PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 170. Menunggu Xue Yunlei


__ADS_3

Setelah selesai dengan situasi pada saat itu, akhirnya Xue Yunlei dan Huaxianzi pun segera meninggalkan kota Chang'an.


Keduanya pun melesat terbang menuju ke arah Timur Laut dimana kota Yin berada.


Sedangkan rombongan Zhao Ning dan Wei Liu sudah bergerak kembali ke kota Yenan bersama dengan Peng Reihai dan ketiga pendekar suci yang baru saja bergabung ke dalam organisasi Awan Merah.


Di kota Chang'an kini Li Xin telah mengumumkan jika Xue Yunlei mulai saat itu adalah pelindung kota tersebut.


Mendengar apa yang diumumkan oleh sang penguasa kota, penduduk di kota Chang'an langsung merasa senang, sebab sosok yang baru saja menjadi pelindung kota mereka adalah seorang pendekar yang sangat kuat diantara pendekar yang berada di negara Xin itu.


Kabar itu juga sangat mengejutkan bagi setiap pendekar dari beberapa sekte serta perguruan ilmu bela diri yang berada di kota Chang'an.


***


Di sebuah restoran yang berada di kota Yin, terlihat dua orang wanita sedang duduk menikmati hidangan yang mereka pesan.


"Nona Meng, setelah kita selesai makan, aku akan mencoba untuk bertanya kepada seseorang dimana letak kediaman klan Xue agar kita berdua bisa langsung pergi kesana." Ucap Rui Lianjin.


"Iya, semoga saja Xue Yunlei berada di kediaman klannya itu." Xiao Lin Meng menanggapi.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka berdua telah selesai menikmati makanan yang mereka pesan.


Rui Lianjin pun segera memanggil seorang pelayan direstoran itu.


Sang pelayan dengan segera mendekati keduanya dan berkata.


"Apakah nona sudah mau membayar biaya pesanan makanannya?."


"Iya, tetapi jika kau menjawab dengan jujur serta memberikan petunjuk yang benar, aku akan memberikan satu keping emas kepadamu." Ujar Rui Lianjin.


"Apa yang ingin nona tanyakan?." Tanya Sang pelayan.


"Dimana letak kediaman klan Xue?." Tanya Rui Lianjin.


"Kediaman klan Xue? Mengapa nona menanyakannya? Apa tujuan nona sehingga ingin mengetahui tentang letak dari kediaman klan Xue?."


Sang pelayan langsung memberondong Rui Lianjin dengan pertanyaan-pertanyaan secara berturut-turut.


Tidak hanya itu saja, suara sang pelayan telah meninggi, sehingga orang-orang didalam restoran itu kini mulai menatap kearah mereka.


"Tuan, kami berdua adalah teman dari tuan muda Xue Yunlei, dan maksud dari kedatangan kami berdua untuk bertemu dengannya." Jawab Rui Lianjin.


"Oh, jadi kalian berdua adalah teman tuan muda Xue Yunlei!? Maafkan atas sikapku yang membuat nona merasa tidak nyaman." Ucap pelayan itu dengan sopan berbanding terbalik dengan intonasi saat dia bertanya.

__ADS_1


"Sudahlah, katakan saja dimana letak kediaman klan Xue." Balas Rui Lianjin.


Sang pelayan pun segera memberitahukan letak dimana kediaman klan Xue berada.


Setelah mengetahui letak kediaman klan Xue, Rui Lianjin pun segera memberikan bayaran atas pesanan mereka berdua.


Keduanya pun langsung meninggalkan restoran itu dan berjalan menuju ke wilayah kediaman klan Xue.


Xiao Lin Meng kini sudah tidak sabar untuk bisa bertemu dengan Xue Yunlei, sehingga langkah kakinya terlihat begitu meyakinkan.


Rui Lianjin yang melihat sikap Xiao Lin Meng hanya bisa tersenyum, sebab dia sangat mengerti dengan apa yang gadis itu pikirkan.


"Kenapa kau tersenyum menatap diriku? Apakah ada yang salah dengan diriku ini?." Tanya Xiao Lin Meng penasaran.


"Tidak nona, tidak ada yang salah dengan diri nona." Jawab Rui Lianjin.


"Terus, mengapa kau tersenyum saat menatap diriku?." Tanya Xiao Lin Meng lagi.


"Itu karena aku melihat ada kebahagiaan yang terpancar diwajah nona." Rui Lianjin menjelaskan.


"Apa benar seperti itu?." Tanya Xiao Lin Meng ingin lebih memastikan lagi.


"Iya nona, aku melihat nona sangat bahagia untuk bisa bertemu dengan tuan muda Xue Yunlei."


"Iya, aku merasa sangat penasaran dengan penampilannya saat ini setelah sudah beberapa tahun tidak bertemu dengannya." Xiao Lin Meng menanggapi.


Keduanya terus berjalan menuju ke wilayah klan Xue. Dan saat tiba di pintu masuk wilayah klan Xue mereka berdua langsung dihadang oleh para pendekar dari klan itu.


"Berhenti! Siapa kalian dan apa tujuan kalian datang ke wilayah klan Xue ini?." Tanya seorang pria yang adalah salah satu tetua.


"Rui Lianjin memberi hormat kepada para pendekar!."


"Xiao Lin Meng memberi hormat kepada para senior!."


Keduanya memberi hormat kepada beberapa sosok yang menghadang serta yang menanyai mereka berdua.


"Kami berasal dari kota Chingli. Dan maksud kedatangan kami ke klan Xue ini untuk bisa bertemu dengan tuan muda Xue Yunlei." Rui Lianjin menjawab pertanyaan pria itu."


"Mengapa kalian ingin bertemu dengan tuan muda Xue Yunlei?." Tanya pria itu lagi.


"Kami adalah sahabatnya dan sudah beberapa tahun ini sudah tidak pernah bertemu lagi." Jawab Rui Lianjin.


"Oh...jadi kalian berdua adalah sahabat tuan muda Xue Yunlei?."

__ADS_1


"Iya senior, apakah kami bisa bertemu dengan tuan muda Xue Yunlei?." Tanya Xiao Lin Meng.


"Mohon maaf nona, tuan muda Xue Yunlei saat ini tidak berada di klan kami. Yang aku ketahui dia belum kembali dari kota Rong Cheng setelah pertarungan tersebut." Pria itu menjelaskan.


"Mana mungkin sudah beberapa bulan telah berlalu dan dia belum juga kembali. Apakah kalian tidak ingin untuk mengijinkan kami berdua bertemu dengannya!?." Ujar Xiao Lin Meng.


"Tidak nona, kami tidak bermaksud seperti itu. Tetapi apa yang saya katakan itu benar adanya." Balas pria itu untuk bisa meyakinkan Xiao Lin Meng.


"Senior, kalian jangan menyulitkan kami, karena jika dia mengetahui bahwa kalian tidak mengizinkan kami berdua untuk masuk agar bisa bertemu dengannya, pasti kalian akan mendapatkan masalah yang serius." Ujar Xiao Lin Meng lagi.


"Benar nona, aku tidak sedang menghalangi kalian berdua untuk bisa bertemu dengannya, akan tetapi memang begitulah kenyataannya." Balas pria itu.


"Jika kalian tidak ingin menghalangi kami, cepat antarkan kami ke kediamannya." Ujar Xiao Lin Meng lagi.


Pria itu terdiam dan menatap ke arah anggota klan Xue yang lain yang bersama dengannya.


Setelah itu pria tersebut kembali menatap ke arah Rui Lianjin dan Xiao Lin Meng dan berkata.


"Baiklah, kami akan mengantarkan kalian berdua ke kediaman tuan muda Xue. Akan tetapi setelah kami membuktikan bahwa dia sedang tidak berada di kediamannya, kami akan kembali mengantar kalian untuk meninggalkan wilayah klan kami." Pria itu menjelaskan.


"Baik! Ayo tunjukkan dimana kediamannya." Balas Xiao Lin Meng.


Mereka berdua pun segera diantarkan oleh anggota klan Xue untuk menuju ke kediaman Xue Yunlei agar bisa membuktikan bahwa memang pemuda itu sedang tidak berada di tempat.


Dan benar saja, setelah tiba dikediaman Xue Yunlei, mereka tidak menemukan jika ada aktivitas apa pun di bangunan rumah yang adalah kediaman Xue Yunlei.


"Nona, inilah kediaman tuan muda Xue Yunlei." Ucap seorang pria memberitahukan kepada kedua wanita itu.


"Nona, sepertinya memang tidak ada orang dirumah ini, bagaimana jika kita kembali ke kota untuk menyewa penginapan sambil menunggu kedatangan tuan muda Xue Yunlei.


" Iya nona, jika tuan muda Xue Yunlei datang, pasti aku akan memberitahukan kepadanya jika nona Rui Lianjin dan juga nona Xiao Lin Meng sedang menunggunya di penginapan yang ada di kota Yin." Pria itu menambahkan.


"Bagaimana nona? Apakah saat ini kita sudah bisa kembali ke kota Yin?." Tanya Rui Lianjin lagi.


"Rui Lianjin, aku merasa sangat lelah untuk kembali ke kota Yin. Jika mereka mengijinkan, kita berdua menunggunya saja di kediaman Xue Yunlei ini." Balas gadis itu.


"Nona Xiao, bukannya kami tidak mengijinkan kalian berdua untuk tinggal di kediaman tuan muda Xue Yunlei, namun untuk bisa tinggal di tempat ini hanya dia sendiri yang bisa mengijinkannya." Terang pria itu.


"Kalau untuk saat ini, biar aku saja yang memutuskannya. Aku akan menunggunya di sini sampai dia kembali." Ujar Xiao Lin Meng.


"Pasti dia tidak akan memarahiku jika aku menunggunya disini. Yang akan membuatnya marah jika kalian tidak mengijinkan ku untuk tinggal disini." Tutup gadis itu.


Pendekar yang adalah tetua di klan Xue serta beberapa pendekar yang lain hanya bisa terdiam dengan keputusan serta sikap wanita didepan mereka itu.

__ADS_1


Akhirnya tetua tersebut mengalah dan membiarkan kedua wanita itu untuk tinggal di kediaman Xue Yunlei.


~Bersambung~


__ADS_2