PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 172. Waktu Bersama Xiao Lin Meng


__ADS_3

Saat Xue Yunlei menatap kearah sumber suara seorang gadis, dia langsung bisa menemukan Xiao Lin Meng.


"Nona Xiao, bagaimana kabarmu?." Xue Yunlei menyapa gadis itu.


"Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat sekarang ini." Jawabnya.


"Sepertinya kau terlihat semakin tampan dan semakin berwibawa saat ini." Lanjut Xiao Lin Meng.


Xue Yunlei hanya bisa tersenyum mendapat pujian dari wanita cantik didepannya itu.


"Nona Huaxianzi, bagaimana dengan kabarmu?." Tanya Xiao Lin Meng.


"Aku baik-baik saja nona Xiao." Jawab peri itu.


"Nona Xiao, perkenalkan...ini senior Zhuan Zhu." Ucap Xue Yunlei.


"Xiao Lin Meng memberi hormat kepada senior Zhuan Zhu! Senang bisa bertemu denganmu." Ucapnya.


"Senang juga bisa bertemu dengan nona Xiao." Balas Zhuan Zhu.


"Tuan muda Xue, nona Huaxianzi, senior Zhuan Zhu, nona Xiao, sebaiknya kita masuk kedalam dan melanjutkan pembicaraan kita." Ucap Rui Lianjin.


"Oh iya, ayo kita masuk." Sambung Xue Yunlei.


Mereka berlima pun segera memasuki kediaman Xue Yunlei.


Xiao Lin Meng segera menggandeng tangan Xue Yunlei tanpa ragu dan berjalan bersama dengan pemuda itu.


Sedangkan Huaxianzi dan Zhuan Zhu serta Rui Lianjin berjalan mengikuti keduanya dari belakang.


Mereka pun duduk di kursi yang telah tersedia untuk melanjutkan percakapan mereka.


Namun Xiao Lin Meng segera berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan teh hangat bagi mereka.


Sikap gadis itu membuat Rui Lianjin tersenyum sebab telah mengetahui jika nona muda keluarga bangsawan Xiao itu sangat bahagia karena telah bertemu dengan pemuda yang dia rindukan.


"Bagaimana perjalanan kalian hingga sampai ke sini, apakah ada hambatan saat di tengah perjalanan?." Tanya Xue Yunlei kepada Rui Lianjin.


"Tidak tuan muda Xue, perjalanan kami tidak ada hambatan sedikit pun." Jawab pendekar petapa itu.


"Baguslah, aku pikir perjalanan kalian memiliki banyak hambatan." Balas Xue Yunlei menanggapi perkataan Rui Lianjin.


"Apakah kalian berdua memiliki tujuan lain setelah bertemu denganku?." Tanya Xue Yunlei lagi.


"Satu-satunya tujuan dari perjalanan kami berdua memang hanya untuk bertemu dengan tuan muda Xue Yunlei." Jawabnya.


"Apa? Jadi tidak ada tujuan lain selain ingin bertemu dengan ku?."

__ADS_1


Xue Yunlei merasa terkejut setelah mendengar jawaban Rui Lianjin.


"Iya, memang tujuan kami hanya untuk bertemu denganmu, sebab aku sangat merindukan dirimu." Sambung Xiao Lin Meng yang datang sambil membawa nampan.


Kata-kata Xiao Lin Meng membuat pemuda itu tersipu malu, sebab dirinya selama ini hanya memikirkan urusan balas dendam saja dan tidak memikirkan masalah hatinya.


"Sepertinya ada beberapa wanita cantik yang menaruh hati kepada pendekar Xue. Dan menurutku itu akan sangat merepotkan." Ujar Zhuan Zhu sambil tersenyum.


"Apa maksud dari perkataan senior Zhuan Zhu itu?." Tanya Xiao Lin Meng.


"Hubungan perasaan itu memang sangat merepotkan, sebab terkadang kita tidak bisa mengetahui keinginan orang yang kita cintai." Jawab Zhuan Zhu lagi.


Xiao Lin Meng segera meletakkan nampan ditangannya dan langsung duduk disamping Xue Yunlei sambil menyiapkan teh hangat untuk mereka berlima.


"Nona, biar aku saja yang melakukannya." Ucap Rui Lianjin mengajukan diri.


"Baiklah, tetapi biar aku sendiri yang menyiapkan teh untuk tuan muda Xue Yunlei." Balas Xiao Lin Meng menanggapi perkataan Rui Lianjin.


Setelah selesai menyiapkan teh hangat untuk yang lainnya,Rui Lianjin pun segera meninggalkan keempatnya dan pergi untuk menyiapkan tiga kamar yang akan ditempati oleh tiga orang yang baru saja tiba itu.


Sedangkan keempatnya melanjutkan percakapan mereka.


"Nona Xiao, kami bertiga akan kembali melanjutkan perjalanan kami untuk mendapatkan senjata pusaka bagiku."


"Sehingga aku tidak bisa menemanimu untuk beberapa waktu kedepan." Ucap Xue Yunlei.


"Tetapi jika kau mengijinkan diriku untuk ikut, aku akan dengan senang hati mengikuti dirimu." Lanjutnya.


"Jika perjalanan itu tidak berbahaya, pasti aku akan mengajak dirimu, namun karena perjalanan itu sangat berbahaya sehingga aa ku tidak bisa mengajakmu." Terang Xue Yunlei menanggapi perkataan Xiao Lin Meng.


Mendengar penjelasan dari pemuda itu membuat Xiao Lin Meng tidak bersih kukuh seperti sebelumnya.


Gadis itu langsung memaklumi situasi tersebut, sebab dirinya telah mengetahui jika Xiangwei saja yang memiliki kemampuan untuk menghadapi seorang pendekar agung, masih bisa terbunuh saat pergi ke wilayah padang gurun bersama Xue Yunlei.


Apa lagi dirinya hanyalah seorang pendekar raja, itu pasti akan membuat yang lain merasa terbeban untuk melindunginya.


"Baiklah, aku akan menunggumu disini saja sampai kau kembali."


"Senior Zhuan...nona Huaxianzi, jika kalian berdua ingin beristirahat, aku telah membersihkan dua buah kamar untuk kalian." Ucap Rui Lianjin.


Kedua sosok yang namanya disebut langsung bisa mengerti dengan maksud dari perkataan Rui Lianjin.


"Ternyata nona Rui Lianjin sangat mengerti dengan keadaanku. Memang saat ini aku merasa sangat lelah, sehingga butuh istirahat." Ujar Zhuan Zhu menanggapi.


"Bagaimana dengan nona Huaxianzi?." Lanjut Zhuan Zhu sambil menatap kearah peri itu.


"Iya, aku juga merasa sangat lelah sehingga harus mengembalikan energiku yang hilang saat melakukan perjalanan kesini." Jawab Huaxianzi.

__ADS_1


Keduanya langsung berdiri dan secara bersama-sama berpamitan dengan Xue Yunlei dan juga Xiao Lin Meng untuk meninggalkan keduanya.


"Baiklah, silahkan kalian berdua beristirahat, aku akan menemani nona Xiao disini." Balas Xue Yunlei.


Keduanya segera pergi menuju ke kamar yang telah disediakan sambil diantarkan oleh Rui Lianjin.


Setelah hanya mereka berdua,Xue Yunlei pun langsung berkata.


"Nona Xiao, bagaimana jika kita berdua berbincang-bincang sambil menikmati udara serta pemandangan di wilayah klan Xue ini?." Ucap Xue Yunlei menawarkan.


"Baiklah, itu ide yang sangat baik." Balas Xiao Lin Meng menyetujui saran pemuda di sampingnya.


Keduanya pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan keluar dari kediaman itu.


"Aku merasa sangat bahagia setelah bertemu denganmu. Sebab selama beberapa tahun ini, aku selalu memikirkan dirimu." Xiao Lin Meng membuka pembicaraan.


Xue Yunlei hanya bisa mendengar perkataan gadis yang berjalan di samping sambil merangkul salah satu tangannya itu.


"Aku sangat merindukanmu, untuk itulah sehingga aku datang ke sini agar bisa menemui dirimu." Lanjut Xiao Lin Meng.


"Nona Xiao, aku sangat senang karena kau selalu memikirkan diriku, sebab aku juga selalu berpikir tentang keselamatan kau dan juga nona Xiao Ning Lan."


"Tetapi saat aku bertemu dengan Huaxianzi dan telah mengetahui tentang kabar kalian, hatiku langsung merasa lebih legah karena kalian bisa kembali ke kota Chingli dengan selamat."


"Aku juga memohon maaf karena tidak bisa menyerahkan uang yang dititipkan oleh ayahmu kepada kalian sehingga kedatangan dirimu saat ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk menyerahkannya." Tutup Xue Yunlei sambil menyerahkan sebuah kantung yang berisi koin emas dan perak.


"Aku saat ini tidak memikirkan hal itu, sebab aku saat ini hanya ingin untuk menikmati waktu kebersamaanku dengan dirimu." Tanggapan yang diberikan oleh Xiao Lin Meng.


"Aku akan menemani dirimu untuk beberapa hari kedepan sebelum kami berangkat, tetapi terima dan simpanlah uang ini." Ujar Xue Yunlei lagi.


Xiao Lin Meng akhirnya menerima pemberian Xue Yunlei dan langsung menyimpannya.


"Nona Xiao, saat kami pergi, aku akan memberikan sumber daya untuk mu agar bisa digunakan untuk berkultivasi supaya kau bisa menerobos menjadi pendekar langit." Lanjut Xue Yunlei.


"Saat ini aku tidak ingin membahas tentang apa pun selain tentang hubungan kita." Balas Xiao Lin Meng menyanggah perkataan Xue Yunlei.


Pemuda itu tidak bisa melanjutkan perkataannya setelah mendengar perkataan Xiao Lin Meng.


"Aku ingin mendengar jawaban darimu dengan pertanyaan yang akan aku lontarkan. Aku berharap kau akan memberikan jawaban yang jujur kepadaku." Lanjut Xiao Lin Meng.


"Apa yang ingin kau tanyakan?." Tanya Xue Yunlei penasaran.


"Aku ingin menjalani hidup bersama denganmu selamanya...apakah kau mau menjadikan diriku sebagai pendamping hidupmu selamanya?." Tanya Xiao Lin Meng.


Mendengar pernyataan serta pertanyaan Xiao Lin Meng, membuat Xue Yunlei menghentikan langkah kakinya karena merasa terkejut.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2