
Banyak informasi yang Xue Yunlei dapatkan dari pria yang siap untuk memberikan informasi kepadanya.
"Baiklah, kalau begitu kamu pergi saja dan cepat selamatkan dirimu sebelum mereka menemukan dan membunuhmu". Ucap Xue Yunlei sambil membebaskan pria tersebut.
" Jika kamu mau, silahkan terus kamu siksa pemuda itu, sebab otaknya adalah otak mesum". Ujar Xue Yunlei kepada Bao Meng Ling.
Mendengar perintah dari pria bertopeng itu membuat keinginan Bao Meng Ling semakin memuncak namun semuanya semata-mata hanya untuk menjaga gengsinya saja.
Bao Meng Ling langsung menghajar pemuda itu dengan menendang dan menginjak-injak tubuhnya.
Xue Yunlei segera menciptakan formasi pelindung untuk Bao Meng Ling agar gadis itu tidak bisa diganggu atau tidak bisa diserang oleh lawannya.
Pemuda itu telah merasakan kehadiran beberapa pendekar langit sedang mendekat ke arahnya.
Namun dirinya masih terlihat sangat santai dan tidak menunjukkan rasa takut atau gentar sedikitpun.
"Apakah kau yang dimaksudkan telah membuat kekacauan didesa kami ini!? ". Kata - kata yang keluar dari mulut seorang pria paruh baya yang baru saja tiba.
" Sebenarnya aku ingin mendengar terlebih dahulu kata - kata yang mempertanyakan 'Mengapa aku membuat kekacauan di desa ini?'. Tetapi yang selalu aku dengar, sepertinya kalian suka untuk menyalahkan orang lain tanpa harus mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu ".
" Baiklah, aku akan menjawab pertanyaanmu".
"Memang benar, akulah yang membuat kekacauan di desa ini". Ucap Xue Yunlei.
Setelah mendengar perkataan serta jawaban dari Xue Yunlei, tiga orang pria sepuh itu segera memeriksa usia tulang murni serta basis kultivasi Xue Yunlei.
Namun apa yang mereka lakukan tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
Sebab mereka tidak bisa mengetahui usia tulang murni serta basis kultivasi yang dimiliki oleh sosok bertopeng tersebut.
"Sekuat apa orang ini? Mengapa aku tidak bisa mengetahui usia tulang murni serta basis kultivasinya!? ". Gumam salah satu pria sepuh.
" Leluhur Agung, apakah anda bisa melihat usia tulang murni serta basis kultivasi sosok bertopeng itu!? ". Tanya seorang pria sepuh kepada sosok yang lebih tua darinya.
" Aku tidak bisa melihatnya! Sepertinya orang ini tidak sesederhana yang kita pikirkan ".
" Kita harus berhati-hati sebelum bertindak! Sebaiknya kita menanyakan terlebih dahulu hal apa yang menyebabkan sehingga dia membuat kekacauan di desa kita ini". Ucap pria yang lebih dituakan dari dua pria sepuh lainnya.
"Jika itu yang leluhur agung pikirkan, kita berdua mengikuti saja". Tanggapan salah satu pria sepuh.
__ADS_1
" Jika mendengar dari suaranya, sepertinya dia masih sangat muda, sehingga tidak mungkin basis kultivasinya bisa lebih tinggi dari kami ".
" Akan tetapi jika basis kultivasinya lebih rendah dari kami, mengapa kami bertiga tidak bisa melihatnya!? ". Gumam pria sepuh yang dituakan.
" Anak muda, sepertinya pria tua rentah ini sudah menunjukkan sikap yang tidak bijaksana dihadapan jenius muda seperti dirimu ".
" Jika aku boleh tahu, mengapa Anda membuat kekacauan didesa kami ini? ". Tanya pria sepuh itu.
" Sebelum junior ini menjawab pertanyaan senior, junior ini ingin bertanya terlebih dahulu, apakah para senior membenarkan setiap perbuatan yang melecehkan seorang wanita serta menjualnya ke rumah bordil? ". Balas Xue Yunlei.
" Tidak hanya itu saja, nasib para pria yang bersama dengan wanita yang dilecehkan langsung dibunuh dan mayatnya dibuang ke sungai ".
" Apakah hal itu bisa dibenarkan oleh para senior? ". Tutup Xue Yunlei bertanya kepada para leluhur.
" Perbuatan tersebut tidak bisa dibiarkan serta tidak bisa diampuni". Jawab sang leluhur.
"Tidak! Dia berbohong, cucuku tidak mungkin melakukan hal tersebut". Teriak kepala desa membantah apa yang Xue Yunlei tanyakan.
" Pak tua, apanya yang tidak benar? Aku sedang bertanya kepada para senior tentang suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang apakah hal itu bisa dibenarkan atau tidak, bukannya sedang menuduh cucumu itu ". Xue Yunlei menyelah perkataan kepala desa.
" Kamu diamlah, jangan menyanggah pembicaraan kami". Ujar leluhur agung kepada kepala desa.
"Aku saat ini sudah berusia dua ratus tahun lebih, tidak akan membenarkan setiap tindakan yang tercela".
" Dan jika kebenaran itu terungkap, nyawaku yang menjadi taruhannya untuk menegakkan keadilan ". Tutur leluhur agung dengan penuh kewibawaan.
" Baiklah, jika senior berkata seperti itu, aku harap senior akan tetap memegang setiap perkataan yang telah senior ucapkan ". Xue Yunlei menanggapi.
" Senior, perkenalkan, namaku adalah Xue Yunlei, ketua Organisasi Awan Merah yang bergerak dalam usaha biro pengawalan ".
" Aku tiba didesa ini bersama dengan gadis itu, dengan tujuan untuk mengetahui setiap rintangan yang akan dilewati oleh setiap anggota organisasi Awan Merah didalam menjalankan tugasnya ".
" Namun saat tiba di desa ini, penginapan yang pertama kali aku singgahi, semua kamarnya sudah penuh, dan pelayan di penginapan itu menganjurkan kami untuk datang ke penginapan ini ".
" Namun kata pelayan di penginapan ini, semua kamarnya juga sudah penuh juga ".
" Sesaat kemudian, pemuda itu datang menawarkan salah satu kamar miliknya kepada kami berdua untuk kami berdua gunakan ".
" Awalnya aku berpikir niat pemuda itu baik kepada kami berdua, namun setelah memasuki kamar tersebut, ternyata mereka sudah mempersiapkan jebakan didalam kamar tersebut agar kami berdua tidak sadarkan diri ".
__ADS_1
" Karena aku merasa penasaran dengan tujuan mereka, sehingga kami berdua berpura-pura tidak sadarkan diri untuk mengecoh mereka ".
" Hingga akhirnya aku mengetahui tujuan mereka dan terjadilah kekacauan ini".
"Untuk bisa mengetahui apa yang telah mereka lakukan selama sepuluh tahun ini, salah satu pria yang telah aku lepaskan tadi telah memberitahukan kepadaku dan juga telah didengar oleh semua orang ditempat ini". Tutup Xue Yunlei.
" Tidak! Itu tidak benar! Coba tanyakan saja kepada semua orang ditempat ini jika benar mereka telah mendengar pengakuan dari seorang pria yang menjadi bagian dari tindakan itu!? ". Kepala desa membantah dengan tegas apa yang telah disampaikan oleh Xue Yunlei.
Leluhur agung segera melontarkan pertanyaan kepada semua orang yang hadir di tempat itu.
" Apakah kalian telah mendengar pengakuan dari seorang pria seperti yang dikatakan oleh pendekar ini? ".
Setelah menunggu beberapa saat kemudian, tidak ada satu orang pun yang berani memberikan kesaksian untuk membenarkan apa yang Xue Yunlei katakan.
Mereka takut untuk bersaksi karena mereka berpikir bisa memberikan kesulitan bagi mereka dikemudian hari.
Xue Yunlei yang melihat bahwa tidak ada yang berani untuk memberikan kesaksian, merasa sangat geram dengan semua orang ditempat itu.
"Sudahlah, kamu tidak perlu berharap dari orang - orang pengecut seperti mereka, karena mereka itu hanya mementingkan diri mereka sendiri". Ujar Bao Meng Ling mengingatkan Xue Yunlei.
" Jika tiga orang tua bangka itu ingin membela mereka, sekalian bunuh saja mereka itu".
"Aku juga merasa muak dengan sandiwara yang mereka mainkan". Tutup Bao Meng Ling dengan nada suara sangat kesal.
Mendengar ucapan Bao Meng Ling, Xue Yunlei pun kembali bertanya.
" Bagaimana senior? Mana yang harus kalian percaya? Perkataanku atau perkataan tua bangka itu".
Aura intimidasi dari dalam tubuhnya mulai merembes keluar karena sudah siap untuk bertarung.
Pedang energi yang diselimuti api dan petir yang berderak - derak membuat mata ketiga leluhur itu terbelalak karena merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Sepertinya dia bukan lawan yang mudah untuk kita hadapi jika melihat kemampuan yang dia keluarkan".
" Seumur hidupku ini, baru pertama kalinya aku melihat ada pendekar yang bisa menggunakan kekuatan elemen alam secara bersamaan ".
" Apa lagi tingkat kekuatan api dan petir yang dia miliki hampir sempurna, karena sudah berwarna putih ". Gumam leluhur agung.
Dua leluhur lainnya hanya bisa menganggukkan kepala mereka mendengar gumaman leluhur agung.
__ADS_1
" Senior, cepat putuskan siapa yang harus kamu benarkan untuk kekacauan yang telah aku lakukan!? ". Tutur Xue Yunlei.
~Bersambung~