PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 114. Kebahagiaan Xue Yunlei


__ADS_3

Setelah selesai meluapkan kebahagiaan mereka, Xue Yunlei pun segera memperkenalkan gadis yang awalnya duduk bersama dengannya di gazebo.


Namun saat pemuda itu mencari gadis yang dia maksudkan, pemuda itu tidak menemukannya.


"Dimana nona Bao Meng Ling? Bukankah tadi dia duduk di gazebo itu!? ". Gumam Xue Yunlei.


" Nona Bao Meng Ling barusan tadi memasuki kediaman tuan muda ". Ujar Huaxianzi menjawab kebingungan Xue Yunlei.


" Oh, jadi gadis tengik itu telah kembali kedalam!? Baiklah, sekarang perkenalkan, ini nona Huaxianzi, dia berasal dari desa yang berada di dekat kota Shenmu ". Ujar Xue Yunlei.


" Nona Huaxianzi, perkenalkan saya Xue Bang, sahabat tuan muda Xue Yunlei". Ucap pemuda itu sambil menatap kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh wanita didepannya itu.


"Saya Shang Mingmei, aku adalah.... ". Kata - katanya tidak bisa dilanjutkan.


" Nona Shang Mingmei adalah wanita yang telah dijodohkan denganku saat masih kecil". Xue Yunlei mengungkapkan hubungan diantara keduanya.


Shang Mingmei hanya bisa tersipu malu saat mendengar perkataan Xue Yunlei yang mengungkapkan hal itu.


"Hormat Huaxianzi kepada Penguasa Putri". Ucap Huaxianzi sambil bersujud didepan Shang Mingmei.


Xue Yunlei langsung membeku saat mendengar serta melihat apa yang telah dilakukan oleh Huaxianzi, karena hal itu diluar kendalinya.


Sedangkan keempat orang lainnya merasa terkejut melihat tindakan Huaxianzi tersebut, sebab awalnya terlihat hubungan Xue Yunlei dengan Huaxianzi biasa - biasa saja.


" Penguasa Putri!? Mengapa kau memanggilku dengan sebutan itu? ". Shang Mingmei bertanya dengan bingung.


" Aku adalah.... ". Huaxianzi tidak bisa melanjutkan perkataannya.


" Sudahlah, tidak usah lagi membahas hal itu, ayo kita masuk kedalam untuk melanjutkan pembicaraan kita ". Ujar Xue Yunlei langsung memotong kata - kata Huaxianzi.


Tindakannya itu agar bisa menyembunyikan identitas Huaxianzi sebagai seorang peri.


" Ehh, mohon maaf sebelumnya, ada yang kita lupakan, aku belum memperkenalkan kedua tetua ini kepadamu". Ucap Xue Bang kepada Xue Yunlei.


"Tetua, mohon maafkan murid ini karena telah mengabaikan keberadaan kedua tetua sekalian". Lanjut Xue Bang.


" Tidak mengapa, kami sangat mengerti dengan apa yang kalian rasakan, sehingga tidak perlu lagi meminta maaf kepada kami ". Tetua Shong Jun menanggapi perkataan Xue Bang.


Sikap kedua tetua tingkat tinggi itu karena telah mengetahui identitas Xue Yunlei dari ketua sekte Tongtian, sehingga mereka tidak merasa tersinggung saat diabaikan.


" Shong Jun memberi hormat kepada pendekar Xue Yunlei, senang bisa bertemu langsung dengan pendekar sejenius anda". Ucap Shong Jun sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Ni Yang memberi hormat kepada pendekar Xue Yunlei, senang bisa bertemu dan mengenal pendekar jenius seperti anda". Ucapnya sambil menangkupkan kedua tangannya.


" Senang bisa bertemu dan mengenal para tetua sekalian, ayo kita masuk untuk melanjutkan pembicaraan kita didalam ". Ucap Xue Yunlei dengan nada suara yang ramah.


Mereka pun segera memasuki kediaman Xue Yunlei dan duduk diruang tamu.

__ADS_1


Xue Yunlei segera memanggil Bao Meng Ling untuk menyiapkan teh hangat bagi tamu mereka, namun gadis itu tidak kunjung keluar dari dalam kamarnya.


Huaxianzi langsung mengajukan dirinya untuk melayani mereka dan segera pergi ke dapur untuk menyiapkan teh hangat yang Xue Yunlei maksudkan.


Xue Yunlei hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar Huaxianzi mengajukan dirinya.


"Sepertinya gadis tengik itu sedang ngambek, apa sebenarnya yang dia pikirkan? ". Pikir Xue Yunlei.


" Xue Bang, aku ingin sedikit bertanya kepadamu tentang kabar yang aku dengar dari orang - orang yang pernah aku temui". Tutur Xue Yunlei.


"Apa yang ingin kau tanyakan? ". Balas Xue Bang.


" Aku ingin bertanya tentang bagaimana kejadian yang menimpamu dengan patriark Xue Beng, serta siapa yang melakukan hal itu kepada kalian berdua ". Tutur Xue Yunlei.


Xue Bang pun segera memberitahukan kronologi sehingga mereka sampai diserang oleh beberapa sosok yang menggunakan penutup wajah mereka.


" Sepertinya semua masalah yang terjadi berhubungan dengan partai Qing Ceng, aku harus secepatnya memberikan perhitungan dengan mereka ". Tutur Xue Yunlei.


" Pendekar Xue, sepertinya masalah ini biarkan kami sebagai praktisi ilmu bela diri yang menyelesaikannya, sebab ini adalah masalah dunia persilatan, sedangkan klan Xue sendiri hanya memikirkan masalah politik dinegara Xin ini dan juga hanya menjalankan pemerintahan di kota Yin ini".


"Jika pendekar Xue Yunlei ikut campur dengan masalah dunia persilatan, aku takut itu akan memberikan dampak yang buruk bagi kota Yin, terlebih khusus bagi klan Xue". Tetua Shong Jun menjelaskan.


" Yang tetua Shong katakan itu sangat tepat, tetapi apa yang mereka lakukan itu, telah menyinggung klan Xue secara langsung ".


" Tidak hanya itu saja, perbuatan mereka itu sangat serius, sebab sampai saat ini kita belum mengetahui keberadaan patriark Xue Beng apakah masih hidup atau sudah meninggal ". Balas Xue Yunlei menanggapi perkataan Shong Jun.


" Memang benar apa yang telah pendekar Xue Yunlei katakan, namun kita baru menduganya saja, sebab belum ada bukti yang nyata jika hal itu dilakukan oleh partai Qing Ceng". Sambung tetua Ni Yang.


Xue Yunlei hanya bisa terdiam dan memikirkan perkataan kedua tetua tingkat tinggi sekte Tongtian tersebut.


" Baiklah, masalah patriark Xue Beng aku serahkan kepada kalian, akan tetapi aku tetap akan pergi untuk menyambangi markas partai Qing Ceng, karena aku juga memiliki masalah yang lain dengan mereka ". Ujar Xue Yunlei dengan nada suara yang penuh dengan emosi.


" Pendekar Xue, partai Qing Ceng memiliki hubungan yang kuat dengan Yang Mulia Raja Xia Jie, sehingga sebaiknya pendekar Xue jangan pernah bertindak atas nama Xue Yunlei ". Ungkap Shong Jun.


" Oh, ternyata seperti itu, sangat menarik ". Ucap Xue Yunlei menanggapi perkataan Shong Jun.


" Baiklah, aku akan menggunakan identitas ku sebagai Fengmi Xiong untuk menyambangi markas partai Qing Ceng ". Lanjut Xue Yunlei.


"Mohon maaf jika orang tua ini lancang, tetapi apakah orang tua ini boleh tahu masalah apa yang telah dilakukan oleh Partai Qing Ceng kepada pendekar Xue Yunlei!? ". Ujar Shong Jun penasaran.


" Anggota mereka telah menghancurkan desa dari orang yang telah menolongku saat aku terluka parah ". Jawab Xue Yunlei.


" Itu aku ketahui dari pakaian serta tanda pengenal yang digunakan oleh salah seorang diantara mereka yang terbunuh ". Jelasnya.


" Awalnya aku tidak mengetahui pelakunya adalah partai Qing Ceng, namun setelah aku mencari informasi tentang tanda pengenal serta pakaian yang digunakan oleh salah satu diantara mereka, aku mengetahui bahwa itu milik dari anggota Partai Qing Ceng ".


" Untuk itulah aku ingin menyambangi markas mereka untuk meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan ".

__ADS_1


" Tidak hanya itu saja, aku ingin bertanya kepada mereka tentang keberadaan orang - orang yang jasad mereka tidak bisa aku temukan ". Tutup Xue Yunlei.


" Tetapi yang aku ketahui, ketua Partai Qing Ceng adalah seorang pendekar spiritual tahap awal serta memiliki banyak pendekar langit ". Ucap Shong Jun menanggapi perkataan Xue Yunlei.


" Iya, apa yang tetua Shong katakan itu benar, tetapi yang aku dengar juga bahwa mereka sudah memiliki seorang leluhur yang adalah seorang pendekar dewa". Sambung tetua Ni Yang.


"Hmmm, sepertinya itu akan sangat menantang, oleh karena itu, aku akan mempersiapkan diriku terlebih dahulu". Tutur Xue Yunlei menanggapi.


" Jika aku pergi bersama dengan nona Huaxianzi dan ditambah dengan beberapa saudaranya, itu akan membuat mudah untukku ". Lanjutnya lagi.


" Untuk beberapa hari kedepan, aku akan pergi bersama dengan nona Huaxianzi, ada hal penting yang ingin aku lakukan, jika sudah selesai, aku merasa Partai Qing Ceng tidak akan ada apa-apanya dihadapanku". Tutup Xue Yunlei dengan penuh keyakinan.


Tidak lama kemudian akhirnya Huaxianzi pun datang membawakan teh hangat yang dia buat untuk mereka berlima.


"Tetua Shong, tetua Ni, silahkan dinikmati teh hangatnya". Ucap Xue Yunlei.


Mereka pun segera menikmati teh hangat buatan Huaxianzi sambil berbincang-bincang ringan.


Xue Yunlei pun kemudian bertanya kepada Xue Bang dan juga Shang Mingmei mengenai perkembangan Ilmu bela diri yang mereka pelajari.


Xue Bang dan Shang Mingmei pun satu persatu mulai menjelaskan kepada Xue Yunlei mengenai teknik yang mereka pelajari.


Akhirnya Xue Yunlei pun segera meminta keduanya untuk mempraktekkan setiap teknik yang mereka pelajari agar dirinya bisa menilai hal - hal apa yang harus diperbaiki.


Xue Bang dan Shang Mingmei pun meminta ijin kepada kedua tetua yang bersama dengan mereka.


Tetua Shong Jun dan tetua Ni Yang langsung mengijinkannya.


Xue Bang dan Shang Mingmei pun segera menunjukkan teknik yang mereka berdua pelajari dari guru mereka.


Xue Yunlei kemudian memberikan petunjuk kepada mereka berdua untuk bisa menyempurnakan teknik yang mereka pelajari tersebut.


Setelah keduanya mempraktekkan apa yang dikatakan oleh Xue Yunlei, kini teknik mereka berdua semakin sempurna dan terlihat menjadi semakin mematikan.


Kedua tetua yang melihat peningkatan kedua murid sekte mereka langsung terkagum-kagum dengan kejeniusan Xue Yunlei.


Teknik golok milik Xue Bang kini sudah tidak terlihat sesederhana seperti sebelumnya, karena teknik tersebut kini terlihat sangat kuat serta sangat mematikan sebab bisa menghasilkan suatu kehancuran yang besar.


Begitu juga dengan teknik pedang milik Shang Mingmei, kini sudah terlihat sangat indah, akan tetapi semakin gesit dan semakin mematikan.


Mereka berdua merasa sangat bahagia dengan peningkatan yang mereka miliki.


Xue Yunlei juga memberikan petunjuk untuk setiap ilmu bela diri tangan kosong yang mereka berdua pelajari.


Kedua tetua sekte Tongtian merasa tertarik dengan kemampuan Xue Yunlei itu, sehingga mereka berdua pun meminta petunjuk darinya.


Xue Yunlei pun dengan senang hati memberikan petunjuk kepada kedua tetua itu.

__ADS_1


Dan hasilnya, teknik dari kedua tetua itu pun semakin meningkat dan lebih efisien lagi disaat melakukan serangan.


~Bersambung~


__ADS_2