
Xue Yunlei yang telah kembali sambil melakukan penyamaran, segera pergi ke Kota Yin secara diam-diam untuk memeriksa keberadaan Xue Zhao dan Chen Kaibo.
Karena teknik pengabur miliknya sama seperti yang digunakan oleh Xue Zhao, sehingga aura kehadirannya tidak bisa di rasakan oleh siapapun meski Roh Dewa itu sendiri.
Xue Yunlei pun bisa merasakan aura keberadaan Raja Iblis dan juga ketiga pendekar yang duduk bersama dengan Xue Zhao yang dalam penyamaran.
Pemuda itu segera memasuki restoran yang sama dan segera mengambil tempat yang tidak jauh dari mereka.
Mengapa Raja Iblis berada di kota ini? Apakah dia telah mengetahui identitasku?" Pikir Xue Yunlei.
Setelah sedikit berpikir, pemuda itu langsung mengingat jika sebelumnya salah satu pria yang adalah komandan bangsa peri penguasa danau telah memberitahukan asal Huaxianzi.
"Melihat basis kultivasi dari ketiga sosok yang lain, Xue Yunlei berpikir itu bisa membahayakan keselamatan bangsa peri di hutan ilusi.
Namun pemuda itu merasa penasaran dengan sosok pria yang terlihat jauh lebih mudah dari keempat sosok lainnya yang terlihat sangat dihormati oleh keempat pria sepuh itu.
"Siapa pemuda itu? Mengapa aku tidak bisa mengetahui basis kultivasi miliknya?" Pikir Xue Yunlei.
"Dengan teknik yang aku miliki, sepertinya tidak mungkin jika aku tidak bisa mengetahui basis kultivasi pemuda itu...apakah dia adalah Xue Zhao yang sedang melakukan penyamaran?" Lanjut Xue Yunlei berpikir.
Seorang pelayan segera mendekati Xue Yunlei dan membuyarkan lamunannya.
"Tuan muda...apakah anda ingin memesan sesuatu?" Tanya pelayan itu.
"Bawakan aku makanan terbaik di restoran ini." Jawab Xue Yunlei.
Setelah mendengar pesanan Xue Yunlei, pelayan itu pun segera pergi meninggalkannya.
Xue Yunlei pun akhirnya samar-samar bisa mendengar beberapa kata mengenai mengajak seorang sahabat dan juga mempelajari teknik tingkat dewa dari pemuda itu.
"Sepertinya benar dugaanku, dia adalah Roh Dewa itu..."
"Ternyata dia telah bekerja sama dengan Raja Iblis untuk melawan ku...baiklah, aku juga akan bersiap untuk menanti kedatangan kalian di hutan ilusi...pasti jika kalian tidak menemukanku di kediaman ku, kalian akan pergi ke hutan ilusi untuk bisa menemukan Huaxianzi." Pikirnya.
Di meja tempat Xue Zhao dan yang lainnya tempati kini Raja Iblis kembali berkata.
"Penguasa...jika kalian tidak keberatan, bagaimana jika kita pergi saja ke salah satu bangsa peri yang menguasai sebuah danau yang terletak di wilayah bagian timur laut dari kota ini?"
"Jika kita bisa menyerang dan mengalahkan mereka, kita akan mendapatkan banyak sumber daya dari mereka." Lanjutnya.
"Apa katamu? Bangsa peri penguasa danau? Mengapa kau bisa mengetahui mereka?" Tanya Du Tiansang menanggapi perkataan Raja Iblis.
"Aku tanpa sengaja bisa mengetahui mereka saat aku mengejar kelompok pendekar muda yang aku cari itu." Jawab Raja Iblis.
"Berarti kau sangat beruntung bisa mengetahui mereka...tetapi mengapa kau tidak kembali untuk menyerang mereka? Bukankah kau juga memiliki puluhan anggota sebagai pendekar dewa?" Tanya Du Tiansang.
"Awalnya itulah yang terjadi, namun kekuatan mereka membuat aku kehilangan beberapa pendekar dewa." Jawab Raja Iblis.
__ADS_1
"Itulah mengapa aku tidak kembali ke sana untuk menyerang mereka lagi"
"Namun dengan bantuan kalian, pasti kita bisa mengalahkan mereka...apa lagi dengan kemampuan yang dimiliki oleh penguasa." Tutup Raja Iblis.
Xue Yunlei yang mendengar hal itu langsung tersentak.
"Sial, ternyata mereka ingin menyerang bangsa peri penguasa danau...aku harus segera pergi mendahului mereka untuk memberitahukan hal ini kepada Nu Xiannu." Pikir Xue Yunlei.
Pemuda itu segera meletakkan beberapa koin emas di meja yang dia tempati serta langsung berjalan meninggalkan restoran tersebut.
Sedangkan Xue Zhao dan yang lainnya terus membahas mengenai rencana mereka hingga akhirnya memutuskan untuk menyerang bangsa peri penguasa danau itu.
***
Dikediaman Xue Yunlei, kini pemuda itu telah tiba dan segera memanggil ketiga raja siluman, Zhuan Zhu serta Huaxianzi yang telah kembali mengantarkan Xiao Lin Meng dan Rui Lianjin.
"Kita akan segera kembali ke danau dimana Nu Xiannu berada." Ucap Xue Yunlei.
"Ada apa penguasa? Mengapa kita harus kembali ke sana?" Tanya Huaxianzi.
"Itu karena, Xue Zhao dan Raja Iblis telah bekerja sama dan akan menyerang mereka." Jawab Xue Yunlei.
"Bagaimana mereka bisa saling mengenal dan bekerja sama?" Tanya Zhuan Zhu.
"Aku juga tidak tahu persis mengenai hal itu, akan tetapi sepertinya mereka ingin menyerang bangsa peri di hutan ilusi, sebab satu-satunya petunjuk yang dimiliki oleh Raja Iblis adalah asalmu." Tutur Xue Yunlei sambil menatap Huaxianzi.
"Hingga Raja Iblis mengusulkan untuk menyerang bangsa peri penguasa danau agar mereka bisa memiliki semua hal berharga yang bangsa peri miliki."
"Untuk itu, kita harus secepatnya pergi kesana dengan menggunakan teknik teleportasi." Tutup Xue Yunlei.
"Baik penguasa!" Seru mereka serentak.
Mereka pun segera menghilang dari tempat itu untuk menuju ke danau dimana bangsa peri itu berada.
***
Di restoran setelah mereka mendapatkan kepastian langkah apa yang akan mereka lakukan, Du Tiansang langsung angkat bicara untuk merubah topik.
"Baiklah, kita nikmati saja makanan dan minuman ini untuk merayakan kerja sama yang telah kita jalin serta merayakan karena telah mendapatkan penguasa baru bagi kedua sekte kita." Tutur Du Tiansang sambil tersenyum.
"Mari bersulang." Lanjut Du Tiansang sambil mengangkat cangkir miliknya.
Raja Iblis bersama yang lainnya melakukan hal yang sama juga.
Setelah selesai menikmati makanan dan arak terbaik di restoran itu, akhirnya Xue Zhao pun berkata.
"Besok pagi kita harus segera berangkat untuk menuju ke danau dimana bangsa peri itu berada."
__ADS_1
"Kita bertemu dihutan yang berada diluar kota Yin."
"Aku harap kalian berempat sudah berada disana." Tutup Xue Zhao dan segera meninggalkan keempat pria sepuh itu.
***
Kini Xue Yunlei dan lima sosok lainnya kini telah tiba di tepi danau dimana bangsa peri berada.
"Bagaimana penguasa? Apakah kita langsung masuk saja?" Tanya Huaxianzi.
"Iya...jika kita meminta ijin dari mereka, pasti kita tidak akan dibiarkan untuk bisa masuk." Balas Xue Yunlei menjawab pertanyaan Huaxianzi.
Mereka ber-enam segera memasuki dunia bangsa peri yang berada di dasar danau.
Kemunculan mereka membuat para pasukan peri langsung terkejut dan menjadi gempar.
"Mengapa kalian kembali lagi kesini? Apa tujuan kedatangan kalian kali ini?" Pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang komandan pasukan bangsa peri.
"Kedatangan kami kesini untuk memberitahukan sesuatu yang serius kepada penguasa kalian...untuk itu, mohon kalian antarkan kami untuk bisa bertemu dengannya." Balas Xue Yunlei menanggapi pertanyaan komandan pasukan bangsa peri itu.
"Kalian tidak diijinkan untuk bisa bertemu dengan raja kami...untuk itu, mohon kalian meninggalkan dunia kami ini." Ucap sang komandan pasukan.
"Kami tidak ingin membuat keributan di dunia kalian ini...karena tujuan kedatangan kami ini adalah untuk keselamatan bangsa kalian...jadi mohon untuk bisa dimengerti." Balas Xue Yunlei.
"Aku sudah mengatakan jika penguasa kami tidak ingin lagi untuk bertemu dengan kalian, sebaiknya kalian jangan memaksa kami untuk berlaku kasar." Ujar sang komandan sedikit mengancam.
"Tuan...keputusanmu ini bisa mendatangkan kerugian bagi bangsa kalian, sebab jika aku tidak memberitahukan kepada raja kalian, sudah pasti bangsa kalian ini tinggal menunggu waktu saja untuk lenyap." Tutur Xue Yunlei.
"Jangan menguji kesabaranku, sebab jika kalian tidak pergi dari dunia kami ini, aku akan bertindak untuk memaksa kalian keluar dari dunia ini." Ucap sang komandan mengancam.
"Apakah bangsa kalian sanggup menghadapi serangan dari Raja Iblis bersama dengan rekan-rekannya yang salah satu diantara mereka adalah seorang pendekar yang tubuhnya dikuasai oleh Roh Dewa?" Ungkap Xue Yunlei.
Mendengar perkataan Xue Yunlei, sang komandan pasukan bangsa peri itu langsung merasa terkejut.
Sebab apa yang baru saja dikatakan oleh pemuda itu bukanlah sebuah lelucon yang bisa dianggap remeh.
"Apa benar yang kau katakan itu?" Tanya sang komandan ingin untuk memastikan lagi.
"Itu benar, sehingga kami berniat untuk bisa membantu kalian." Jawab Xue Yunlei.
"Baiklah, mohon kalian tunggu disini, aku akan menyampaikan hal itu terlebih dahulu kepada raja kami." Ucap sang komandan.
"Baiklah, kami akan menunggu kabar darimu." Balas Xue Yunlei.
Komandan pasukan bangsa peri itu segera pergi dari tempat itu untuk menuju ke istana mereka.
Sedangkan Xue Yunlei dan yang lainnya ditemani oleh pasukan bangsa peri.
__ADS_1
~Bersambung~