PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 120. Menghadapi Pendekar Dewa


__ADS_3

Mendengar pertanyaan sosok pendekar dewa tersebut, membuat Xue Yunlei tersenyum dan menanggapinya.


"Apakah kamu berpikir usiaku sudah seperti dirimu? Lihat baik - baik, apakah usia tulang murni milikku ini sudah ratusan tahun!? ".


Mendengar tanggapan yang diberikan oleh Xue Yunlei, pendekar dewa itu langsung menajamkan persepsinya untuk bisa menyelidiki usia tulang murni milik pemuda itu.


" Apa!? Usia tulang murni miliknya sesuai dengan penampilannya itu!? Bagaimana bisa diusia semuda itu dia sudah menjadi seorang pendekar agung!? ". Pikir pendekar dewa yang biasa dipanggil dengan sebutan Dewa Pencuri.


" Ada apa? Mengapa wajahmu berubah drastis seperti itu!?". Tanya seorang pria paruh baya yang satunya lagi.


"Pemuda ini sangat menakutkan, diusianya seperti itu, dirinya telah menjadi seorang pendekar agung". Jawab Ming Chuan yang adalah pendekar dewa bumi sama seperti Pengemis Tua Yu Fei.


Ming Chuan sendiri diberi julukan oleh para pendekar dewa lainnya sebagai Dewa Pencuri, namun mereka juga tidak mengetahui sebenarnya dimana keberadaannya.


"Pria tua, aku bisa mengalahkan dirimu meskipun aku hanya memiliki basis kultivasi seperti saat ini, akan tetapi karena kalian menang jumlah, aku tidak ingin membuat kekacauan di kota Lo Buan ini". Ujar Xue Yunlei santai.


" Dan yang perlu kamu ketahui, aku juga sudah pernah bertemu dengan pendekar dewa yang lainnya, yaitu pendekar dewa Yu Fei". Tutup Xue Yunlei.


"Apa katamu? Bagaimana kamu bisa tahu jika itu benar - benar adalah saudara Yu Fei? ". Tanya Ming Chuan tidak percaya.


" Pengemis Tua itu sendiri yang mengatakannya kepadaku ". Jawab Xue Yunlei.


" Apa katamu? Sepertinya kamu tidak ada sopan santunnya kepada orang tua sehingga dengan gampangnya menyebut Dewa Mabuk dengan sebutan seperti itu ".


" Aku harus memberikan pelajaran kepadamu yang tidak tahu diri itu". Ujar Ming Chuan yang langsung mengeluarkan aura intimidasi seorang pendekar dewa.


Xue Yunlei segera melesat terbang menuju ke tempat dimana tidak akan diganggu oleh orang lain.


Ming Chuan juga segera mengikuti pemuda itu dan sudah siap untuk bertarung.


Gu Hongan, Hong Ye dan juga dua orang pendekar langit lainnya segera mengikuti ketiga sosok tersebut.


Setelah tiba di tanah lapang yang berada di luar kota Lo Buan, Xue Yunlei langsung mendarat bersama dengan Huaxianzi.


Pemuda itu dengan santainya dan tidak menunjukkan sedikitpun rasa takut untuk menghadapi seorang pendekar dewa.


Saat Ming Chuan mendekat bersama dengan Hong Ye, Xue Yunlei langsung menyambut mereka dengan berkata.


"Apakah anda sudah siap untuk dikalahkan oleh seorang pendekar agung!? ". Ucap Xue Yunlei sambil tersenyum merendahkan.


" Ha...ha...ha...ha...ha, bocah, aku mengakui dirimu adalah seorang jenius muda yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun, namun karena keegoisanmu serta arogansimu sehingga aku harus membunuhmu hari ini ". Balas Ming Chuan.


Pria paruh baya itu langsung mengerahkan kekuatannya. Tiba-tiba ada begitu banyak bayangan dirinya yang muncul di udara.

__ADS_1


" Hmm, rupanya teknik ilusi". Gumam Xue Yunlei.


"Kamu pikir teknik ilusimu itu bisa mengelabui diriku!? Sungguh pemikiranmu itu sangat naif karena terlalu menganggap remeh lawanmu".


" Jangan menganggap diriku ini adalah seorang bocah sehingga kamu ingin menggunakan teknik yang bisa mempermainkan bocah yang lain ". Tutup Xue Yunlei.


Dari tubuh Xue Yunlei kini sudah terlihat cahaya berwarna keemasan mulai merembes keluar dari dalam tubuhnya.


Pemuda itu kini ingin menggunakan kekuatan Ulat Sutra Emas yang dia miliki.


" Teknik apa yang ingin digunakan oleh pemuda ini? Sepertinya teknik yang dia gunakan adalah teknik yang hanya bisa digunakan oleh seorang pendekar dewa ". Gumam Ming Chuan setelah melihat perubahan yang Xue Yunlei tunjukkan.


Huaxianzi segera menjauh dari Xue Yunlei yang kemudian diikuti oleh Hong Ye yang sudah siap bertarung dengan peri itu.


Gu Hongan beserta dua orang pendekar langit yang bersama dengannya hanya menjadi penonton dari jarak yang aman agar tidak terkena dampak pertarungan tersebut.


Ratusan bayangan Ming Chuan langsung mengepung dan menyerang Xue Yunlei dari segala arah dengan setiap tombak yang ada ditangan mereka.


Xue Yunlei tidak tinggal diam, pemuda itu langsung melepaskan serangannya dengan menembakkan jaring sutra emas kearah ratusan bayangan Ming Chuan.


Duar...duar...duar...duar


Bunyi ledakan yang terdengar saat kedua serangan mereka saling bertemu diudara.


Puluhan bayangan Ming Chuan langsung terkena serangan sutra emas milik Xue Yunlei sehingga langsung meledak serta menghilang diudara.


Booommm...booommm...booommm


Bunyi ledakan kembali terjadi saat puluhan bayangan Ming Chuan menerjang tubuh Xue Yunlei.


Debu - debu langsung bertebaran di udara dan menghalangi pandangan setiap orang yang melihat pertarungan tersebut.


Ming Chuan langsung tersenyum karena serangannya telah mengenai tubuh lawannya itu, sehingga dirinya merasa sudah diatas angin.


Ditempat yang juga tidak jauh dari pertarungan Xue Yunlei dan Ming Chuan, terlihat juga pertarungan yang tidak kalah dasyatnya.


Huaxianzi langsung menyerang Hong Ye dengan ribuan kelopak bunga kearahnya.


Melihat serangan yang tidak terlihat berbahaya itu, membuat Hong Ye tidak menanggapinya dengan serius.


Pria paruh baya itu hanya menciptakan perisai pelindung untuk membendung serangan Huaxianzi.


Namun apa yang dia pikirkan sangat berbanding terbalik, ledakan - ledakan besar pun kini mulai secara terus menerus menggelegar saat serangan ribuan kelopak bunga milik Huaxianzi menerjang perisai pertahanan milik Hong Ye.

__ADS_1


"Sial, ternyata wanita ini berasal dari bangsa peri, aku harus menangkapnya untuk mendapatkan batu roh serta inti jiwa miliknya". Pikir Hong Ye yang terus mengerahkan energi qi miliknya untuk memperkuat perisai pertahanan yang dia ciptakan.


Namun pria paruh baya itu tidak menyangka jika Huaxianzi akan menyatukan kelopak bunga yang terakhir sehingga menjadi sebuah kelopak bunga yang besar sebagai serangan penutupnya.


Booommm


Ledakan besar pun terjadi hampir berbarengan dengan ledakan serangan Ming Chuan ke tubuh Xue Yunlei.


Debu tebal langsung membumbung tinggi diudara dan menutupi area dimana kedua pasang pendekar itu melakukan pertarungan.


Beberapa saat kemudian, saat debu yang beterbangan itu hilang, terlihat di tempat yang awalnya Xue Yunlei berdiri, kini telah terbentuk lubang sedalam lima meter dan sosok pemuda masih tetap berdiri kokoh di tengah - tengah dasar lubang tersebut tanpa terluka sedikit pun.


Mata Ming Chuan langsung terbelalak setelah mengetahui hasil dari serangan yang telah dia lancarkan.


Sedangkan untuk Hong Ye, hasil yang dia terima sangat berbeda, tubuh pria paruh baya itu terhempas sejauh puluhan meter saat serangan penutup Huaxianzi menghancurkan perisai pertahanan miliknya.


Darah segar terlihat keluar dari mulut pria paruh baya itu sambil terbatuk - batuk.


Saat Huaxianzi berniat untuk kembali menyerang, terdengar suara yang berseru untuk menghentikan tindakannya tersebut.


"Hentikan! Jangan diteruskan lagi pertarungan kalian! ". Seru Yu Fei.


" Pengemis Tua, mengapa kau menyuruh kami untuk menghentikan pertarungan ini!? ". Ming Chuan langsung memprotes tindakan Yu Fei.


" Pengemis Tua, aku tidak menyangka, ternyata kau juga berada disini". Ujar Xue Yunlei.


" He...he...he...he...he, Pencuri Tengik, sudahlah, kita ini sudah tua, akan sangat memalukan jika kita bertarung dengan seorang bocah, apa lagi jika kita kalah dari mereka, itu akan lebih memalukan lagi". Balas Yu Fei menanggapi perkataan Ming Chuan.


"Apa kamu bilang!? Kau pikir aku bisa dikalahkan oleh bocah ini!? Apakah otakmu itu masih waras? ". Balas Ming Chuan dengan nada suara yang emosi.


" He...he...he...he...he, Pencuri Tengik, apakah kamu pikir seorang pendekar agung bisa menerima seranganmu itu dan tidak mengakibatkan luka sedikit pun!? Otakmu itu yang sudah tidak waras". Balas Yu Fei dengan sedikit menasihati.


"Lebih baik kau menghentikan saja pertarungan ini, sebab gadis yang kalian pikir adalah tahanannya, itu tidak benar, karena aku yang menjadi saksinya". Ujar Yu Fei lagi.


" Dan kau Hong Ye, jangan pernah berpikir untuk bisa memilikinya, sebab itu akan membuat dirimu tidak bisa lagi melihat dunia ini ". Lanjut Yu Fei sedikit mengecam Hong Ye yang masih dengan nafas yang memburu.


" Hei bocah, sepertinya kemampuanmu sudah berkembang dengan pesat, aku tidak menyangka dalam waktu yang singkat basis kultivasimu terus meningkat ". Ucap Yu Fei sambil tersenyum dan mendekati Xue Yunlei.


"Pengemis Tua, mengapa kamu berada di sini? Bukankah kau sedang bepergian ke arah Timur!? ". Tanya Xue Yunlei membalas ucapan Yu Fei.


" Tidak, aku kembali karena mendengar isu yang telah disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab". Jawab Yu Fei.


"Oh, rupanya kamu merasa tertarik juga dengan keberadaan kitab tersebut, aku pikir itu tidak akan berpengaruh bagimu". Ujar Xue Yunlei lagi menanggapi jawaban Yu Fei.

__ADS_1


Huaxianzi segera mendekati mereka berdua dan Xue Yunlei pun segera mengajak keduanya untuk kembali memasuki kota Lo Buan.


~Bersambung~


__ADS_2