
Xue Yunlei yang mendengar perkataan Xue Beng tidak bisa mengungkapkan mengapa dia ingin bertarung dengan Xue Zhao.
Karena jika Xue Yunlei memberitahukannya, pasti Xue Beng tidak akan mendengarkannya dan tetap akan membela putranya itu.
Dan jika dia memaksa, pasti dia bisa melukai Xue Beng yang akan melindungi putranya dari serangan yang akan dia lepaskan.
Saat ini Xue Yunlei menjadi dilema dengan situasi yang dia hadapi, namun untuk menutupinya, Xue Yunlei kembali menekan agar dia yang akan memberikan hukuman kepada Chen Kangjian dan Chen Bian.
"Paman, aku tidak akan melanjutkan lagi pertarunganku dengan kakak Zhao, akan tetapi aku tetap harus membunuh mereka untuk membalaskan dendam ayahku." Ujar Xue Yunlei dengan tegas.
"Yun'er...kakakmu telah memutuskan hukuman yang akan mereka terima...itu sudah tidak bisa ditarik kembali." Balas Xue Beng menanggapi.
"Baiklah...jika itu yang paman putuskan, aku akan tetap membunuh mereka...siapa pun yang coba untuk menghalangi, aku juga akan membunuhnya." Tutur Xue Yunlei dengan pasti sambil melesat menyerang kelima sosok tersebut dengan beberapa pisau yang terbuat dari energi qi miliknya.
Ketiga pisau energi itu langsung tertancap dan menembus tubuh tiga pemimpin perampok itu tanpa sempat mereka sadari.
Sedangkan dua serangan lainnya langsung di bendung oleh Chen Kaibo dengan energi qi yang dia miliki.
"Ohhh...jadi kau mencoba untuk mencegahnya? Baiklah, coba gagalkan serangan ku kali ini." Gumam Xue Yunlei sambil melepaskan kembali serangan pedang pusaka miliknya.
Aura dari pedang itu langsung mengintimidasi semua orang yang berada didekat mereka dan juga bisa dirasakan oleh orang-orang yang berdiri sedikit jauh dari mereka.
"Apa? Senjata pusaka tingkat dewa? Bagaimana mungkin dia bisa memiliki senjata yang sangat kuat seperti itu?" Pikir Xue Zhao.
"Chen Kaibo! Jangan menghentikan pedang itu!" Teriak Xue Zhao dengan perasaan cemas.
Pemuda yang namanya disebut oleh Xue Zhao segera menguringkan niatnya untuk menghentikan pedang milik Xue Yunlei dan hanya bisa pasrah melihat nasib kedua keluarganya itu.
Pedang pusaka milik Xue Yunlei langsung melesat secepat kilat tanpa bisa di lihat oleh Chen Kangjian dan Chen Bian hingga menghancurkan tubuh keduanya.
Dalam sekejap mata, kini tubuh kakek dan ayah Chen Kaibo telah berubah menjadi kabut darah akibat terkena serangan pedang pusaka tingkat dewa milik Xue Yunlei.
Pedang tersebut juga tidak melewati tubuh ketiga pemimpin perampok yang telah terbaring ditanah dan membuatnya menjadi kabut darah juga.
Pedang itu dengan cepat segera menyatu kembali dengan tubuh Xue Yunlei.
"Aku telah menghukum mereka...apakah ada yang merasa keberatan?" Tanya Xue Yunlei sambil menatap ke arah Chen Kaibo.
Chen Kaibo hanya bisa tersungkur saat melihat apa yang terjadi dengan tubuh kakek dan ayahnya yang kini sudah berhamburan diatas permukaan tanah di alun-alun balai kota Yin.
__ADS_1
Dia tidak menyangka jika kekuatannya saat itu, tidak bisa menandingi kekuatan yang dimiliki oleh Xue Yunlei.
"Ayo kita pergi...anggap saja hari ini aku membiarkan mu tetap hidup karena pamanku... tetapi kau perlu ingat, aku tidak akan membiarkanmu untuk bisa terus menguasai tubuh itu." Tutur Xue Yunlei sambil melesat terbang meninggalkan alun-alun balai kota Yin bersama dengan tiga sosok lainnya.
"Apa yang Xue Yunlei makaudkan itu? Mengapa dia beberapa kali berkata seperti itu kepadamu?" Tanya Xue Beng sambil menatap putranya.
"Ayah tidak perlu terlalu serius memikirkan hal itu...aku juga tidak mengerti apa yang dia katakan itu." Balas Xue Zhao menanggapi pertanyaan ayahnya.
"Tuan muda Xue Zhao...bagaimana dengan apa yang dia lakukan terhadap kakek dan ayahku?" Chen Kaibo bertanya.
"Chen Kaibo...saat ini dirinya didampingi oleh dua sosok lainnya yang bisa mengimbangi kekuatanku...sepertinya kau harus kembali berlatih agar bisa menghadapi pendekar dewa langit itu." Jawab Xue Zhao.
"Jika kemampuan mu masih seperti itu...bagaimana mungkin kau sendiri bisa menghadapi Xue Yunlei." Lanjut Xue Zhao.
"Zhao'er...ayah lihat, sepertinya Yun'er selalu menatapmu penuh dendam, sebenarnya apa yang telah terjadi diantara kalian berdua?" Xue Beng kembali bertanya menyela pembicaraan keduanya.
"Ayah...mungkin dia merasa dendam terhadapku karena telah memberikan hukuman seperti itu kepada tuan Chen Kangjian dan tuan Chen Bian." Jawab Xue Zhao lagi.
"Tetapi bukankah dia telah membunuh mereka semua? Mengapa tatapannya masih seperti itu kepada mu?" Xue Beng kembali bertanya karena masih merasa penasaran dengan sikap Xue Yunlei.
"Ayah tenang saja, aku bisa mengatasi semua itu." Balas Xue Zhao lagi.
Dan pilihan untuk menguasai tubuh Xue Zhao itu terbukti bisa mencegah Xue Yunlei untuk berusaha menyerangnya.
Saat ini Roh Dewa itu hanya bisa menyusun rencana untuk bisa meningkatkan kemampuan Chen Kaibo serta untuk bisa sepenuhnya menguasai tubuh Xue Zhao agar dirinya bisa menggunakan secara sempurna kemampuan yang dia miliki.
Xue Zhao pun kembali mengumpulkan para petinggi kota Yin serta memerintahkan para prajurit untuk membersihkan sisa-sisa kekacauan yang baru saja terjadi.
Para petinggi kota yang berasal dari tiga klan yang berbeda langsung mendengarkan perintah Xue Zhao, hal itu karena mereka telah mengetahui kekuatan pemuda itu yang bisa mengimbangi kemampuan Xue Yunlei.
Mereka tidak mengetahui jika kekuatan sosok pemuda itu akan jauh lebih kuat lagi jika roh dewa yang menguasai tubuh Xue Zhao telah menyatu dengan sempurna.
"Saat ini aku hanya bisa menyampaikan kepada kalian semua untuk selalu bekerja sama dengan ayah ku dalam mengurus kota kita ini."
"Sebab untuk beberapa hari kedepan, aku dan juga tuan muda Chen Kaibo akan pergi untuk berlatih lagi, sehingga hanya kalian yang bisa aku percaya saat ini."
Saat Xue Zhao sedang memberikan sedikit arahan, tiba-tiba terlihat sebuah rombongan sedang berjalan mendekati mereka.
Rombongan itu berasal dari klan Xue yang ingin bertemu dan menjemput Xue Beng untuk kembali ke klan mereka.
__ADS_1
Setelah melihat Xue Beng meskipun masih dalam keadaan lusuh, namun mereka langsung bisa mengenalinya.
Semuanya secara serentak segera memberi hormat kepada Xue Beng.
Pria itu merasa sangat bahagia dengan pemandangan tersebut, sebab anggota klannya masih sangat menghormati dirinya.
Mereka pun melanjutkan pembicaraan di dalam aula utama balai kota sebelum kembali lagi ke wilayah klan Xue bersama dengan Xue Beng.
Namun tidak dengan Xue Zhao dan Chen Kaibo, keduanya tidak langsung kembali ke klan mereka masing-masing, melainkan menuju ke tempat yang bisa mereka gunakan untuk berlatih agar bisa menghindari Xue Yunlei.
Roh dewa itu tidak ingin kembali lagi ke wilayah hutan terlarang, sebab mereka berdua bisa ditemukan oleh Xue Yunlei bersama dengan rekan-rekannya.
***
Beberapa hari kemudian setelah terjadinya keributan di balai kota Yin....
Di salah satu restoran milik salah satu keluarga dari klan Shang yang berada didalam kota Yin, kini terlihat tiga sosok yang duduk sambil mendengarkan setiap pembicaraan orang-orang didalam restoran itu.
"Aku dengar kekuatan tuan muda Chen Kaibo kini sudah berada di tingkat pendekar dewa surgawi...apa benar seperti itu?" Tanya seorang pria kepada salah satu rekannya.
"Sepertinya demikian...sebab memang seperti itu juga yang telah aku dengar." Jawab rekannya.
"Tidak hanya tuan muda Chen Kaibo yang memiliki basis kultivasi yang tinggi, akan tetapi basis kultivasi tuan muda Xue Zhao lebih mengerikan lagi." Lanjut pria itu lagi.
"Berarti kota kita ini akan kembali ke masa kejayaannya beberapa ratus tahun yang lalu, sebab sudah memiliki tiga pendekar yang sangat kuat."
"Benar apa yang kau katakan itu, saat tuan muda Xue Yunlei menggoncangkan seluruh dunia persilatan karena bisa membunuh seorang pendekar dewa, kota kita ini langsung disegani dan di hormati diseluruh wilayah negara Xin ini, apa lagi saat ini sudah bertambah dua orang lagi...pasti akan lebih ditakuti." Sambung yang lain.
"Ketua...apakah mereka berasal dari kota ini?" Tanya seorang pria yang adalah salah satu tetua dari sekte Racun Surgawi.
"Jika dipikir-pikir...itu masuk di akal, tetapi kita tidak boleh bertindak gegabah jika mereka memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa surgawi...apa lagi salah satunya lebih kuat lagi...itu berarti sosok itu adalah pendekar di ranah saint." Tutur Siu Lum menanggapi.
"Kita harus memastikan terlebih dahulu sebelum kembali hal itu agar kita tidak akan melakukan suatu kesalahan yang fatal." Lanjut Siu Lum.
"Baik ketua!" Balas kedua sosok yang bersama dengannya.
Mereka berbicara sambil berbisik agar tidak didengar oleh orang lain.
~Bersambung~
__ADS_1