PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 135. Selesai Lelang


__ADS_3

Karena pikirannya diketahui oleh Xue Yunlei, Bian Que langsung merasa tidak enak hati terhadap sosok yang duduk disampingnya itu.


Xue Yunlei hanya tersenyum melihat sikap Bian Que yang terlihat sudah salah tingkah.


"Ketua Xue, maafkan orang tua ini jika sudah menyinggung perasaan Ketua Xue Yunlei". Ucap Bian Que.


"Tetua Bian tidak perlu mrrasa berkecil hati seperti itu, siapapun pasti akan berpikir sama seperti yang tetua Bian pikirkan". Ucap Xue Yunlei mencairkan suasana.


" Jika hidupku tidak mengalami situasi yang sulit saat belum bisa berkultivasi atau jika aku menjadi seorang pendekar seperti saat ini di salah satu sekte atau perguruan ilmu bela diri, pasti pemikiranku tidak seperti ini ". Lanjut Xue Yunlei lagi.


" Karena hidupku penuh dengan hinaan dan juga menjadi seorang pendekar tanpa sekte ataupun perguruan ilmu bela diri, sehingga aku tidak memiliki pemikiran seperti kalian ".


" Untuk itu, biarkan aku sendiri yang akan menyelesaikan masalah ini ". Tutup Xue Yunlei.


" Akan tetapi orang-orang dari perguruan Tinju Besi pasti akan datang untuk meminta keadilan kepadaku ". Ujar Li Xin menanggapi perkataan Xue Yunlei.


" Penguasa Li, agar hal tersebut tidak terjadi, biar aku saja yang lebih dulu pergi ke markas mereka". Xue Yunlei kembali memperjelas.


"Katakan saja dimana letak markas perguruan Tinju Besi". Pinta Xue Yunlei.


Saat mereka sedang mendiskusikan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang dilakukan oleh Xue Yunlei, tiba-tiba keempat pendekar dari perguruan Tinju Besi memasuki penginapan tersebut dan bertanya.


" Mengapa Anda ingin mengetahui letak dari markas kami? Apa yang sedang kau rencanakan? ".


" Aku ingin pergi ke markas kalian untuk menyelesaikan masalah yang telah aku buat, apakah ada yang salah dengan pemikiranku itu?". Balas Xue Yunlei sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Ketua Xue, aku telah berbicara dengan mereka jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini, dan mereka telah setuju menerima masukan yang aku berikan, tinggal Ketua Xue yang mau menyanggupinya atau tidak". Ucap komandan pasukan keamanan kota Chang'an.


" Apa itu? ". Tanya Xue Yunlei penasaran.


" Mereka meminta tebusan sebanyak seratus koin emas ". Jawab Fan Zhu.


" Jika itu permintaan kalian, baiklah aku menyetujuinya, kalian tunggu disini,aku akan mengambilkan bayaran yang kalian minta itu". Ucap Xue Yunlei yang langsung meninggalkan tempat tersebut dan langsung menuju ke kamar yang dia tempati.


Sebenarnya jika dia mau, dia bisa langsung menyerahkan seratus keping emas yang mereka minta itu, namun jika Xue Yunlei melakukannya, itu akan membuat banyak orang akan mengetahui jika dia memiliki cincin penyimpanan.


Tidak lama kemudian Xue Yunlei pun kembali dengan sebuh kantong yang berisi seratus koin emas dan langsung diberikan kepada keempat pendekar itu.


"Ambil ini, dan mulai saat ini kita tidak ada masalah lagi, jika kalian ingin kembali menyinggung kami, kalian akan membayarnya dengan kehancuran markas perguruan kalian". Ucap Xue Yunlei dengan ancaman.


Setelah menerima pemberian Xue Yunlei, mereka berempat segera meninggalkan penginapan itu.


Sedangkan Xue Yunlei kembali duduk di tempat semula dan berkata.


" Ternyata seratus koin emas masih lebih berharga dari pada nyawa rekan mereka ".


" Itu pertanda, jika mereka bisa saling membunuh untuk mendapatkan koin emas sebanyak itu ". Ujar Xue Yunlei sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan percakapan hingga paviliun Binjian mulai dibuka.


Xue Yunlei langsung berpamitan untuk pergi ke paviliun Binjian.


Mendengar Xue Yunlei ingin pergi ke paviliun Binjian, penguasa kota Chang'an serta kedua tetua perguruan Angsa Putih pun pergi juga kesana untuk menyaksikan benda-benda yang akan dilelang.


Saat mereka tiba di paviliun Binjian, Xue Yunlei segera menunjukkan token yang diberikan oleh Li Chiang kepadanya.


Penjaga paviliun Binjian langsung menyuruh seorang pelayan untuk mengantarkan Xue Yunlei ketempat yang sudah ditentukan.


Kesepuluh peri ikut juga masuk bersama dengan Xue Yunlei.


Sedangkan penguasa kota Chang'an dan kedua tetua perguruan Angsa Putih memasuki paviliun Binjian dengan leluasa.


Akhirnya acara pelelangan pun segera dibuka. Seorang wanita cantik langsung naik keatas panggung dan membuka acara tersebut.


"Tentunya para hadirin sekalian sangat penasaran dengan benda-benda yang akan dilelang pada hari ini". Ucap Li Zian dengan menggunakan energi qi agar bisa didengar oleh semua orang yang ada didalam ruangan tersebut.


Li Zian sendiri adalah putri dari Li Chiang pemilik paviliun Binjian itu dengan basis kultivasi sebagai seorang pendekar raja tahap puncak.


" Pada hari ini, kita akan membukanya dengan melelang sebuah pil yang bisa digunakan untuk meningkatkan satu tingkat basis kultivasi seorang pendekar langit dan tiga tingkat untuk basis kultivasi yang berada di bawah pendekar langit, tetapi jika di konsumsi oleh seorang pendekar raja, pil esensi energi ini hanya bisa membantunya dalam berkultivasi untuk menerobos menjadi seorang pendekar langit ".


" Dan aku akan membuka harga pil ini dengan seribu keping emas, jika ada yang merasa tertarik silahkan memberikan penawaran ". Tutup Li Zian.


"Sepertinya pil ini sangat berguna untuk meningkatkan basis kultivasiku, aku harus memberikan penawaran". Pikir penguasa kota Chang'an.


" Rupanya penguasa Li Xin ingin untuk meningkatkan basis kultivasinya, aku juga harus memberikan penawaran ". Pikir Bian Que.


" Seribu dua koin emas! ". Ucap Bian Que yang juga menggunakan energi qi.


" Oh, ternyata tetua Bian Que ingin bersaing denganku untuk memiliki pil esensi energi itu, baiklah aku akan membuat kekayaan perguruan Angsa Putih menjadi miskin". Pikir Li Xin sambil tersenyum licik.


"Seribu sepuluh koin emas! ". Ucap Li Xin.


" Seribu lima belas koin emas! ". Ucap Bian Que.


" Seribu dua puluh koin emas! ". Ucap Li Xin.


" Seribu seratus koin emas! ". Ucap Xue Yunlei membuat Li Xin dan Bian Que merasa terkejut dengan suaranya.


" Sial, ketua Xue ikut juga untuk memiliki pil esensi energi itu, dan penawaran yang dia ajukan itu tidak main-main". Pikir Bian Que.


Hal yang sama juga yang dipikirkan oleh Li Xin saat mendengar penawaran yang diberikan oleh Xue Yunlei.


Li Zian pun segera berseru.


"Jika dalam hitungan ketiga tidak ada yang memberikan penawaran, pil esensi energi ini akan menjadi milik tuan yang berada di kamar nomor lima".

__ADS_1


" Seribu dua ratus koin emas! ". Ucap sosok yang berada di kamar nomor satu.


" Siapa pria tua itu? ". Pikir Xue Yunlei saat mendengar suara tersebut.


" Seribu tiga ratus koin emas! ". Ucap Bian Que.


" Sial, berani juga tetua Bian memberikan penawaran, aku tidak akan kalah darinya ". Pikir Li Xin.


" Seribu empat ratus koin emas! ". Ucap Li Xin.


" Seribu lima ratus koin emas! ". Ucap sosok yang berada di kamar nomor satu.


" Apakah dia pemilik pil esensi energi itu sehingga dia sengaja menaikan penawaran? ". Pikir Xue Yunlei.


" Seribu enam ratus koin emas! ". Ucap Bian Que.


" Sial, apakah tetua Bian memiliki emas sebanyak itu? ". Pikir Li Xin.


" Seribu tujuh ratus koin emas! ". Ucap Li Xin.


Akhirnya ruangan itu menjadi hening karena tidak ada lagi yang memberikan penawaran.


Li Zian kembali berkata.


" Jika dalam hitungan ketiga tidak ada lagi yang akan memberikan penawaran, pil esensi energi ini akan menjadi milik dari sosok yang berada di kamar nomor enam".


"Satu untuk seribu tujuh ratus koin emas! ".


" Dua untuk seribu tujuh ratus koin emas! ".


" Ti....". Li Zian tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Seribu tujuh ratus sepuluh koin emas! ". Ucap Bian Que.


" Sial, mengapa tetua Bian Que memberikan penawaran lagi, aku tidak akan membiarkan dia memiliki pil itu". Ucap Li Xin.


" Seribu tujuh ratus lima puluh koin emas! ". Ucap Li Xin.


Setelah saling memberikan penawaran, akhirnya pil esensi energi itu dimiliki oleh Li Xin.


Dan ternyata pria tua yang berada di kamar nomor satu adalah pemilik pil tersebut sebab dirinya adalah seorang alkemis.


Li Zian pun kembali melelang beberapa item lagi, namun semuanya tidak ada yang diinginkan oleh Xue Yunlei kedua benda miliknya terjual seharga lima ribu koin emas.


Karena pembagian hasil lelang dengan paviliun Binjian, sehingga Xue Yunlei hanya menerima tiga ribu tujuh ratus lima puluh koin emas saja, sebab seribu dua ratus lima puluh koin emas adalah milik paviliun Binjian.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2