PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 68. Menjadi Peserta


__ADS_3

Setelah sampai di area dimana kompetisi itu di adakan, Ping Yin dan Xue Yunlei segera duduk di salah satu bangku penonton yang telah disediakan.


Cang Cong yang duduk di podium utama segera melihat kehadiran Xue Yunlei dan juga Ping Yin.


Bangsawan itu sedikit iseng untuk melihat kemampuan yang dimiliki oleh Xue Yunlei.


Dirinya belum mengetahui jika kini energi qi milik Xue Yunlei telah kembali sebagian dan sudah setara dengan pendekar petapa.


Sang bangsawan segera membisikkan kepada seseorang untuk memanggil Xue Yunlei agar bisa ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.


Setelah salah satu pertarungan telah selesai, seorang tetua segera memanggil nama Xue Yunlei untuk bisa naik ke atas panggung arena.


"Tuan muda Xiong dari klan Cang segera naik keatas panggung arena pertarungan! ". Panggil seorang tetua yang memimpin kompetisi tersebut.


Xue Yunlei dan juga Ping Yin merasa terkejut saat mendengar namanya dipanggil oleh tetua yang memimpin kompetisi tersebut.


Tidak hanya mereka berdua saja yang merasa terkejut, melainkan Cang Hai serta Shu Yiran pun merasa terkejut dengan hal itu.


"Panggilan kedua untuk tuan muda Xiong agar segera naik keatas panggung arena pertarungan". Panggil tetua itu lagi.


Saat Xue Yunlei menatap ke arah podium utama, dirinya bisa melihat Cang Cong yang sedang duduk dan juga sedang menatap ke arahnya sambil menganggukkan kepala untuk memberikan isyarat kepada Xue Yunlei agar segera naik keatas panggung arena pertarungan.


Xue Yunlei yang mendapat isyarat dari Cang Cong segera berdiri dan melesat terbang keatas panggung arena pertarungan.


Ribuan pasang mata menatap heran sosok pemuda yang baru saja berdiri diatas panggung arena.


Hal itu karena mereka semua tidak mengenal Xue Yunlei.


Hanya segelintir orang saja yang mengenal wajahnya saat sedang bersama dengan Ping Yin dan juga Shu Yiran.


Akan tetapi ada yang berbeda dengan sikap Xue Yunlei saat ini, dimana saat mereka melihatnya, dia adalah sosok yang terlihat idiot.


Sedangkan saat ini, penampilan pemuda itu terlihat sangat berwibawa.


"Mohon maaf sebelumnya, tuan muda Xiong, berapa usiamu saat ini? ". Tanya tetua yang menjadi wasit saat itu.


" Bukan bermaksud untuk bertindak tidak sopan kepada tetua, tetapi menurutku ada baiknya tetua sendiri yang melihat usia tulang murniku". Balas Xue Yunlei menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh tetua itu.


Mendengar jawaban pemuda didepannya, tetua itu segera menajamkan persepsinya dan melihat usia tulang Xue Yunlei.


"Tenyata anak muda ini baru saja berusia 18 tahun, namun kualitas tulang yang dia miliki jauh lebih kuat dari pendekar muda seusianya". Gumam sang tetua merasa terpukau saat mengetahui kualitas tulang Xue Yunlei.


Karena Xue Yunlei telah menekan basis kultivasinya sehingga tetua itu hanya mengetahui bahwa Xue Yunlei adalah seorang pendekar di ranah master saja.

__ADS_1


Sedangkan pendekar muda yang menjadi lawannya berusia 19 tahun dengan basis kultivasi yang sama dengan Xue Yunlei, yaitu pendekar di ranah master.


"Baiklah, pertarungan kalian berdua akan segera dimulai, apakah kalian sudah mengetahui aturan mainnya? ". Ucap sang tetua yang lanjut bertanya.


" Mohon tetua menjelaskan kembali aturannya, sebab aku tidak mengetahui semua aturan yang berlaku ". Xue Yunlei menanggapi.


" Pertarungan ini tidak untuk saling membunuh, siapa yang terjatuh dari panggung arena akan dinyatakan kalah".


"Kalian juga dilarang untuk menghilangkan Ilmu bela diri lawan kalian. Dan jika lawan kalian telah menyerah atau tidak berdaya, kalian harus menghentikan niat kalian untuk menyerang".


" Apakah kalian berdua sudah paham? ". Tanya sang tetua.


" Terima kasih tetua atas penjelasannya, aku sudah mengerti aturan pertandingan ini ". Xue Yunlei menanggapi sambil menangkupkan tangannya.


" Jika kalian berdua sudah mengerti, silakan dimulai ". Ujar sang tetua sambil meninggalkan panggung arena tersebut.


Lawan Xue Yunlei segera bersiap dengan sebuah pedang yang berada di tangannya untuk menyerang Xue Yunlei.


Sedangkan Xue Yunlei masih tetap berdiri dengan posisi seperti tidak siap untuk bertarung.


" Apakah anda sudah siap? ". Tanya pemuda yang menjadi lawan Xue Yunlei.


" Silahkan senior, aku sudah siap ". Jawab Xue Yunlei santai.


Xue Yunlei hanya bergerak kesamping untuk menghindari serangan lawannya.


" Sial, mengapa dia begitu mudah menghindari seranganku ". Gerutu lawan Xue Yunlei.


Pemuda itu segera menggunakan teknik andalan Perguruan Mi Huang, yaitu jurus seribu roda api.


Pedang ditangannya kini mulai berputar -putar diudara dan terlihat membentuk seperti roda yang berputar.


Teknik ini tergolong sulit untuk dikuasai, sebab seseorang yang ingin mempelajari teknik tersebut terlebih dahulu harus menguasai jiwa senjata agar bisa mengendalikan senjata mereka untuk bisa melayang di udara dan berputar - putar sehingga menciptakan sebuah senjata seperti roda.


Tidak hanya itu saja tingkat kesulitannya, orang itu harus menguasai elemen api untuk bisa mendapatkan serangan roda api.


Dan untuk jumlahnya, itu akan tergantung pada setiap orang yang menguasai teknik tersebut.


Sedangkan pemuda yang menjadi lawan Xue Yunlei adalah pendekar muda yang paling jenius di perguruan Mi Huang itu, sehingga dia telah menguasai teknik tersebut meskipun baru di tahap dasar.


Putaran roda api berwarna jingga yang tercipta dari putaran pedang milik lawan Xue Yunlei dengan cepat menyerang kearahnya.


"Sangat menarik, teknik ini sangat sulit untuk bisa dikuasai oleh setiap pendekar muda, aku sangat tersanjung dengan pemuda ini". Gumam Xue Yunlei sambil menghindari serangan roda api tersebut.

__ADS_1


Untuk seorang pendekar yang masih memiliki basis kultivasi sebagai pendekar di ranah master, serangan itu sangat sulit untuk bisa dihindari atau pun untuk bisa dibendung.


Serangan itu juga bisa merepotkan bagi seorang pendekar raja.


Oleh karena itu, saat pemuda itu mengeluarkan teknik tersebut, Cang Cong merasa khawatir dengan Xue Yunlei.


Namun dalam sekejap saja, kekhawatiran Cang Cong langsung hilang setelah melihat dengan mudahnya Xue Yunlei menghindari serangan roda api itu.


"Bagaimana bisa dia bisa menghindari serangan itu dengan mudah? ".


" Sebenarnya siapa pemuda itu? ".


" Apa? Serangan teknik andalan perguruan kita bisa dihindari dengan mudah!? ".


Kata - kata yang keluar dari setiap orang yang menonton pertarungan tersebut.


Mereka tidak menyangka bahwa Xue Yunlei bisa menghindari serangan teknik andalan perguruan mereka.


Para tetua juga tidak kalah terkejutnya melihat apa yang Xue Yunlei lakukan.


Xue Yunlei pun segera membentuk pedang energi ditangannya.


Tindakan Xue Yunlei itu membuat semua orang yang menyaksikan pertandingan itu kembali dibuat terkejut.


"Siapa sebenarnya pemuda ini? Perubahan bentuk energi hanya bisa dilakukan oleh seorang pendekar raja, itu pun tidak sesempurna yang dia ciptakan". Kata - kata yang keluar dari mulut ketua perguruan Mi Huang.


Itu bisa didengar oleh setiap tetua serta petinggi kota Boguan yang duduk tidak jauh dari sang ketua perguruan.


Cang Guan yang adalah penguasa kota Boguan segera memandang ke arah putranya Cang Cong.


Dari tatapannya seakan mempertanyakan juga apa yang sang ketua perguruan tanyakan itu.


Cang Cong hanya membalas dengan senyuman ke arah ayahnya, yang membuat sang penguasa kota Boguan semakin penasaran.


Sebenarnya Xue Yunlei bisa dengan mudah untuk menghajar lawannya itu hingga bisa keluar dari panggung arena tersebut.


Namun dia masih ingin menghargai serta ingin untuk menguji kemampuan lawannya itu.


"Sepertinya pertarungan ini dihentikan saja, karena jika dilanjutkan, hasilnya sudah bisa kita ketahui! ". Seru ketua perguruan Mi Huang.


Kata-kata itu membuat semua orang merasa terkejut, sebab jenius muda itu masih ingin melanjutkan pertarungannya dengan Xue Yunlei.


" Mohon maaf jika murid lancang, tetapi murid masih ingin melanjutkan pertarungan ini untuk bisa memastikan siapa yang akan menjadi pemenangnya ". Ujar Jin Wu dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2