
Setelah menciptakan formasi pembatas yang berbentuk seperti kuba, kedua petinggi perguruan Mi Huang segera kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
Duuaaarrr... Duuaaarrr... Duuaaarrr
Ledakan yang terjadi saat serangan tongkat milik Hao Dong terus membombardir Xue Yunlei yang dengan cepat menciptakan formasi pertahanan sambil terus bergerak maju.
Melihat serangannya masih bisa dibendung oleh lawannya, Hao Dong segera menghentikan serangan tongkatnya dan langsung menggunakan tendangannya dengan energi qi yang berbentuk seperti seekor naga.
"Tendangan Naga Penghancur Bumi". Teriak Hao Dong sambil melancarkan serangan tendangannya kearah Xue Yunlei.
Energi qi yang berbentuk seperti seekor Naga berwarna keemasan segera melesat dengan cepat kearah tubuh Xue Yunlei.
Mendapatkan serangan tersebut, Xue Yunlei segera meningkatkan formasi pertahanan miliknya dan juga langsung membalas serangan itu dengan puluhan pedang energi miliknya.
Hao Dong segera menggunakan tongkatnya untuk menepis setiap serangan pedang energi milik Xue Yunlei, namun sesekali melepaskan serangan tendangan Naga Penghancur Bumi miliknya.
Pemuda itu juga disaat memiliki kesempatan segera menciptakan juga formasi pertahanan untuk membendung serangan pedang energi milik Xue Yunlei yang mulai membuat dirinya kelabakan.
Sebab kecepatan serangan puluhan pedang energi milik Xue Yunlei sangat sulit untuk bisa ditepis semuanya oleh Hao Dong dengan tongkatnya, sehingga dia harus segera menciptakan formasi pertahanan.
"Sial, formasi pertahanan miliknya mampu membendung semua seranganku, sudah ditingkat apa teknik formasi yang dia gunakan!?". Gerutu Hao Dong penasaran.
Sedangkan serangan puluhan pedang energi milik Xue Yunlei sangat menyulitkan Hao Dong untuk membendungnya.
Duuaaarrr...duuaaarrr...duuaaarrr
Braaakkk
Bunyi serangan puluhan pedang energi milik Xue Yunlei yang membentur formasi pertahanan milik Hao Dong yang diikuti dengan bunyi retaknya dinding formasi pertahanan tersebut.
Karena formasi pertahanan milik lawannya telah hancur, Xue Yunlei segera menahan serangan puluhan pedang energi miliknya agar tidak melukai Hao Dong.
Saat formasi pertahanan milik Hao Dong hancur, semua yang hadir di tempat itu merasa tegang melihat serangan pedang energi milik Xue Yunlei yang akan melukai Hao Dong.
Namun ketegangan itu menghilang saat Xue Yunlei menahan serangannya.
"Ha... Ha... Ha... Ha... Ha, sepertinya kita sangat berjodoh, aku tidak menyangka jika kita bisa dipertemukan lagi di kota Boguan ini".
" Anak muda, apakah kamu masih ingin bermain - main lagi dengan seorang pendekar yang masih memiliki basis kultivasi jauh lebih rendah darimu? ".
" Tidak itu saja, melainkan teknik yang kamu miliki, adalah teknik tingkat tinggi yang tidak sebanding dengan muridKu Dong'er.
__ADS_1
"Tetapi sudahlah, Dong'er juga harus menguji kemampuannya, sehingga dia pantas mendapatkan pelajaran dariMu". Tutup pria tua yang baru saja menampakkan diri.
Dan pria tua itu adalah sang pengemis tua yang pernah ditolong dan pernah juga menolong Xue Yunlei saat terluka.
Melihat kehadiran ketua utama partai Kaypang membuat ketua cabang partai Kaypang di kota Boguan segera bangkit berdiri dan memberikan hormat.
"Hao Jing memberikan hormat kepada ketua utama Partai Kaypang". Sambil menangkupkan tangannya dengan kepala tertunduk.
" Murid memberi hormat kepada guru ". Dengan mengambil sikap bersujud.
Tidak hanya Hao Jing dan juga Hao Dong, melainkan seluruh petinggi kota Boguan juga melakukan hal yang sama untuk menghormati Yu Fei Sang Pengemis Tua.
Hal itu karena mereka juga sangat mengenal pengemis tua itu yang juga adalah saudara dari ketua perguruan Mi Huang.
Namun karena kehidupan Yu Fei tidak terbatas dalam urusan berkultivasi saja, sehingga dirinya mendirikan Partai Kaypang untuk mengetahui perkembangan politik dinegara Xia.
Ada begitu banyak informasi yang mereka miliki, baik informasi dalam dunia ilmu beladiri, mau pun informasi dunia politik.
"Sudahlah... Sudahlah, jangan terlalu sungkan seperti itu, aku menjadi tidak enak untuk menerimanya, he...he...he...he...he". Ucap Yu Fei yang menutupnya dengan tawa yang renyah.
" Ayo dilanjutkan lagi pertarungan antara jenius muda di kota Boguan ini, tetapi sebaiknya tuan muda Xue Yunlei tidak diikut sertakan, sebab seluruh jenius muda di kota Boguan ini digabungkan, mereka tidak bisa mengalahkannya".
"Itu karena kemampuan tuan muda Xue, sudah berada jauh diatas mereka".
" Apa? Bisa mengalahkan seorang pendekar agung dalam sekali serang? ".
Pertanyaan yang muncul di dalam pikiran setiap orang yang hadir di tempat itu karena merasa terkejut dengan kemampuan Xue Yunlei.
" Pak Tua, kamu terlalu menyanjung ku, aku merasa itu terlalu berlebihan ". Balas Xue Yunlei merendah.
" He...he...he...he...he, iya mungkin aku terlalu bersemangat sehingga terlalu memujimu anak muda ".
" Hei...dengar semuanya, apa yang aku katakan barusan, itu hanya sekedar memujinya karena dia adalah seorang pendekar muda yang sangat jenius ". Tutur Yu Fei sambil melambaikan kedua tangannya sambil tersenyum dan terlihat seperti seorang idiot.
" Ayolah, kita berdua pergi saja dari tempat ini, ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu". Bisik Fu Fei sambil tersenyum.
Mendengar perkataan Yu Fei, Xue Yunlei segera berpamitan dengan para petinggi yang berada di kota Boguan sambil menangkupkan tangannya.
Kedua sosok yang berbeda generasi tersebut segera melesat terbang meninggalkan panggung arena pertarungan.
Sedangkan Yu Fei sendiri terus tertawa saat meninggalkan panggung arena pertarungan.
__ADS_1
Para petinggi kota Boguan hanya bisa menggelengkan kepala mereka disaat Yu Fei meninggalkan tempat itu.
Namun perkataan pengemis tua itu masih tetap terngiang ditelinga mereka serta menjadi tanda tanya mengenai kebenarannya.
Di hutan yang berada tidak jauh berada di luar kota Boguan, di atas salah satu pohon besar, terlihat kedua sosok beda generasi itu sedang berbincang - bincang.
"Anak muda, mengapa aku tidak melihat peri yang bersama denganmu? Apa yang telah terjadi dengannya? ". Tanya pengemis tua.
" Pak Tua, saat kami berdua sedang berada di wilayah padang gurun, kami diserang oleh belasan pendekar langit yang tidak tahu berasal dari mana ".
" Kami berdua bisa membuat mereka mundur dan melarikan diri ".
" Namun untuk bisa membuat mereka seperti itu, kami berdua telah menggunakan seluruh kekuatan kami berdua".
"Aku tidak menyangka jika hal itu bisa membuatnya terbunuh".
" Aku juga langsung tidak sadarkan diri karena telah menggunakan teknik tingkat dewa yang aku pelajari ". Tutup Xue Yunlei menjelaskan
" Terus, bagaimana dirimu bisa berada di kota Boguan ini? ". Yu Fei lanjut bertanya.
Xue Yunlei pun segera menceritakan kronologinya sehingga dirinya bisa berada di kota Boguan.
" Oh, ternyata seperti itu! Jadi apa rencanamu selanjutnya? ". Yu Fei menanggapi kemudian kembali melontarkan pertanyaan lagi.
" Saat ini aku ingin memulihkan energi qi yang aku miliki serta ingin meningkatkan basis kultivasiku".
"Setelah itu, aku akan kembali ke wilayah padang gurun untuk membalaskan dendam nona Xiangwei". Tutur Xue Yunlei dengan nada suara yang penuh dengan ketegasan dan amarah.
" Anak muda, sepertinya kamu telah berselisih dengan para pendekar yang berasal dari suku Hushi".
"Jika kamu berpikir untuk membalaskan dendammu itu, sebaiknya kamu meningkatkan basis kultivasimu terlebih dahulu hingga menerobos menjadi seorang pendekar dewa".
" Jika tidak, kamu hanya akan mengalami kegagalan, dan hal yang terburuk adalah nyawamu bisa melayang ". Tutup Yu Fei serius.
" Jika demikian, berarti aku akan membutuhkan waktu yang tidak singkat agar bisa membalaskan dendammu". Gumam Xue Yunlei.
"He...he...he...he...he, itu benar anak muda! Tetapi dengan kejeniusan yang kamu miliki, menurutku itu hanya membutuhkan beberapa tahun saja". Ujar Yu Fei menanggapi.
" Sepertinya aku harus segera kembali menemui guruku agar bisa secepatnya meningkatkan basis kultivasiku ". Ucap Xue Yunlei penuh semangat.
Guru yang Xue Yunlei maksudkan adalah sosok roh dewa yang berada di lembah yang dia tinggalkan.
__ADS_1
~Bersambung~