PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 259. Rencana Kedua Kubu


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Chen Kaibo, Xue Zhao pun langsung berkata.


"Hal itu memang harus segera dibereskan, untuk itu, kita harus segera pergi ke sana sebelum hal ini tersebar luas."


"Tuan muda Xue Zhao, menurutku, untuk mencegah agar informasi itu tidak keluar dari kota Chingli, kita harus membungkam setiap penduduk yang keluar dari kota itu." Ujar Chen Kaibo.


"Apakah para penduduk mengetahui identitas kalian?" Tanya Xue Zhao.


"Tidak, akan tetapi takutnya nona Xiao Ning Lan pasti akan memberitahukan siapa kami kepada yang lain dan itu bisa diketahui oleh penduduk kota itu." Tutur Chen Kaibo lagi.


"Bagaimana nona Bao? Apakah benar yang Chen Kaibo katakan itu?"


"Iya tuan muda Xue Zhao...benar apa yang dikatakan oleh tuan muda Chen Kaibo." Jawab Bao Meng Ling.


Xue Zhao pun segera berpikir dengan apa yang Chen Kaibo sampaikan.


Setelah beberapa saat kemudian Xue Zhao pun kembali berkata.


"Sebaiknya kita segera pergi kesana dan langsung mencari tahu identitas dari beberapa pendekar yang datang untuk membantu nona Xiao Ning Lan."


"Tuan muda Xue Zhao, apakah kekuatan kita saat ini sudah cukup untuk melakukan hal itu? Ataukah kita membutuhkan bantuan dari senior Du Tiansang dan beberapa rekanya yang lain?" Ujar Chen Kaibo lagi.


"Begini saja, kami bertiga akan pergi lebih dulu ke kota Chingli. Sedangkan kau sendiri segera pergi ke markas Sekte Racun Surgawi untuk mengajak Du Tiansang dan tiga leluhur agung lainnya untuk menyusul kami ke kota Chingli." Tutur Xue Zhao memutuskan apa yang akan mereka lakukan.


"Baik tuan muda Xue, kalau begitu, saat ini aku akan segera pergi ke markas sekte Racun Surgawi." Balas Chen Kaibo.


"Nona Bao, pendekar Feng, ayo kita pergi juga." Ajak Xue Zhao.


Mereka berempat pun segera pergi meninggalkan kediaman klan Chen untuk menuju ketempat yang akan mereka tuju.


***


Di aula utama sekte Lembah Pengobatan, kini terlihat para petinggi sekte itu sedang membahas masalah yang telah dihadapi oleh keluarga bangsawan Xiao.


"Leluhur Lu, apakah orang-orang yang datang menyerang nona Xiao Ning Lan tidak akan kembali lagi?" Tanya Zi Bai Jiu.


"Aku juga sedang memikirkan hal itu, sebab jika kita tidak mengantisipasi apa yang kemudian mereka lakukan, itu bisa juga berdampak buruk bagi kota Chingli."


"Untuk itu, kita juga harus mengantisipasi hal itu, sebelum sesuatu yang buruk menimpa kota Chingli."


"Tidak hanya itu saja, mereka juga pasti bisa mengetahui dari para penduduk siapa yang datang membantu nona Xiao Ning Lan. Dan sudah pasti sekte kita juga akan menghadapi masalah yang sangat serius."

__ADS_1


Lu Haisheng terus berkata mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi bila Bao Meng Ling kembali bersama dengan bala bantuannya.


"Leluhur Lu, jadi apa yang Dong harus kita lakukan untuk mengantisipasi hal itu?" Tanya Sheng Dong.


"Jika melihat kekuatan yang mereka miliki, jika mereka kembali, sepertinya kekuatan mereka akan jauh lebih besar dari sebelumnya. Dengan kekuatan yang kita miliki saat ini, sepertinya kekuatan yang kita miliki tidak mungkin bisa untuk membendungnya." Tutur Lu Haisheng menanggapi pertanyaan Sheng Dong.


"Apalagi kekuatan kita sebelumnya hampir sebanding dengan kekuatan mereka. Hanya saja kita memiliki keunggulan atas seorang pendekar dewa Surgawi yang membantu mereka, karena kita memiliki beberapa pendekar dewa yang tiba untuk membantu kita saat itu."


"Jika ditambah seorang pendekar di ranah saint, sudah bisa dipastikan kita akan mudah di kalahkan oleh mereka." Tutup Lu Haisheng menjelaskan.


"Terus, apakah kita hanya bisa berdiam diri saja dan menunggu bantuan pendekar Xue Yunlei?" Sambung Zi Bai Jiu.


"Tindakan itu juga menurutku pasti tidak akan banyak membantu, sebab pendekar dewa itu sepertinya memiliki teknik tingkat dewa." Tutur Lu Haisheng.


"Dan jika dirinya bisa dengan mudah untuk menghancurkan formasi pelindung yang akan kita ciptakan untuk melindungi kota Chingli, sudah pasti nasib kota Chingli dan kita semua akan berakhir." Lanjut Lu Haisheng.


"Jika demikian, sebaiknya saat ini kita segera pergi ke kota Chingli untuk menciptakan formasi pelindung dan mempersiapkan para leluhur biasa untuk meningkatkan kualitasnya dengan menyalurkan energi qi mereka." Ujar Sheng Dong.


"Lebih baik kita berusaha sekuat mungkin untuk bisa menahan mereka sampai pendekar Xue Yunlei bisa tiba di kota Chingli." Lanjutnya.


"Itu benar, sebaiknya kita segera pergi ke kota Chingli." Sambung Zi Bai Jiu.


"Baiklah, ayo kita pergi...Zi Bai Jiu, sebaiknya kau tetap berada di disini. Yang lainnya ikut bersamaku." Tutur Lu Haisheng.


Kelompok yang terdiri dari sembilan orang itu segera melesat pergi menuju ke kota Chingli.


Setelah tiba di kota Chingli mereka segera pergi ke balai kota untuk menemui penguasa kota itu agar bisa menyampaikan maksud kedatangan mereka saat itu.


"Zi Yun memberi hormat kepada para leluhur!" Sambut pelindung kota Chingli.


"Hormat mu kami terima." Balas Lu Haisheng.


"Apakah para leluhur ingin menemui penguasa kota Chingli?" Sambut Zi Yun segera menyambut kedatangan mereka dan langsung mengantarkan sembilan leluhur yang berasal dari sektenya itu.


"Iya, kami ingin menemui penguasa kota." Jawab Lu Haisheng.


"Mari aku antarkan." Ucap Zi Yun menawarkan diri dan langsung berjalan di depan sembilan pria sepuh.


Mereka melewati gerbang wilayah balai kota Chingli tanpa hambatan atau pemeriksaan, begitu juga saat melewati pintu gerbang aula utama balai kota.


Kedatangan mereka membuat Soh Chin dan para petinggi kota Chingli yang ada di dalam ruangan aula itu menjadi sangat terkejut.

__ADS_1


Secara serentak semuanya langsung bangkit berdiri dan memberi hormat kepada para leluhur yang berasal dari sekte Lembah Pengobatan.


Lu Haisheng langsung mengangkat salah satu tangannya untuk memberikan isyarat kepada semuanya agar kembali ke posisi semula.


Setelah itu Lu Haisheng pun berkata.


"Kedatangan kami saat ini hanya untuk memberitahukan kepada Anda sebagai penguasa kota Chingli, bahwa kami akan menciptakan formasi pelindung untuk kota ini."


"Setiap orang yang akan masuk ke kota ini, harus melalui persetujuan dari kami, hal itu untuk bisa mengantisipasi penyusup yang akan memasuki kota ini."


"Untuk itu, aku berharap kau bisa menarik semua pasukanmu yang bertugas untuk menjaga gerbang masuk kota ini dan memberikan kewenangan kepada kami untuk semua hal itu."


"Apakah kau menyetujuinya?" Tanya Lu Haisheng.


"Leluhur, jika itu demi kebaikan penduduk kota ini, jelas aku sangat menyetujuinya...aku juga merasa sangat berterima kasih kepada para leluhur yang telah memikirkan keselamatan kami dikota ini." Balas Soh Chin.


"Jika kau sudah menyetujuinya, saat ini kami pamit undur diri dulu, sebab hal ini tidak bisa ditunda lebih lama lagi." Ujar Lu Haisheng.


Mereka pun segera keluar dari ruangan itu untuk melakukan apa yang telah mereka rencanakan.


Setelah sampai diluar aula utama balai kota Chingli, Lu Haisheng segera memberi perintah.


"Kalian berempat segera pergi ke empat arah yang berbeda untuk memasangkan bendera formasi disetiap ke empat sudut kota ini, jika diperlukan, gunakan seluruh energi qi kalian agar bisa membuat formasi pelindung itu menjadi lebih kokoh lagi."


"Tetapi jika pada kenyataannya formasi itu tidak bisa menahan mereka, sebaiknya kalian segera kembali untuk membantu kami berlima untuk bertarung dengan mereka."


"Baik leluhur Lu." Balas ke empat leluhur yang Lu Haisheng maksudkan.


Keempatnya segera pergi sesuai dengan apa yang Lu Haisheng perintahkan, sedangkan mereka berlima segera pergi ke arah gerbang kota yang berada di sebelah barat kota itu.


Posisi tersebut adalah untuk menyambut kedatangan kekuatan yang akan kembali menyerang kota itu.


***


Di perbatasan Hutan Ilusi, pendekar dewa langit yang diutus oleh Lu Haisheng kini sedang mencari posisi dimana markas bangsa peri itu berada.


Pendekar dewa langit itu adalah Dai Rong.


"Sebenarnya dimana markas bangsa peri itu berada? Disini aku hanya melihat kabut serta pepohonan besar yang berdiri tegak memenuhi hutan ini...aku harus melakukan sesuatu agar mereka bisa keluar untuk menemuiku." Pikir Dai Rong dan langsung melancarkan serangan untuk menghancurkan beberapa pepohonan besar dihutan itu.


Kekacauan yang diciptakan oleh Dai Rong membuat bangsa peri penguasa hutan itu merasa terusik.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2