
Sang jenderal langsung terperanjat saat mendengar perkataan Xue Zhao dan kembali berkata.
"Jangan kau samakan kami dengan orang-orang yang pernah kau bunuh sebelumnya, sebab dikota kami ini sangat berbeda, sehingga kau tidak mungkin bisa melakukan lagi hal itu."
"Apakah kau tahu jika aku telah melakukan lagi hal itu dikota ini!?" Balas Xue Zhao.
"Jika kau tidak percaya, kau pergi lihat sendiri apakah komandan pasukan penjaga gerbang kota ini masih hidup atau tidak." Lanjut Xue Zhao.
"Brengsek! Berani-beraninya kau membunuh komandan pasukan kami...serang!!!" Teriak sang jenderal.
Prajurit yang datang bersamanya langsung melepaskan anak panah kearah kelompok Xue Zhao.
"Kalian berempat ayo selesaikan mereka dengan cepat...aku tidak ingin berlama-lama lagi dengan mereka." Perintah Xue Zhao.
Dengan cepat Du Tiansang dan tiga sosok lainnya segera melakukan apa yang Xue Zhao perintahkan.
Ratusan anak panah yang dilepaskan oleh prajurit pengamanan kota langsung berbalik menyerang mereka.
Masalah mereka tidak sampai disitu saja, akan tetapi masalah yang lebih besar telah menyusul untuk membinasakan mereka.
Saat keempat bawahan Xue Zhao melesat untuk menghabisi pasukan kota Sungai Perak, Bao Meng Ling pun langsung berteriak.
"Jangan membunuh mereka! Cukup lumpuhkan saja mereka!"
Keempat rekannya pun segera mengikuti apa yang Bao Meng Ling katakan dan hanya melumpuhkan ratusan pasukan pengamanan kota Sungai Perak.
Walaupun mereka melakukan apa yang Bao Meng Ling katakan, akan tetapi mereka juga tidak mengetahui tujuan wanita itu meminta mereka melakukan hal itu.
"Nona Bao, mengapa anda menyuruh untuk tidak membunuh mereka?" Tanya Xue Zhao.
"Tuan muda, itu karena aku dan senior Feng Ya akan memulihkan diri kami dengan energi qi yang mereka miliki." Jawab Bao Meng Ling.
"Pendekar Feng, apa benar seperti itu?" Tanya Xue Zhao sambil menatap pria sepuh yang dalam keadaan terluka itu.
Feng Ya hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Xue Zhao.
Setelah Du Tiansang dan yang lainnya selesai melumpuhkan ratusan prajurit, tiga orang komandan pasukan dan juga seorang jenderal, Xue Zhao segera memerintahkan Bao Meng Ling dan Feng Ya untuk memulihkan kekuatan mereka.
Chen Kaibo dan Yi Feng segera mengantarkan keduanya untuk mendekati pasukan pengamanan kota Sungai Perak yang telah dilumpuhkan tersebut.
"Nona Bao, apa yang ingin kau lakukan? Katakan saja, jika aku bisa membantumu, pasti aku akan membantumu agar bisa secepatnya menyembuhkan luka dalammu serta memulihkan kekuatanmu." Chen Kaibo mencoba ingin membantu.
"Antarkan aku mendekat kepada pemimpin mereka." Ucap Bao Meng Ling.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Chen Kaibo dan segera melakukan apa yang Bao Meng Ling katakan.
Setelah tiba di dekat tubuh sang jenderal, Bao Meng Ling segera mengaktifkan teknik terlarang yang dia miliki dan langsung menyerap energi qi yang sang jenderal miliki.
"Tidak! Tidak! Jangan melakukan hal itu! Aku mohon!" Teriak sang jenderal saat energi qi miliknya diserap oleh Bao Meng Ling.
"Apakah dia sedang menyerap energi qi milik pria itu?" Pikir Chen Kaibo setelah melihat apa yang sedang Bao Meng Ling lakukan.
"Hmmmphht...sepertinya nona Bao Meng Ling telah menggunakan teknik itu untuk meningkatkan basis kultivasinya hingga bisa menjadi seorang pendekar diranah saint." Gumam Xue Zhao.
"Bukankah teknik itu sudah tidak ada lagi didunia persilatan? Mengapa nona Bao Meng Ling memiliki teknik tersebut?" Pikir Raja Iblis.
Tidak hanya Raja Iblis, melainkan Du Tiansang dan beberapa sosok yang lain memikirkan hal yang sama.
Itu karena mereka juga mengetahui serta ingin juga memperoleh teknik tersebut.
Feng Ya juga melakukan hal yang sama kepada seorang komandan pasukan seperti apa yang Bao Meng Ling lakukan kepada sang jenderal.
Semua pasukan pengamanan kota Sungai Perak merasa sangat ketakutan setelah melihat tindakan kedua orang itu.
Karena mereka juga akan mengalami hal yang sama dengan apa yang telah dialami oleh pemimpin mereka itu.
Keduanya terus melakukan hal itu hingga sudah separuh pasukan pengamanan yang telah mereka serap energi qi yang mereka miliki, tiba-tiba beberapa sosok berteriak untuk menghentikan tindakan tersebut.
"Hentikan! Kalian benar-benar manusia iblis! Teganya kalian mengambil kerja keras mereka selama puluhan hingga ratusan tahun dengan mudah." Tutur seorang pria dengan pakaian yang terlihat sangat berwibawa.
"Jika dilihat dari penampilan serta basis kultivasi yang kau miliki, sepertinya kau ini adalah penguasa kota Sungai Perak ini...apa benar dugaanku itu!?" Balas Xue Zhao sambil menatap sinis pria yang dia maksud.
"Ternyata memang benar dugaan komandan pasukan penjaga gerbang kota yang sebelumnya melaporkan mengenai kedatangan kalian."
"Kalian benar-benar adalah pendekar aliran hitam yang ingin membuat kekacauan di kota Sungai Perak ini."
Sang penguasa kota Sungai Perak terus berkata-kata mengungkapkan apa yang telah dia pikirkan sebelumnya.
Xue Zhao langsung tertawa dan menanggapi perkataan sang penguasa kota.
"Ha...ha...ha...ha...ha...ternyata dengan usia mu yang sudah setua itu, masih juga tidak bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana informasi yang tidak benar."
"Kau pikir kekacauan ini akan terjadi jika kau mengijinkan kami untuk bisa memasuki kota Sungai Perak ini!?"
"Apakah kau sudah pernah bertemu dengan leluhur agung dari suku Hushi?"
"Coba kau perhatikan siapa pria yang sedang terluka itu! Apakah kau mengenalinya?" Tutup Xue Zhao dengan pertanyaan.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Xue Zhao, sang penguasa kota melihat kearah pria sepuh yang sedang terluka itu.
Namun karena dia sendiri belum pernah bertemu dengan Huanglong, sehingga percuma meskipun dia telah melihat sosok tersebut.
"Tuan, apakah kita harus memberitahukan hal ini kepada leluhur agung?" Tanya seorang pendekar dewa langit kepada penguasa kota.
"Apakah kita bisa menangani mereka?" Balas penguasa kota.
"Jika mereka sudah mengetahui basis kultivasi yang kita miliki sehingga mereka tetap terlihat tenang saat kita datang, itu berarti kekuatan mereka jauh diatas kita." Sambung seorang pria sepuh yang adalah pelindung kota itu.
"Jika demikian, cepat pergi dan laporkan masalah ini kepada leluhur agung." Perintah penguasa kota Sungai Perak.
Seorang pendekar dewa langit segera pergi untuk melakukan apa yang penguasa kota itu perintahkan.
"Aku melihat sikapmu saat ini sudah tidak seperti saat kau tiba...apakah kau sudah menyesali perbuatanmu?" Tutur Xue Zhao.
"Jangan kau pikir aku takut untuk menghadapi kalian...itu akan menjadi suatu kesalahan terbesar bagiku jika melepaskan kalian dari kesalahan yang telah kalian lakukan itu."
"Aku suka dengan keberanianmu itu...akan tetapi tindakanmu itu termasuk keputusan yang sangat keliru." Balas Xue Zhao.
"Leluhur agung kalian saja tidak akan sanggup untuk bisa menghentikan tindakanku jika ingin meratakan kota ini." Lanjutnya.
"Dan karena kalian ingin merasakan apa yang pasukanmu rasakan, aku pasti akan mengabulkannya." Tutup Xue Zhao.
"Tangkap mereka berempat dan serahkan tubuh mereka kepada nona Bao dan pendekar Feng Ya." Perintah Xue Zhao lagi kepada Du Tiansang dan tiga sosok lainnya.
Sang penguasa kota Sungai Perak memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa bumi tingkat awal.
Sedangkan tiga pelindung kota Sungai Perak memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa langit.
Du Tiansang langsung menghilang dari pandangan keempat orang tersebut.
Dan empat sosok tersebut dengan mudah bisa melumpuhkan keempat pendekar dari suku Tangut itu.
Du Tiansang dan tiga sosok yang lain langsung menangkap tubuh keempat petinggi kota Sungai Perak.
Setelah ditangkap oleh Du Tiansang dan tiga sosok yang lain, sang penguasa kota pun berkata.
"Kalian pasti akan menyesali apa yang telah kalian lakukan terhadap kami...lihat saja nanti." Ucap penguasa kota sambil menggerutu.
"Nona Bao, pendekar Feng, cepat serap energi qi mereka agar kesehatan kalian berdua bisa cepat pulih." Perintah Xue Zhao.
Keduanya segera mendekati tubuh keempat petinggi kota Sungai Perak itu dan segera menyerap energi qi mereka.
__ADS_1
"Hentikan tindakan kalian! Jangan menyakiti mereka!" Teriak sosok yang baru saja tiba bersama dengan empat sosok yang lain selain pelindung kota yang pergi untuk melaporkan kekacauan yang telah terjadi.
~Bersambung~