
Di markas sekte Tongtian sosok berjubah hitam berkelebat menuju ke wilayah terlarang dari sekte itu.
"Siapa itu? Sepertinya sosok itu sangat mencurigakan." Pikir Xue Bang dan langsung bertanya kepada tiga orang rekannya "Apakah kalian melihat sosok bayangan hitam berkelebat kearah wilayah terlarang sekte kita?."
"Tidak...aku tidak melihatnya." Jawab salah satu rekannya dan di benarkan juga oleh dua rekan yang lainnya.
Mereka bertiga tidak melihat atau merasakan hal yang ditanyakan oleh Xue Bang.
Mendapatkan jawaban dari ketiga rekannya membuat Xue Bang langsung berdiri dan berkata "Ayo ikut aku, sepertinya ada penyusup yang memasuki wilayah sekte kita ini." Ajak Xue Bang.
"Baik." Jawab tiga rekannya secara bersamaan.
Xue Bang pun segera melesat untuk mengejar sosok tersebut bersama dengan tiga orang rekannya yang adalah pendekar raja tahap akhir.
Keempat anggota sekte Tongtian itu melesat dengan cepat untuk bisa menyusul sosok yang sempat terlihat oleh Xue Bang.
Karena kemampuan Xue Bang berada diatas tiga rekannya, sehingga pemuda itu bisa menyusul sosok tersebut.
"Hei! Siapa kamu? Mengapa memasuki wilayah sekte kami secara diam-diam?." Teriak Xue Bang sambil terus mengejar.
Sosok yang memakai jubah hitam itu langsung memalingkan pandangannya untuk melihat kearah belakang dimana sumber suara itu berasal.
Saat sosok itu menatap kearah Xue Bang, pemuda itu tidak bisa melihat wajahnya, sebab sosok itu menggunakan topeng agar tidak bisa dikenali oleh setiap orang yang melihatnya.
"Sepertinya dia memiliki niat yang tidak baik di sekte kami ini...aku harus bisa menangkapnya." Pikir Xue Bang yang sudah bersiap dengan golok ditangannya.
Karena merasa hanya satu orang yang mengejarnya, sehingga sosok yang dikejar oleh Xue Bang melepaskan senjata rahasia kearah pemuda yang mengejarnya.
Melihat gerakan sosok didepannya, Xue Bang langsung menghindar kesamping agar tidak terkena serangan sosok tersebut.
"Berhenti! Jika kau berani, ayo kita bertarung!." Teriak Xue Bang lagi.
Sosok tersebut tidak menggubris teriakan Xue Bang, akan tetapi terus mempercepat gerakannya untuk meninggalkan pemuda itu.
Jika dia menerima tantangan Xue Bang, sudah pasti dirinya bisa ditangkap oleh anggota sekte Tongtian.
Namun karena dia tidak menguasai wilayah sekte Tongtian, dirinya kini menemui jalan buntu, karena didepannya saat ini telah terpampang sebuah tebing yang sangat tinggi dan tidak bisa untuk didakinya dengan ilmu meringankan tubuh yang dia miliki.
"Sepertinya kau tidak bisa berlari lagi dariku...aku akan menangkap dan membawamu kehadapan para petinggi sekte kami." Ucap Xue Bang setelah merasa sosok itu tidak bisa lagi melarikan diri.
Sosok itu langsung mencabut pedang miliknya untuk menghadapi Xue Bang yang sudah siap dengan golok ditangannya.
__ADS_1
Golok ditangan Xue Bang kini sudah dibaluti dengan petir yang berderak-derak dan siap untuk menghancurkan setiap apa yang diterjang olehnya.
"Rasakan ini!." Teriak Xue Bang sambil melancarkan serangan kearah sosok bertopeng itu.
Sosok itu tidak bisa berdiam diri saja saat serangan golok milik Xue Bang melesat kearahnya.
Pedang miliknya juga langsung diselimuti dengan energi qi miliknya dan juga langsung melepaskan serangan untuk bisa membendung serangan Xue Bang.
Cahaya kuning yang berasal dari pedang sosok bertopeng itu saling berbenturan dengan serangan Xue Bang yang berbentuk seperti sebuah golok.
Duuuaaarrr
Kedua serangan mereka hancur secara bersamaan.
Posisi Xue Bang yang sudah berada di dekat sosok tersebut kembali melancarkan serangan susulan dengan tebasan goloknya kearah leher lawannya itu.
Sosok bertopeng menundukkan kepalanya sambil menusukkan pedang yang berada di tangannya kearah perut Xue Bang.
Pemuda itu melentingkan tubuhnya ke udara dan bersiap untuk membelah tubuh sosok bertopeng itu menjadi dua bagian dengan goloknya.
Namun serangan Xue Bang masih bisa dihindari oleh sosok bertopeng itu, sehingga energi yang berasal dari golok milik Xue Bang hanya bisa menerjang permukaan tanah.
Debu langsung bertebaran di udara setelah serangan Xue Bang menerjang permukaan tanah dimana posisi awal sosok bertopeng itu berada.
"Sepertinya jenius muda sekte Tongtian benar-benar pantas untuk disebut sebagai seorang jenius...dengan basis kultivasi yang masih berada dibawah basis kultivasi milikku saja, sudah bisa mengimbangi kemampuan yang aku miliki." Tutur sosok bertopeng yang saat itu telah berdiri dan tidak membalas serangan Xue Bang.
"Jangan banyak bicara, ayo kita lanjutkan pertarungan kita." Balas Xue Bang dan kembali menebas tubuh lawannya itu dengan golok yang berada ditangannya.
Lawannya berhasil menghindari serangan itu sambil melancarkan serangan juga dengan tebasan kearah Xue Bang.
Keduanya terus menyerang satu dengan yang lain sampai tiga rekan Xue Bang tiba dan segera membantunya.
"Sepertinya anggota sekte Tongtian mulai bermunculan, aku harus segera pergi dan keluar dari wilayah sekte ini." Pikir sosok bertopeng itu sambil menghindari serangan Xue Bang dan tiga pendekar lainnya.
"Ini kesempatan ku untuk melarikan diri dari mereka." Pikir sosok bertopeng itu saat kesempatan untuk melarikan diri telah terbuka.
Sosok itu memanfaatkan serangan Xue Bang untuk bisa melarikan diri.
Saat Xue Bang melepaskan serangan golok miliknya dengan kekuatan puncaknya, sosok itu langsung menerimanya dengan pedang ditangannya.
Tubuh sosok itu langsung terhempas kebelakang sejauh ratusan meter karena dorongan serangan Xue Bang ditambah dengan dorongan energi qi miliknya sendiri.
__ADS_1
Tubuh Xue Bang terdorong puluhan meter kebelakang saat serangannya dibendung oleh sosok itu.
Dengan jarak yang sudah terlampau ratusan meter, sudah bisa dipastikan jika Xue Bang sudah tidak bisa untuk mengejarnya.
Sosok itu langsung berbalik dan melesat melarikan diri dari mereka.
"Sialan! Dia memanfaatkan dorongan seranganku agar bisa melarikan diri dari kita." Xue Bang mengumpat dengan tindakan lawannya itu.
Pemuda itu kembali mencoba untuk mengejar sosok tersebut.
Sesaat kemudian setelah Xue Bang pergi untuk mengejar sosok berjubah hitam dan memakai topeng itu, para petinggi sekte Tongtian pun tiba ditempat pertarungan mereka.
"Mengapa terdengar seperti sedang terjadi keributan ditempat ini? Apa yang telah terjadi?." Pertanyaan yang dilontarkan oleh Jia Yifan kepada tiga orang rekan Xue Bang yang masih berada di tempat terjadinya pertarungan.
"Tetua, ada yang seorang penyusup di sekte kita ini." Jawab rekan Xue Bang.
"Dimana penyusupnya?." Jia Yifan kembali bertanya.
"Dia melarikan diri kearah sana dan saat ini Xue Bang sedang mengejarnya." Jawab rekan Xue Bang.
"Mengapa kalian tidak ikut mengejar agar bisa membantu Xue Bang untuk menangkapnya?." Bentak Jia Yifan dan langsung melesat kearah yang mereka tunjuk.
Shang Mingmei yang datang bersama dengan gurunya Jia Yifan mengikuti tetua penegak hukum itu dari belakang dan diikuti juga oleh para petinggi sekte yang lain.
Xue Bang sendiri kini sudah kehilangan jejak sosok bertopeng yang dia kejar.
Pemuda itu kini mulai berlari ke segala arah untuk bisa menemukan jejak yang ditinggalkan oleh sosok yang dia kejar.
Beberapa saat kemudian akhirnya kelompok Jia Yifan pun menemukannya dan langsung bertanya kepada pemuda itu.
"Xue Bang, dimana penyusup itu?." Tanya Jia Yifan penasaran.
"Tetua Jia, aku telah kehilangan jejaknya." Jawab Xue Bang.
"Cepat sampaikan kepada semua petinggi sekte untuk mengerahkan seluruh anggota sekte agar memeriksa setiap sudut didalam wilayah sekte kita ini." Tutur Jia Yifan dengan nada suara yang tegas.
Beberapa tetua yang berada ditempat itu segera pergi melakukan apa yang Jia Yifan perintahkan.
Sedangkan dirinya bersama dengan Xue Bang dan Shang Mingmei kembali melanjutkan pencarian terhadap penyusup itu.
~Bersambung~
__ADS_1