PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 184. Rintangan


__ADS_3

Melihat kedua pendekar yang diserang oleh harimau memberikan perlawanan, pria yang adalah pemimpin dari kelompok yang menghadang Xue Yunlei langsung mengaktifkan serangan lainnya.


Gelombang suara yang kuat langsung dilepaskan oleh makhluk tersebut dengan aumannya.


Huaxianzi dan Zhuan Zhu tidak sempat lagi untuk menciptakan formasi pelindung bagi tubuh mereka berdua.


Sedangkan Xue Yunlei tetap tenang menghadapi serangan makhluk itu sehingga bisa menciptakan formasi pelindung bagi dirinya.


Booommm...booommm...booommm


Bunyi ledakan pun terjadi di udara saat serangan Huaxianzi dan Zhuan Zhu berbenturan dengan gelombang suara auman harimau itu.


Tubuh keduanya dan juga Xue Yunlei langsung terhempas kebelakang, sebab mereka bertiga tidak memiliki tumpuan untuk bisa menahan tekanan kekuatan serangan makhluk itu.


Namun Xue Yunlei masih tetap bisa melayang di udara dan berbalik melakukan serangan. Hal itu berbeda dengan kedua rekannya.


Karena tubuh Huaxianzi dan Zhuan Zhu kini terjatuh dan membentur permukaan tanah.


"Brengsek...!!! Sungguh sangat memalukan.... Mana mungkin seorang pendekar dewa bisa di hempaskan seperti ini oleh seorang pendekar spiritual!?." Pikir Zhuan Zhu dengan perasaan malu.


Dengan cepat pria yang sudah berusia ratusan tahun itu kembali melesat untuk menyerang makhluk yang membuatnya terhempas.


Akan tetapi tindakannya itu sedikit lebih lambat dari Xue Yunlei, sebab pedang yang tercipta dari energi qi miliknya kini sudah melesat dengan cepat untuk menebas tubuh harimau itu sekalian dengan tubuh pendekar spiritual yang mengontrol makhluk ilusi tersebut.


Booommm


Bunyi ledakan pun kembali terdengar disaat serangan Xue Yunlei mengenai sasarannya.


Tubuh makhluk yang menyerang mereka tidak terkena dampak dari serangan Xue Yunlei. Akan tetapi berbeda halnya dengan tubuh pendekar yang mengontrolnya.


Serangan Xue Yunlei tidak berdampak bagi harimau itu karena makhluk itu hanyalah ilusi, sehingga serangan Xue Yunlei melewatinya dan mengenai tubuh pendekar yang mengontrolnya.


Pendekar itu tidak sempat menghindari serangan Xue Yunlei sebab kecepatan serangan tersebut tidak bisa dilihat olehnya karena perbedaan basis kultivasi yang sangat jauh.


Tubuh pendekar spiritual itu langsung berubah menjadi kabut darah setelah terkena serangan Xue Yunlei.


Tidak hanya dirinya saja, melainkan para pendekar yang adalah bawahan pria itu terkena dampak dari serangan tersebut.

__ADS_1


Sosok makhluk yang menakutkan itu perlahan mulai memudar dan hilang setelah orang yang mengontrolnya telah tiada.


Karena target pembalasanya sudah tiada, kini Zhuan Zhu merubah targetnya kepada para pendekar yang tersisa.


Sekitar belasan orang yang selamat dari serangan Xue Yunlei. Karena telah menyaksikan kekuatan lawan mereka, sehingga belasan pendekar itu langsung mengambil langkah seribu untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Apakah kalian pikir bisa melarikan diri dariku!? Rasakan ini!." Teriak Zhuan Zhu sambil melepaskan serangannya.


Duuuaaarrr....duuuaaarrr....duuuaaarrr


Bunyi ledakan yang terjadi di saat serangan Zhuan Zhu mengenai sasarannya.


Tubuh pendekar langit dan juga sebagian pendekar raja langsung hancur berkeping-keping setelah terkena serangan seorang pendekar dewa bumi.


Karena belasan orang yang tersisa berlari ke dua arah yang berbeda sehingga Huaxianzi pun tidak tinggal diam.


Peri cantik itu segera melesat dan melepaskan juga serangannya kearah mereka sama seperti yang dilakukan oleh Zhuan Zhu.


Setelah selesai menghabisi seluruh anggota perampok yang berasal dari sekte gunung Kepala Putih ketiganya pun segera melanjutkan perjalanan dengan melesat terbang.


Itu karena kuda yang mereka tunggangi sebelumnya sudah tidak ada lagi.


Xue Yunlei bisa merasakan energi alam yang sangat tebal di area pegunungan itu, sehingga sangat tepat untuk bisa bermeditasi agar secepatnya mengembalikan energi qi mereka yang telah digunakan.


"Pendekar Xue, menurutku tempat ini tidak pernah dikunjungi oleh seseorang, sebab aura serta energi yang aku rasakan sangat berbeda dengan yang pernah aku rasakan selama ini disetiap hutan yang telah aku kunjungi." Ucap Zhuan Zhu.


"Benar senior, memang hutan ini belum pernah di datangi oleh seseorang selain kita bertiga... Dan setelah aku memeriksanya, ada begitu banyak siluman dan makhluk yang sangat kuat hidup di hutan ini." Balas Xue Yunlei.


"Apakah kita lebih baik melanjutkan lagi perjalanan kita?." Tanya Zhuan Zhu.


"Tidak, menurutku akan lebih baik jika kita bisa bertemu dengan seekor siluman yang sudah berusia puluhan ribu tahun....sebab inti jiwa atau batu roh yang mereka miliki akan sangat berguna bagi kita." Jawab Xue Yunlei.


"Tetapi kekuatan seekor siluman yang berusia seperti itu sangat sulit untuk bisa kita hadapi... Meskipun kita sebagai seorang pendekar dewa surgawi, kita tetap tidak bisa mengalahkannya." Ujar Zhuan Zhu menanggapi.


"Menurutku, aku bisa untuk menghadapinya." Ucap Xue Yunlei.


Zhuan Zhu menjadi semakin penasaran dengan kekuatan serta kemampuan Xue Yunlei, sebab pemuda itu selalu membuatnya terkagum-kagum dengan kemampuan yang dia miliki.

__ADS_1


Siluman setelah berkultivasi selama seribu tahun, mereka sudah bisa menggunakan wujud yang mereka inginkan.


Sehingga jika sudah berusia sepuluh ribu tahun, tentunya kekuatan yang mereka miliki tidaklah rendah atau sangat kuat.


Hal itu sama seperti para peri, dalam seribu tahun mereka hanya berbentuk roh saja yang mendiami hutan, gunung, goa, sungai, danau dan lautan.


Tetapi setelah seribu tahun, mereka bisa mengambil wujud manusia sama seperti yang dimiliki oleh Huaxianzi dan yang lainnya.


Sehingga usia Huaxianzi sudah tidak muda lagi saat ini, sebab dia telah melewati seribu tahun dalam bentuk roh dan sudah memiliki wujud seperti manusia selama dua ribu tahun, sehingga kekuatannya sudah bisa mengimbangi seorang pendekar dewa bumi tahap awal.


"Huaxianzi, apakah kau tidak merasakan keberadaan bangsa peri dihutan ini?." Tanya Xue Yunlei.


"Tuan, sepertinya hutan ini memiliki dimensi lain yang telah diciptakan oleh bangsa peri yang tentunya lebih kuat dari kami." Jawab Huaxianzi.


"Apa katamu? Bangsa peri yang lebih kuat dari kalian?." Tanya Zhuan Zhu terkejut.


"Pendekar Zhuan tidak perlu khawatir jika bersama dengan tuan Xue Yunlei...mengapa tuan Xue Yunlei bisa menjadi penguasa kami? Itu karena dia mampu mengalahkan kami dengan mudah, apa lagi saat ini tuan Xue Yunlei memiliki basis kultivasi yang lebih tinggi lagi dari sebelumnya." Terang Huaxianzi.


"Sebenarnya seberapa kuat pendekar Xue ini? Mengapa kekuatan bangsa peri bisa ditaklukkan olehnya?." Pikir Zhuan Zhu karena merasa penasaran.


"Senior tidak perlu berpikir seperti itu, sebab suatu saat aku pasti akan mengajari senior beberapa teknik tingkat dewa untuk bisa mengalahkan iblis atau pun para siluman yang kuat." Ucap Xue Yunlei.


Zhuan Zhu hanya bisa tersenyum malu karena Xue Yunlei mengetahui apa yang dia pikirkan.


Xue Yunlei tidak bisa langsung mengajari Zhuan Zhu teknik untuk bisa mengalahkan siluman atau pun iblis, sebab teknik itu juga bisa mengalahkan bangsa peri, sehingga dirinya merasa tidak ingin bawahannya itu merasa terancam.


Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba kabut hitam mulai menyelimuti area dimana mereka berada.


"Sepertinya kita kedatangan tamu yang tidak diundang." Ucap Xue Yunlei.


"Tuan, sepertinya siluman dan juga bangsa peri di wilayah ini tidak saling bermusuhan." Ucap Huaxianzi karena bisa merasakan kehadiran dua makhluk dari dua bangsa yang berbeda.


Setelah kabut hitam telah menutupi seluruh area tersebut, puluhan pasang mata yang berbeda warna mulai terlihat.


Tubuh puluhan makhluk itu tidak bisa dilihat oleh Zhuan Zhu, karena terhalang oleh kabut hitam yang sangat tebal.


Berbeda dengan Xue Yunlei dan Huaxianzi, mereka berdua bisa melihat puluhan siluman yang bersiap untuk menyerang mereka.

__ADS_1


"Apakah kehadiran kami bertiga telah mengusik ketenangan kalian disini?." Tanya Xue Yunlei.


~Bersambung~


__ADS_2