PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 125. Sekte Makam Kuno


__ADS_3

Keesokan harinya Xue Yunlei bersama sepuluh peri yang ikut bersama dengannya kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Para tetua hanya bisa mengantarkan pemimpin mereka sampai di pintu gerbang kota Yenan.


Xue Yunlei melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, akan tetapi hal itu dilakukan mereka hanya sampai di hutan luar kota Yenan.


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan lewat udara.


Tidak ada hambatan dalam perjalanan mereka hingga tiba di suatu wilayah yang memiliki formasi pelindung.


Mereka segera menghentikan perjalanan mereka.


Xue Yunlei mulai menyelidiki hal apa yang berada di dalam formasi pelindung itu.


Namun setelah diselidiki, ternyata hanya ada suatu bangunan yang terlihat seperti sebuah makam tepat berada di tengah area yang dilindungi oleh formasi pelindung.


"Apakah makam itu sangat penting sehingga menggunakan formasi pelindung untuk menjaganya? ". Pikir Xue Yunlei.


" Ada apa penguasa? Apakah ada hal yang sangat berharga di dalam formasi pelindung ini sehingga mereka melindunginya? ". Tanya Huaxianzi penasaran.


" Aku juga belum bisa memastikan apakah bangunan yang terlihat seperti makam itu memang sangat penting sehingga dilindungi seperti itu, ataukah ada hal lain juga berada di dalam sana". Jawab Xue Yunlei.


"Apa lagi formasi pelindung yang mereka gunakan untuk melindungi makam ini adalah formasi pelindung tingkat dewa, sehingga tidak bisa dibuka oleh siapapun ". Lanjut Xue Yunlei menjelaskan.


" Formasi tingkat dewa? Bukankah itu terlalu berlebihan jika hanya untuk melindungi sebuah makam!? ". Ujar salah satu peri menanggapi penjelasan Xue Yunlei.


" Penguasa, ribuan tahun yang lalu aku sendiri memang pernah mendengar ada sosok yang dipanggil sebagai seorang kaisar, dialah yang menguasai seluruh daratan benua tengah ini, namun suatu ketika sosok tersebut telah mencapai basis kultivasi tertinggi seorang manusia hingga menjadi seorang dewa". Huaxianzi menjelaskan.


"Tetspi apa hubungannya cerita mu itu dengan keberadaan makam ini? Jika dia telah menjadi seorang dewa, mengapa makam ini ada? ". Tanya Xue Yunlei.


" Kemungkinan cerita mu itu tidak berhubungan dengan keberadaan makam ini". Tutup Xue Yunlei menyimpulkan.


" Menurut apa yang aku dengar, kuburan itu dibuat untuk melindungi benda-benda peninggalan sang Kaisar ". Jawab Huaxianzi.


" Tetapi aku juga belum sepenuhnya merasa yakin jika makam ini adalah makam yang aku maksudkan itu ". Lanjut Huaxianzi.


" Jika demikian, sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini, agar kita bisa tiba di kota Tungwan yang masih berjarak puluhan kilo meter lagi ". Tutur Xue Yunlei.


Sepuluh peri itu langsung mengiyakan apa yang Xue Yunlei katakan.


Saat mereka hendak pergi dari tempat itu, pergerakan mereka langsung di hentikan oleh puluhan orang yang kesemuanya adalah perempuan.

__ADS_1


" Siapa kalian yang sudah berani menginjakkan kaki kalian di wilayah sekte Makam Kuno ini!? ". Teriak seorang wanita paruh baya yang menggunakan pakaian serba putih.


" Senior, mohon maaf atas kelancangan kami yang sudah memasuki wilayah sekte kalian. Tetapi kedatangan kami disini bukanlah disengaja, sehingga aku harap senior bisa membiarkan kami untuk pergi dari tempat ini". Jawab Xue Yunlei ramah menanggapi pertanyaan wanita tua yang kini sudah berdiri di hadapannya.


"Apakah masalah ini sesederhana yang kau pikirkan? Siapa pun yang telah mengetahui letak markas dari sekte kami, semuanya harus mati! Dan Itu sudah menjadi aturan sekte kami ". Ujar wanita tua yang berdiri paling depan diantara yang lain.


" Senior, saat ini kami tidak ingin bersinggungan dengan sekte kalian, sehingga aku harap senior bisa memberikan pengecualian kepada kami ". Balas Xue Yunlei sedikit bermohon namun tidak terlihat merendahkan orang yang telah menghadang mereka.


" Tidak perlu lagi kamu banyak bicara, kalian semua harus mati! ". Teriak wanita tua itu lagi sambil memberikan perintah untuk mengepung kelompok Xue Yunlei.


Puluhan anggota sekte Makam Kuno yang semuanya adalah perempuan segera mengepung kelompok Xue Yunlei.


" Senior, aku tidak ingin ada pertumpahan darah diantara kita, sehingga aku berharap senior bisa mengurungkan niat untuk menyerang kami". Ujar Xue Yunlei menanggapi tindakan anggota sekte Makam Kuno.


"Tetapi jika kalian telah menyerang kami, jangan salahkan kami jika yang akan menderita kerugian yang sangat besar berada di pihak kalian". Tutup Xue Yunlei dengan energi qi seorang pendekar agung tingkat puncak mulai merembes keluar dari dalam tubuhnya.


" Hmm, kamu pikir dengan basis kultivasi mu sebagai seorang pendekar agung tingkat puncak bisa membuatku takut!? ". Ucap wanita tua itu menanggapi perkataan Xue Yunlei.


Xue Yunlei segera menggunakan perisai perlindungan milik ulat sutra emas untuk melindungi tubuhnya, kemudian mengaktifkan teknik Naga Logam Api untuk menyerang wanita tua itu.


Mata wanita tua yang adalah ketua sekte Makam Kuno langsung terbelalak melihat teknik yang dimiliki oleh Xue Yunlei.


"Sial, sepertinya dia memiliki teknik tingkat dewa. Sebenarnya siapa orang ini!? ". Pikir wanita tua itu.


" Jika aku menang darimu, kau harus meninggalkan sesuatu yang paling berharga untuk sekte kami ". Ucap sang ketua sekte.


" Baiklah, aku akan mengikuti keinginanmu itu, tetapi bagaimana jika aku bisa mengalahkan senior!? Apa yang akan saya terima? ". Balas Xue Yunlei menanggapi.


" Kalian akan kami lepaskan ". Jawab singkat wanita tua itu.


" Ha...ha...ha...ha...ha, menurutku itu sangat tidak adil, untuk bisa pergi dari tempat ini menurutku sangat mudah, sebab jika dilihat dari kekuatan yang kalian miliki, itu bukanlah sesuatu yang sangat menakutkan bagiku ". Ujar Xue Yunlei lagi.


" Apakah kau sedang meremehkan kekuatan sekte kami!? ". Tanya wanita tua itu.


" Aku tidak meremehkan kekuatan sekte kalian, akan tetapi jika kalian memaksa, aku tidak akan sungkan lagi untuk menghancurkan sekte kalian ini". Balas Xue Yunlei lagi mengancam.


"Coba kita lihat, apakah sikapmu itu sesuai dengan kemampuanmu, ataukah itu hanya bualan mu saja". Ujar Zhen Ji wanita tua yang adalah ketua sekte Makam Kuno.


Pedang giok milik wanita tua itu langsung keluar dari sarungnya dan melayang di udara serta telah bersiap untuk menyerang Xue Yunlei.


" Hmm, ternyata wanita tua ini adalah seorang pendekar dewa bumi. Sebenarnya ada berapa orang pendekar dewa yang berada di wilayah negara Xin ini !? ". Gumam Xue Yunlei merasa terkejut dengan basis kultivasi yang dimiliki oleh lawannya itu.

__ADS_1


" Pedang Gadis Giok! ". Teriak Zhen Ji sambil melepaskan serangan pedang giok miliknya yang kini sudah menjadi banyak dan bergulung - gulung memanjang menuju ke arah Xue Yunlei.


Pemuda itu tidak tinggal diam saat mendapatkan serangan dari lawannya.


" Naga Logam Api menghancurkan bumi! ". Teriak Xue Yunlei menyambut serangan Zhen Ji.


Seekor naga yang terbuat dari energi qi dan dipadukan dengan kekuatan elemen bumi dan elemen api kini saling menerjang dengan serangan pedang giok milik Zhen Ji.


Duuaarrr...duuaarrr...duuaarrr...duuaarrr


Bunyi ledakan yang terjadi saat kedua serangan mereka saling berbenturan.


Situasi di hutan tersebut yang awalnya damai kini sudah tidak lagi, sebab dampak dari kekuatan keduanya yang saling beradu telah membuat pepohonan di sekitar tempat mereka bertarung, satu persatu kini mulai tumbang.


Saat pedang giok dengan jumlah yang banyak itu terus menerjang naga logam api milik Xue Yunlei, Zhen Ji segera melepaskan serangan ilusi untuk membuat konsentrasi lawannya tidak fokus lagi.


Xue Yunlei hanya tersenyum dengan teknik ilusi yang digunakan oleh Zhen Ji.


"Teknik murahan seperti itu tidak ada gunanya bagiku, karena menurutku itu hanyalah teknik yang diajarkan kepada anak kecil". Ucap Xue Yunlei yang merendahkan lawannya.


" Sialan, sepertinya teknik ilusi milikku tidak memberikan efek yang berarti baginya, mengapa bisa seperti itu? ". Pikir Zhen Ji yang merasa tidak percaya.


" Jika kau ingin bertarung denganku, sebagai seorang pendekar dewa, seharusnya kau menggunakan teknik tingkat dewa, agar aku akan sulit untuk menghadapimu". Ujar Xue Yunlei sambil mengeluarkan benang sutra emas dan di padukan dengan naga logam api untuk mengelabui Zhen Ji.


Menanggapi ucapan lawannya, Zhen Ji kemudian meningkatkan kecepatan serta kekuatan serangannya.


"Mana mungkin seorang pendekar agung bisa mengalahkan seorang pendekar dewa? Meskipun teknik milikku bukanlah teknik tingkat dewa, akan tetapi kecepatan serta energi qi yang aku miliki lebih besar darinya". Pikir Zhen Ji sambil merubah arah serangan pedang giok miliknya.


Pada awalnya serangan pedang giok milik Zhen Ji beradu dengan naga logam api miliki Xue Yunlei, hal itu karena wanita tua itu merasa dengan energi qi yang dia miliki,vbisa dengan mudah menghancurkan serangan Xue Yunlei.


Tetapi karena hasil yang dia peroleh tidak sesuai dengan harapannya,sehingga kini serangannya akan menghindari naga logam api dan ingin menyerang langsung ke arah tubuh Xue Yunlei dengan memanfaatkan keunggulan kecepatan yang dia miliki.


Dalam waktu yang tergolong sangat singkat, naga logam api milik Xue Yunlei kini menyerang udara kosong, sebab saat Zhen Ji merubah arah serangannya, hal itu tidak bisa diantisipasi olehnya.


Sedangkan serangan pedang giok milik Zhen Ji kini telah menemukan sasaran yang tepat.


Booommm


Suara ledakan terjadi saat serangan pedang giok milik Zhen Ji mengenai tubuh Xue Yunlei.


Tubuh pemuda itu langsung terhempas jauh kebelakang setelah terkena serangan pedang giok milik Zhen Ji.

__ADS_1


Merasa rencananya telah berhasil, wanita tua itu langsung tersenyum penuh kemenangan.


~Bersambung~


__ADS_2