
Setelah sang jenderal pergi bersama dengan pasukannya serta seluruh petinggi Partai Kaypang telah berkumpul, Liu Wang pun angkat bicara.
"Apakah semuanya telah berkumpul?" Tanya Liu Wang.
Semuanya kini mulai menatap satu dengan yang lain dan beberapa saat kemudian salah satu diantara mereka pun berkata.
"Ketua, kami semua sudah terkumpul di tempat ini." Ucap seorang ketua cabang kepada Liu Wang yang adalah ketua harian.
"Bagus, sepertinya pertemuan kita hari ini untuk membahas segala tindakan yang telah kalian lakukan selama ini akan segera kita mulaikan."
"Dan yang akan memimpin pembahasan kita saat ini adalah ketua umum kita sendiri."
"Ternyata benar ketua umum yang telah mengundang kita hari ini, tetapi mengapa kami tidak melihat keberadaannya?"
"Iya, mengapa kami tidak melihat keberadaan ketua umum!?"
Saat mereka sedang membahas tentang keberadaan Yu Fei, sosok pria sepuh segera memasuki aula utama kediaman Liu Wang.
"Hormat kepada ketua umum!" Ucap Liu Wang menyambut kedatangan Yu Fei.
Mendengar dan melihat sikap Liu Wang, semua ketua cabang yang hadir langsung memberi hormat kepada pria sepuh itu.
"Hormat kepada ketua umum!" Seru mereka serentak sambil memberi hormat.
"Semuanya silahkan duduk kembali." Ucap Yu Fei sambil memberikan isyarat dengan kedua tangannya.
Para ketua cabang Partai Kaypang segera menuruti apa yang Yu Fei perintahkan.
"Karena kalian semua adalah ketua cabang Partai Kaypang, sehingga aku harus bertatap muka secara langsung dengan kalian, agar kalian bisa mengenali diriku."
"Akan tetapi aku memang sengaja untuk tidak memperkenalkan diriku kepada setiap anggota Partai Kaypang."
"Itu karena kebebasanku selama ini bisa terganggu oleh mereka."
"Untuk itu, aku juga berharap kepada kalian agar tidak bersikap formal saat bertemu dengan ku setelah hari ini."
"Kalian bisa menganggapku sebagai seorang pejabat kerajaan saat kalian bertemu."
"Baik ketua!" Seru mereka serentak.
"Baiklah, saat ini aku akan memerintahkan kalian untuk bisa menghentikan kekacauan yang telah kalian lakukan selama ini, sebab Partai Kaypang saat ini sudah menjadi bagian dari negara Xin ini."
"Aku juga telah diberikan kewenangan yang besar oleh Yang Mulia, sehingga siapa pun selain dirinya, tidak bisa mengabaikan apa yang akan aku perintahkan."
"Apakah kalian melihat bagaimana jenderal pasukan pelindung kota Yuan ini sangat menghormati diriku?"
__ADS_1
"Sebab aku memiliki lencana kedua tertinggi selain lencana naga milik Yang Mulia."
"Tidak hanya menghentikan tindakan kalian itu, melainkan Partai Qing Ceng juga sudah berada dibawah kekuasaanku, sehingga kalian jangan pernah berselisih paham dengan mereka."
"Baik Ketua! Kami akan selalu mengingat dan akan selalu melakukan apa yang kau perintahkan kepada kami." Ucap Liu Wang dan diikuti oleh para ketua cabang yang hadir.
Mereka pun terus membahas mengenai rencana yang dimiliki oleh Yu Fei yang ingin menjadi penguasa wilayah negara Xin itu.
Para ketua cabang Partai Kaypang langsung bersorak setelah mengetahui apa rencana ketua umum mereka itu.
Akhirnya pembahasan mereka telah selesai dan semua tetua Cabang segera pergi meninggalkan aula utama kediaman Liu Wang.
***
Sepekan kemudian, akhirnya apa yang Yu Fei janjikan kepada Xia Jie langsung bisa dibuktikan olehnya.
Kini wilayah negara Xin yang saat itu sedang kacau, tiba-tiba langsung kembali seperti sebelumnya.
Sedangkan Yu Fei sendiri, kini sudah tiba di markas Partai Qing Ceng untuk bisa menemui semua petinggi serta anggota mereka.
"Siapa anda? Dan apa tujuan anda untuk datang kesini? " Tanya seorang pendekar yang berjaga di pintu masuk wilayah markas Partai Qing Ceng.
"Sebenarnya kalian itu tidak layak untuk bertanya kepadaku seperti itu, namun karena kalian belum mengenali siapa diriku, aku akan memperkenalkan siapa aku sebenarnya."
"Aku ini adalah pemimpin baru kalian yang diutus oleh raja Xia Jie." Ucap Yu Fei sambil menunjukkan lencana harimau yang dia bawa.
"Mohon ampuni kami karena telah bertindak tidak sopan kepada pemimpin!" Seru para pendekar yang berjaga.
"Karena kalian tidak mengenali diriku, untuk saat ini, aku memaafkan kalian." Ujar Yu Fei.
"Apakah saat ini aku sudah bisa memasuki markas Partai Qing Ceng?" Tanya Yu Fei.
"Bisa Pemimpin, biar aku yang akan mengantarkan dirimu untuk bisa bertemu dengan para petinggi kami." Ucap seorang pendekar menawarkan dirinya.
Mereka tidak menyadari bahwa sosok didepan mereka itulah yang telah merencanakan agar leluhur agung mereka terbunuh ditangan Xue Yunlei.
Yu Fei sendiri yang menyebarkan rumor jika ada sebuah peta yang menunjukkan dimana letak kedua kitab ilmu bela diri tingkat dewa yang dipegang oleh pemimpin mereka.
Tidak hanya itu saja, Yu Fei juga yang telah membunuh penduduk desa yang telah menyelamatkan nyawanya serta meninggalkan sebuah benda milik anggota Partai Qing Ceng agar Xue Yunlei membalaskan dendamnya kepada mereka.
Chen Kaibo juga, dia sendiri yang menyuruh pemuda itu untuk pergi ke hutan terlarang agar bisa bertemu dengan Roh Dewa yang juga sempat menjadi guru Xue Yunlei.
Memang tujuan Yu Fei adalah ingin memperalat Xue Yunlei agar bisa menyingkirkan saingannya untuk bisa menguasai wilayah negara Xin itu.
Dirinya pun diantarkan oleh seorang pendekar yang berjaga di pintu masuk wilayah Partai Qing Ceng untuk menuju ke aula utama dimana para petinggi berada.
__ADS_1
Sesampainya di aula utama markas Partai Qing Ceng, pendekar yang berjaga di pintu masuk aula utama menatap heran Yu Fei.
"Mengapa kau menatap seperti itu kepada pemimpin baru kita?" Tanya sosok yang mengantarkan Yu Fei.
"Pemimpin baru? Apa yang kau maksudkan itu? Apakah kau sedang bercanda?" Balas penjaga pintu masuk aula utama.
"Aku tidak sedang bercanda...dan jika kau tidak mempercayainya, aku hanya mengingatkan agar kau tidak akan menyesalinya." Balas sosok yang mengantarkan Yu Fei.
"Apa buktinya?" Tanya penjaga itu lagi.
"Jika kau pintar, tentunya kau juga bisa berpikir, mengapa aku merasa sangat yakin seperti ini, itu karena aku sudah melihat buktinya."
Penjaga itu terdiam sejenak dan kemudian berkata.
"Mohon Pemimpin memaafkan atas kebodohanku ini, aku tidak bermaksud untuk menyinggung Pemimpin, sebab tindakanku sebelumnya itu hanyalah mengikuti perintah atasan."
"Hmmmphh, sudahlah, menurutku hal itu bisa aku mengerti, akan tetapi aku ingin bertanya kepadamu, apakah para petinggi kalian sedang berada di tempat?"
"Benar Pemimpin, saat ini mereka sedang berada di dalam dan sedang membahas tentang kekacauan yang terjadi selama ini di seluruh wilayah negara Xin ini." Jawab penjaga.
"Mari Pemimpin, aku akan mengantarkanmu untuk bisa bertemu dengan mereka." Lanjut penjaga itu sambil memberikan isyarat dengan tangannya.
Mereka berdua pun segera memasuki aula utama markas Partai Qing Ceng.
Kehadiran Yu Fei membuat semua yang hadir di ruangan itu merasa sangat terkejut.
Saat mereka menajamkan penglihatan mereka, samar-samar mereka bisa mengenalinya.
"Bukankah dia ini adalah pengemis tua itu?"
"Tetapi bagaimana mungkin dia berpakaian seperti ini? Apakah aku salah mengenalinya?"
"Ataukah wajahnya saja yang terlihat sama dengan pengemis tua itu?"
Seorang petinggi partai Qing Ceng terus berpikir karena wajah dan cara berpakaian Yu Fei.
"Sepertinya kau sedang berpikir apakah aku ini pengemis tua yang pernah kau lihat sebelumnya atau tidak." Ucap Yu Fei yang bisa mengetahui apa yang tetua itu pikirkan.
Ucapan Yu Fei langsung membuat sosok tersebut merasa sangat takut karena sosok didepannya bisa mengetahui apa yang dia pikirkan.
"Senior, mohon maafkan aku, namun hal itu karena wajahmu sama persis dengan sosok yang aku pikirkan itu."
"Sudahlah, itu tidak penting, yang terpenting saat ini adalah, mulai saat ini, aku akan menjadi pemimpin baru kalian." Ujar Yu Fei sambil menunjukkan lencana miliknya.
Mendengar dan melihat lencana ditangan Yu Fei, semua yang hadir di dalam ruangan itu segera memberi hormat kepadanya.
__ADS_1
Para petinggi Partai Qing Ceng pun segera mengakui Yu Fei sebagai pemimpin baru mereka dan langsung mempersilahkan dirinya untuk duduk dikursi kebesaran mereka.
~Bersambung~