PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 91. Ide Bao Meng Ling


__ADS_3

Saat ditengah perjalanan, Bao Meng Ling segera menyuruh Xue Yunlei untuk turun.


"Kenapa kita harus turun? ". Tanya Xue Yunlei dengan perasaan bingung.


" Biarkan aku melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saja ". Jawab Bao Meng Ling.


" Kenapa begitu? ". Tanya Xue Yunlei lagi.


" Iya, dari pada aku bersama denganmu dan kehilangan nyawaku! ". Ujar Bao Meng Ling menjawab pertanyaan Xue Yunlei.


" Aku tadi sudah meminta maaf kepadamu, apakah itu belum cukup bagimu!? ". Ucap Xue Yunlei.


" Aku itu hampir saja kehilangan nyawaku, apakah nyawaku ini sebanding dengan permintaan maafmu itu? ". Balas Bao Meng Ling tegas.


" Iya, aku tahu itu! ". Ujar Xue Yunlei.


" Jadi menurutmu, apa yang harus aku lakukan agar bisa sebanding dengan nyawamu? ". Lanjut Xue Yunlei bertanya.


Bao Meng Ling langsung terdiam setelah mendengar pertanyaan Xue Yunlei.


" Hal apa yang harus aku minta untuk dia penuhi!? ". Pikir gadis itu.


Karena Xue Yunlei tidak mau menguras kembali energi qi miliknya, sehingga pemuda itu segera mencari jalan utama yang sering digunakan oleh siapapun untuk menghemat energi qi miliknya yang belum sepenuhnya kembali pulih.


Mereka melewati sebuah sungai besar yang terlihat dari atas udara berbelok - belok seperti seekor ular yang sangat besar.


Meskipun hati Bao Meng Ling masih emosi, akan tetapi setelah melihat pemandangan dibawah mereka membuat hatinya merasa sangat terpukau.


Tidak hanya gadis itu saja, melainkan Xue Yunlei juga ikut merasakan hal yang sama dengannya.


"Bagaimana pemandangannya menurutmu!? ". Tanya Xue Yunlei memecah keterdiaman di antara mereka berdua.


" Apakah kamu bermaksud untuk menggodaku!?". Balas Bao Meng Ling dengan nada ketus karena masih merasa emosi terhadap Xue Yunlei.


"Tidak, aku tidak bermaksud untuk menggodamu, tetapi menurutku pemandangan dibawa sana itu memang terlihat sangat indah, jadi ingin mengetahui saja bagaimana dengan pendapatmu". Balas Xue Yunlei menanggapi perkataan gadis yang bersama dengannya.


" Jangan terlalu banyak alasan! ". Bentak Bao Meng Ling membalas perkataan pemuda itu.


Keduanya terus saling membual dengan celotehan mereka masing-masing karena Bao Meng Ling belum memaafkan Xue Yunlei.


Sedangkan Xue Yunlei sendiri terus berusaha untuk mencairkan situasi tersebut.


Pada akhirnya pemuda itu bisa melihat ada jalan yang sering digunakan oleh banyak orang.

__ADS_1


Keduanya pun langsung mendarat di jalan itu untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


"Apakah dia benar-benar ingin meninggalkanku di tengah hutan ini!? ". Pikir Xue Yunlei didalam hatinya saat mereka berdua telah mendarat.


" Tidak, mana mungkin aku membiarkan gadis cantik seperti dirimu berjalan sendiri di tengah hutan besar seperti ini!? ". Ucap Xue Yunlei karena mengetahui apa yang gadis itu pikirkan.


" Sial, sepertinya dia mengetahui apa yang aku pikirkan ". Gerutu Bao Meng Ling dengan penuh rasa malu karena Xue Yunlei mengetahui apa yang dia pikirkan.


Tidak hanya itu saja, gadis itu tersipu malu karena Xue Yunlei juga menyebutnya sebagai gadis cantik.


Kini pipi gadis itu sudah terlihat merah merona karena merasa tersipu malu.


" Aku hanya menghemat energi qi milikku yang belum sepenuhnya pulih. Jika aku terus menerus memaksakan untuk menggunakannya, itu bisa memberikan kerugian yang sangat serius bagi kita berdua ". Lanjut Xue Yunlei lagi.


"Xue Yunlei ini makin misterius saja dengan setiap sikap yang dia tunjukkan".


" Kadang seperti sedang menggodaku, kadang juga terlihat seperti tidak memikirkan keselamatan diriku".


"Sebenarnya bagaimana sih wajah dibalik topeng itu!? Apakah wajahnya terlihat tampan!?".


Bao Meng Lin terus terhanyut dalam pikirannya sendiri tentang pemuda yang sudah beberapa hari bersama dengannya itu.


Apalagi dia juga belum pernah sekalipun melihat wajah Xue Yunlei, hal itulah yang menambah rasa penasarannya.


" Kenapa jika aku berpikir tentang dirimu? Itu karena kamu memang adalah pria yang sangat misterius bagiku ". Balas Bao Meng Ling dengan nada suara yang terdengar sudah tidak emosi lagi.


" Kenapa, apakah kamu sangat penasaran dengan wajahku!? Sudahlah, wajahku ini sangat buruk, jadi aku tidak mau memperlihatkan wajahku kepadamu ". Ujar Xue Yunlei sambil tersenyum.


Bao Meng Ling dapat melihat senyuman dibibir pemuda itu, sehingga dirinya berpikir bahwa Xue Yunlei sedang mencibir.


" Aku hanya mau mengingatkan kepadamu, jika kamu ingin menyelidiki setiap apa yang terjadi dengan paman Mu, sebaiknya kamu harus merubah penampilanmu itu ". Bao Meng Ling memberikan sedikit masukkan.


" Untuk apa aku merubah penampilanku? Aku ingin penampilanku seperti ini saja, agar mereka bisa merasa semakin mudah untuk mengingatku". Xue Yunlei menanggapi masukan gadis itu.


"Bodoh! Kamu itu harus mencari informasi dengan tidak berpenampilan seperti ini, namun jika kamu ingin bertindak, baru kamu berpenampilan seperti ini". Bentak Bao Meng Ling dan langsung memberikan masukan lagi.


Xue Yunlei langsung terdiam dan mulai memikirkan perkataan gadis itu.


"Sepertinya apa yang gadis tengik ini katakan ada benarnya juga".


" Jika aku mengikuti perkataannya, hidupku akan dengan leluasa menggunakan dua karakter dalam dua situasi yang berbeda sesuai dengan keinginanku ".


" Sepertinya aku harus mengikuti ide gadis tengik ini ".

__ADS_1


Setelah selesai berpikir, Xue Yunlei kembali membuka pembicaraan mereka berdua.


" Baiklah, aku akan mengikuti ide mu itu, tetapi setelah kita memasuki kota Yin ". Ucap Xue Yunlei.


Bao Meng Ling langsung tersenyum mendengar perkataan Xue Yunlei.


Hal itu karena dirinya merasa telah berhasil untuk membuat agar pemuda itu membuka topengnya dan bisa melihat wajah pemuda tersebut.


" Kenapa kamu tersenyum? Apakah kamu sudah memaafkan diriku!? ". Xue Yunlei melontarkan pertanyaan kepada gadis itu karena sikap Bao Meng Ling kini telah berubah seratus delapan puluh derajat.


" Jangan pikir karena aku tersenyum dan sudah memaafkan dirimu ".


" Aku belum memaafkan dirimu ". Tutup Bao Meng Ling dengan nada memelas.


" He...he...he...he...he, sepertinya ada untungnya juga jika kamu sedang ngambek seperti ini ". Tutur Xue Yunlei.


" Kenapa kamu tertawa? Apakah kamu sedang mengejekku? Terus apa maksud dari perkataanmu itu? ". Tanya Bao Meng Ling dengan nada suara ketus.


" Sebenarnya sikap aslimu ini seperti apa!? Aku melihat kamu ini begitu mudahnya tersenyum dan tidak lama kemudian kembali emosian lagi ". Ujar Xue Yunlei dengan tatapan heran menatap gadis itu.


" Aku tadi sedang bertanya kepadamu. Jadi, kamu harus menjawab pertanyaanku itu".


"Bukannya kamu menanggapi dengan hal yang lain untuk merubah topik pembicaraan". Tutup Bao Meng Ling dengan nada suara yang sama seperti sebelumnya.


" Baiklah...baiklah, aku akan menjawab pertanyaanmu itu ".


" Tetapi sebelum aku menjawab pertanyaanmu itu, aku ingin melihat wajahmu itu tersenyum agar supaya enak untuk dipandang. Bagaimana? Apakah kamu menyetujuinya!? ". Tutur Xue Yunlei dan lanjut bertanya untuk membuat kesepakatan dengan Bao Meng Ling.


Wajah Bao Meng Ling kembali terlihat merah merona setelah mendengar perkataan Xue Yunlei dan langsung menganggukkan kepalanya tanda menyetujui kesepakatan yang diajukan oleh Xue Yunlei.


Dan benar saja, sesaat kemudian gadis itu langsung menebarkan senyumannya.


"Karena kamu sudah menyetujuinya, sekarang aku akan menjawab pertanyaanmu".


"Maksud dari perkataanku itu adalah, jika kamu sedang marah, langkah kakimu itu sangat cepat dan sangat berenergi". Jawab Xue Yunlei jujur sambil tersenyum menatap Bao Meng Ling.


" Apa katamu? Aku akan membunuhmu! ". Teriak Bao Meng Ling yang langsung mendekati Xue Yunlei dan menepuk - nepuk dada bidang pemuda itu dengan manja.


Xue Yunlei hanya bisa tertawa geli sambil berlari menjauh meninggalkan Bao Meng Ling.


Gadis itu pun segera mengejar Xue Yunlei.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2