PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 83. Bawahan Baru


__ADS_3

Perjalanan Xue Yunlei dan juga Bao Meng Ling kini sudah melewati beberapa desa, namun belum mendapatkan seekor pun kuda yang akan dijual oleh penduduk desa yang mereka lewati.


Setelah tiba di salah satu desa yang terlihat berdiri bangunan - bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan sangat tertata dengan baik dan rapi letak dan kedudukannya.


"Sepertinya desa ini terlihat sangat berbeda dengan desa -desa sebelumnya yang telah kita lewati". Gumam Xue Yunlei.


" Menurut ku, situasi yang terlihat didesa ini sepertinya dihuni oleh para prajurit kerajaan, karena hanya mereka yang dilatih untuk selalu taat kepada aturan ". Sambung Bao Meng Ling.


" Sudahlah, yang terpenting kita berdua bisa membeli dua ekor kuda untuk bisa kita tunggangi, menurutku itu adalah hal yang paling penting ". Ujar Xue Yunlei sambil melihat - lihat jika ada seseorang yang bisa diajak mereka berdua untuk bertanya.


Akhirnya berdua bertemu dengan seorang pria tua yang terlihat baru saja dari kebun karena sedang memikul kayu bakar.


" Permisi, pak tua, apakah kami boleh bertanya?". Ucap Xue Yunlei ramah.


"Silahkan, apa yang ingin tuan tanyakan? ". Balas pria tua itu balik bertanya.


" Apakah didesa ini, ada seseorang yang memiliki peternakan kuda untuk dijual? ". Tanya Xue Yunlei.


" Di desa kami ini, semua penduduknya hanya bertani, jadi tidak ada yang memiliki peternakan, tetapi kepala desa kami memiliki beberapa ekor kuda, silahkan tuan tanyakan ". Pria tua itu menjelaskan.


" Jika aku boleh tahu, dimana letak rumah kepala desa? ". Tanya Xue Yunlei lagi.


Pria tua itu langsung memberikan petunjuk kepada Xue Yunlei dimana letak rumah kepala desa.


" Terima kasih atas petunjuknya!". Balas Xue Yunlei dan segera pergi menuju ke salah satu rumah yang ditujukan oleh pria tua itu.


Saat mereka melanjutkan langkah mereka untuk menuju ke rumah kepala desa, Xue Yunlei kembali memalingkan pandangannya untuk melihat kembali pria tua itu.


Namun kini keberadaan pria tua itu sudah tidak terlihat lagi.


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan tingkah pria tua barusan". Gumam Xue Yunlei.


Bao Meng Ling yang mendengar kata - kata Xue Yunlei segera menanggapinya.


" Kenapa? Apa yang aneh dengan pria tua itu? ". Tanya gadis itu penasaran.


" Jika dilihat dari usia serta penampilannya, pria tua itu seperti tidak memiliki tenaga, akan tetapi saat aku berpaling untuk melihat, pria tua itu sudah tidak terlihat lagi, jadi kita berdua harus waspada dengan situasi saat ini ". Ujar Xue Yunlei.


" Yang harus waspada itu kamu, aku tidak termasuk ". Ucap Bao Meng Ling usil.


" Apa katamu? Hanya aku yang harus waspada? Terus bagaimana dengan keselamatan dirimu?". Xue Yunlei menanggapi.

__ADS_1


"Hidupku ini tergantung dirimu, karena kamu yang memaksa ayahku untuk ikut denganmu, jadi hidupku sudah menjadi tanggung jawab Mu". Balas Bao Meng Ling tanpa beban.


"Kamu! ". Xue Yunlei tidak bisa melanjutkan kata - katanya.


" Aku kenapa? Memang semestinya harus begitu, jadi apa yang salah dengan perkataanku barusan? ". Ucap Bao Meng Ling sedikit ngotot.


Xue Yunlei hanya bisa diam mendengar perkataan gadis yang bersama dengannya itu.


Sedangkan Bao Meng Ling langsung tersenyum merasa puas dengan keusilannya tersebut.


" Jika menurutmu seperti itu, mulai saat ini, kamu harus mengikuti setiap kemauan serta setiap perintah ku, jika tidak, aku akan membiarkanmu mengalami hal yang tidak kau inginkan ". Tutur Xue Yunlei.


" Bagaimana jika aku tidak mau melakukan? Apa yang akan kamu lakukan kepadaku? ". Ujar Bao Meng Ling menantang.


Tanpa mereka sadari, sudah beberapa saat mereka berjalan namun belum juga bisa menemukan rumah yang pria tua itu maksudkan.


Xue Yunlei segera menyadari hal itu dan mulai curiga dengan jalan yang mereka lalui karena tidak pernah bisa sampai ke rumah kepala desa.


" Sepertinya mereka telah menggunakan ilmu ilusi untuk bisa memperdaya kami di desa ini ". Pikir Xue Yunlei.


" Mereka terlalu menganggap remeh tamu mereka saat ini, sehingga mereka akan menghormati di saat aku menunjukkan seperti apa sifat asli ku". Gumam Xue Yunlei yang saat ini mulai merasa jengkel.


"Aku sampai ke tempat ini bukan berarti aku ingin menjajah atau pun dijajah oleh kalian, Akan tetapi jika kalian ingin menyambutku dengan cara yang tidak aku inginkan, pasti aku akan membuat perhitungan dengan kalian ". Teriak Xue Yunlei.


"Ha...ha...ha...ha...ha, apakah kamu pikir dengan kemampuanmu itu, bisa untuk mengalahkan kami semua!? ".


" Anak muda, dengan usia tulang 18 tahun, apa yang bisa membuatmu sehingga begitu percaya diri mengancam kami!? ".


" Apakah kamu berpikir sebagai seorang pendekar langit bisa dengan mudah untuk mengancam kami? Kamu benar-benar terlalu naif". Tutup pria tua yang berpakaian sangat berwibawa.


Pria tua itu adalah ketua desa Tiejia, dan memiliki basis kultivasi sebagai pendekar langit ditingkat pendekar spiritual tahap akhir.


Sedangkan pria tua itu tidak bisa melihat basis kultivasi Xue Yunlei karena selalu disembunyikan oleh pemuda itu, namun dirinya bisa berspekulasi bahwa pemuda didepannya itu memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar langit.


Akan tetapi dengan usia seperti Xue Yunlei pria tua itu berpikir setidaknya dia telah memiliki basis kultivasi ditingkat pendekar petapa atau petapa suci.


Xue Yunlei yang melihat basis kultivasi para pendekar didepannya langsung tersenyum sinis.


"Pak Tua! Jika kamu merasa sangat yakin bisa mengalahkan diriku ini, bagaimana kalau kita duel saja!? ". Tutur Xue Yunlei menantang pria tua didepannya.


Kepala desa Tiejia sedikit berpikir dengan tantangan yang diberikan oleh pemuda itu.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kita taruhan saja, jika aku bisa mengalahkan kalian semua, kalian harus menjadi bawahanku, tetapi jika kalian bisa mengalahkanku terserah apa yang akan kalian lakukan ".


" Ha...ha...ha...ha...ha, ternyata kamu terlalu percaya diri dengan kemampuanmu itu, aku tidak butuh taruhan, tetapi jika kamu bisa mengalahkan kami semua, aku bersumpah kepada langit dan bumi akan menjadi bawahanmu". Ujar kepala desa.


"Baiklah, aku akan membuktikan bahwa kalian semua harus menjadi bawahanku". Ucap Xue Yunlei sambil mengerahkan energi qi miliknya dan segera membentuk seekor Naga Logam Api dengan wujud yang tidak setangguh saat menghadapi para tetua suku Hushi yang berada di padang gurun.


Saat ini Xue Yunlei hanya menggunakan energi qi miliknya sebagai seorang pendekar agung.


Setidaknya kekuatan yang dia miliki mampu untuk melukai para pendekar dari desa Tiejia.


"Apa!? Ternyata pemuda ini tidak berbicara omong kosong". Gumam kepala desa dengan mata terbelalak melihat teknik serta kekuatan dari Naga Logam Api yang diciptakan oleh Xue Yunlei.


" Ayo kita mulai ". Ajak Xue Yunlei untuk segera memulai pertarungan tersebut.


" Bentuk formasi Bintang Biduk ". Perintah kepala desa.


Lima belas pria tua yang adalah petinggi didesa itu segera melakukan apa yang kepala desa perintahkan.


Mereka membuat lingkaran dengan menggunakan kemampuan ilmu pedang untuk menyerang Xue Yunlei.


Tubuh Xue Yunlei kini telah dilindungi oleh tubuh Naga Logam Api yang siap untuk menyerang lawannya.


Ribuan pedang energi kini langsung menerjang kearah Xue Yunlei.


Akan tetapi pemuda itu masih tetap santai untuk menghadapi serangan tersebut dan segera mengendalikan Naga Logam Api miliknya untuk memblokir serta sekaligus untuk menyerang.


Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr


Ledakan ledakan mulai terjadi disaat serangan ribuan pedang energi berbenturan dengan tubuh Naga Logam Api.


Xue Yunlei karena tidak bisa menggunakan teknik tersebut dalam jangka waktu yang lama, segera menyerang belasan pria tua itu.


Naga Logam Api mulai menerjang untuk menghancurkan formasi yang dibentuk oleh belasan pria tua itu.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya formasi Bintang Biduk mereka hancur dan beberapa dari mereka kini telah terluka.


"Bagaimana, apakah akan dilanjutkan? ". Tanya Xue Yunlei sambil tersenyum.


Melihat sikap pemuda itu seperti belum kehabisan energi qi, kepala desa Tiejia segera berlutut dan memberi hormat.


" Hormat kepada ketua! Hormat kepada ketua! Hormat kepada ketua! ".

__ADS_1


Penghormatan kepala desa Tiejia langsung diikuti oleh seluruh penduduk di desa tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2