PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 292. Memberikan Hukuman


__ADS_3

Setelah selesai berbincang-bincang dengan Para pimpinan bangsa peri dan bangsa siluman, Xue Yunlei pun segera pergi menuju ke tempat dimana Chen Kaibo dikurung.


"Apa yang kau inginkan sehingga ingin membunuhku!?" Tanya Xue Yunlei kepada Chen Kaibo.


"Tuan muda Xue Yunlei, aku hanya mengikuti tuan muda Xue Zhao, awalnya aku juga tidak mengetahui jika tubuh tuan muda Xue Zhao itu telah dikuasai oleh Roh Dewa yang berada di jurang hutan terlarang."


"Itulah mengapa aku harus mengikuti setiap apa yang dia inginkan."


"Kami semua baru mengetahui jika tubuh tuan muda Xue Zhao itu telah dikuasai oleh Roh Dewa saat dia mengungkapkannya kepada kami waktu berada di kota Sungai Perak."


"Itulah mengapa leluhur Qingsu Daode bersama empat leluhur suku Tangut lainnya bergabung dan ikut bersama kami menyerang bangsa peri di wilayah ini."


"Aku juga tidak mengetahui pasti mengapa dia ingin membunuhmu...yang aku tahu, niatnya itu murni karena persainganmu dengan tuan muda Xue Zhao untuk menjadi salah satu yang terbaik di kota Yin dan di klan Xue."


Chen Kaibo terus menjelaskan kepada Xue Yunlei apa yang dia ketahui mengenai tindakan mereka selama ini.


"Jadi saat ini apa yang kau inginkan?" Tanya Xue Yunlei.


"Aku tidak pantas meminta apa pun dari tuan muda Xue Yunlei, sebab menurutku, sudah beberapa kali aku melakukan kesalahan terhadapmu." Jawab Chen Kaibo.


"Baiklah, jika demikian, aku akan melepaskanmu dan berharap kau akan tetap menjaga kota Yin dengan baik."


"Kau kembali ke kota Yin bersama dengan Xue Zhao, jelaskan kepada patriark Xue Beng mengapa keadaannya bisa seperti itu."


Xue Yunlei melepaskan Chen Kaibo karena bisa menerima alasan yang diberikan olehnya, sehingga dia memutuskan untuk melepaskan pemuda itu dari formasi yang mengurungnya serta membuka kembali jalur meridiannya yang tertutup.


"Terima kasih atas kebaikan tuan muda Xue Yunlei, aku akan menjaga kota Yin dengan sebaik mungkin." Ucap Chen Kaibo setelah dibebaskan oleh Xue Yunlei.


Pemuda itu pun segera pergi dan membawa Xue Zhao untuk bisa kembali bersamanya ke kota Yin.


Saat Chen Kaibo berpamitan dengan Xue Yunlei, pemuda itu segera menghentikannya.


"Apakah masih ada hal penting yang ingin tuan muda sampaikan?" Tanya Chen Kaibo.


"Biarkan mereka berdua mengantarkan kalian berdua sampai di hutan luar kota Yin." Ucap Xue Yunlei dan memerintahkan Gai Bian serta Langren untuk mengantarkan Chen Kaibo dan Xue Zhao ke kota Yin.


"Terima kasih tuan muda Xue Yunlei atas kebaikanmu." Ucap Chen Kaibo.


Gai Bian dan Langren segera membawa keduanya dan menghilang dari hadapan Xue Yunlei.


Pemuda itu pun segera melangkah untuk pergi ke tempat dimana Raja Iblis dikurung.

__ADS_1


"Bagaimana? Apakah kau sudah siap jika kultivasimu diserap olehku?" Ucap Xue Yunlei setelah berdiri di hadapan Raja Iblis.


"Pendekar muda, mohon ampuni aku! Aku berjanji tidak akan lagi melakukan hal yang jahat, begitu juga dengan seluruh anggota sekte Gunung Kepala Putih!"


"Sekte Gunung Kepala Putih tidak akan pernah lagi ikut campur didalam dunia persilatan, terkecuali dalam keadaan terpaksa untuk membela orang yang lemah."


Raja Iblis terus memberikan alasan kepada Xue Yunlei agar memberikan pengampunan kepadanya.


Xue Yunlei hanya menatap dengan dalam sosok sepuh dihadapannya itu untuk mengetahui ketulusannya.


"Baiklah, aku akan melepaskanmu, tetapi itu tidak gratis, sebab ada sesuatu yang akan aku berikan kepadamu." Ucap Xue Yunlei.


"Silahkan, aku siap untuk menerima hukuman atau syarat apa pun yang akan pendekar muda berikan kepadaku." Jawab Raja Iblis.


"Baiklah, terima ini!" Tutur Xue Yunlei dan segera memasukkan benang sutra emas kedalam tubuh Raja Iblis dan langsung melilit jantung pria sepuh itu.


"Apakah kau sudah merasakan ada sesuatu yang melilit jantung mu?" Tanya Xue Yunlei agar Raja Iblis itu mengetahui jika hidupnya berasa di dalam genggaman pemuda didepannya.


Raja Iblis mencoba untuk merasakan apa yang Xue Yunlei katakan itu.


"Iya pendekar muda, aku bisa merasakannya." Jawab Raja Iblis.


"Bagus jika kau bisa merasakannya...jika kau melanggar janji yang kau katakan kepada ku, aku pasti akan membunuhmu hanya dalam sekali jentikan jariku saja."


"Pendekar muda, aku takkan mengingkari janjiku kepadamu, semua anggota sekte ku juga akan melakukan kebaikan dan serta memberikan bantuan kepada setiap orang lemah." Balas Raja Iblis meyakinkan Xue Yunlei.


"Itu urusanmu, karena jika mereka melakukan hal yang buruk, kau yang akan menanggung resikonya." Xue Yunlei menanggapi dan segera melepaskan formasi yang mengurung Raja Iblis serta membuka kembali jalur meridiannya yang telah tertutup.


"Cepat pergi dari sini dan jangan pernah lagi berpikir kau akan memburuh bangsa peri dan juga bangsa siluman, sebab mereka semua adalah bawahanku." Tutup Xue Yunlei dan melangkahkan kakinya untuk menuju ke tempat dimana tiga leluhur yang berasal dari kota Sungai Perak berada.


"Terima kasih pendekar muda! Terima kasih pendekar muda!" Ucap Raja Iblis kepada Xue Yunlei karena telah membebaskannya.


Setelah itu pria sepuh yang adalah leluhur agung sekte Gunung Kepala Putih itu langsung menghilang dari tempat itu untuk kembali ke sektenya.


Tidak lama kemudian, akhirnya Xue Yunlei tiba di tempat dimana ketiga leluhur suku Tangut itu ditahan dan langsung bertanya.


"Siapa kalian? Dan dari mana kalian berasal?" Tanya Xue Yunlei.


"Tidak perlu lagi kau bertanya, cepat bunuh kami!" Tutur seorang diantara ketiganya.


"Untuk membunuh kalian, itu tidak sulit, tetapi aku juga harus mengambil keuntungan dari kalian terlebih dahulu."

__ADS_1


"Apa lagi basis kultivasi kalian sepertinya akan sangat membantuku untuk meningkatkan basis kultivasi ku saat ini."


"Dasar manusia hina! Kau pikir bisa dengan mudah untuk mengambil basis kultivasi milik kami? Benar-benar sangat sempit pemikiranmu itu." Teriak seorang diantara ketiganya.


"Ha...ha...ha...ha...ha...dengan keadaan kalian seperti ini, apakah sulit bagiku untuk mengambil energi qi yang kalian miliki? Ternyata dengan usiamu seperti itu, tetapi pemikiranmu sungguh terlalu naif." Balas Xue Yunlei.


Memang saat itu mereka tidak bisa lagi menggunakan kemampuan mereka serta tidak bisa juga untuk mengakhiri hidup mereka, itu karena jalur meridian mereka telah di tutup oleh Huaxianzi.


"Baiklah, awalnya aku ingin berbelas kasihan kepada kalian, namun karena kalian terlihat sangat membenciku, sehingga aku pun menarik kembali pemikiranku sebelumnya." Lanjut Xue Yunlei dan segera menyerap energi qi miliki ketiga leluhur suku Tangut itu serta mengambil inti jiwa mereka.


Ketiga leluhur suku Tangut itu langsung kehilangan nyawa mereka setelah inti jiwa mereka diambil oleh Xue Yunlei.


Setelah selesai dengan ketiga leluhur suku Tangut, Xue Yunlei pun segera pergi untuk menuju ke tempat dimana Du Tiansang bersama dengan ketiga sosok lainnya.


"Bagaimana? Apakah kalian telah memikirkan apa yang aku katakan sebelumnya?" Tanya Xue Yunlei kepada keempat leluhur agung sekte Racun Surgawi itu.


"Kami tidak perduli dengan apa yang akan kau lakukan kepada kami, meskipun kami tidak bisa membalaskan dendam atas tindakanmu terhadap anggota sekte Racun Surgawi, tetapi kami tidak ingin merendahkan diri kami dihadapanmu." Balas Du Tiansang datar.


"Aku suka dengan pemikiranmu itu, kau benar-benar sangat memegang teguh pendirianmu." Balas Xue Yunlei sambil tersenyum sinis menatap Du Tiansang.


"Baiklah, aku tidak akan mengecewakanmu, untuk itu aku tidak akan menyia-nyiakan energi qi kalian sebelum mengambil nyawa kalian." Lanjut Xue Yunlei dan langsung menyerap energi qi milik keempat leluhur agung sekte Racun Surgawi itu.


Tubuh keempat leluhur agung sekte Racun Surgawi itu kini telah terbaring ditanah dan sudah tidak bernyawa lagi.


Setelah selesai melakukan apa yang dia inginkan, Xue Yunlei pun segera pergi mendekati Feng Ya sebelum mendekati Bao Meng Ling lagi.


"Senior Feng, aku harus menghukummu lagi karena perbuatanmu yang mencoba untuk melawanku." Ucap Xue Yunlei setelah berhadapan dengan Feng Ya.


"Aku sudah siap menerima konsekuensi dari apa yang telah aku lakukan." Balas Feng Ya.


Xue Yunlei segera memasukkan kembali benang sutra emas miliknya untuk melilit jantung pria sepuh didepannya itu.


Feng Ya hanya bisa pasrah dengan apa yang Xue Yunlei lakukan kepadanya.


Setelah itu Xue Yunlei pun berkata.


"Aku akan melepaskanmu, akan tetapi senior jangan dulu muncul di hadapan nona Bao Meng Ling, sebab aku ingin mengetahui dengan sebaik mungkin jalan pikiran wanita itu sebelum aku melepaskannya."


"Baik tuan muda Xue!" Balas Feng Ya.


Xue Yunlei pun segera membebaskan pria sepuh itu dari dalam formasi yang telah mengurungnya serta dari teknik yang menutup jalur meridiannya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2