PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 167. Mengungkapkan Penyamaran


__ADS_3

Setelah sedikit berpikir akhirnya Fan Zhu kembali berkata kepada Huaxianzi.


"Nyonya, tolong lepaskan mereka! Masalah mereka telah mengganggu anggota organisasi Awan Merah biar kami yang selesaikan, karena itu memang sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai pasukan pengamanan kota Chang'an ini." Tuturnya menjelaskan.


"Komandan Fan Zhu, mohon maaf jika aku tidak mau mengikuti permintaan mu, sebab aku hanya bisa diperintah oleh tuanku." Balas Huaxianzi.


Fan Zhu merasa terkejut setelah mendengar wanita didepannya menyebut namanya.


"Sepertinya benar dugaanku, wanita ini sedang menyamar dan pasti dia adalah salah satu wanita yang waktu itu bersama dengan ketua Xue Yunlei."


"Apa yang harus saya lakukan? Jika aku memaksa, itu akan mendatangkan masalah yang serius bagiku serta bagi kota Chang'an ini."


Fan Zhu menjadi dilema dengan situasi yang dia hadapi saat itu.


Di tempat yang berbeda di dalam kota Chang'an kini Xue Yunlei mulai bertanya kepada salah satu pelindung kota yang dia tangkap.


"Sebenarnya siapa dalang yang menyewa kelompok perampok itu untuk mengganggu anggota organisasi Awan Merah? Apakah penguasa Li Xin atau putranya?."


"Dan aku berharap senior bisa menjawab dengan jujur agar aku tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah."


"Jadi, siapa yang merencanakan semua ini?." Tanya Xue Yunlei lagi.


"Siapa kamu? Mengapa kau berani menyerang ku di dalam kota Chang'an ini?." Pria sepuh itu balik bertanya kepada Xue Yunlei.


"Menurut senior, siapa yang berani melakukan hal ini?." Xue Yunlei balik bertanya menanggapi pertanyaan pria itu.


Pria sepuh itu terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaan Xue Yunlei, karena dirinya terlihat seperti sedang berpikir.


"Apakah kau ini adalah ketua Xue Yunlei?." Ucap pria itu menebak.


"Ternyata ingatan senior masih sangat baik, sehingga bisa menebak siapa diriku. Sangat menarik." Balas Xue Yunlei.


"Bagaimana? Apakah saat ini senior akan menjawab pertanyaanku?." Lanjutnya.


"Ketua Xue, semua ini diperintahkan oleh tuan muda Li Yan. Dan tuan Li Xin tidak mengetahui tentang hal ini." Jawab pria sepuh itu.


"Oh...ternyata pemuda itu tidak ada sedikitpun rasa takut dengan diriku. Baiklah, aku akan memberikan imbalan atas perbuatannya ini." Gumam Xue Yunlei setelah mendengar jawaban dari pria sepuh itu.


"Karena kau telah menjawab pertanyaanku, aku akan mengampunimu, tetapi untuk saat ini aku tidak bisa melepaskanmu." Ucap Xue Yunlei sambil menotok jalan darahnya agar tidak bisa melarikan diri serta melakukan perlawanan.


Setelah itu Xue Yunlei pun segera pergi membawa pria itu untuk menuju ke restoran Wenchang.


Seluruh penduduk hanya bisa melihat kepergian Xue Yunlei yang membawa pria sepuh yang adalah pelindung kota mereka.


Sesampainya Xue Yunlei di restoran Wenchang, pemuda itu melihat Huaxianzi sedang berbicara dengan Fan Zhu.

__ADS_1


Saat komandan pasukan pengamanan kota Chang'an itu sedang berpikir langkah apa yang harus dia lakukan selanjutnya, Xue Yunlei tiba-tiba memanggil namanya.


"Komandan Fan Zhu, apakah anda ingin menghalangi tindakanku?."


Fan Zhu yang namanya disebut langsung menatap kearah sumber suara tersebut.


Sang komandan sangat terkejut melihat sosok yang memang sudah dia pikirkan sebelumnya sehingga dirinya menjadi dilema untuk mengambil tindakan.


"Ketua Xue, ternyata memang benar dugaanku jika wanita ini adalah orang yang dekat dengan mu, karena kata-katanya sama persis dengan apa yang biasa kau katakan."


"Meskipun wajahmu berbeda, namun suara dan sikapmu serta kau bisa mengenali diriku, membuat ku sangat yakin jika itu adalah dirimu." Ujar Fan Zhu.


"Jika kau telah mengenali diriku, apakah kau masih berniat untuk menghentikan tindakan ku ini?." Tanya Xue Yunlei sambil berjalan mendekati sang komandan.


"Kami memberi homat kepada Ketua!." Seru anggota organisasi Awan Merah secara serentak setelah memastikan jika pria itu adalah Xue Yunlei.


"Hormat kalian aku terima." Balas Xue Yunlei.


"Ketua, maafkan kami karena tidak bisa mengenalimu." Ucap Zhao Ning yang memang pernah melihat wajah Xue Yunlei.


"Sudahlah, tidak perlu tetua Ning Zhao berkata seperti itu, aku memang saat ini tidak ingin dikenali oleh siapapun, namun karena kalian dianggap remeh oleh mereka, sehingga aku tidak bisa menahan amarahku dan mengungkapkan penyamaranku." Balas Xue Yunlei.


"Jadi, sekarang apakah kau saat ini ingin mencegah tindakanku?." Tanya Xue Yunlei lagi sambil menatap kearah Fan Zhu.


"Ketua Xue... " Fan Zhu tidak bisa melanjutkan perkataannya.


Li Xin datang bersama dengan tiga pelindung kota lainnya beserta seorang jenderal dan pasukannya.


Fan Zhu yang tidak bisa melanjutkan perkataannya karena dipotong oleh pertanyaan Li Xin segera menyambut kedatangan penguasa kota Chang'an itu dan langsung memberi hormat sambil berkata.


"Penguasa, orang itu adalah ketua Xue Yunlei."


Fan Zhu segera mengungkapkan identitas orang yang membuat keributan itu agar Li Xin bisa menguasai dirinya.


"Apa katamu? Ketua Xue Yunlei?." Tanya Li Xin untuk memastikan.


"Iya penguasa." Jawab Fan Zhu singkat.


Mendapatkan kepastian dari Fan Zhu, amarah sang penguasa kota itu langsung memudar dan segera menunjukkan sikap yang berbanding terbalik dengan sebelumnya.


Hal itu karena dia telah mendengar cerita tentang kehancuran partai Qing Ceng serta terbunuhnya seorang pendekar dewa bumi yang dilakukan oleh sosok yang berada didepannya saat ini.


Perasaan yang sama juga dirasakan oleh tiga orang pendekar dan jenderal yang berada di dekatnya.


"Senang bisa bertemu lagi dengan tuan Li Xin. Tetapi yang sangat disayangkan karena pertemuan kita selalu karena masalah yang ditimbulkan olehku." Ucap Xue Yunlei menyambut kedatangan sang penguasa kota.

__ADS_1


Mendapatkan sambutan dari Xue Yunlei, Li Xin hanya bisa tersenyum tipis menanggapinya.


Namun setelah tatapannya tertuju kearah salah satu pelindung kota Chang'an yang sudah dalam keadaan tidak berdaya, hati dan pikiran Li Xin langsung menjadi kacau.


Hal itu karena dia juga yang menjadi otak dari tindakan yang dilakukan oleh kelompok perampok itu.


"Ada apa tuan Li Xin? Apakah ada yang salah dengan keadaan senior ini?." Tanya Xue Yunlei sambil tersenyum licik menatap sang penguasa kota.


Setelah Li Xin tidak menjawab pertanyaannya, Xue Yunlei kembali berkata.


"Sepertinya tuan Li Xin sangat terkejut setelah melihat senior ini, apakah tuan Li Xin memang mengetahui tindakan dari kelompok perampok ini?."


Li Xin tidak bisa menjawab pertanyaan Xue Yunlei sehingga membuat pemuda itu berkata.


"Jangan-jangan kau yang memerintahkan mereka!." Tutur Xue Yunlei dengan nada suara yang tinggi.


"Ti...tidak! Bukan aku yang memerintahkan mereka." Balas Li Xin menanggapi perkataan Xue Yunlei.


"Terus, menurutmu siapa yang memerintahkan mereka untuk mengganggu orang-orang ku?."


"Penguasa Li Xin, siapa yang telah membuat keributan? Dimana orangnya?." Tanya Ye Tian yang baru saja tiba bersama dengan puluhan anggota sekte Angsa Putih.


"Aku yang melakukannya!." Jawab Xue Yunlei.


"Beraninya kau membuat... "


"Tetua Ye, jangan berani membentaknya, dia itu adalah ketua Xue Yunlei." Ujar komandan Fan Zhu memberitahukan siapa orang yang akan dibentak olehnya.


"Ketua Xue Yunlei? Apa benar dia adalah ketua Xue Yunlei?." Tanya Ye Tian merasa tidak percaya dengan apa yang Fan Zhu sampaikan.


"Sepertinya teknik penyamaran yang diajarkan oleh senior Zhuan Zhu sangat sempurna, sehingga diriku benar-benar tidak bisa dikenali oleh siapapun." Ucap Xue Yunlei sambil tersenyum bangga.


Akhirnya pemuda itu langsung melepaskan penyamarannya agar mereka bisa melihat jika itu memang benar adalah dirinya.


Melihat penampilan Xue Yunlei yang sebenarnya, akhirnya Ye Tian pun langsung merasa sangat yakin jika itu adalah pemuda yang telah membunuh Guan Renfu.


"Mohon ampun atas kelancanganku, sebab aku tidak bisa mengenali ketua Xue Yunlei." Ucap Ye Tian sambil bersujud diikuti oleh anggota sekte yang ikut bersama dengannya.


Hal itu karena Ye Tian tidak ingin Xue Yunlei merasa tersinggung lagi, sebab saat di markas partai Qing Ceng, sekte mereka secara terang-terangan ingin membantu partai tersebut.


"Tetua Ye Tian, jangan menunjukkan sikap seperti itu. Silahkan berdiri." Ucap Xue Yunlei.


"Aku tidak berani." Balas Ye Tian.


"Tetua Ye, perkataanmu itu tidak aku masukan kedalam hati, jadi berdirilah." Ungkap Xue Yunlei sambil kembali menyuruh pria tua itu untuk berdiri.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2