
"Pendekar Zhuan! Bagaimana kondisimu?." Tanya Huaxianzi yang langsung membantu Zhuan Zhu untuk bisa berdiri.
"Sudah, aku tidak mengapa, mungkin karena aku sudah terlalu tua untuk melakukan pertarungan seperti ini." Jawab Zhuan Zhu.
"Pendekar Zhuan istirahat saja, biarkan aku yang menghadapi siluman rubah itu." Ucap Huaxianzi.
"Nona Huaxianzi, aku harus bisa membuktikan jika aku masih bisa untuk menghadapi siluman rubah yang sudah berusia seperti dia." Balas Zhuan Zhu.
"Sudahlah, jangan memaksakan dirimu, sebaiknya kau beristirahat saja dan menyembuhkan luka dalammu itu." Huaxianzi menasihati Zhuan Zhu.
Peri itu segera bersiap untuk melawan Gai Bian yang saat itu masih merasa bingung dengan situasi yang ada.
"Langren! Mengapa kau tidak bertarung? Bukankah kau yang menyarankan kami berdua untuk bertarung dengan mereka?." Teriak Gai Bian.
"Sudahlah, jangan melanjutkan pertarungan mu itu, jika kau mau selamat...tetapi jika kau mau mempertaruhkan nyawamu, silahkan kau lanjutkan." Balas Langren.
"Dasar pengecut! Hanya berani keroyokan saja...setelah kawan terluka keberaniannya pun langsung menghilang." Gai Bian mengumpat dengan cibiran terhadap Langren.
"Apa yang kau katakan sebelumnya benar adanya, lihatlah keadaan Yao Laohu dan She Yaowang." Ucap Langren mengingatkan Gai Bian.
"Sepertinya pemuda itu telah berhasil dengan rencananya, tetapi sebenarnya apa yang telah dia lakukan terhadap Yao Laohu sehingga bisa seperti itu?." Pikir Gai Bian.
Saat raja siluman rubah itu masih bingung dengan situasi yang telah terjadi tanpa dia ketahui, sebuah kelopak bunga yang tercipta dari energi qi dengan cepat melesat kearahnya.
Gai Bian dengan cepat bisa menyadari Huaxianzi yang membokong dengan serangannya.
Raja siluman rubah itu langsung berbalik dan melepaskan energi qi miliknya untuk membendung serangan Huaxianzi.
Booommm
Tubuh Gai Bian langsung terpental disaat ledakan itu terjadi.
"Brengsek! Berani-beraninya menyerang ku secara diam-diam." Teriak Gai Bian dengan sangat geram.
"Tunggu aku kembali." Ucap Xue Yunlei dan segera melesat kearah Gai Bian berada dan langsung melepaskan serangan formasi pertempuran miliknya.
Itu karena serangan Huaxianzi belum bisa melukai raja siluman rubah itu meskipun ledakan energi serangan dari keduanya tidak jauh dari tubuh Gai Bian.
Gai Bian yang mengetahui serangan Xue Yunlei hanya bisa mengerahkan seluruh energi qi miliknya untuk menyambut serangan formasi pertempuran yang sedang menuju kearahnya.
"Rupanya ini penyebabnya sehingga Langren tidak mau bertarung lagi." Pikir Gai Bian dengan pasrah.
Itu karena dirinya tidak memiliki kesempatan lagi untuk bisa menghindari serangan Xue Yunlei.
Ssssttttt
Serangan milik Gai Bian langsung lenyap saat bertemu dengan formasi pertempuran milik Xue Yunlei.
Duuuaaarrr
__ADS_1
Tubuh Gai Bian langsung terhempas kebelakang sejauh ratusan meter kemudian terjatuh ke tanah.
Buuukkk
Rubah berukuran besar itu langsung tergeletak ditanah sambil menahan rasa sakit ditubuhnya.
Benang sutra emas langsung melesat dan melilit tubuh Gai Bian dan juga She Yaowang agar keduanya tidak bisa menyulitkan Huaxianzi.
"Mengganggu rencanaku saja." Xue Yunlei mengumpat kemudian kembali ke tempat dimana tubuh Yao Laohu terbaring.
"Aku akan melepaskanmu dengan syarat kau harus mau dan dengan suka rela untuk memberikan pusaka tombak milikmu kepada pria tua itu." Ujar Xue Yunlei sambil menunjuk kearah Zhuan Zhu yang sedang duduk bermeditasi.
"Jika itu yang kau inginkan, aku akan dengan senang hati untuk memberikan senjata itu kepadanya." Yao Laohu langsung menyetujui syarat yang Xue Yunlei ajukan.
"Syarat ku tidak hanya itu saja, masih ada syarat yang lain yang harus kau sanggupi." Lanjut Xue Yunlei.
"Syarat apa lagi? Mengambil nyawaku saja, aku siap untuk menerimanya...asalkan siluman harimau yang ada disini tidak kau bunuh." Yao Laohu langsung menanggapi.
"Kau harus menjadi tunggangan ku selama aku menginginkannya." Ucap Xue Yunlei.
"Ja...jadi kau tidak akan membunuhku?."
"Terima kasih tuan...terima kasih karena kau sudah berbaik hati kepadaku...aku bersedia untuk menjadi tungganganmu." Ucap Yao Laohu dengan hati yang senang.
"Jangan dulu senang, sebab aku akan memberikan sesuatu kepadamu agar tidak melakukan sesuatu hal yang tidak aku inginkan." Ucap Xue Yunlei dan langsung memasukkan benang sutra emas untuk melilit jantung raja siluman harimau itu.
"Sebenarnya aku membutuhkan hewan spiritual untuk menjadi peliharaan ku, tetapi karena belum ku temukan, sehingga dirimu yang menjadi penggantinya." Lanjut Xue Yunlei sambil melepaskan benang sutra emas yang melilit tubuh harimau berkepala tiga itu.
Yao Laohu langsung berdiri kemudian bersujud dihadapan Xue Yunlei.
"Hamba siap untuk melayani tuan." Ucap siluman harimau itu.
"Baiklah, silahkan berdiri." Ucap Xue Yunlei dan segera naik ke atas punggung makhluk yang bertubuh tinggi dan besar itu.
"Selain bangsa peri, jika kalian tidak melawan, aku akan melepaskan kalian semua." Ujar Xue Yunlei.
"Hormat kepada penguasa!." Seru puluhan siluman harimau dan langsung bersujud.
Seratus lebih pasukan siluman yang lain langsung mengikuti juga apa yang dilakukan oleh puluhan siluman harimau untuk menyembah Xue Yunlei.
"Sepertinya siluman yang lain ini tidak setia dengan tuan mereka, mungkin karena mereka berasal dari wilayah yang berbeda sehingga hanya akan tunduk kepada siapa yang lebih kuat." Tutur Xue Yunlei melihat sikap siluman yang lain.
"Benar yang tuan katakan itu, mereka lebih menghormati sosok yang lebih kuat, bukan kepada sesama ras mereka."
"Karena hal itu aku sudah pernah merasakannya, sebelum hari ini tiba." Yao Laohu menjelaskan.
"Hmmm...aku tidak butuh sosok seperti itu...yang aku butuhkan adalah kesetiaan." Ucap Xue Yunlei.
"Selain siluman ular, cepat salurkan energi qi kalian untuk menyembuhkan luka pemimpin kalian." Lanjut Xue Yunlei.
__ADS_1
Puluhan siluman rubah dan siluman ular segera mendekati tubuh pemimpin mereka untuk melakukan apa yang Xue Yunlei perintahkan.
Saat menatap kearah Langren, pemuda itu langsung tersenyum dan berkata "Sepertinya kau bisa menjadi tunggangan Huaxianzi...cepat mendekat kesini!." Ucap Xue Yunlei dengan nada yang tegas.
Raja siluman serigala itu langsung berlari mendekati Xue Yunlei yang saat itu sedang duduk diatas punggung Yao Laohu.
"Hamba menghadap penguasa!." Ucap Langren.
"Sejak kapan aku menganggap dirimu sebagai bawahanku?." Xue Yunlei melayangkan pertanyaan kepada raja siluman serigala itu.
"Aku dengan suka rela mau menjadi bawahanmu." Jawab Langren dengan sangat meyakinkan.
"Oh...jadi seperti itu!? Apakah kau memiliki senjata spiritual?." Tanya Xue Yunlei.
"Iya penguasa, aku memiliki senjata spiritual." Jawab Langren.
"Senjata spiritual jenis apa yang kau miliki?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Aku memiliki senjata spiritual sejenis pedang." Jawab Langren lagi.
"Jika kau menyerahkan pedang itu kepadaku, aku akan menjadikanmu sebagai bawahanku." Ucap Xue Yunlei santai ingin menguji ketulusan Langren.
Seketika saja sebuah pedang dengan tampilan yang sangat indah melayang diatas udara tepat dihadapan Xue Yunlei.
"Hmmm...pedang yang sangat indah, tetapi aku lebih merindukan pedang milik ayahku...baiklah, pedang ini mulai saat ini sudah menjadi milikku dan aku akan menempah kembali agar bisa berbentuk seperti pedang milik ayahku." Ucap Xue Yunlei.
"Tetapi ada satu syarat lagi...apakah kau bersedia untuk menjadi tunggangan wanita itu?." Tanya Xue Yunlei.
"Aku bersedia!." Jawab Langren singkat.
"Bagus! Tetapi sebelumnya aku harus memberimu sesuatu agar tidak bisa bertindak sesuka hatimu kepada wanita itu." Lanjut Xue Yunlei.
"Hamba siap menerima apa pun yang akan penguasa lakukan...asalkan bangsa siluman dari ras serigala tidak akan dibunuh oleh penguasa." Ucap Langren dengan tulus.
Memang bangsa siluman serigala sering hidup berkelompok dan jumlahnya lebih banyak dari bangsa siluman yang lain, sehingga mereka akan saling melindungi satu dengan yang lain.
Itulah alasannya Langren dengan tulus ingin berkorban demi semua bawahannya.
"Baiklah, terima ini." Ucap Xue Yunlei memasukkan benang sutra emas miliknya untuk melilit jantung raja siluman serigala itu.
"Ingat! Jika kau melawan perintah wanita itu, serta melakukan tindakan yang berlebihan tanpa perintah darinya, aku akan memburuh semua siluman serigala yang ada dan membunuhnya." Ucap Xue Yunlei mengancam Langren.
"Hamba akan mengingat setiap kata-kata penguasa hari ini dan akan selalu mematuhi perintah wanita itu." Ucap Langren dengan bersungguh-sungguh.
"Huaxianzi! Itu adalah tumpanganmu!." Seru Xue Yunlei.
"Baik tuan!." Jawab Huaxianzi dan langsung naik ke punggung Langren.
~Bersambung~
__ADS_1