PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 162. Situasi Setelah Pertempuran


__ADS_3

Melihat Hua Qiangu masih berpikir untuk memberikan penjelasan kepada Xue Yunlei serta kepada keempat adik seperguruannya, Jiang Qun yang saat itu sedang terluka langsung berbicara.


"Ketua Hua Qiangu tidak mengetahui dimana orang yang pendekar Xue maksudkan itu, sebab semua itu dilakukan oleh adik seperguruanku bersama dengan beberapa anggota partai Qing Ceng yang saat itu sedang berada di kota Shenmu."


"Tetapi menurut apa yang disampaikan oleh adik seperguruanku bahwa pada saat itu mereka telah membunuh semua penduduk di desa itu, sehingga tidak ada lagi yang tersisa."


"Sehingga saat ini kami hanya bisa mengakui atas kesalahan yang telah dilakukan oleh adik seperguruanku itu." Tutup Jiang Qun menjelaskan.


Setelah mendengar penjelasan Jiang Qun, Xue Yunlei hanya bisa tersenyum menyeringai sambil menatap kearah pria sepuh itu.


"Dimana adik seperguruanmu itu?." Tanya Xue Yunlei.


Jiang Qun hanya menatap kearah sosok tubuh yang telah terbujur kakuh tidak jauh darinya.


Saat Xue Yunlei menatap wajah pria sepuh yang sudah tidak bernyawa lagi itu, dia langsung bisa mengenalinya.


Pria sepuh itu yang awalnya terlebih dahulu menyerang Xue Yunlei bersama dengan Xiangwei dan yang lainnya sebelum penyerangan untuk yang kedua kalinya oleh mereka di kota Shenmu.


"Sepertinya pria sepuh ini yang menjadi dalang dari pertempuran kita sebelumnya, sebab pasti karena merasa tidak mampu menghadapi kami, sehingga dia memanggil saudara seperguruannya yang lain untuk mengalahkan kita." Pikir Xue Yunlei.


"Apakah tuan Tang Hao serta nona Tang Rong sedang tidak berada di desa saat serangan itu terjadi?."


"Semoga mereka masih hidup dan kembali bisa bertemu denganku."


Xue Yunlei terus berpikir segala kemungkinan yang terjadi pada orang-orang yang menyelamatkan dirinya.


Sedangkan Jiang Qun dan yang lainnya tidak berani untuk mengganggu keterdiaman pemuda itu, sebab tindakan tersebut bisa merugikan bagi mereka.


Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya Zhuan Zhu memberanikan diri untuk bersuara.


"Pendekar Xue, meskipun kita membunuh mereka semua, itu tidak akan memperbaiki masalah yang telah terjadi."


"Yang bisa mereka lakukan adalah memperbaiki sikap mereka agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang bisa mendatangkan kerugian bagi orang lain."


"Itu menurut pemikiran ku, tetapi apa yang akan dilakukan selanjutnya, semua itu terserah pendekar Xue."


"Dan apa pun yang akan dilakukan, aku juga akan selalu berada disamping mu untuk melakukan hal tersebut." Tutup Zhuan Zhu dengan penuh ketegasan.


"Baiklah, saat ini kalian semua harus berterima kasih kepada senior Zhuan Zhu, sebab aku tidak membunuh kalian hari ini itu berkat dirinya." Ucap Xue Yunlei.


"Urusanku ditempat ini sudah selesai, pastikan kedepan kalian tidak melakukan hal yang membuatku kembali kesini untuk melenyapkan partai Qing Ceng ini."


"Tidak hanya partai Qing Ceng saja, melainkan sekte serta tiga perguruan ilmu bela diri yang bergabung dengan mereka akan aku ratakan juga."

__ADS_1


"Senior Zhuan Zhu, senior Zhen Ji ayo kita pergi dari sini." Ucap Xue Yunlei sambil menatap sepuluh peri dan memberikan isyarat kepada mereka untuk pergi juga.


Sebelum meninggalkan tempat itu, Xue Yunlei juga berpamitan dengan orang-orang yang dekat dengannya serta semua pendekar lainnya.


Setelah selesai berpamitan, Xue Yunlei pun berkata.


"Kami pergi dulu, silahkan kalian melanjutkan apa yang ingin kalian lakukan ditempat ini."


Pendekar muda itu segera membuat gerakan simbol di kedua tangannya dan kemudian melepaskan kearah dinding formasi pelindung milik partai Qing Ceng.


Dinding transparan itu langsung hancur saat terkena cahaya yang dilepaskan oleh Xue Yunlei.


Tindakannya itu membuat semua pendekar yang hadir di tempat itu merasa terkesima dengan kemampuan yang dia miliki.


Tidak terkecuali dengan Meng Lijun. Pendekar dewa bumi itu tidak menyangka jika Xue Yunlei dengan mudah menghancurkan formasi pelindung milik partai Qing Ceng yang dirinya saja tidak bisa melakukan hal itu.


"Sangat jenius, sebelumnya tidak ada satu pun pemuda seusianya yang bisa menguasai begitu banyak teknik seperti dirinya." Gumam Meng Lijun.


"Aku yang sudah ratusan tahun menjadi seorang pendekar ini saja, tidak bisa dengan mudah menghancurkan formasi pelindung itu." Pikirnya lagi sambil menatap punggung kelompok Xue Yunlei yang telah pergi meninggalkan tempat tersebut.


Yu Fei, Yu Wang, Ming Chuan serta Xie Yi bersama para petinggi sekte Tongtian dan perguruan Mi Huang segera mengikuti kelompok Xue Yunlei untuk meninggalkan tempat itu dan diikuti juga oleh pendekar raja dan juga pendekar master yang menunggu diluar wilayah markas partai Qing Ceng.


Sedangkan Xue Bang dan Shang Mingmei segera berjalan di samping Xue Yunlei saat pemuda itu tiba didekat mereka berdua.


"Bocah, apakah kau tidak mengajak kami berdua?." Sambung Yu Fei yang saat itu sudah tiba bersama Ming Chuan.


"Sebenarnya dua orang sepuh sudah cukup untuk duduk minum teh bersama denganku, tetapi karena ada dua orang sepuh yang ingin bergabung, terpaksa aku tidak bisa menolaknya." Balas Xue Yunlei sedikit bercanda.


"Hei Bocah! Manusia bermuka banyak itu belum lama kau mengenalnya, mengapa kau lebih memilih dia untuk selalu menemanimu?." Tanya Yu Fei seakan merasa cemburu dengan Zhuan Zhu.


"Waktu tidak menentukan siapa yang bisa menjadi kawan atau lawan, karena semua itu tergantung dari penilaian ku sendiri."


"Jika aku merasa bisa mempercayai seseorang, saat baru pertama kali bertemu saja, aku sudah bisa memberikan kepercayaan ku kepadanya."


"Tetapi jika aku tidak mempercayai seseorang, seratus tahun bersama dengannya pun, aku tetap tidak akan memberikan kepercayaan ku kepadanya."


"Jika demikian, berarti kau masih meragukan ketulusanku yang selalu membantu mu?." Yu Fei menyela perkataan Xue Yunlei.


"Bagaimana aku bisa percaya denganmu, jika kau memiliki banyak urusan yang harus kau kerjakan." Balas Xue Yunlei.


"Ahhh...sudahlah, yang terpenting aku makan daging panggang dan minum arak gratis hari ini." Ujar Yu Fei.


"Ming Chuan, kau harus menemaniku sampai mabuk." Lanjutnya.

__ADS_1


"Baiklah, hari ini aku siap untuk bersaing dengan mu minum arak sampai puas." Balas Ming Chuan.


Mereka pun terus melanjutkan perjalanan untuk kembali ke kota Rong Cheng.


Kedatangan mereka dikota Rong Cheng sudah dinantikan oleh penguasa kota itu di atas benteng kota yang dibawahnya adalah gerbang kota itu.


Zou Wenli langsung tersenyum saat melihat sosok yang dia nantikan.


"Ternyata tuan Xue Yunlei bisa membereskan partai Qing Ceng."


"Sepertinya ini menjadi suatu pukulan yang telak bagi kelompok pendukung Xia Jie itu."


"Aku ingin melihat, apa yang akan dia lakukan setelah mendengar kehancuran partai Qing Ceng."


Zou Wenli terus berpikir tentang dampak yang akan dirasakan oleh Xie Jie atas kekalahan yang dialami oleh partai Qing Ceng.


Penguasa kota Rong Ceng itu pun langsung turun untuk menyambut kedatangan kelompok Xue Yunlei.


Akan tetapi dibelakang kelompok Xue Yunlei terlihat rombongan para pendekar dari sekte Tongtian dan juga para pendekar dari perguruan Mi Huang terus mengikuti mereka.


Setelah tiba di gerbang kota Rong Cheng, Xue Yunlei langsung disambut Zou Wenli.


"Selamat atas keberhasilan tuan Xue!."


"Terima kasih atas penyambutannya." Balas Xue Yunlei.


"Tuan Xue, bagaimana jika aku menjamu kalian semua di aula utama balai kota Rong Cheng?." Zou Wenli memberikan tawaran.


Xue Yunlei pun segera menatap ke arah kelompoknya serta ke arah rombongan yang berdiri dibelakang mereka.


"Baiklah, tetapi kau juga harus mengundang para petinggi sekte Tongtian dan para petinggi perguruan Mi Huang." Balas Xue Yunlei.


"Itu sudah pasti, mana mungkin aku tidak akan mengundang orang - orang yang mendukung tuan Xue!?." Ujar Zou Wenli.


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju ke balai kota Rong Cheng.


Setelah tiba, Zou Wenli pun segera mengadakan jamuan makan serta menyiapkan arak terbaik di kota Rong Cheng itu.


Sedangkan di wilayah partai Qing Ceng, kini mereka mulai membersihkan kekacauan yang ada untuk memakamkan seluruh korban yang tewas ditempat itu.


Dan untuk para pendekar yang berasal dari sekte serta perguruan Ilmu bela diri yang datang ke markas partai Qing Ceng, langsung bergerak untuk kembali ke markas mereka masing-masing.


Sama halnya dengan Meng Lijun dan anggota sekte Chuan Hao serta Yang Jinceng dan anggota sekte Angsa Putih. Mereka juga telah kembali ke markas sekte mereka masing-masing.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2