
Xie Yi langsung menyalurkan energi qi yang dia miliki kedalam tubuh Xue Yunlei agar pemuda itu bisa kembali siuman.
Pendekar agung itu meminta seorang leluhur lainnya yang juga adalah seorang pendekar agung untuk menyalurkan energi qi yang dia miliki.
Saat keduanya sedang menyalurkan energi qi kedalam tubuh Xue Yunlei, datang Zhuan Zhu, Zhen Ji, Huaxianzi serta sembilan peri lainnya dan langsung menyuruh kedua leluhur sekte Tongtian itu untuk beristirahat.
"Biarkan penguasa menelan pil esensi energi ini agar bisa terserap bersama dengan energi qi yang akan kita salurkan." Ucap Huaxianzi sambil menyerahkan sebuah pil yang memiliki esensi yang sangat kuat.
Setelah pil itu telah masuk ketubuh Xue Yunlei Huaxianzi dan Xiannu segera menyalurkan energi qi yang mereka berdua miliki kedalam tubuh Xue Yunlei.
Melihat energi keduanya mulai banyak terkuras, Zhuan Zhu dan Zhen Ji segera membantu kedua peri itu untuk menyalurkan energi qi yang mereka berdua miliki.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Xue Yunlei kini mulai sadarkan diri. Dengan perlahan pemuda itu kini mulai membuka matanya dan mulai menatap semua orang yang ada disampingnya.
"Bagaimana keadaan Guan Renfu? Apakah dia masih hidup?." Tanya Xue Yunlei karena tidak mengetahui kondisi lawannya itu.
"Tidak, dia telah tewas akibat serangan tuan muda." Jawab Xie Yi.
"Apakah kita telah memenangkan pertempuran yang kita lakukan?." Tanya Xue Yunlei lagi.
"Iya! Kita sudah memenangkan pertarungan itu." Jawab Zhuan Zhu.
"Baguslah jika kita telah memenangkan pertarungan itu. Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh senior Zhuan Zhu dan juga senior Zhen Ji." Ucap Xue Yunlei sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Jika tanpa bantuan kalian berdua, pasti kita akan sulit untuk memenangkan pertarungan ini." Lanjutnya lagi.
"Tidak perlu berterima kasih kepadaku, itu sudah menjadi kewajibanku untuk bertarung bersama-sama denganmu." Zhuan Zhu memberikan tanggapan.
"Aku juga hanya ingin membalas kebaikan hati pendekar Xue, sehingga tidak perlu untuk berterima kasih kepadaku." Sambung Zhen Ji.
"Kedua senior tidak boleh berkata seperti itu, sebab setiap bantuan dari siapa pun meskipun itu adalah bantuan yang kecil, tetapi aku akan tetap berterima kasih kepada orang yang membantu diriku bersama dengan mereka." Ucap Xue Yunlei sambil menatap kearah sepuluh peri yang bersama dengannya.
"Senior berdua tidak perlu sungkan denganku, karena aku sudah menganggap kalian berdua seperti keluarga ku sendiri."
"Jika kita memiliki waktu yang luang, aku akan memberikan hadiah kepada kalian berdua tanpa harus berebut dengan orang lain." Tutup Xue Yunlei dan langsung menutup matanya untuk kembali memperkuat pondasi basis kultivasinya.
Melihat Xue Yunlei telah bermeditasi, Xiannu segera membagikan pil esensi energi kepada keempat orang yang telah menyalurkan energi qi mereka ketubuh Xue Yunlei agar bisa secepatnya memulihkan kekuatan mereka.
__ADS_1
Setelah menerima pil esensi energi, Zhuan Zhu, Zhen Ji, Xie Yi dan seorang leluhur langsung melakukan meditasi untuk menyerap esensi yang terkandung didalam pil tersebut.
Kedua peri itu juga melakukan meditasi agar kekuatan mereka berdua bisa kembali pulih seperti sediakala.
Kelompok tersebut seakan tidak menghiraukan situasi yang terjadi ditempat yang tidak jauh dari tempat dimana mereka berada.
***
"Hua Qiangu, cepat serahkan peta itu kepadaku." Ujar Meng Lijun.
"Senior Meng, sepertinya kedatanganmu sama sekali tidak membantu kami sedikitpun, apakah anda pantas untuk mendapatkan peta ini?." Balas Hua Qiangu.
"Apakah kau ingin mengingkari perkataanmu sebelumnya?." Meng Lijun menanggapi.
"Aku tidak ingin mengingkari perkataanku sebelumnya, tetapi kedatangan senior Meng Lijun tidak membantu kami sedikitpun, sehingga menurutku tidak pantas lagi senior meminta peta ini." Tutur Hua Qiangu lagi.
"Sebelum kau meminta bantuan kepada ku, apa yang kau katakan sebagai syarat untuk bisa memiliki peta itu?." Tanya Meng Lijun dengan nada suara yang tinggi.
"Apakah sudah ada yang terpilih sebagai pendekar terkuat diantara kalian?." Hua Qiangu balik bertanya.
Mendapatkan pertanyaan dari ketua partai Qing Ceng, membuat wanita sepuh itu terdiam. Sebab jika dipikir-pikir, pendekar terkuat saat itu sudah bisa dipastikan adalah Xue Yunlei.
"Kenapa senior Meng Lijun tidak menjawab pertanyaanku? Apakah menurut senior masih ada pendekar yang lebih hebat darimu?." Ujar Hua Qiangu sambil tersenyum.
"Pengemis tua itu tidak lagi menginginkan peta tersebut, sehingga sudah sewajarnya aku meminta peta itu." Jawab Meng Lijun sekenanya saja.
"Apakah senior Ming Chuan tidak menginginkan peta ini?." Tanya Hua Qiangu sambil menatap kearah Dewa Pencuri itu.
"Sepertinya aku sudah tidak tertarik lagi dengan peta itu." Jawab Ming Chuan.
"Bagaimana dengan senior Yu Fei, apakah benar sudah tidak tertarik dengan peta ini?." Tanya Hua Qiangu lagi sambil menatap pengemis tua itu yang saat itu sedang berdiri bersama dengan Yu Wang beserta para petinggi perguruan Mi Huang.
"Tidak, untuk apa memiliki peta itu jika hidupku tidak akan tenang? Lebih baik tidak memilikinya." Jawab Yu Fei sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah, sepertinya peta ini memang sudah menjadi milik senior Meng Lijun."
"Dan karena sekte Angsa Putih juga siap untuk membantu kami, aku juga akan memberikan peta yang satunya lagi." Tutup Hua Qiangu sambil menyerahkan kedua gulungan peta yang dibuatnya sendiri.
__ADS_1
Hua Qiangu berpikir, meskipun pertempuran yang terjadi saat itu telah mengakibatkan kerugian besar dipihak mereka, namun sekte Tongtian akan merasakan juga hal yang sama dengan apa yang mereka rasakan saat itu.
Yang Jinceng dan Meng Lijun segera mengambil dua gulungan yang diberikan oleh Hua Qiangu dan segera menyimpannya.
"Sepertinya aku salah karena telah menolak untuk memiliki peta yang diberikan oleh Hua Qiangu." Yu Fei membantin.
"Aku tidak bisa mengetahui apa yang dia rencanakan sehingga memberikan peta yang dia ciptakan sendiri kepada kedua sekte besar itu." Pikirnya lagi.
***
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Xue Yunlei dan yang lainnya telah selesai mengembalikan kekuatan yang mereka miliki.
Setelah semuanya berdiri, Zhuan Zhu pun segera bertanya.
"Pendekar Xue, saat ini apa yang harus kita lakukan?."
Mendengar pertanyaan Zhuan Zhu, Xue Yunlei pun sedikit berpikir terlebih dahulu dan balik bertanya.
"Apakah anggota partai Qing Ceng sudah tidak memberikan perlawanan?."
"Sepertinya begitu, sebab kita sudah tidak mendengar suara pertarungan lagi." Jawab Zhuan Zhu.
"Ayo kita pergi untuk memeriksa keadaan mereka." Ajak Xue Yunlei yang kemudian melesat kearah dimana para pendekar itu berada dan diikuti oleh semua yang ada bersama dengannya.
Sesaat kemudian mereka pun tiba di tempat dimana pertempuran besar itu terjadi dan membuat semua mata menatap kearah mereka dengan penuh tanda tanya apa yang akan dilakukan oleh pemuda yang baru saja tiba itu.
"Sepertinya kalian sudah tidak ingin lagi melanjutkan pertarungan. Apakah kerugian yang kalian alami ini belum membuat kalian menyerahkan beberapa penduduk desa yang hilang itu?."
Kata-kata Xue Yunlei setelah tiba ditempat dimana Yu Fei, Ming Chuan serta pendekar lainnya berada sambil menatap kearah Hua Qiangu.
"Kakak tertua, jika orang yang pendekar Xue Yunlei maksudkan itu ada pada kalian, cepat serahkan saja." Ucap Tan Kiong yang adalah ketua perguruan Tapak Besi mendorong Hua Qiangu untuk memenuhi keinginan Xue Yunlei.
"Iya, apa yang dikatakan oleh adik Tan Kiong itu sangat tepat, sebab saat ini kita sudah mengalami kerugian yang sangat besar. Dan itu menurutku tidak sebanding dengan orang-orang dari desa yang telah leluhur Jiang Qun hancurkan." Sambung Yue Ma menyetujui usulan adik seperguruannya itu.
Dua adik seperguruan Hua Qiangu juga mendukung usulan tersebut.
Hal itu karena mereka tidak mengetahui rencana yang diatur oleh Hua Qiangu.
__ADS_1
Mendapatkan dorongan dari keempat adik seperguruannya membuat Hua Qiangu terdiam dan memikirkan cara agar rencananya untuk menghancurkan sekte Tongtian tetap bisa tercapai.
~Bersambung~