PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 97. Menggali Informasi


__ADS_3

Setelah Xue Yunlei sampai di tempat dimana pemuda itu berada, ia segera menotok juga jalan darahnya agar tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Ada banyak pasang mata yang melihat tindakan Xue Yunlei tersebut.


Namun dia tetap santai dan menyeret tubuh pemuda itu masuk lagi kedalam kamar.


"Cepat habisi saja mereka! ". Teriak Bao Meng Ling kepada Xue Yunlei.


" Kamu diam saja disitu, ada hal yang ingin aku lakukan dan tanyakan kepada mereka ". Xue Yunlei menanggapi.


" Apa lagi yang ingin kamu lakukan dan tanyakan kepada mereka? ". Tanya Bao Meng Ling.


" Dasar gadis bodoh! ". Bentak Xue Yunlei.


" Kamu, mengapa terus memanggilku dengan sebutan itu? Apakah tidak ada panggilan yang bisa membuatku senang? ". Bao Meng Ling menanggapi dan langsung melontarkan pertanyaan dengan nada kesal.


Xue Yunlei tidak lagi menanggapi kata-kata Bao Meng Ling, ia segera mendekati salah satu pria yang adalah bawahan pemuda yang ingin menjebaknya dan mulai bertanya.


" Sudah berapa lama kalian melakukan tindakan ini? ". Tanya Xue Yunlei.


Pria yang ditanyakan hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


" Oh, jadi kamu ingin menguji kesabaranku? Baiklah, aku akan menunjukkan juga bagaimana caranya jika aku melakukan interogasi ". Tutur Xue Yunlei dengan nada suara mengancam.


Xue Yunlei segera mematahkan salah satu jari pria yang dia interogasi.


Teriakan pun keluar dari mulut pria itu saat salah satu jarinya di patahkan.


" Bagaimana rasanya? Apakah kamu ingin aku melakukannya untuk semua jari tangan dan kakimu secara perlahan hingga mematahkan tulang - tulangmu? ".


" Aku tidak akan membunuhmu, tetapi aku akan membuat dirimu merasakan hidup tetapi sudah mati dan menjadi sampah hingga mati secara perlahan ". Tutup Xue Yunlei memberikan ancaman.


" Bagaimana? Kamu masih tidak mau untuk menjawab pertanyaanku? ". Tanya Xue Yunlei kemudian kembali memegang salah satu jari tangan pria itu untuk mematahkannya.


Pria itu masih tetap diam dan tidak mau menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


" Achhkk". Teriakan kembali terdengar saat salah satu jari tangannya kembali dipatahkan oleh Xue Yunlei.


"Masih ingin bertahan? Baiklah, aku akan terus melakukannya sebelum kamu menyuruhku untuk menghentikan apa yang aku lakukan".


Xue Yunlei kembali meraih salah satu jari tangan pria itu untuk mematahkannya.


Teriakan demi teriakan kembali terdengar dari dalam kamar yang ditempati oleh Xue Yunlei dan Bao Meng Ling.


"Ternyata kamu kuat juga menahan siksaan yang aku lakukan".


" Aku hanya ingin mengingatkanmu, jika kamu sudah tidak berguna lagi untuk orang yang kau bela mati - matian, pasti kamu akan dicampakkan dan hanya menjadi gelandangan dijalanan desa ini. Apakah kamu mau seperti itu? ". Ujar Xue Yunlei ingin menyerang psikologi pria tersebut.

__ADS_1


Akan tetapi pria itu masih tetap teguh untuk menyimpan rahasia orang yang menyuruh mereka.


" Baiklah, kalau begitu aku akan menghilangkan semua kultivasimu". Ucap Xue Yunlei dan langsung memukul tubuh pria itu.


Dua orang lainnya merasa takut dengan apa yang Xue Yunlei lakukan, sebab pendekar bertopeng itu tidak membunuh rekan mereka, melainkan hanya melumpuhkan dan menghilangkan kultivasi nya.


Setelah menghilangkan kultivasi salah satu pria, Xue Yunlei kembali mendekati pria yang satunya lagi.


"Bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk merasakan penyiksaan ku? ". Tanya Xue Yunlei dengan tatapan yang penuh ancaman.


" Ti...tidak! Aku akan menjawab pertanyaan tuan sedetail mungkin ". Jawab pria yang didekati oleh Xue Yunlei.


" Sepertinya kamu lebih pintar dari dirinya ". Xue Yunlei menggapi jawaban pria itu sambil menunjuk ke arah pria lumpuh.


Saat Xue Yunlei baru saja ingin melanjutkan tindakannya, tiba-tiba muncul seorang pria paruh baya menghentikannya.


" Hentikan! Siapa kamu yang begitu berani membuat kekacauan di penginapan ini? ".


" Siapa aku? Tidak lama lagi kamu pasti akan mengetahui siapa aku tanpa menyebutkan namaku ". Balas Xue Yunlei sambil tersenyum sinis menatap kearah pria tua yang baru saja tiba tersebut.


" Pak tua, melihat penampilanmu sepertinya anda adalah seorang yang sangat berwibawa dan juga sangat bijaksana ".


" Tetapi dengan caramu melontarkan kata - kata saat tiba disini membuat anggapanku sangat keliru".


"Anda tidak ingin bertanya terlebih dahulu mengapa hal ini bisa terjadi, tetapi kamu langsung menyalahkan diriku".


" Aku langsung berpikir, apakah kamu dalang dari semua tindakan yang telah mereka lakukan selama ini? Ataukah anda adalah kerabat terdekat pemuda itu? ".


" Lancang! Anak muda, kamu tidak mengetahui dalamnya lautan dan tingginya langit ".


" Apakah kamu pikir bisa seenaknya bertindak sesuka hatimu di desa ini!? ".


" Aku tidak akan membiarkan dirimu bertindak sesuka hati di desa Ku ini". Tutup pria tua itu.


Xue Yunlei segera melambaikan tangannya dan sebuah cahaya tipis langsung membatasi mereka dengan pria tua itu.


Kemudian sosok bertopeng itu segera melanjutkan tindakannya untuk menggali informasi dari pria yang ingin mengungkapkan apa yang ingin dia ketahui.


"Orang tua itu terlihat sangat sombong dan arogan, aku benci melihatnya". Ujar Bao Meng Ling saat Xue Yunlei tidak melanjutkan perdebatannya dengan pria tua itu.


" Hei gadis kecil, kamu pikir aku tidak bisa menangkap kalian berdua? Tunggu saja, aku akan menghancurkan formasi pelindung ini". Pria tua itu menanggapi perkataan Bao Meng Ling.


"He...he...he...he...he, untung saja dia tidak memakimu". Xue Yunlei mencibir Bao Meng Ling.


" Baiklah, kalau begitu aku akan membunuh pemuda itu! ". Ucap Bao Meng Ling sambil melangkah mendekati orang yang dia incar.


" Hentikan! Jangan kamu apa-apakan cucuku! Jika kamu berani menyentuhnya, aku bersumpah, kalian berdua tidak akan lolos dari tempat ini! ". Teriak pria tua itu.

__ADS_1


" Oh, ternyata benar tebakanku jika kamu adalah kerabat terdekat pemuda ini, tetapi sangat disayangkan, sepertinya anda belum mengenal siapa diriku sebenarnya". Xue Yunlei menanggapi.


"Baiklah, cepat bunuh dia! ". Perintah Xue Yunlei kepada Bao Meng Ling.


" Aku ingin melihat, apakah perkataanmu itu bisa kamu buktikan ". Gumam Xue Yunlei sambil tersenyum melihat apa yang ingin dilakukan oleh Bao Meng Ling.


Bao Meng Ling merasa bingung harus memulai dari mana untuk menghajar pemuda yang masih terbaring di lantai penginapan itu.


Namun karena dia melihat senyuman yang meremehkan dirinya, sehingga untuk mempertahankan gengsinya gadis itu pun mulai menendang tubuh pemuda itu.


" Apakah kamu pikir aku takut untuk melakukannya? Lihat ini...lihat ini! ". Kata - kata yang keluar dari mulut gadis itu sambil memukuli tubuh pemuda yang sedang tidak berdaya tersebut.


Melihat pemuda itu dianiaya oleh Bao Meng Ling, membuat pria tua yang adalah kepala desa didesa itu langsung memerintahkan seorang bawahannya untuk pergi meminta bantuan.


" Cepat panggilkan para leluhur untuk segera datang kesini ! ".


" Ha...ha...ha...ha...ha, sepertinya akan semakin menarik". Gumam Xue Yunlei menanggapi perkataan pria tua itu.


"Baiklah, karena kamu sudah tidak dibutuhkan lagi, jadi aku akan segera mengakhiri penderitaanmu". Ucap Xue Yunlei dan langsung menghabisi pria cacat yang sebelumnya dia interogasi.


Tidak sampai disitu saja, salah satu pria lainnya juga langsung dihilangkan kultivasinya.


Setelah selesai, Xue Yunlei mengajak Bao Meng Ling untuk keluar dari dalam kamar tersebut dan hendak meladeni para leluhur yang akan dipanggil oleh bawahan kepala desa.


Xue Yunlei langsung membawa pergi dua tubuh yang akan menjadi sandera serta sumber informasinya.


Setelah sampai di jalan utama desa, Xue Yunlei segera melepaskan tubuh dua orang yang dia bawa.


"Cepat ceritakan sudah berapa lama kalian melakukan hal itu serta apa tujuannya!? ". Tanya Xue Yunlei.


" Tuan, kami sudah melakukan hal itu selama sepuluh tahun terakhir ini, saat usia tuan muda masih lima belas tahun ".


" Dan tujuannya untuk menangkap setiap wanita cantik hanya untuk memuaskan nafsu birahinya".


"Dan setelah itu, mereka akan dijual ke rumah bordil".


" Sedangkan untuk para lelaki, mereka semua telah dibunuh dan di hanyutkan di sungai ".


" Apakah tindakan kalian diketahui oleh kepala desa? ". Tanya Xue Yunlei lagi.


" Iya tuan, tindakan kami itu semuanya diketahui oleh kepala desa ". Jawab pria itu.


Keterangan yang diberikan oleh pria itu didengar langsung oleh semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut.


" Siapa pemilik penginapan ini? ". Lanjut Xue Yunlei.


" Pemilik penginapan ini adalah anak dari kepala desa sekaligus ayah dari pemuda itu ". Jawab pria itu sambil menunjuk ke arah pemuda yang kini sedang terbaring di tanah.

__ADS_1


" Sepertinya akan sangat tepat jika aku membantai kalian semua yang telah dengan sengaja bekerja sama untuk melakukan tindakan bejat itu ". Gumam Xue Yunlei sambil mengencangkan tinjunya.


~Bersambung~


__ADS_2