PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 44. Terkejut


__ADS_3

Xue Yunlei segera bangkit dan kemudian bertanya kepada Xiangwei.


"Apakah semalam aku terlihat sangat mabuk?".


Xiangwei pun hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Xue Yunlei.


"Apakah ada hal tidak wajar yang telah aku lakukan kepadamu?". Tanya Xue Yunlei lagi.


Xiangwei kembali hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


"Jika ada hal yang tidak wajar yang telah aku lakukan, katakan kepadaku agar aku bisa mengetahuinya". Tutur Xue Yunlei lagi.


"Tidak ada tuan". Jawab Xiangwei singkat.


"Terima kasih karena telah menjagaKu, kembalilah ke kamarmu dan bersiaplah untuk melanjutkan perjalanan kita". Perintah Xue Yunlei.


Remaja itu segera bergegas agar membersihkan tubuhnya untuk bersiap kembali melanjutkan perjalanan mereka ke wilayah padang gurun.


Setelah semuanya telah bersiap dan juga telah selesai sarapan, akhirnya keenam orang tersebut meninggalkan restoran yang juga adalah tempat penginapan.


Saat mereka baru saja berjalan, suara seorang pria memanggil nama Xue Yunlei.


Remaja itu pun segera melihat kearah asal datangnya suara tersebut.


Dia mendapati Oghui bersama para pengawalnya sedang berjalan untuk menuju kearah mereka.


"Tuan muda Xue, apakah kalian mau melanjutkan perjalanan?". Tanya Oghui.


"Iya, bagaimana dengan tuan muda Oghui?". Xue Yunlei balik bertanya.


"Kami juga akan melanjutkan perjalanan kami untuk menuju ke wilayah bagian timur dari negara Xin ini". Jawab Oghui.


"Semoga perjalanan tuan muda Oghui lancar dan tidak mendapatkan sedikit pun halangan". Ucap Xue Yunlei.


"Terima kasih tuan muda Xue!".


"Jika tuan muda Xue mampir di kota Yikezhao, jangan lupa untuk pergi ke rumah keluargaKu, tunjukkan benda ini kepada ayahKu, ayahku pasti akan melayani kalian sebaik mungkin". Ujar Oghui sambil memberikan sebuah benda miliknya kepada Xue Yunlei.


Remaja itu pun segera menerima pemberian Oghui dan memasukkannya kecincin penyimpanan yang dia miliki.


Kedua kelompok itupun akhirnya berpisah dan melanjutkan perjalanan mereka kearah yang berbeda.


Xue Yunlei pun segera pergi membeli sebuah kereta kuda agar bisa dipakai oleh tiga orang wanita, serta membeli dua ekor kuda untuk dipakai oleh Xiangwei dan juga Huaxianzi.


Mereka pun kini mulai melewati suatu daerah yang berjejer pohon - pohon besar di sisi kiri dan kanan jalan.


Xiangwei segera mendekati Xue Yunlei yang saat itu menjadi kusir bagi Xiao Lin Meng, Xiao Ning Lan yang didampingi oleh Rui Lianjin.


"Tuan, kita akan kedatangan tamu tak diundang, apa yang harus kita lakukan?". Ungkap Xiangwei dan selanjutnya melontarkan pertanyaan.

__ADS_1


"Jika mereka berniat jahat kepada kita, bunuh mereka dan jangan sedikit pun memberi ampun". Jawab Xue Yunlei tegas.


"Baik, Tuan!". Balas Xiangwei.


Xiangwei bisa mengetahui setiap pergerakan seseorang di hutan itu, karena hutan tersebut masih berada diwilayah kekuasaan ras mereka.


Dan hal itu diketahui juga oleh Huaxianzi, sehingga peri cantik itu juga hanya tersenyum sinis.


Karena kedua peri cantik itu terlihat seperti seorang pendekar wanita yang sedang mengawal kereta kuda, sehingga para perampok pun tidak langsung menyerang mereka dengan anak panah.


Kelompok tersebut segera melompat keluar dari atas dahan pohon dan menghadang jalan yang akan dilalui oleh Xue Yunlei.


"Berhenti! Kalian harus memberikan sejumlah uang untuk bisa melewati hutan ini". Teriak salah satu diantara mereka.


Xue Yunlei pun segera menghentikan kereta kuda yang dibawanya.


"Ketua, sepertinya kali ini kita mendapatkan tangkapan yang besar dan sangat berharga". Ujar seorang pria gendut sambil menyeringai mesum menatap kearah dua peri cantik.


"Ternyata memang matamu itu tidak akan pernah salah jika melihat dan menilai seorang wanita cantik, sepertinya uang mereka hanyalah sebagai hadiah tambahan saja, sedangkan wanita - wanita cantik itu adalah hadiah utamanya". Balas sosok pria yang berdiri di samping pria gendut.


"Agar kami tidak melakukan tindakan yang kasar kepada kalian, bagaimana jika kalian ikut ke markas bersama kami!? Aku akan memperlakukan kalian sebaik mungkin". Lanjut pria tersebut yang adalah pemimpin mereka.


"Jika kalian tidak membiarkan kami lewat, kalian akan menerima akibatnya!". Ujar Xiangwei kepada pria yang adalah pemimpin kelompok yang menghadang mereka.


"Ha...ha...ha...ha...ha...rupanya kamu galak juga, aku semakin merasa tertantang untuk memilikiMu". Tutur pria sang pemimpin.


"Kakak, orang - orang seperti ini, tidak perlu untuk berbasa basi lagi, ayo kita habisi mereka!". Ujar Huaxianzi menyela perkataan Xiangwei.


"Puiihhh! PerkataanMu itu terdengar begitu sombong! Kamu pikir kami perampok yang bisa dihabisi dengan begitu mudahnya!?". Ujar sang pemimpin perampok menanggapi perkataan Huaxianzi.


"Aku memberikan kesempatan kepada kalian untuk segera menyingkir dari jalan kami, jika tidak, kalian tidak akan sempat merasakan penyesalan disaat kematian menjemput kalian". Kata - kata yang keluar dari mulut Xiangwei dan aura intimidasi yang kuat mulai merembes keluar dari tubuhnya.


"Karena kalian menginginkan aku untuk bertindak keras, aku akan memenuhi keinginan kalian itu".


"Serraanngg!". Teriak sang pemimpin memerintahkan para bawahannya.


Ratusan anak panah pun langsung melesat menuju kearah Xue Yunlei dan yang lainnya.


Saat Xue Yunlei hendak melesat untuk menghalau serangan ratusan anak panah itu, Xiangwei langsung mencegahnya.


"Tuan, biarkan kami berdua yang akan mengatasi mereka".


Xue Yunlei pun langsung mengurungkan niatnya dan mempercayakan masalah itu kepada kedua bawahannya.


Xiangwei dan juga Huaxianzi segera melesat menyambut serangan anak panah yang menghujam kearah mereka.


Pepohonan yang berdiri di kedua sisi jalan didekat mereka segera bergerak hebat dan tercabut dari tanah dan terbang kearah para perampok berada.


"Berani - beraninya makhluk rendahan seperti kalian ingin menyerang kami!? Sungguh terlalu naif!". Tutur Xiangwei sambil mengerahkan kemampuan pengendalian alam yang dia miliki.

__ADS_1


Tidak hanya itu saja, kini diudara mulai terlihat ratusan kelopak bunga mulai beterbangan juga diantara pepohonan yang mulai menyapu ratusan anak panah.


Duuaarrr...duuaarrr...duuaarrr...duuaarr


Ledakan - ledakan pun kini mulai terjadi ditempat para perampok berada.


Kelopak bunga yang awalnya beterbangan, kini mulai meledak dan terdengar berbalas - balasan.


"Achhkk...achhkk...achhkk".


Suara teriakan - teriakan pun kini mulai terdengar dari arah para perampok berada.


Hanya dalam hitungan beberapa detik saja, kini situasinya langsung terlihat tenang disaat Xiangwei dan juga Huaxianzi menghentikan tindakan mereka.


Xue Yunlei yang melihat kemampuan kedua pengikutnya itu pun merasa ngeri dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


Sebab untuk melenyapkan ratusan pasukan para perampok, tidak membutuhkan waktu yang lama bagi keduanya.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Xiangwei pun segera membersihkan kekacauan yang baru saja keduanya lakukan.


Pepohonan yang awalnya digunakan untuk menyapu bersih para perampok, kini kembali lagi berdiri tegak ditempatnya semula.


Xue Yunlei kembali lagi dibuat terkejut oleh bawahannya itu, remaja itu tidak pernah berpikir bahwa kedua peri cantik yang bersama dengannya itu memiliki kemampuan seperti apa yang baru saja dilihatnya.


Meskipun dia sudah mengetahui bahwa bangsa peri memang memiliki kemampuan yang luar biasa, namun dirinya berpikir kemampuan tersebut pasti hanya dimiliki oleh pemimpin mereka.


Karena saat dirinya diserang, dia begitu mudah menghancurkan salah satu peri yang menyerangnya.


Tidak hanya itu saja, saat mereka membantu rombongan Weng Yang, kedua peri itu tidak menunjukkan kemampuan mereka seperti apa yang baru saja dilihatnya.


"Tuan, ayo kita lanjutkan perjalanan kita". Ucap Xiangwei menyadarkan Xue Yunlei yang saat itu sedang tenggelam dengan pikirannya sendiri tentang kemampuan kedua peri itu.


"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan kita". Balas Xue Yunlei menanggapi.


Mereka pun segera melanjutkan perjalanan mereka dengan perasaan yang lega.


Hal itu karena, meskipun akan ada lagi yang menghalangi mereka, itu akan begitu mudah untuk bisa diatasi oleh kedua peri tersebut.


Tanpa disadari, apa yang dilakukan oleh Xiangwei dan juga Huaxianzi sedang diawasi oleh seorang pria tua yang saat itu tak sengaja melewati daerah tersebut.


"Sepertinya kedua gadis itu adalah bangsa peri, aku harus menangkap salah satu diantara mereka agar bisa meningkatkan basis kultivasiku". Gumam pria tua itu yang sedang melayang di udara.


Pria tua itu adalah seorang pendekar langit, sehingga dirinya bisa melayang di udara.


Xue Yunlei tidak mengetahui jika saat ini ada sosok lain yang terus mengikuti mereka dari kejauhan.


Xiangwei dan juga Huaxianzi tidak bisa mengetahui keberadaan pria tua itu, sebab dirinya tidak berada diantara pepohonan, sehingga kedua peri itu tidak bisa merasakan aura keberadaannya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2