panjang untuk para prajurit dan juga seluruh penduduk di kota Rong Cheng, sebab setiap penduduk terus mendapatkan pemeriksaan dari setiap prajurit yang bertugas.
Saat itu juga, penguasa kota Rong Cheng telah memiliki informasi tentang jumlah para pendekar yang telah berada di kota itu.
Namun karena dirinya tidak ingin ikut campur dengan urusan partai Qing Ceng, sehingga ia tidak memperdulikan jumlah para pendekar yang telah tiba itu.
Yang dia khawatirkan jika terjadi pertarungan dikota itu yang bisa mengakibatkan kerusakan yang akan memberikan kerugian bagi kota Rong Cheng.
Sedangkan Xue Yunlei dan Zhuan Zhu yang saat itu sedang berbincang-bincang kini dikejutkan dengan suatu keributan yang diakibatkan oleh para prajurit dengan beberapa orang wanita.
__ADS_1
Wanita-wanita itu sangat dikenal oleh Xue Yunlei, karena mereka adalah para peri yang datang bersama dengannya.
"Sial, mereka telah menangkap para bawahanku". Kata-kata umpatan yang keluar dari mulut Xue Yunlei.
" Jadi mereka itu adalah bawahanmu?". Tanya Zhuan Zhu.
"Iya senior, mereka berempat itu adalah bawahanku". Xue Yunlei membenarkan.
" Apa yang harus kita lakukan? ". Tanya Xue Yunlei.
" Sepertinya kita tidak bisa menghindari penguasa kota Rong Cheng ini, kita harus menghadap kepadanya jika situasi di sini tidak bisa kita atasi". Ucap Zhuan Zhu menanggapi pertanyaan Xue Yunlei.
"Ayo kita pergi mendekati mereka". Ajak Zhuan Zhu.
Mereka berdua pun segera beranjak dari tempat duduk mereka dan pergi mendekati dimana para prajurit dan keempat peri itu berada.
" Tuan-tuan, mohon maaf sebelumnya, bukan bermaksud untuk mengganggu tugas yang kalian jalankan, akan tetapi aku hanya ingin bertanya, apa kesalahan mereka sehingga tuan-tuan menangkap mereka? ". Tanya Zhuan Zhu.
" Apa hubunganmu dengan mereka sehingga bertanya seperti itu? ". Tanya seorang pria yang adalah komandan pasukan itu.
" Mereka adalah bawahan temanku ini, sehingga aku mewakilinya untuk bertanya kepada tuan-tuan ". Jawab Zhuan Zhu.
" Jika demikian, anda tidak memiliki hak untuk berbicara". Ucap sang komandan.
"Tuan, bawahanku ada sepuluh orang, dan semuanya adalah seorang wanita, kami telah terpisah karena kejadian ini, untuk itu saya pribadi sangat berterima kasih kepada tuan-tuan sekalian karena dengan begini kami bisa bertemu kembali". Ucap Xue Yunlei mencoba untuk meyakinkan.
Mendengar perkataan Xue Yunlei, keempat wanita yang adalah peri itu langsung bisa mengetahui bahwa pria yang ada dihadapan mereka itu adalah Xue Yunlei.
Namun karena sikap mereka yang awalnya tidak menyambut kedatangan penguasa mereka karena tidak mengenali wajahnya, sehingga keempat peri itu masih tetap mempertahankan sikap mereka.
"Tuan, jika benar mereka adalah bawahanmu, mengapa mereka tidak menyambut kedatanganmu? ". Tanya komandan itu sambil menatap curiga kepada Xue Yunlei.
" Sikap kami memang sudah seperti ini, tidak menunjukkan sikap yang formal seperti seorang atasan dan bawahan, mereka juga tidak berani untuk berbicara jika aku tidak mengijinkannya ". Xue Yunlei menjelaskan.
" Kami berasal dari klan Xue yang berada di kota Yin, ini pelat tanda pengenal ku". Ucap Xue Yunlei sambil menunjukkan sebuah benda yang menunjukkan identitasnya.
Keempat peri itu semakin yakin jika didepan mereka itu adalah Xue Yunlei setelah dia menunjukkan pelat identitasnya.
"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya klan Xue juga ingin ikut mengambil bagian dalam peristiwa besar yang akan terjadi nanti, sangat membuat diriku terkesan". Ucap seorang pria menimpali.
Dan sosok itu tidak lain adalah jenderal Ling Jue, dia datang bersama dengan penguasa kota Rong Cheng Zou Wenli dan juga bersama puluhan prajurit.
" Apakah kedatangan tuan untuk membalaskan dendam penguasa kota Yin terdahulu yaitu tuan Xue Beng? ". Tanya Ling Jue sambil tersenyum merendahkan.
Ling Jue sendiri mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh klan Xue, sehingga dia sangat memandang rendah Xue Yunlei.
~Bersambung~
__ADS_1