PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 57. Menemukan Pohon Tin


__ADS_3

Pepohonan disekitar mereka tahap demi tahap mulai menunjukkan perubahan.


Daun-daun perlahan mulai mengering dan langsung berguguran.


Xue Yunlei yang melihat fenomena tersebut langsung bisa mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


Pendekar muda itu segera bermeditasi dan mengolah energi qi miliknya untuk di salurkan juga kedalam tubuh Xiangwei.


Akan tetapi upaya yang dilakukan oleh Xue Yunlei tetap sia-sia, karena energi qi miliknya terus menerus di tolak oleh tubuh Xiangwei.


"Ada apa ini? Mengapa tubuhnya tidak menerima energi qi milikku? ". Pikir Xue Yunlei dengan bingung.


Pemuda itu melihat kearah tubuh Xiangwei, seberkas cahaya samar - samar mulai nampak menyelimuti sekujur tubuh Xiangwei.


" Apakah energi kehidupan yang terkandung di seluruh pepohonan yang tumbuh di sekitar tempat ini bisa mengembalikan kekuatan sejati Xiangwei? ". Pikirnya lagi.


Karena semua usaha yang dia lakukan secara terus menerus mengalami kegagalan, sehingga Xue Yunlei hanya bisa menjaga dan memperhatikan perkembangan yang akan di tunjukkan oleh tubuh Xiangwei.


Hanya dalam waktu satu jam saja, puluhan pepohonan disekitar mereka berdua kini sudah terlihat kering dan tidak menunjukkan tanda - tanda kehidupan.


Satu jam berikutnya, Xiangwei pun telah selesai menyerap energi kehidupan yang terkandung pada seratus pepohonan disekitar mereka berdua.


Kini Xiangwei perlahan mulai membuka matanya dan langsung menatap kearah pemuda didepannya.


Sebelum Xiangwei berkata, Xue Yunlei terlebih dahulu melontarkan kata - katanya.


"Mengapa kamu melakukan hal itu jika itu bisa membahayakan dirimu? ". Dengan nada suara yang merasa khawatir.


Xiangwei hanya berdiri seakan tidak mendengar apa yang Xue Yunlei katakan.


" Tuan, sebaiknya kita melanjutkan kembali pencarian kita untuk bisa mendapatkan batu permata buah Tin ". Ucap Xiangwei tidak menanggapi perkataan Xue Yunlei.


" Tidak! Kita berdua harus beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan kita ". Balas Xue Yunlei dengan nada suara yang terdengar merasa kecewa.


Xiangwei yang melihat perubahan sikap tuannya itu tidak bisa membantanya.


Peri cantik itu hanya bisa diam dan menuruti perkataan pemuda itu dan kembali bermeditasi.


Melihat sikap Xiangwei yang tidak membantah, Xue Yunlei merasa lebih gusar lagi.


"Mengapa dia tidak menanggapi perkataanku? Aku ingin mengetahui apa yang dia pikirkan sehingga melakukan hal yang bisa membuat dirinya terbunuh!? ". Gerutunya.


" Xiangwei, aku ingin kamu menjawab pertanyaan yang akan aku tanyakan kepadamu".

__ADS_1


"Dan kemu harus berkata jujur kepadaku, jika tidak, aku tidak ingin lagi dirimu berada disampiku".


" Karena aku akan memerintahkan dirimu untuk kembali lagi ke hutan ilusi ".


Mendengar perkataan Xue Yunlei, Xiangwei segera membuka matanya dan segera menatap kearah tuannya itu.


" Apa yang hendak tuan tanyakan? ". Ucap Xiangwei penuh harap.


" Aku hanya ingin mendengar jawaban dari pertanyaanku sebelumnya, jadi cepat jelaskan ". Tutur Xue Yunlei singkat.


Mendengar keinginan tuannya, Xiangwei pun segera menjawab pertanyaan tersebut.


" Tuan, meskipun aku memiliki kemampuan yang berada di atas mereka yang baru saja tiba itu, tetapi kekuatanku juga memiliki keterbatasan untuk digunakan ".


" Dan untuk bisa mengalahkan mereka, kita pasti membutuhkan waktu yang lama, apa lagi mereka semua adalah pendekar langit, sehingga kekuatan kita berdua tidak akan bisa mengalahkan mereka tanpa menggunakan kekuatan terbaik kita ".


" Aku juga tidak ingin lagi tuan bersikap ceroboh untuk kembali menggunakan teknik tingkat dewa yang tuan miliki, karena itu akan membuat kita berdua berada dalam situasi yang buruk ". Xiangwei menjelaskan untuk menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


" Tetapi dengan kemampuan yang aku memiliki, tentunya mereka bisa aku kalahkan dalam sekali serangan saja, sehingga kamu masih memiliki kemampuan untuk melindungi diriku ". Xue Yunlei menanggapi.


" Apakah dalam sekali serangan, tuan sangat yakin bisa melukai mereka semua? ". Xiangwei balik bertanya.


" Iya, aku sangat merasa yakin ". Jawab Xue Yunlei dengan penuh percaya diri.


" Jumlah adalah suatu keuntungan bagi mereka, tidak hanya itu saja, lokasi pertarungan itu juga sangat menguntungkan bagi mereka yang bisa menggunakan teknik pengendali elemen bumi ".


" Sedangkan kemampuan kita sangat terbatas, dimana kemampuan yang Aku miliki tidak sekuat jika pertarungan itu terjadi di suatu hutan yang sangat besar ".


" Sehingga aku memutuskan untuk menggunakan teknik tertinggi yang aku miliki untuk bisa melarikan diri dari tempat itu ".


Xue Yunlei yang mendengar penjelasan Xiangwei hanya bisa terdiam dan tidak bisa segera menanggapinya.


" Tuan, aku sangat takut jika terjadi sesuatu dengan tuan, sehingga aku tidak menginginkan tuan kembali menggunakan teknik tingkat dewa yang tuan miliki". Lanjut Xiangwei.


"Aku juga merasakan hal yang sama dengan apa yang kamu rasakan, jadi kamu tidak boleh lagi bertindak seperti itu, karena saat ini kita berada di padang Gurun, sehingga sangat sulit untuk menemukan tempat seperti ini lagi". Xue Yunlei menanggapi.


" Tuan, juga tidak boleh lagi menggunakan teknik tersebut, karena aku akan sangat merasa khawatir jika tuan kembali melakukannya ".


" Apakah tuan bisa berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi? ". Tutup Xiangwei bertanya kepada Xue Yunlei.


" Baiklah, aku janji. Tetapi kamu juga harus berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi ". Jawab Xue Yunlei sambil kembali menegaskan kepada Xiangwei.


" Iya tuan, aku juga janji tidak akan melakukan hal itu ". Ujar Xiangwei untuk meyakinkan Xue Yunlei.

__ADS_1


" Baiklah, jika demikian, bagaimana jika kita berdua segera pergi dari tempat ini!? ". Ucap Xue Yunlei yang sekaligus bertanya kepada Xiangwei.


" Tidak tuan, sebaiknya kita memeriksa terlebih dahulu area ini, siapa tahu ada pohon Tin di area ini ". Ujar Xiangwei menepis keinginan Xue Yunlei dan kemudian memberikan saran.


" Baiklah, ayo kita periksa ". Xue Yunlei menyetujui saran Xiangwei.


Mereka berdua segera melesat terbang untuk menyisir area tersebut.


Dan benar saja, pandangan mata keduanya langsung tertuju ke salah satu pohon yang berukuran besar dengan tinggi kurang lebih belasan meter. Pohon tersebut adalah pohon Tin.


Keduanya pun saling menatap satu dengan yang lain dan kemudian melesat menghampiri pohon tersebut.


Dan benar saja, pohon itu adalah pohon yang dicari oleh mereka berdua.


Keduanya pun segera menyisir setiap dahan pohon Tin untuk bisa menemukan apa yang dicari oleh Xue Yunlei.


Namun setelah beberapa saat kemudian, mereka berdua tidak menemukan apa yang mereka cari.


"Tuan, sepertinya batu permata buah Tin tidak ada, kita harus mencarinya ditempat yang lain".


" Tidak, sepertinya ada satu hal yang tidak kita ketahui mengapa kita tidak bisa menemukan benda itu di tempat ini ".


" Apakah ada hal yang tuan lupakan? ". Tanya Xiangwei penasaran.


" Iya, mana mungkin pohon Tin biasa seperti ini bisa memiliki batu permata pada buahnya!? Itu tidak mungkin bisa terjadi jika pohon itu sesederhana seperti ini ".


" Menurutku, pohon yang bisa menghasilkan benda berharga seperti itu pasti memiliki suatu keistimewaan ".


" Keistimewaan apa yang tuan maksudkan itu? ". Tanya Xiangwei lagi.


" Sepertinya hal itu berhubungan dengan salah satu ras bangsa peri ". Jawab Xue Yunlei coba menebak.


Xiangwei pun terdiam setelah mendengar perkataan Xue Yunlei.


" Benar apa yang tuan katakan, hal itu juga berlaku di ras kami, dan itu adalah sumber kekuatan kami sebagai bangsa peri ". Kata - kata yang keluar dari mulut Xiangwei.


" Jika seperti itu, berarti kita akan bersinggungan langsung dengan salah satu ras bangsa peri ".


" Iya, itu sudah pasti ". Balas Xue Yunlei.


" Bagaimana menurut pendapatmu? ". Lanjut Xue Yunlei bertanya kepada Xiangwei.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2