PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 315. Melanjutkan Pertarungan


__ADS_3

Serangan Huaxianzi membuat Leng Daoxing langsung kehilangan nyawanya dan dengan cepat inti jiwa milik pendekar Xian tahap awal itu langsung diambil oleh jenderal peri tersebut.


"Nona Huaxianzi, mengapa kau melakukan hal itu? Bagaimana jika tindakan mu ini semakin menyulitkan penguasa?" Tutur Langren menanggapi tindakan Huaxianzi yang telah membunuh Leng Daoxing.


"Apakah kau meragukan kemampuan penguasa?" Huaxianzi balik bertanya kepada Langren.


"Bukan seperti itu, namun setidaknya jumlah mereka tidak sedikit dan pasti hal itu akan menyulitkan penguasa." Jawab Langren.


"Kau tidak perlu khawatir, sebab kekuatan serta kemampuan penguasa pasti bisa mengatasi masalah yang dia hadapi. Akan tetapi agar secepatnya dia bisa mengatasi masalah ini, kita sebaiknya datang untuk membantunya." Tutur Huaxianzi menjelaskan.


"Jenderal Huaxianzi, ayo kita obati terlebih dahulu luka dalam kita sebelum melanjutkan kembali tujuan kita." Ucap Shuhou.


Huaxianzi menanggapi perkataan Shuhou dengan menganggukkan kepalanya dan segera pergi mencari tempat yang tepat untuk bermeditasi.


Saat mereka hendak meninggalkan tempat itu, Yao Laohu tiba di tempat itu dan langsung menyapa mereka.


"Nona Huaxianzi, ratu Shuhou, bagaimana dengan keadaan kalian? Apakah baik-baik saja?"


"Kami memang telah terluka, untuk itu kami berdua akan pergi mencari tempat yang tepat untuk bisa memulihkan kondisi kami berdua.... Bagaimana dengan kondisi anda?" Jawab Shuhou dan balik bertanya.


"Syukurlah, dengan waktu yang ada, kini aku telah berhasil memulihkan kekuatanku serta menyembuhkan luka dalam yang ku derita." Jawab Yao Laohu.


"Bagus, jika demikian, ayo kita berdua menjaga nona Huaxianzi dan ratu Shuhou saat bermeditasi untuk bisa memulihkan kekuatan serta menyembuhkan luka dalam mereka." Ucap Langren.


Yao Laohu pun segera menganggukkan kepalanya dan lanjut berkata.


"Ratu Shuhou, nona Huaxianzi, ayo kita pergi."


Mendengar ucapan Yao Laohu, mereka pun segera pergi untuk meninggalkan tempat itu.


Sedangkan didalam formasi pelindung, kini sudah ada empat sosok dengan kondisi yang siap untuk bertarung serta dua sosok yang terlihat sedang terluka berhadapan dengan Xue Yunlei.


Keempat sosok yang terlihat sehat itu adalah Qing He, Yuding Chengzhang, Ju Liusun serta Zhen Puxian. Sedangkan dua sosok yang sedang terluka adalah Huang Taiyi dan Wensu Guang.


"Kakak Yuding, mengapa Anda memanggil kami? Dan bagaimana sampai mereka terluka parah seperti ini?" Tanya Ju Liusun setelah berdiri disamping Yuding Chengzhang.


"Iya, bagaimana mereka berdua bisa terluka seperti ini?" Sambung Zhen Puxian penasaran.


"Ha...ha...ha...ha...ha...apakah kalian berdua juga ingin bernasib sama seperti mereka berdua? Jika itu yang kalian inginkan, mari serang aku." Sela Xue Yunlei.


"Hei bocah! Jangan terlalu percaya diri seperti itu. Apakah kau pikir bisa mengalahkan kami semua?" Bentak Ju Liusun menanggapi perkataan Xue Yunlei.

__ADS_1


"Apakah keadaan mereka berdua itu belum cukup untuk membuktikan jika aku bisa menghadapi kalian?" Balas Xue Yunlei sambil tersenyum merendahkan menatap Ju Liusun.


"Kakak, tunggu apa lagi? Ayo kita serang bocah ini secara bersamaan." Tutur Zhen Puxian yang sudah tidak sabar dengan sikap arogan dan sombong yang ditunjukkan oleh Xue Yunlei.


"Silahkan saja, memang itu yang aku harapkan." Ucap Xue Yunlei.


"Hentikan ocehan kalian berdua, saat ini pertarungan bukanlah langkah yang tepat untuk bisa menyelesaikan masalah." Tutur Qing He.


"Mengapa kakak berkata seperti itu? Dia telah membunuh kedua saudara seperguruan kita, untuk itu kita tidak boleh membiarkan dia hidup dengan tenang." Balas Ju Liusun dengan tegas.


"Aku suka dengan kepercayaan diri kalian berdua. Dan jika ingin secepatnya bertemu dengan kedua saudara seperguruan kalian, ayo kita bertarung." Ujar Xue Yunlei memprovokasi lagi.


"Pendekar muda, sebaiknya kita akhiri saja pertarungan kita. Mohon anda melupakan perseteruan diantara kita." Ucap Qing He sambil menangkupkan kedua tangannya dan diikuti juga Yuding Chengzhang.


Ju Liusun dan Zhen Puxian yang melihat tindakan kedua kakak seperguruannya tidak terima dengan hal itu dan saling menatap satu dengan yang lain serta segera menghilang dari tempat dimana mereka berdua berdiri.


Xue Yunlei yang telah siap dengan hal itu langsung tersenyum sinis serta segera menyambut serangan kedua pendekar diranah Xian itu.


Naga emas miliknya langsung tercipta dan saling berbenturan dengan serangan kedua sosok yang menyerangnya.


Booommm


Ledakan besar pun langsung terjadi sehingga membuat kerusakan di sekitar tempat dimana Xue Yunlei berdiri.


"Dasar keras kepala, adik Yuding, biarkan saja mereka berdua menerima konsekuensi dari apa yang mereka perbuat, mari kita membantu untuk menyembuhkan luka dalam saudara Huang Taiyi dan saudara Wensu Guang." Ajak Qing He.


Yuding Chengzhang pun mengangguk dan mengikuti Qing He untuk mendekati kedua saudara seperguruan mereka yang sedang terluka parah.


Setelah ledakan terjadi akibat serangan Zhen Puxian dan Ju Liusun berbenturan dengan serangan Naga Emas milik Xue Yunlei, tubuh keduanya pun kembali terdorong ke belakang.


Sontak saja hal itu membuat keduanya merasa sangat terkejut karena bisa merasakan kekuatan Xue Yunlei yang saat itu telah berada diatas kekuatan mereka berdua.


"Hmmmphh, sepertinya bocah ini tidak sedang membual, sebab dia bisa membuktikan bahwa dirinya lebih unggul dibandingkan kami berdua." Pikir Ju Liusun.


Hal yang sama juga dipikirkan oleh Zhen Puxian, sehingga pria sepuh itu langsung menatap Ju Liusun seakan bertanya dan ingin mengetahui apakah saudara seperguruannya itu merasakan hal yang sama dengan apa yang dia rasakan.


Melihat tatapan Ju Liusun, Zhen Puxian kini bisa mengerti apa yang dirasakan oleh saudara seperguruannya itu.


Energi qi yang berbentuk seperti bunga teratai milik Zhen Puxian kini telah tercipta dihadapan pria sepuh itu serta tongkat emas milik Ju Liusun telah berada digenggamannya.


Keduanya kembali melepaskan serangan kearah Xue Yunlei.

__ADS_1


Naga Emas milik Xue Yunlei dengan cepat segera melesat kearah kedua lawannya itu dengan cakar yang kokoh siap untuk meremukkan tubuh keduanya.


Tongkat emas milik Ju Liusun pun kini menjadi banyak dan segera melesat menyerang Naga Emas serta melesat kearah Xue Yunlei bersamaan dengan serangan bunga teratai milik Zhen Puxian.


"Rasakan ini!" Teriak Zhen Puxian.


Serangan tongkat emas milik Ju Liusun pun langsung berbenturan dengan naga emas milik Xue Yunlei.


Keempat cakar naga serta kibasan ekornya langsung menghempaskan beberapa tongkat emas milik Ju Liusun.


Xue Yunlei hanya menciptakan perisai pelindung untuk membendung serangan tongkat emas milik Ju Liusun dan bunga teratai milik Zhen Puxian.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr


Bunyi ledakan terus menerus terjadi saat serangan keduanya membentur dinding formasi pelindung milik Xue Yunlei.


"Sial, ternyata formasi pelindung miliknya adalah teknik tingkat dewa, bagaimana bisa dia memiliki teknik tingkat tinggi seperti ini?" Ju Liusun membantin sambil terus menyerang dinding formasi pelindung milik Xue Yunlei yang masih terlihat sangat kokoh.


Kerusakan pun kembali terjadi di sekitar tempat itu akibat dampak ledakan energi serangan tongkat emas milik Ju Liusun.


Sedangkan Zhen Puxian sendiri, kini telah disibukkan dengan serangan Naga Emas milik Xue Yunlei.


Karena serangan tongkatnya tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya, Ju Liusun segera menyatukan kembali kekuatan tongkatnya dan kini ukurannya sangat besar.


Ju Liusun pun memukul bagian atas kubah formasi pelindung milik Xue Yunlei untuk bisa menghancurkannya.


Booommm


Bunyi ledakan besar pun kembali terjadi dan serangan Ju Liusun itu menciptakan retakan besar didinding formasi tersebut.


"Sekali lagi..." Gumam Ju Liusun dan kembali melepaskan pukulan tongkatnya.


Xue Yunlei yang telah mengetahui hal itu langsung mengeluarkan pedang pusaka miliknya dan bersiap untuk membalas serangan Ju Liusun.


Blaaarrr


Formasi pelindung milik Xue Yunlei hancur berkeping-keping setelah terkena serangan tingkat Ju Liusun untuk yang kedua kalinya.


Namun bersamaan dengan itu, pedang pusaka milik Xue Yunlei telah melesat dengan cepat menuju kearah tubuh Ju Liusun.


"Awas serangan!" Teriak Yuding Chengzhang mengingatkan Ju Liusun.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2