PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 290. Menemui Para Tahanan


__ADS_3

Xue Yunlei akhirnya telah selesai mengolah energi milik Roh Dewa itu dan membuat basis kultivasinya sedikit lagi berada di ranah Xian tingkat menengah.


"Sepertinya aku harus menyerap energi qi milik salah seorang pendekar diranah immortal agar basis kultivasi ku bisa berada di tingkat menengah ranah Xian." Pikir Xue Yunlei.


Pemuda itu segera beranjak dari tempatnya berkultivasi dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana para pendekar lawan ditahan.


"Sepertinya aku harus melepaskan beberapa dari mereka yang tidak memiliki masalah denganku untuk meminimalisir jumlah musuhku."


"Karena jika aku tidak membebaskan pendekar yang lain, itu seperti aku telah menciptakan musuh yang baru lagi untuk datang membalas dendam kepadaku."


Saat Huaxianzi melihat Xue Yunlei, jenderal bangsa peri itu segera berkata untuk menyambutnya.


"Penguasa! Apa yang akan kita lakukan terhadap mereka?"


"Kita harus melepaskan pendekar yang tidak pernah bersinggungan langsung dengan kita agar tidak ada musuh baru lagi yang akan datang membalas dendam kepada kita." Jawab Xue Yunlei.


"Tetapi menurutku, dengan apa yang telah terjadi, mereka pasti akan menyimpan rasa dendam kepada kita." Balas Huaxianzi.


"Kau tenang saja, walaupun aku berniat untuk melepaskan mereka, tetapi mereka tidak akan mendapatkan pengampunan ku dengan gratis."


"Aku akan memberikan syarat terlebih dahulu serta akan memberikan sedikit benang sutra emas milikku agar mereka tidak berani lagi berpikir untuk datang membalaskan dendam kepada kita." Ungkap Xue Yunlei.


"Bagaimana dengan nona Bao Meng Ling? Apa yang akan kita lakukan kepadanya?" Tanya Huaxianzi.


"Urusan Bao Meng Ling, biar aku yang akan menentukan apa yang harus dilakukan kepadanya." Jawab Xue Yunlei.


"Bagaimana dengan Feng Ya? Apakah dia masih hidup?" Lanjut Xue Yunlei bertanya.


"Maaf penguasa, aku tidak tahu siapa yang penguasa maksudkan itu." Jawab Huaxianzi.


"Kalau begitu, ayo kita pergi untuk melihat siapa-siapa saja yang telah kalian tangkap." Tutur Xue Yunlei dan segera melangkah pergi menuju ke tempat para pendekar itu dikurung.


Raja Iblis adalah sosok yang pertama kali dilihat oleh Xue Yunlei.


Pemuda itu segera mendekat dan berkata.


"Sepertinya basis kultivasimu ini cukup untuk bisa meningkatkan basis kultivasiku, tetapi kau harus bersabar terlebih dahulu, karena aku akan segera kembali lagi." Sambil tersenyum sinis menatap Raja Iblis.


"Pendekar muda, tolong ampuni aku! Jika saat ini kau mengampuniku, aku tidak akan lagi ikut campur dalam masalah dunia persilatan."


"Aku siap menerima apapun syarat yang akan kau ajukan, asalkan kau melepaskan aku saat ini."

__ADS_1


Raja Iblis terus memohon kepada Xue Yunlei agar bisa melepaskan dirinya, namun pemuda itu tidak memberikan tanggapan sedikitpun dan segera berlalu.


"Sepertinya kau sama seperti leluhur agung sekte Gunung Kepala Putih itu, yang telah lama mengikuti Roh Dewa itu." Ucap Xue Yunlei setelah melihat Du Tiansang.


"Sepertinya energi qi milikmu bisa juga untuk meningkatkan basis kultivasiku, tetapi aku akan memberikan sedikit waktu bagimu untuk menikmati udara dunia ini." Lanjut Xue Yunlei dan segera pergi meninggalkan leluhur agung sekte Racun Surgawi itu.


"Penguasa! Bagaimana dengan tuan muda Xue Zhao? Apa yang harus kita lakukan kepadanya?" Tanya Zhuan Zhu setelah bertemu dengan Xue Yunlei.


"Bagaimana keadaannya? Apakah kondisinya sudah kembali normal?" Balas Xue Yunlei bertanya.


"Saat ini kondisi tuan muda Xue Zhao sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya." Jawab Zhuan Zhu.


Memang kondisi Xue Zhao sempat terlihat seperti orang idiot saat Roh Dewa itu meninggalkan tubuhnya.


Akan tetapi setelah Roh Dewa itu telah di musnahkan oleh Xue Yunlei, kondisi Xue Zhao perlahan berangsur-angsur kembali menjadi normal.


Meskipun begitu, namun Xue Zhao saat ini telah kehilangan seluruh ilmu bela diri yang dia pelajari selama ini.


Hal itu adalah efek saat tubuhnya telah dikuasai oleh Roh Dewa itu dan ditinggalkan dengan paksa.


"Jaga dia baik-baik, sebab Kita akan membawanya untuk kembali ke kota Yin, biar paman Xue Beng yang akan mengurusnya." Xue Yunlei lanjut berkata.


"Ayo kita temui Bao Meng Ling...aku ingin mendengar apa yang akan dia katakan kepadaku." Ujar pemuda itu.


"Xue Yunlei, bagus karena kau telah datang untuk menemuiku! Lihat apa yang Huaxianzi dan yang lainnya lakukan kepadaku!" Teriak Bao Meng Ling setelah melihat kedatangan Xue Yunlei.


"Hmmmphh, memangnya apa yang mereka lakukan kepadamu?" Tanya Xue Yunlei menanggapi perkataan Bao Meng Ling.


"Apakah kau tidak melihat keadaanku saat ini!? Mereka telah mengurung ku disini selama beberapa hari" Jawab Bao Meng Ling dengan nada kesal.


"Jadi menurutmu, apa yang seharusnya mereka lakukan kepadamu?" Tanya Xue Yunlei lagi sambil tersenyum licik.


"Aku tidak mau mereka mengurung ku ditempat seperti ini, untuk itu cepat kau bebaskan aku dari tempat ini." Jawab Bao Meng Ling lagi seakan merasa tidak bersalah.


"Jika saat ini aku melepaskanmu, apa yang akan kau lakukan?" Xue Yunlei kembali bertanya.


"Aku akan memberikan mereka pelajaran karena telah memperlakukan diriku seperti ini." Jawab Bao Meng Ling dengan sangat yakin.


"Jika itu yang kau inginkan, berarti untuk kebebasanmu itu, sepenuhnya aku akan berikan kepada Huaxianzi untuk melepaskan mu atau tidak." Tutup Xue Yunlei dan segera pergi dari hadapan Bao Meng Ling.


Wanita mudah itu langsung bertambah emosi setelah mendengar keputusan Xue Yunlei yang tidak melepaskannya.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Xue Yunlei untuk bisa menemukan sosok yang dia tanyakan kepada Huaxianzi sebelumnya.


"Senior Feng Ya, senang bisa bertemu dan bisa berbicara lagi denganmu." Ucap Xue Yunlei dan segera mendekati pria sepuh itu.


"Senang juga bisa berbicara lagi dengan tuan muda Xue Yunlei. Balas Feng Ya dengan memasang wajah bersalah.


"Senior tidak perlu menjelaskan lagi mengapa anda bisa bergabung dengan Roh Dewa itu untuk melawanku, sebab aku sudah mengetahui penyebabnya." Tutur Xue Yunlei.


"Maafkan aku tuan muda Xue, tetapi aku tidak memiliki alasan untuk bisa menolak setiap keinginan nona Bao Meng Ling." Balas Feng Ya.


"Senior tidak perlu memikirkan lagi hal itu, karena aku tidak mempermasalahkannya, namun ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepada senior...aku harap senior bisa menjawabnya dengan jujur."


"Silahkan...apa yang ingin tuan muda tanyakan?"


"Bagaimana caranya sehingga Bao Meng Ling bisa meningkatkan basis kultivasinya secepat itu? Apa yang dia lakukan?" Tanya Xue Yunlei.


Feng Ya pun terdiam sebelum menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


Pria itupun segera menceritakan apa yang telah dia lakukan sehingga basis kultivasi Bao Meng Ling bisa meningkat dengan cepat.


Xue Yunlei pun merasa terkejut setelah mengetahui bahwa Feng Ya dan Ju Yuanpei berasal dari tempat yang sama sehingga sama-sama memiliki teknik terlarang yang bisa menyerap basis kultivasi pendekar lain.


"Apakah tuan Bao San mengetahui tindakan kalian berdua ini?" Tanya Xue Yunlei lagi.


"Tidak tuan muda, tuan Bao San sama sekali tidak mengetahui dengan apa yang telah kami perbuat." Jawab Feng Ya.


"Senior Feng, aku tidak mengerti dengan apa yang nona Bao Meng Ling pikirkan sehingga dia sangat membenci diriku."


"Meskipun aku memiliki niat untuk melepaskannya, namun dengan teknik yang dia miliki, sepertinya tindakan ku untuk melepaskannya saat ini akan berdampak buruk kedepannya."


"Sedangkan senior sendiri, pasti sudah tahu apa yang akan aku lakukan kepadamu karena telah ikut bersama dengan Bao Meng Ling."


"Tuan muda, aku tidak ingin lagi untuk memohon belas kasih darimu seperti sebelumnya, untuk itu aku tidak akan merasa keberatan dengan apa yang akan tuan muda lakukan kepadaku." Balas Feng Ya jujur.


"Senior tenang saja, aku pasti akan memberikan hukuman yang setimpal bagi siapapun yang telah mengikuti Roh Dewa itu dan telah melakukan hal yang tidak baik."


"Aku pergi dulu." Lanjut Xue Yunlei dan meninggalkan tempat dimana Feng Ya dikurung.


Xue Yunlei pun segera melangkahkan kakinya untuk menemui bangsa peri penguasa hutan ilusi, bangsa peri penguasa danau serta bangsa peri dan bangsa siluman penguasa hutan wilayah Jicheng.


Mereka pun segera menyambut kedatangan Xue Yunlei dengan sikap hormat.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2