PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 152. Pertemuan Para Pendekar Dewa


__ADS_3

Setelah pembicaraan mereka selesai, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke partai Qing Ceng tiga hari kemudian setelah pertemuan itu.


Namun tidak dengan Xue Yunlei, pemuda itu memutuskan untuk tidak bergabung dengan rombongan gabungan sekte-sekte dan juga perguruan ilmu bela diri yang ada.


Alasannya karena tujuan mereka tidak sama, sebab tujuan Xue Yunlei hanyalah untuk mempertanyakan serta untuk menyelidiki tentang kejadian yang menimpa Xue Bang bersama Xue Beng dan juga kehancuran desa orang yang menolongnya.


Sedangkan tujuan dari seluruh sekte-sekte dan juga perguruan ilmu bela diri tidak lain adalah rencana partai Qing Ceng yang ingin menguasai dunia persilatan serta petunjuk letak kitab tingkat dewa yang telah mereka curi sesuai dengan rumor yang telah beredar.


Xue Yunlei pun pergi dari paviliun Wuyan untuk menuju ke salah satu restoran bersama dengan sebelas orang lainnya dan diikuti juga oleh Xue Bang, Shang Mingmei, Xie Yi, Yu Wang, Weng Yuang, Jia Yifan serta Bian Que.


Setelah mereka tiba di salah satu restoran, Xue Yunlei langsung memesan dua meja yang panjang untuk mereka tempati.


Satu meja untuk sepuluh orang bangsa peri dan satu meja lagi untuk sembilan orang lainnya.


Tidak ada hal yang istimewa yang mereka bicarakan saat cara makan-makan itu berlangsung.


Mereka hanya membicarakan tentang kejeniusan Xue Yunlei serta menceritakan tentang bagaimana pertemuan mereka.


Akhirnya acara makan-makan itu pun berakhir dan mereka kembali ke penginapan yang masing-masing mereka tempati.


Berbeda dengan Xue Yunlei dan Shang Mingmei serta Xue Bang, ketiganya melanjutkan perbincangan mereka sambil berjalan-jalan menikmati suasana kota Rong Cheng.


Sedangkan Zhuan Zhu bersama dengan sepuluh peri hanya memperhatikan ketiganya dari jarak yang jauh.


"Saudara Bang, bagaimana dengan teknik bela dirimu, apakah sudah ada peningkatan? ". Tanya Xue Yunlei.


" Tuan muda, setelah mendapatkan petunjuk darimu, teknik yang aku pelajari kini sudah semakin meningkat, setidaknya saat ini aku sudah bisa sedikit mengimbangi seorang pendekar petapa tahap awal dalam pertarungan sparing saat berada di markas sekte kami". Xue Bang menjelaskan untuk menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


"Saudara Bang, tidak perlu lagi kau memanggilku dengan sebutan tuan muda, panggil saja aku dengan sebutan saudara atau adik". Balas Xue Yunlei menanggapi panggilan Xue Bang.


" Terima kasih saudara Yunlei! Baiklah, mulai saat ini aku akan memanggilmu sebagai saudara ". Ucap Xue Bang.


" Dan lagi saudara Bang, aku sangat senang bisa mengetahui jika teknik yang kau pelajari kini sudah meningkat pesat". Lanjutnya.


"Bagaimana dengan peningkatanmu nona Shang? ". Xue Yunlei kini bertanya kepada Shang Mingmei.


" Teknik yang aku pelajari juga sama seperti saudara Xue Bang, telah mengalami peningkatan yang sangat pesat, karena aku juga telah melakukan sparing sama seperti saudara Xue Bang dan bisa juga sedikit mengimbangi seorang pendekar petapa tahap awal". Jawab Shang Mingmei menjelaskan.

__ADS_1


"Aku sangat senang mendengar peningkatan kalian berdua, hal ini akan membuat kalian berdua tidak akan begitu mudah untuk diremehkan orang lain".


" Dan kalian berdua juga harus mengingat, saat situasi sudah dalam keadaan yang tidak terkendali, kalian berdua harus berhati-hati dan harus saling melindungi. " Tutur Xue Yunlei dengan nada suara yang serius.


"Baik!. " Jawab kedua sosok yang berjalan di samping Xue Yunlei.


Mereka pun terus berjalan dengan santai dan berbincang-bincang hingga malam sudah semakin larut.


Akhirnya mereka pun berjalan menuju ke penginapan dimana anggota sekte Tongtian berada.


Xue Yunlei pun segera kembali dan berpisah dengan kedua kerabatnya itu untuk kembali ke paviliun yang telah disiapkan oleh penguasa kota Rong Cheng.


Setelah ratusan meter berjalan, akhirnya sebelas sosok yang mengawasinya dari jarak jauh pun segera mendekati dan berjalan bersamanya.


"Senior Zhuan Zhu, mohon maaf jika aku telah membuatmu menunggu lama. " Ucap Xue Yunlei.


"Pendekar Xue tidak perlu berkata seperti itu, saat ini aku juga ingin meminta ijin dari pendekar Xue untuk bisa selalu bersama denganmu". Balas Zhuan Zhu.


" Mengapa senior berkata seperti itu? Apakah senior tidak memiliki urusan lain yang harus senior lakukan? ". Balas Xue Yunlei bertanya.


" Pendekar Xue, usiaku saat ini sudah tidak muda lagi, serta basis kultivasi yang aku miliki sudah stagnan, karena sudah tidak bisa lagi ditingkatkan. "


"Tidak! Aku tidak ingin melakukan hal itu!. "


"Dan karena kau adalah orang yang sangat menarik, serta memiliki tujuan hidup yang jelas dan juga satu-satunya sosok yang menurutku bisa membantu kemacetan ku dalam berkultivasi, sehingga aku memutuskan untuk tetap bersama denganmu". Tutur Zhuan Zhu mengungkapkan apa yang dia pikirkan.


"Apakah senior sudah memikirkan hal itu dengan matang?. "


"Sebab saat bersama denganku, akan ada begitu banyak masalah yang harus aku selesaikan terlebih dahulu, sebelum aku memikirkan kesejahteraan bawahan ku dalam berkultivasi". Tutur Xue Yunlei agar Zhuan Zhu mempertimbangkan lagi keputusannya.


" Pendekar Xue, hal itu telah aku pikirkan dengan matang, sehingga aku sudah sangat yakin dengan keputusan ku itu. " Balas Zhuan Zhu lagi.


"Baiklah, mulai saat ini, senior Zhuan harus selalu menasehati ku jika apa yang akan aku lakukan itu bisa menimbulkan kerugian bagi kelompok kita, sebab apa yang aku lakukan selama ini sering tidak konsisten. "


"Baiklah, aku akan menasehati pendekar Xue jika hal itu sangat penting. " Balas Zhuan Zhu menerima apa yang Xue Yunlei sampaikan.


Saat mereka memasuki area dimana letak paviliun tujuan mereka berada, setiap prajurit yang berjaga langsung memberikan penghormatan kepada mereka dan salah satu diantara mereka mengantarkan kelompok Xue Yunlei ke paviliun yang mereka tuju.

__ADS_1


Saat mereka memasuki paviliun itu, tiba-tiba mereka melihat sosok pria tua dengan perawakan yang terlihat kumal sedang duduk seakan telah menantikan kedatangan mereka.


"Hei bocah! Apakah kau sudah melupakan diriku sehingga sudah menerima Si pria bermuka banyak itu agar bisa selalu berada disampingmu?. " Kata-kata yang keluar dari pria tua yang terlihat seperti seorang pengemis itu.


"Pengemis Tua! Ternyata kau juga merasa tertarik dengan situasi yang ada saat ini, aku pikir kau tidak akan memperdulikannya." Balas Xue Yunlei sambil tersenyum.


"Pengemis tengik! Tutup mulutmu itu! Apakah kau ingin berduel lagi denganku untuk menentukan siapa yang terbaik diantara kita?. " Seru Zhuan Zhu yang lanjut melontarkan pertanyaan kepada Yu Fei.


"He...he...he...he...he...sepertinya sikap mu itu tidak pernah berubah juga meskipun sudah beberapa puluh tahun ini kita tidak pernah bertemu, sangat menarik." Balas Yu Fei menanggapi perkataan Zhuan Zhu.


Memang keduanya pernah bertarung untuk menentukan siapa yang terkuat di antara keduanya, namun hal itu dimenangkan oleh Yu Fei setelah bertarung selama dua hari dua malam.


"Apakah benar kalian berdua sudah pernah bertarung sebelumnya?." Tanya Xue Yunlei penasaran setelah mendengar ucapan Zhuan Zhu.


"Tanyakan saja padanya." Ucap Yu Fei singkat sambil tersenyum.


Xue Yunlei pun langsung menatap kearah Zhuan Zhu untuk mendapatkan jawaban.


Sikap Zhuan Zhu yang awalnya terlihat sangat serius, kini dalam sekejab telah berubah dan terlihat seperti tidak ada masalah.


Zhuan Zhu hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan yang ada didalam pikiran Xue Yunlei.


"Terus siapa yang menang di antara kalian berdua? " Xue Yunlei kembali bertanya karena merasa penasaran dengan hasil pertarungan di antara kedua pendekar dewa bumi itu.


"Sudahlah, ayo kita duduk dulu untuk merayakan pertemuan kita saat ini." Yu Fei menyela dan mengajak mereka untuk duduk.


Akhirnya mereka pun duduk. Namun kedua pendekar dewa itu duduk dengan posisi yang saling berhadapan, serta Xue Yunlei duduk di samping Zhuan Zhu.


"Pengemis tua, senior Zhuan Zhu akan selalu bersama dengan ku karena dia tidak memiliki urusan lain seperti dirimu. "


"Sebab kau terus sibuk untuk mengurus partai Kaypang yang telah kau dirikan itu, untuk itu, tidak akan mungkin kau terus berada disampingku. " Ucap Xue Yunlei sekedar berbasa-basi sambil tersenyum.


Saat mereka sedang berbincang-bincang, kini mereka mulai merasakan aura intimidasi dari seorang pendekar dewa didalam ruangan tersebut.


Hal itu mengejutkan mereka semua dan secara serentak menatap ke arah sumber energi itu.


"Sepertinya ada yang lebih menarik dari pada pertemuan para pemimpin sekte-sekte besar dan menengah serta pemimpin perguruan ilmu bela diri yang telah ada di kota Rong Cheng ini". Kata-kata yang keluar dari mulut pemilik energi tersebut.

__ADS_1


" Pencuri Tengik! Apakah sopan santun mu itu benar-benar sudah tidak ada lagi?. " Ujar Zhuan Zhu menyambut kedatangan Ming Chuan yang adalah Dewa Pencuri.


~Bersambung~


__ADS_2