PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 193. Pembahasan Di Sekte Tongtian


__ADS_3

Setelah selesai menyisir seluruh wilayah sekte mereka, sosok yang mereka cari tidak bisa mereka temukan.


Akhirnya ketua sekte Tongtian memanggil seluruh tetua tingkat tinggi dan tetua tingkat rendah untuk hadir di aula utama sekte agar melakukan rapat untuk membicarakan tentang peristiwa yang baru saja terjadi di sekte itu.


Semua petinggi sekte menghadiri pertemuan tersebut.


Weng Yuang segera berdiri dan membuka pertemuan tersebut "Para tetua sekalian, seperti yang kita tahu bahwa baru-baru ini sekte kita telah dimasuki oleh seorang penyusup."


"Kita belum tahu dengan jelas apa tujuan kedatangannya ke sekte kita ini, apa lagi dia terlihat seperti hendak menuju ke wilayah terlarang sekte kita."


"Untuk itu aku memanggil kalian semua berkumpul ditempat ini agar bisa memikirkan apa tujuan kedatangan sosok penyusup itu ke sekte kita ini."


"Sebelum kita membahasnya, aku persilahkan kepada Xue Bang untuk berdiri dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi." Tutup Weng Yuang dan duduk kembali.


Xue Bang langsung berdiri dan berkata "Terima kasih ketua atas waktu yang diberikan kepadaku...baiklah, aku akan menceritakan masalah yang terjadi baru-baru ini...."


Xue Bang pun mulai menceritakan dari awal serta pertarungan yang terjadi hingga dirinya kehilangan jejak penyusup itu secara detail.


Semua petinggi sekte yang hadir saat itu mendengar dengan seksama apa yang diceritakan oleh Xue Bang tanpa menyelanya.


Setelah selesai menceritakan apa yang terjadi, Xue Bang pun kembali duduk untuk mendengarkan tanggapan yang akan diberikan oleh para petinggi sekte.


Weng Yuang kembali berdiri dan berkata "Silahkan jika ada hal penting yang akan disampaikan oleh oleh salah seorang dari kalian untuk menanggapi apa yang diceritakan oleh Xue Bang." Tutup Weng Yuang dan duduk kembali.


Jia Yifan pun segera berdiri dan berkata "Ketua, di wilayah terlarang sekte kita ini terdapat tempat yang sering digunakan oleh para leluhur kita untuk meningkatkan basis kultivasi mereka disaat ingin menerobos menjadi seorang pendekar dewa...namun sudah beberapa ratus tahun ini hal itu sudah tidak pernah terjadi lagi."


"Menurut pemikiran ku, apakah tujuan sosok tersebut ingin menggali informasi itu sehingga ingin pergi melihat secara langsung tempat tersebut?." Tutup Jia Yifan dengan pertanyaan.


"Pemikiran tetua Jia menurutku ada benarnya juga, sebab selain para leluhur, kita sebagai petinggi sekte ini saja belum pernah sekali pun pergi ke tempat itu, sehingga informasi mengenai tempat itu kita tidak mengetahuinya...apakah kita harus mengundang leluhur agung Xie Yi untuk bisa menjelaskan hal itu?." Ucap Shong Jun menanggapi pendapat Jia Yifan.


"Sepertinya kita tidak perlu mengundang leluhur agung untuk menjelaskan mengenai hal itu, sebab yang aku ketahui, ketua sekte kita juga mengetahui hal itu." Ucap Pangzi menyangga ucapan Shong Jun.


"Memang benar apa yang disampaikan oleh tetua Pangzi...namun aku juga tidak mengetahui secara persis tempat itu...sebab aku hanya sekali saja pergi dan melihat tempat tersebut...sehingga aku tidak mengetahui dengan jelas rahasia dari tempat itu." Tutur Weng Yuang meluruskan.


"Jadi bagaimana ketua dengan saran yang disampaikan oleh tetua Shong Jun?." Tanya Jia Yifan.


"Menurutku itu adalah rahasia sekte kita, sehingga tidak baik jika diketahui oleh banyak orang." Balas Weng Yuang.

__ADS_1


"Bagaimana jika pembicaraan itu hanya dihadiri oleh tetua tingkat tinggi saja?." Zhou Botong memberikan saran.


"Iya, saran yang disampaikan oleh tetua Zhou menurutku sangat beralasan...karena tetua tingkat tinggi sudah seharusnya mengetahui segala rahasia yang ada di sekte ini." Ni Yang menyetujui saran dari Zhou Botong.


"Aku tidak sependapat dengan saran tetua Zhou Botong...menurutku, rahasia sekte kita hanya bisa diketahui setidaknya oleh tetua utama sekte ini, sehingga tidak banyak orang yang mengetahui segala rahasia sekte Tongtian ini." Ucap Dong Bofang menimpali perkataan Ni Yang.


"Bagaimana? Apakah ada saran lagi dari yang lain?." Tanya Weng Yuang lagi.


"Ada enam orang yang menjadi tetua utama di sekte kita ini. Dan ditambah dengan ketua sekte menjadi tujuh orang...jumlah yang sangat banyak untuk bisa mengetahui semua rahasia sekte ini...aku juga tidak sependapat dengan hal itu...menurutku, yang berhak mengetahui setiap rahasia di sekte kita ini hanyalah tiga orang saja selain para leluhur...dan mereka itu adalah ketua sekte, tetua agung dan juga tetua penegak hukum...sebab mereka bertiga memiliki tanggung jawab yang sangat besar bagi sekte kita ini." Ucap Miao Song yang juga sebagai salah satu tetua utama di sekte Tongtian karena menjabat sebagai tetua balai pengobatan.


"Tetapi menurutku, masalah ini tidak sesederhana itu...sebab jika itu adalah masalah utamanya...apakah sosok penyusup itu bisa dengan leluasa memasuki wilayah terlarang sekte kita? Menurutku itu tidak mungkin...sebab disana ada beberapa leluhur yang sedang bermeditasi...sehingga dengan kemampuan penyusup itu, dia pasti tidak akan bisa dengan mudah untuk meloloskan diri dari mereka."


"Kesimpulan ku adalah, kedatangannya ke sekte kita ini hanya untuk mengetahui setiap sudut wilayah sekte kita untuk memastikan letak posisi apa yang menjadi tujuan utama mereka."


"Itu menurut pemikiranku." Tutup Miao Song dan duduk kembali.


Mendengar penjelasan Miao Song membuat para petinggi sekte yang hadir kembali menguras otak mereka untuk berpikir.


Di sekte Tongtian sendiri, yang menjadi tetua utama selain tetua agung, tetua penegak hukum dan tetua balai pengobatan, tiga jabatan lain yang dianggap termasuk tetua utama di sekte itu ialah tetua penerimaan murid baru, tetua balai misi serta tetua yang mengurus perpustakaan sekte yang dianggap sebagai tetua utama terlemah.


"Sepertinya apa yang tetua Miao katakan itu sama seperti dengan apa yang juga aku pikirkan saat ini...sehingga kita harus memikirkan kemungkinan lain yang menjadi tujuan penyusup itu." Ucap Weng Yuang menanggapi penjelasan Miao Song.


"Apakah ada lagi dari kalian yang memikirkan kemungkinan lain yang menjadi tujuan penyusup itu?." Weng Yuang menutup dengan pertanyaan.


Ruang aula utama itu langsung menjadi hening kembali setelah Weng Yuang menutup kata-katanya dengan pertanyaan.


Setelah beberapa saat ruangan itu menjadi hening, kini mulai terdengar suara yang berdengung didalam ruangan itu.


Para petinggi sekte mulai berbicara satu dengan yang lain yang duduk disamping mereka.


Seorang tetua tingkat tinggi langsung berdiri dan berkata "Apakah kedatangan penyusup itu berhubungan dengan peristiwa yang terjadi di markas partai Qing Ceng waktu lalu?."


Pertanyaan tetua itu membuat ruangan tersebut kembali menjadi hening. Dan selanjutnya berdengung lagi.


"Iya, sepertinya apa yang disampaikan oleh tetua Guo Taiming masuk akal juga...kemungkinan kejadian ini berhubungan dengan peristiwa itu." Sambung Ni Yang.


"Jika dihubungkan dengan penjelasan tetua Miao Song, alasan itu juga masuk di akal...sebab sampai hari ini, kami tidak pernah mendengar ada pergerakan yang terjadi setelah kejadian di markas partai Qing Ceng." Lanjut seorang tetua.

__ADS_1


"Apakah letak kitab teknik tingkat dewa yang menyebabkan partai Qing Ceng hancur berada di sekte kita ini?." Ucap seorang tetua lagi.


Ruangan aula utama sekte Tongtian kembali menjadi ramai karena kembali membahas peristiwa yang telah terjadi di markas partai Qing Ceng.


Weng Yuang kembali berdiri untuk menenangkan kembali ruangan itu "Semuanya tenang! Mari kita bahas satu persatu masukan yang diberikan oleh tetua Miao Song dan tetua Guo Taiming." Ucapnya.


Ruangan itu pun kembali menjadi tenang dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh Weng Yuang.


"Aku berpikir, apa yang disampaikan oleh tetua Guo Taiming sangat beralasan setelah mendengarkan setiap apa yang dipikirkan oleh para tetua sekalian."


"Dan jika benar letak kitab teknik tingkat dewa yang diperebutkan oleh dunia persilatan itu berada di sekte kita ini, apa yang harus kita lakukan?." Weng Yuang melontarkan pertanyaan kepada seluruh tetua diruangan itu.


"Untuk lebih jelasnya, aku pikir pembahasan kita ini harus ditunda terlebih dahulu..."


"Mengapa saat kita harus menunda pembahasan ini?." Salah satu tetua menyela perkataan Miao Song.


"Iya! Mengapa harus ditunda?." Sambung yang lain.


"Kalian dengarkan sampai selesai apa yang akan disampaikan oleh tetua Miao Song...jangan langsung menyelanya." Ujar Jia Yifan.


"Silahkan tetua Miao melanjutkan." Lanjut Jia Yifan.


"Terima kasih tetua Jia...baiklah, alasan mengapa aku berpikir untuk menunda dulu pembahasan kita ini, karena hal itu berhubungan dengan rahasia yang ada di sekte kita ini...dan mengenai rahasia sekte kita ini, hanya para leluhur yang mengetahuinya, sehingga ketua, tetua agung dan juga tetua penegak hukum harus pergi berbicara langsung dengan para leluhur mengenai hal itu...dan jika mereka bertiga telah selesai berbicara dengan para leluhur, barulah kita melanjutkan pembahasan ini." Tutup Miao Song yang kembali duduk.


"Bagaimana menurut kalian semua? Apakah kalian menyetujui saran yang disampaikan oleh tetua Miao Song?." Tanya Weng Yuang.


Ruangan itu menjadi hening sebelum seorang tetua berdiri dan berkata.


"Aku menyetujuinya!." Teriak Dong Bofang.


"Aku menyetujuinya juga!." Teriak Zhou Botong.


Setelah kedua tetua itu bersuara, akhirnya tetua yang lain juga menyetujui saran yang disampaikan oleh Miao Song.


Akhirnya pertemuan itu pun ditutup dan akan menunggu panggilan selanjutnya setelah tiga petinggi sekte kembali dari wilayah terlarang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2