
Setelah Ming Chuan dan Hong Ye pergi, Yu Fei pun segera memanggil semua jenderal dan wakil jenderal untuk memberitahukan jika mereka akan siap menyerang kota Yin jika patriark Xue Beng tidak ingin menyerah meskipun dengan ancaman akan membunuh Shang Mingmei serta ibunya.
"Siapkan seluruh pasukan kalian, jika seorang diantara dua pria tua yang adalah tamuku sebelumnya tiba, itu artinya kita akan segera mengutus seseorang kesana, jika mereka menolak untuk menyerah, kita langsung menyerang kota itu."
"Periksa semua kesiapan pasukan kalian masing-masing, agar saat tiba waktunya, kita langsung saja melancarkan serangan."
Setelah Yu Fei memberi perintah, mereka pun segera membubarkan diri dan kembali ke kamp mereka masing-masing.
Setelah hari sudah terang, kini terlihat pemandangan yang berbeda di kamp pasukan kerajaan Xin dan situasi didalam kota Yin.
"Sepertinya mereka ingin menjadikan nona Shang Mingmei dan ibunya sebagai sandera agar bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan." Tutur Xue Beng.
"Apakah sudah ada informasi dari komandan Chen Kaibo?" Lanjutnya bertanya.
"Belum! Sampai saat ini komandan Chen Kaibo belum melaporkan perkembangan dari hasil pencariannya." Jawab Shang Chiu lirih.
Di gerbang kota Yin, seorang prajurit berkuda membawa sebuah panji yang adalah utusan dari Yu Fei pun tiba.
"Biarkan saya lewat, sebab aku saat ini membawakan pesan dari jenderal Yu Fei untuk penguasa kota kalian!." Serunya sambil menunjukkan plakat sebagai tanda utusan.
"Beri dia jalan!" Teriak sang komandan pasukan yang berjaga di gerbang kota Yin.
Puluhan prajurit segera membuka jalan bagi prajurit berkuda yang membawa pesan itu.
Chen Kaibo yang tidak mendapatkan hasil dari pencariannya atas keberadaan Shang Mingmei dan ibunya, menghentikan tindakannya itu dan kembali ke balai kota untuk melaporkan hal itu.
Saat dirinya melesat ke balai kota Yin, dia melihat prajurit berkuda yang adalah utusan dari Yu Fei.
"Apakah itu utusan dari pasukan kerajaan? Celaka! Apakah nona Shang Mingmei dan ibunya telah keluar dari kota ini? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" Chen Kaibo membantin.
Ia pun segera mengikuti utusan tersebut sampai di balai kota Yin.
Perjalanan utusan itu tidak mendapatkan hambatan sedikitpun setiap melewati gerbang yang akan dia lalui untuk bisa tiba di balai kota.
Chen Kaibo pun berjalan dan mengikuti utusan itu dari belakang.
Utusan tersebut tidak memperhatikan siapa pun atau ada berapa pun prajurit kota Yin mengikutinya.
Itu karena statusnya adalah seorang prajurit utusan kerajaan serta menurut aturan perang, seorang utusan tidak boleh dibunuh.
Sehingga dia tidak memperdulikan jika Chen Kaibo saat itu sedang berjalan dibelakangnya hingga memasuki aula utama balai kota Yin.
Xue Beng bersama petinggi yang lain segera berdiri saat utusan itu dan Chen Kaibo memasuki ruang aula dimana mereka berada.
__ADS_1
"Hamba diutus oleh jenderal Yu Fei untuk menghadap penguasa kota Yin agar bisa menyampaikan pesan darinya!"
"Mohon diterima!" Tutup utusan itu sambil menyerahkan sebuah gulungan yang dia bawa.
"Chen Kaibo menghadap!" Serunya dan segera mengambil gulungan ditangan utusan itu.
Ia segera berjalan kedepan untuk menyerahkan gulungan pesan itu kepada Chen Kaibo. Akan tetapi langkah kakinya terhenti.
"Tolong komandan Chen bacakan saja pesan itu agar kami semua mendengarnya!" Perintah Xue Beng.
Chen Kaibo pun segera membacakan pesan yang dikirim oleh utusan tersebut yang membuat patriark Shang Chiu, Xue Beng dan yang lainnya merasa sangat terkejut mendengarnya.
"Mengapa kerajaan menganggap kami sebagai penyebab kekacauan yang terjadi di wilayah kerajaan Xin selama ini?"
"Bukankah ini adalah suatu tuduhan yang sangat tidak berdasar?"
"Apakah hal itu telah diselidiki terlebih dahulu sebelum melemparkan tuduhan kepada kami?"
Xue Beng terus berkata-kata untuk menanggapi tuduhan serta pesan yang telah mereka dengar bersama saat Chen Kaibo membacakannya.
"Patriark Xue, tindakan mereka juga memang tidak menggambarkan hal yang semestinya mereka lakukan."
"Menurutku tuduhan itu hanyalah sebagai alasan agar mereka bisa menyerang kota kita."
Chen Kaibo menanggapi pesan dan perkataan Xue Beng sambil mencoba untuk menebak-nebak sebenarnya apa yang terjadi sebelumnya sehingga pasukan kerajaan menuduh dan ingin menyerang mereka.
"Kau kembalilah...dan katakan kepada pemimpinmu bahwa kami akan membicarakan apa yang dia minta." Ucap Xue Beng.
"Cepat antarkan dia!" Perintah Xue Beng kepada seorang prajurit.
"Komandan Chen, silahkan duduk!" Lanjut Xue Beng.
Chen Kaibo pun segera duduk di posisi kursi di samping posisi kursi Xue Beng.
"Komandan Chen, apa pendapatmu mengenai masalah ini? Dan bagaimana hasil pencarian serta penyelidikanmu?" Tanya Xue Beng.
"Patriark Xue dan para petinggi yang hadir, seperti yang telah kalian semua dengar sendiri pesan yang telah aku bacakan itu, aku tidak menemukan nona Shang Mingmei dan ibunya. Sehingga aku bisa menyimpulkan jika ancaman mereka itu tidaklah main-main."
"Itu berarti nona Shang Mingmei dan ibunya kini telah berada ditangan mereka."
"Yang aku pikirkan, sepertinya hal itu di lakukan oleh dua sosok yang sebelumnya telah aku ikuti dari perkemahan pasukan kerajaan semalam."
"Sebab keduanya bisa memasuki kota ini tanpa sepengetahuan para prajurit yang berjaga."
__ADS_1
"Sehingga, aku berpikir hanya kedua sosok itu yang bisa melakukannya."
"Dan kecurigaan ku jatuh kepada senior Ming Chuan dan senior Hong Ye. Karena sebelumnya mereka berdua berada di dalam kota Yin ini. Tetapi saat kami memeriksa setiap sudut kota ini, kami tidak menemukan keduanya."
"Tetapi mengapa pihak kerajaan ingin menyerang kami? Bukankah seharusnya mereka terlebih dahulu datang kesini untuk menanyakan hal itu kepada kita!?" Tanya Xue Beng.
Chen Kaibo pun kembali menanggapi pertanyaan Xue Beng.
"Sepertinya masalah ini bukan sepenuhnya diinginkan oleh pihak kerajaan, karena sepengetaguanku, kita tidak pernah menyinggung pihak kerajaan."
"Sepertinya ini berkaitan dengan tuan muda Xue Yunlei, sebab mengapa mereka menangkap nona Shang Mingmei untuk menjadi sandera mereka!?"
"Komandan Chen, mungkin mereka melakukan hal itu karena mereka merasa takut untuk menghadapi tuan muda Xue Yunlei, sehingga mereka menggunakan nona Shang Mingmei agar tuan muda Xue Yunlei tidak memberikan perlawanan terhadap mereka." Tutur seorang bangsawan dari klan Chen.
"Apa yang paman katakan itu tidak salah, memang hal itu juga yang menjadi pertimbangan mereka. Namun karena senior Ming Chuan dan senior Hong Ye terlibat didalamnya, sehingga aku berpikir itu sepenuhnya karena masalah mereka dengan tuan Xue Yunlei."
"Tetapi aku tidak tahu siapa sosok yang bisa menggunakan kekuatan pihak kerajaan untuk bisa menyerang kita!?"
"Jika demikian, sebaiknya komandan Chen memanggil tuan muda Xue Yunlei untuk segera datang kesini agar bisa menyelamatkan nona Shang Mingmei dan ibunya." Ujar salah satu tetua dari klan Shang.
"Aku tidak bisa melakukannya, sebab saat ini tuan muda Xue Yunlei sedang menyelesaikan masalah yang sangat serius juga,sehingga dia mempercayakan masalah kota ini kepadaku." Jawab Chen Kaibo.
"Untuk itu, biarkan aku sendiri yang akan pergi kesana untuk mencoba menyelesaikan masalah ini dan menolong nona Shang Mingmei dan ibunya."
"Kalian semua, siapkan semua pasukan dan pendekar yang ada di kota kita ini agar siap menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi."
"Komandan Chen, bawa pelat ini dan perintahkan seluruh anggota klan Xue untuk mempersiapkan diri mereka dan membantu kami disini." Tutur Xue Beng.
"Baik! Sebelum aku bertemu dengan mereka, terlebih dahulu aku akan pergi ke markas klan Xue untuk menyampaikan perintah patriark Xue."
"Aku pamit undur diri!" Tutup Chen Kaibo seraya berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah sampai di luar balai kota, Chen Kaibo segera melesat terbang menuju ke markas klan Xue untuk menyampaikan perintah Xue Beng.
Setelah beberapa waktu kemudian, akhirnya prajurit berkuda yang dia utus tiba dan segera memasuki tenda utama dimana Yu Fei dan petinggi lain berada.
"Lapor jenderal! Mereka meminta sedikit waktu untuk membicarakan mengenai permintaan yang jenderal ajukan!"
"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya mereka ingin aku memberikan waktu agar mereka bisa memanggil Xue Yunlei untuk datang membantu mereka."
"Kalian pikir aku sebodoh itu!?"
"Ayo kita bergerak untuk menyerang mereka!"
__ADS_1
~Bersambung~