PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 199. Situasi Di Kota Rehe


__ADS_3

Sang komandan menatap Xue Yunlei sambil tersenyum sinis seakan memandang rendah pemuda itu.


"Sepertinya pemuda ini hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa mengendalikan seekor makhluk buas untuk mengintimidasi orang lain...namun itu tidak berlaku bagi diriku." Sang komandan mencemooh Xue Yunlei meskipun itu didalam pikirannya.


Pria itu tidak mengetahui jika keenam sosok didepannya itu bisa mengetahui apa yang sedang dia pikirkan.


Secara serentak Xue Yunlei, Huaxianzi dan Zhuan Zhu langsung tertawa terbahak-bahak setelah mengetahui apa yang pria itu pikirkan.


Sedangkan Yao Laohu, Langren dan Gai Bian hanya bisa menahan tawa mereka agar tidak diketahui bahwa mereka bertiga adalah seekor siluman.


"Hei! Siapa yang menyuruh kalian bertiga untuk tertawa didepanku?." Teriak sang komandan dengan geram karena merasa tersinggung dengan tingkah tiga orang tersebut.


"Komandan, jika anda merasa geram dengan mereka, sebaiknya kita biarkan saja mereka memasuki kota ini agar kita lebih mudah untuk memberikan mereka pelajaran...apa lagi wanita itu sangat cantik, dia bisa diberikan kepada penguasa kota." Bisik seorang prajurit memberikan saran kepada komandannya.


"Sepertinya idemu sangat brilian juga." Sang komandan memuji prajurit itu.


"Apakah tujuan kalian untuk mampir di kota Rehe ini benar-benar hanya ingin untuk beristirahat?." Tanya sang komandan.


"Iya tuan, kedatangan kami ke kota ini hanya untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan kami." Jawab Xue Yunlei.


"Jika demikian, kalian boleh masuk, tetapi jangan pernah melakukan sesuatu hal yang bisa merugikan diri kalian sendiri." Lanjut pria itu sambil tersenyum licik menatap Xue Yunlei.


"Hmmph...sepertinya apa yang kita inginkan untuk berpesta dikota ini benar-benar akan tercapai...aku akan membiarkan mereka berlima untuk menghadapi siapapun yang akan mencoba untuk menyerang kami...tetapi jika ada seseorang yang bisa membuatku berkeringat saat bertarung, aku akan dengan senang hati untuk menghadapinya." Pikir Xue Yunlei.


Pintu gerbang kota Rehe langsung terbuka, sehingga Xue Yunlei dan yang lainnya segera memasuki kota itu.


"Ikuti mereka, lihat dimana tempat yang akan mereka gunakan untuk beristirahat." Perintah sang komandan kepada salah satu prajurit.


"Baik komandan." Balas prajurit itu dan langsung pergi untuk membuntuti kelompok Xue Yunlei.


"Ha...ha...ha...ha...ha...mereka berpikir kita telah masuk ke perangkap mereka...padahal inilah yang kita inginkan." Tutur Xue Yunlei.


"Sepertinya sebentar lagi kalian akan menikmati pesta yang memuaskan di kota Rehe ini." Lanjut Xue Yunlei.


"Apakah penguasa tidak akan ikut untuk berpesta?." Tanya Yao Laohu.


"Tidak...tetapi jika ada pendekar yang setara dengan kemampuanku, aku akan turun tangan juga untuk bertarung." Jawab Xue Yunlei.


Sepanjang jalan yang mereka lalui, para pendekar yang berasal dari sekte aliran hitam dan juga pendekar yang berasal dari suku bar-bar merasa sangat tertarik dengan hewan yang ditunggangi oleh ketiga sosok yang lewat didepan mereka.


"Siapa mereka? Bagaimana bisa dengan kultivasi seperti itu mereka memiliki makhluk buas seperti itu?."

__ADS_1


"Apakah makhluk yang mereka tunggangi itu adalah hewan spiritual?."


"Jika memiliki hewan peliharaan seperti itu, aku akan sangat terlihat lebih perkasa lagi."


"Dengan penampilan seperti itu, pasti mereka akan mendapatkan masalah yang serius dikota ini."


Kata - kata yang keluar dari mulut setiap orang yang melihat saat Xue Yunlei dan yang lainnya melewati mereka.


Tidak hanya hewan yang mereka tunggangi yang menjadi perhatian mereka, melainkan Huaxianzi juga tidak luput dari perhatian mereka.


"Sepertinya wanita itu akan menjadi incaran setiap pria yang ada di kota Rehe ini."


"Tidak lama lagi pasti mereka akan mendapatkan masalah...kita lihat saja."


"Sepertinya ada mangsa yang sangat menggiurkan hari ini...aku tidak akan melewatkan kesempatan ini." Ucap seorang pendekar aliran hitam kepada rekannya saat melihat Huaxianzi serta makhluk yang mereka tunggangi.


"Sepertinya bukan hanya kita saja yang berpikir seperti itu, karena aku melihat ada banyak orang yang juga berpikir seperti apa yang kita pikirkan." Bawahannya menanggapi.


"Siapa cepat dia dapat." Balas pemimpinnya.


"Cepat kau buntuti mereka, lihat mereka akan singgah di mana." Lanjutnya.


"Baik." Jawab bawahannya dan langsung pergi melakukan apa yang pemimpinnya perintahkan.


"Itulah yang aku inginkan agar kalian bisa berpesta di kota Rehe ini." Ucap Xue Yunlei menanggapi.


"Peristiwa yang akan terjadi nanti pasti akan selalu dikenang selama seribu tahun kedepan." Lanjut Xue Yunlei.


"Penguasa, apakah kita akan meratakan kota Rehe ini?." Tanya Yao Laohu lagi.


"Tidak, tetapi nantinya kita harus membantai setiap pendekar yang akan menyinggung kita."


"Ingat, karena kota Rehe ini dikuasai oleh seorang pendekar aliran hitam dan telah menjadi surga bagi para penjahat, sehingga jika bertarung nanti, jangan pernah sekali pun memberikan ampun kepada mereka." Ujar Xue Yunlei.


"Baik penguasa." Balas Yao Laohu menanggapi perkataan Xue Yunlei dengan senang.


"Penguasa, sepertinya itu adalah sebuah penginapan...apakah kita akan menginap di tempat itu?." Tanya Yao Laohu lagi.


"Iya, sebaiknya kita mampir di penginapan itu saja." Jawab Xue Yunlei.


"Yao Laohu, tetapi kalian bertiga tidak bisa masuk bersama dengan kami bertiga...apakah kalian tidak merasa kesepian?." Tanya Xue Yunlei.

__ADS_1


"Tidak penguasa, sebab kami bertiga akan lebih dulu terhibur oleh niat orang-orang yang mengikuti kita." Jawab Yao Laohu bersemangat.


"Benar juga, sepertinya kalian bertiga lebih dulu yang akan diganggu oleh mereka." Tutur Xue Yunlei dan segera turun dari punggung Yao Laohu.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Huaxianzi dan Zhuan Zhu.


"Kalian akan mendapatkan sambutan terlebih dahulu dari mereka,sehingga kalian harus mskan ini...itu akan membuat kalian tidak bisa terpengaruh oleh racun atau pun oleh teknik ilusi milik lawan kalian." Ucap Xue Yunlei sambil menyuapi mereka bertiga dengan sebuah pil miliknya.


Tidak lupa juga Xue Yunlei memberikan kepada Huaxianzi dan Zhuan Zhuan agar mereka berdua juga tidak akan terpengaruh oleh racun serta teknik ilusi milik para pendekar dari sekte aliran hitam.


Selanjutnya mereka bertiga memasuki penginapan yang akan mereka gunakan untuk beristirahat.


"Selamat datang di penginapan kami ini...apakah ada yang bisa saya bantu?." Sambut seorang pelayan pria.


"Kami akan memesan tiga buah kamar serta makanan dan arak terenak di tempat ini." Jawab Xue Yunlei.


"Tuan-tuan, nona...silahkan masuk...mari ikut aku." Ucap pelayan itu sambil berjalan didepan untuk menuntun mereka.


Xue Yunlei dan dua orang lainnya segera mengikuti pelayan itu dari belakang sambil memperhatikan setiap sudut ruangan di lantai dasar bangunan itu.


Puluhan pasang mata menatap kearah mereka seperti mendapatkan makanan terlesat yang belum pernah mereka nikmati.


Xue Yunlei tetap tenang dan terus mengikuti pelayan itu dari belakang.


"Silahkan menunggu disini, aku akan pergi untuk mengecek apakah masih ada kamar yang tersedia untuk kalian." Ucap pelayan itu.


Xue Yunlei pun segera duduk dikursi yang sudah tersedia diikuti oleh dua orang lainnya.


Di samping yang tidak jauh dari bangunan penginapan itu, dimana tempat setiap tunggangan setiap orang-orang yang akan menginap di penginapan itu, kini Yao Laohu, Langren dan Gai Bian terlihat berada di tempat itu.


Seorang pria yang menjadi penanggung jawab ditempat itu merasa tidak nyaman dengan kehadiran tiga makhluk buas tersebut.


Namun beberapa saat kemudian, tiga orang pria secara bersamaan datang ke tempat itu dan satu diantara mereka berkata "Tuan, kami datang kesini untuk membawa tiga makhluk itu." Sambil menunjuk kearah seekor singa, serigala dan juga seekor rubah.


"Apakah kalian pemilik ketiga hewan ini?." Tanya pria yang bertanggung jawab ditempat itu.


"Oh tidak, kami hanyalah suruhan dari ketiga pemilik hewan itu." Jawab seorang pria.


"Oh...begitu yah! Baiklah, silahkan kalian bawa saja tiga makhluk itu, sebab aku juga merasa terintimidasi dengan kehadiran mereka bertiga." Ujar penjaga itu.


Saat ketiganya hendak membawa Yao Laohu dan dua rekannya, tiba-tiba terdengar suara yang berkata "Apakah kalian bertiga mencoba untuk mencuri kami?."

__ADS_1


Sontak saja ketiga pria itu langsung tersentak kaget dan berlari sambil berteriak "Siluman! Ada siluman disini!."


~Bersambung~


__ADS_2