PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 109. Kehadiran Xie Yi


__ADS_3

Saat pintu ruang pribadi milik Weng Yuang terbuka, sosok pria sepuh kini terlihat memasuki ruangan tersebut.


"Hormat kepada leluhur agung Xie Yi! ". Ucap Weng Yuang sambil berlutut didepan pria sepuh itu.


" Xue Bang memberi hormat kepada leluhur agung! ".


" Shang Mingmei memberi hormat kepada leluhur agung! ".


" Semuanya berdiri ". Perintah Xie Yi.


Ketiganya segera melakukan apa yang Xie Yi perintahkan.


" Ternyata nona Shang Mingmei sangat cantik, sangat serasi dengan tuan muda Xue Yunlei ".


" Saat aku berada di kota Yin, keluarga Shang menyambut ku dengan sangat baik, mereka juga telah menceritakan tentang perjodohanmu dengan tuan muda Xue Yunlei ".


" Xue Bang, adalah jenius muda sekte Tongtian, dahulunya hanyalah seorang sampah di klan Xue, namun karena mendapatkan petunjuk dari tuan muda Xue Yunlei, akhirnya dia menjadi seorang jenius di klan Xue. Kabar ini juga aku dengar langsung dari tuan Xue Jie ayah dari Xue Bang ".


" Xue Bang sangat mengidolakan tuan muda Xue Yunlei karena menurutnya sangat jenius, dan hal itu memang benar adanya ".


" Aku saja membutuhkan waktu hingga dua ratus tahun lebih untuk bisa mencapai basis kultivasi sebagai seorang pendekar agung ".


" Namun tuan muda Xue Yunlei ini hanya membutuhkan waktu selama beberapa tahun saja tetapi sudah bisa menjadi seorang pendekar agung dan juga dengan mudah telah mengalahkan diriku".


"Sungguh sangat memalukan! ".


" Weng Yuang, begitukah yang ingin kamu katakan? ". Tanya Xie Yi sambil menatap sang patriark.


" Ti...tidak leluhur ". Jawab Weng Yuang.


" Kamu tau? Pemuda delapan belas tahun itu sangat baik, tetapi jika ada yang ingin mencelakai orang yang dekat dengannya serta orang yang dia kasihi, pasti dia akan melakukan apa yang tidak akan kita lakukan tanpa berpikir itu bisa mencelakai dirinya ".


" Dan jika kamu melakukan hal itu kepada mereka berdua, itu berarti kamu sedang mengantarkan sekte Tongtian ini untuk dimusnahkan ". Tutup Xie Yi dengan nada suara kecewa.


" Bukan bermaksud untuk lancang, tetapi mana mungkin leluhur agung menjadi pelayan bagi pemuda itu!? Aku tidak bisa menerima lelucon tersebut ". Weng Yuang menanggapi.


" Jika benar seperti itu, apakah kamu pikir aku melayaninya adalah sebuah lelucon? ". Tanya Xie Yi kepada Weng Yuang.


Weng Yuang hanya bisa diam dan tidak bisa berkata sepatah kata pun.


" Kamu tau, dia itu adalah calon penguasa dunia persilatan, sehingga aku sangat bangga bisa melayaninya ".


" Tidak akan membutuhkan waktu yang lama baginya untuk bisa menjadi seorang pendekar dewa. Sedangkan aku sudah berusia seperti ini saja, belum juga bisa menjadi seorang pendekar dewa ".

__ADS_1


Xue Bang dan Shang Mingmei hanya bisa diam dan tidak berani berkata-kata didepan orang yang sangat dihormati di sekte Tongtian itu.


" Xue Bang, Shang Mingmei apa tujuan kalian datang menemui patriark Weng Yuang? ". Tanya Xie Yi.


" Kami berdua datang ke sini untuk mendapatkan ijin dari patriark untuk bisa kembali ke kota Yin agar bisa bertemu dengan tuan muda Xue Yunlei ". Jawab Xue Bang.


" Oh, jadi seperti itu!? ".


" Weng Yuang, berikan mereka ijin dan perintahkan dua orang tetua tingkat tinggi untuk mendampingi mereka berdua ". Ucap Xie Yi memberikan perintah.


" Baik leluhur! ". Jawab Weng Yuang.


" Aku akan kembali pergi, karena ada urusan penting yang ingin aku lakukan, jaga sekte Tongtian ini sebaik mungkin ".


" Tetapi kamu harus ingat, diusiamu seperti itu, berpikirlah bijaksana, jangan bertindak sesuai dengan egomu".


"Pergilah, panggil dua tetua tingkat tinggi yang akan mendampingi mereka berdua ke kota Yin. Ada yang ingin aku sampaikan kepada mereka berdua". Tutup Xie Yi.


Weng Yuang pun segera pergi untuk menemui dua orang tetua yang akan mendampingi Xue Bang dan juga Shang Mingmei.


Setelah Weng Yuang pergi, Xie Yi kembali berkata kepada kedua muda - mudi dihadapannya.


"Kalian berdua harus menjaga tuan muda Xue Yunlei dengan sebaik mungkin. Dan berikan surat ini kepada nona Bao Meng Ling. Katakan jika surat ini aku yang memberikan kepada kalian untuk diberikan kepadanya".


Mendengar apa yang disampaikan oleh Xie Yi, kedua orang yang dekat dengan Xue Yunlei langsung menanggapi.


"Leluhur, apa yang sedang terjadi dengan tuan muda Xue Yunlei? Dia seorang pendekar agung, mengapa kami harus menjaganya dengan sebaik mungkin!? ". Tanya Xue Bang yang diiyahkan juga oleh Shang Mingmei.


" Sebenarnya tuan muda Xue Yunlei saat ini sedang terluka, sehingga aku meninggalkannya agar menemukan dewa obat untuk menyembuhkannya ". Jawab Xie Yi jujur.


" Apa? Xue Yunlei sedang terluka? Siapa yang bisa meluksinya? ". Tanya Shang Mingmei merasa sangat terkejut.


" Tidak perlu kalian mengetahuinya, karena jika aku bersama dengannya tidak bisa menghadapi sosok yang melukai tuan muda Xue Yunlei, apa untungnya bagi kalian berdua untuk mengetahui siapa yang telah melukainya!? ". Balas Xie Yi.


Setelah beberapa saat kemudian, Weng Yuang telah kembali bersama dengan sepasang sosok yang sudah terlihat tua karena telah berusia seratus tahun lebih.


" Kami memberi hormat kepada leluhur ". Ucap keduanya secara serentak.


" Kalian berdua, dampingi mereka berdua untuk pergi ke kota Yin, sebelum aku kembali, jangan pernah tinggalkan mereka berdua ". Ucap Xie Yi.


" Baik leluhur, kami akan menjaga mereka berdua sebaik mungkin ". Balas kedua sosok tersebut yang adalah tetua tingkat tinggi di sekte Tongtian.


" Kalian sudah boleh bersiap untuk pergi, karena aku juga akan kembali meninggalkan sekte ini". Tutup Xie Yi dan segera pergi.

__ADS_1


Pria sepuh itu terlihat seperti sedang tergesa-gesa saat meninggalkan sekte Tongtian.


Lima orang yang berada di situ hanya bisa mengantarkan mereka dengan tatapan yang penuh tanda tanya.


Setelah mereka sudah tidak bisa melihat Xie Yi, patriark Weng Yuang segera berbalij dan memberikan perintah kepada kedua tetua yang datang bersama dengannya.


"Silahkan kalian pergi untuk bersiap menuju ke kota Yin". Ucap Weng Yuang?


Keempat orang tersebut segera pergi meninggalkan kediaman patriark Weng Yuang.


Xue Bang dan Shang Mingmei segera kembali ke kediaman mereka masing-masing untuk menyiapkan barang - barang yang akan mereka gunakan saat ke kota Yin.


Setelah sudah siap, akhirnya mereka berempat pun meninggalkan sekte Tongtian.


***


Di depan sebuah restoran yang berada di kota Yin, terlihat seorang pengemis tua rentah sedang duduk untuk mengemis.


Pengemis tua itu bisa mendengar setiap percakapan yang ada di dalam restoran tersebut.


Mereka terus membicarakan tentang kedatangan Xue Yunlei ke kota itu.


"Ternyata bocah itu sudah kembali ke kota ini, sepertinya aku harus menemuinya, aku ingin melihat perkembangan pemuda itu, apakah basis kultivasinya sudah meningkat!? ". Pikir pengemis tua tersebut.


Pengemis tua itu tidak lain adalah Yu Fei, ketua umum Partai Kaypang.


Yu Fei segera pergi ke wilayah kediaman klan Xue untuk menemui Xue Yunlei.


Salah satu dari delapan pendekar dewa di negara Xin itu dan memiliki julukan sebagai Dewa Mabuk, dengan cepat sudah berada diatas langit wilayah kediaman klan Xue.


Pria sepuh itu kini mulai menajamkan kesadaran spiritualnya untuk bisa menemukan dimana Xue Yunlei berada.


Namun pria sepuh itu langsung terkejut setelah menemukan Xue Yunlei yang berada dalam keadaan terbaring tidak sadarkan diri.


"Sepertinya bocah ini terlihat sedang terluka, mengapa dia bisa terluka? Bukankah dia sudah sembuh saat terakhir kita bertemu dihutan luar kota Boguan!? ". Gumam Yu Fei.


Karena merasa penasaran, Yu Fei segera turun dan memasuki kediaman Xue Yunlei.


Bao Meng Ling belum menyadari jika ada seseorang yang masuk kedalam kamar Xue Yunlei.


Yu Fei segera memeriksa kondisi kesehatan Xue Yunlei, kelopak matanya langsung terbuka lebar setelah mengetahui luka yang diderita oleh Xue Yunlei.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2