PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 316. Meminta Bantuan


__ADS_3

Ju Liusun yang baru saja mengerahkan seluruh kekuatannya ke tongkat pusaka miliknya itu tidak sempat menghindari serangan pedang pusaka milik Xue Yunlei serta tidak sempat menciptakan formasi pelindung.


Slazzzz


Pedang pusaka milik Xue Yunlei tanpa ada hambatan sedikitpun menembus tubuh Ju Liusun.


Tubuh pendekar diranah Xian menengah itu belum menyadari akan apa yang telah menimpa dirinya.


Saat Ju Liusun hendak kembali melakukan serangan susulan untuk memukulkan kembali tongkatnya ke tubuh Xue Yunlei, darah segar langsung menyembur keluar dari tubuhnya karena terdorong oleh energi qi miliknya.


Pandangan mata Ju Liusun langsung kabur dan tubuhnya segera kehilangan keseimbangan selanjutnya terjerembab ke tanah.


"Adik Liusun!" Teriak Zhen Puxian.


"Adik Liusun!" Teriak Sun Cihang yang telah selesai memulihkan kekuatannya dan segera melepaskan Singa Emas delapan kepala miliknya untuk mencegah agar Xue Yunlei tidak menghabisi Ju Liusun.


Tidak hanya itu saja, Sun Cihang segera melesat juga agar bisa membawa tubuh Ju Liusun untuk menjauhi Xue Yunlei.


Serangan cakar serta terkaman delapan kepala singa emas serta aumannya membuat Xue Yunlei sedikit kelabakan.


"Sial, makhluk ini ternyata begitu menyulitkan ku juga...jangan sampai ada serangan susulan untuk membokongku, itu pasti akan memberikan dampak yang buruk bagiku." Pikir Xue Yunlei yang saat itu telah melihat kedatangan tiga sosok pria sepuh yaitu Chi Jingzi, Shui Lingbao serta Sun Cihang yang langsung menyerangnya.


Naga emas yang menyerang Zhen Puxian dalam sekejap menghilang diikuti dengan pedang pusaka milik Xue Yunlei yang kembali menyatu dengan tubuhnya.


Melihat tindakan Xue Yunlei, Chi Jingzi pun langsung berteriak.


"Cepat perkuat formasi pembatas itu! Sebab dia akan melarikan diri!" Sambil menciptakan segel tangan untuk memperkuat formasi pembatas yang dia maksudkan.


Mendengar teriakan Chi Jingzi, tiga saudara seperguruannya dengan cepat segera melakukan juga apa yang dia perintahkan. Namun itu sudah terlambat, sebab Xue Yunlei sebelumnya telah mempelajari titik lemah dari formasi pembatas tersebut.


Blaaarrr


Bunyi ledakan terjadi saat pedang pusaka milik Xue Yunlei menusuk ke titik lemah formasi pembatas tersebut.


Saat formasi pembatas itu terbuka dan Xue Yunlei telah keluar, dirinya langsung bisa merasakan keberadaan Huaxianzi dan yang lainnya.


"Bagaimana ini!? Ternyata mereka telah datang untuk menyusulku, aku tidak bisa pergi dari tempat ini, sebab mereka bisa tewas." Pikir Xue Yunlei yang segera menuju ke tempat dimana Huaxianzi dan yang lainnya berada.


Kedatangan Xue Yunlei langsung bisa dirasakan oleh Yao Laohu dan juga Langren yang saat itu sedang menjaga Huaxianzi dan Shuhou memulihkan kekuatan mereka.


Xue Yunlei pun segera menyiapkan benang sutra emas miliknya untuk dibagikan kepada keempat sosok tersebut.


Yao Laohu dan Langren yang menyambutnya segera diberikan benang sutra emas miliknya dan segera memasuki tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Hal yang sama juga dilakukan oleh Xue Yunlei kepada Huaxianzi dan Shuhou yang saat itu sedang bermeditasi.


Setelah itu Xue Yunlei langsung membalikkan tubuhnya dan segera melepaskan serangan kearah datangnya Singa Emas berkepala delapan, Anjing Langit Api dan juga ketiga saudara seperguruan Qing He.


Sedangkan tiga sosok lainnya sedang mencoba menolong ketiga saudara seperguruan mereka yang telah dilukai oleh Xue Yunlei.


Sebuah tinju berukuran besar langsung menghadang mereka yang juga telah siap untuk bertarung.


Bammmm


Serangan tinju Xue Yunlei langsung disambut oleh serangan energi qi milik kelima sosok yang mengejarnya.


Yao Laohu dan Langren pun langsung berubah ke bentuk asli mereka yaitu sebagai seekor siluman Harimau berkepala tiga dan seekor siluman Serigala.


Kini keduanya bertambah percaya diri karena tubuh mereka tidak bisa dilukai dengan mudah oleh lawan mereka meskipun menggunakan formasi pertempuran.


"Penguasa, istirahatlah sebentar, biar kami berdua yang akan menghadapi mereka." Ucap Yao Laohu.


Xue Yunlei pun segera menciptakan segel tangan untuk membuat formasi pelindung bagi Huaxianzi dan Shuhou.


Namun saat melihat mereka berempat, Xue Yunlei langsung merasa masih ada yang kurang saat itu sehingga dirinya sempat terdiam sejenak.


Dirinya kemudian bergumam "Dimana Gai Bian? Apakah dia tidak datang ke sini bersama dengan mereka?" Xue Yunlei merasa penasaran.


Pedang pusaka serta Naga Logam Api miliknya langsung melesat dan dikendalikan dengan kekuatan spiritual yang dia miliki.


Kedua serangannya itu langsung menyerang ketiga sosok pria sepuh yang bersama dengan kedua makhluk surgawi.


Zhen Puxian kini sedang menghadapi pedang pusaka yang dikendalikan oleh Xue Yunlei. Sedangkan Chi Jingzi dan Shui Lingbao kini sedang menghadapi Naga Logam Api yang telah diselimuti oleh energi petir juga.


Yao Laohu sendiri langsung berhadapan dengan Singa Emas berkepala delapan milik Sun Cihang. Sedangkan Langren kini menghadapi Anjing Langit Api milik Yuding Chengzhang.


Di tempat yang mereka tinggalkan, kini Sun Cihang segera memberikan pertolongan kepada Ju Liusun, begitu juga dengan Qing He yang terus membantu memulihkan kekuatan Huang Taiyi serta Yuding Chengzhang yang sedang membantu Wensu Guang untuk memulihkan kekuatannya.


Mereka juga belum mengetahui jika Leng Daoxing kini telah tewas ditangan bawahan Xue Yunlei sehingga kini sudah tiga dari mereka yang telah tewas.


Huaxianzi yang saat itu telah pulih dari luka dalam yang dia alami, segera menghubungi Jing Senlin dan Nu Xiannu untuk bisa membantu mereka.


Hal itu karena Huaxianzi berpikir jumlah dan kekuatan lawan mereka lebih banyak dari mereka.


Jing Senlin dan Nu Xiannu yang mendapatkan kabar dari Huaxianzi segera datang bersama dengan para petinggi bangsa peri dari wilayah mereka.


Nu Xiannu datang bersama dengan ayahnya, raja peri serta tiga penatua bangsa peri penguasa danau.

__ADS_1


Sedangkan Jing Senlin datang bersama dengan empat jenderal bangsa peri penguasa hutan wilayah Jicheng.


Sehingga kekuatan Xue Yunlei kini akan melebihi kekuatan Qing He dan delapan saudara seperguruannya jika diberikan sedikit benang sutra emas oleh Xue Yunlei.


Tidak lupa juga Huaxianzi memanggil juga lima jenderal peri penguasa hutan Ilusi untuk datang membantu.


Setelah Shuhou selesai memulihkan kekuatannya, ratu peri penguasa hutan ilusi itu segera membuka matanya dan melihat pertarungan yang sedang terjadi antara Xue Yunlei bersama dua raja siluman melawan Chi Jingzi dan dua saudara seperguruannya serta dua makhluk surgawi.


"Jenderal Huaxianzi, ayo kita ikut bertarung untuk membantu penguasa!" Ajak Shuhou.


"Tetapi kita tidak bisa keluar dari formasi pelindung milik penguasa ini." Balas Huaxianzi.


Xue Yunlei yang melihat jika kedua bawahannya kini telah pulih segera menghilangkan formasi pelindung yang dia ciptakan.


Tiba-tiba enam sosok yang lain segera muncul dibelakang Chi Jingzi.


Mereka adalah Qing He bersama dengan lima saudara seperguruannya yang tiga diantaranya kini telah pulih dari luka dalam yang mereka derita.


"Berhenti!" Teriak Qing He dengan nada suara yang tegas.


Mendengar suara Qing He, sontak saja membuat semuanya secara serentak langsung menghentikan pertarungan.


"Mengapa kakak tertua menghentikan pertarungan kita? Kami harus memberikan pelajaran kepada pemuda sombong itu!" Balas Chi Jingzi tegas.


"Adik Jingzi, apakah anda tidak belajar dari pelajaran yang telah diberikan oleh pemuda itu kepadamu dan juga kepada saudara seperguruanmu yang lain?" Balas Qing He sambil menatap tajam kearah adik seperguruannya itu.


Chi Jingzi langsung terdiam sesaat setelah mendengarkan perkataan Qing He.


Namun setelah sesaat kemudian, Chi Jingzi pun kembali angkat bicara.


"Kakak tertua, tetapi jika kita mengalah dari prmuda ini, bukankah hal itu bisa menjatuhkan nama besar kita?" Tuturnya.


"Jika kita semua terbunuh, apakah dunia persilatan akan mengetahuinya?" Balas Qing He.


"Dan jika mereka terbunuh, apakah kita juga akan mendapatkan pujian?" Lanjut Qing He.


"Adik Jingzi, kita hanyalah para pendekar yang namanya mungkin masih diingat oleh para pendekar didunia persilatan, akan tetapi apakah mereka akan percaya jika kita telah kembali ke dunia persilatan dan langsung terbunuh?"


"Dan jika kita telah membunuh pemuda ini bersama seluruh bawahannya, bukankah kita juga akan dipandang sebagai pendekar yang tidak berperasaan karena telah menindas orang yang lemah?" Tutup Qing He menjelaskan.


Saat Qing He memberikan penjelasan kepada saudara seperguruannya, tiba-tiba muncul tiga kelompok kecil pasukan bangsa peri dibelakang Xue Yunlei.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2