PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 61. Ramuan Pembersih Ingatan


__ADS_3

Di salah satu kamar di sebuah kediaman yang terlihat sederhana, tubuh Xue Yunlei kini sedang terbaring lemah tidak sadarkan diri.


Sosok seorang gadis bersama seorang wanita yang terlihat seperti ibu dari gadis itu, kini sedang merawatnya.


Hal tersebut sudah berlangsung selama seminggu sejak Tang Hao membawa Xue Yunlei kerumahnya.


Di ruang tamu, Tang Hao kini sedang menikmati teh yang disediakan oleh istrinya.


"Suamiku, sepertinya kondisi kesehatan pemuda ini terlihat sudah semakin membaik". Ujar wanita yang saat itu sedang merawat Xue Yunlei.


" Itu akan menjadi hal yang baik untuk dirinya, dan jika dia siuman nanti, dia bisa segera kembali ke tempat dimana dia berasal ". Balas Tang Hao santai menanggapi perkataan istrinya.


Mendengar perkataan Tang Hao, satu sosok yang saat itu berada di dalam kamar merasa tidak senang dengan hal tersebut.


Wajah gadis itu menggambarkan bahwa dirinya tidak rela untuk berpisah dari sosok yang dirawatnya selama seminggu berjalan itu.


Istri Tang Hao yang melihat perubahan sikap serta raut wajah putrinya langsung mengerti dengan apa yang gadis itu pikirkan.


Wanita yang berusia 40-an tahun itu segera keluar dari kamar dimana Xue Yunlei terbaring dan mendekati suaminya.


"Suamiku, sepertinya Rong'er merasa berat untuk berpisah dengan pemuda itu, mungkin karena dia telah merawatnya selama seminggu berjalan ini". Ungkap istri Tang Hao.


" Aku juga tidak ingin berjudi dengan pemuda ini, hal itu karena kita belum mengetahui siapa dia sebenarnya ". Terang Tang Hao.


" Suamiku, tetapi jika melihat penampilannya, sepertinya pemuda ini berasal dari keluarga yang terpandang serta memiliki sifat yang baik ".


" Bagaimana jika kita memberikan ramuan pembersih ingatan, agar dia bisa melupakan masa lalunya!? ". Usul istri Tang Hao.


" Istriku, hal itu tidak dibenarkan dalam dunia persilatan, aku tidak akan menyetujuinya, sebab kita akan merampas kebebasan serta kehidupan pemuda itu ".


" Apakah kamu tidak menginginkan putri kita merasa bahagia!? ". Istrinya menimpali.


" Aku juga mengharapkan kebahagiaan putri kita, akan tetapi bukan seperti itu caranya untuk mendapatkan kebahagiaan, karena itu adalah suatu tindakan yang sangat egois ".


" Jadi, jangan pernah kamu melakukan hal itu, karena aku tidak ingin melakukan kesalahan yang bisa menyinggung kekuatan yang berada di belakang pemuda ini ". Tutup Tang Hao dengan nada suara yang tegas.


Istri Tang Hao terdiam setelah mendengar perkataan suaminya yang tidak menyetujui usulannya.


Tang Rong bisa mendengar perbicaraan kedua orang tuanya, hal itu membuat wajahnya kembali menjadi ceria lagi.


Istri Tang Hao memang sengaja untuk membahas hal itu dengan suaminya, dan tindakan tersebut hanyalah siasatnya agar putrinya itu bisa mendengar apa yang dia usulkan kepada suaminya.


Apalagi ramuan yang dia maksudkan, telah dia siapkan terlebih dahulu, sehingga Tang Rong tidak perlu lagi untuk meramu ramuan tersebut.


"Aku akan memberikan ramuan itu kepadanya agar dia melupakan masa lalunya". Pikir Tang Rong.

__ADS_1


Setelah selesai memperingatkan istrinya, Tang Hao segera berdiri dan pergi meninggalkan kediamannya untuk melakukan aktivitas seperti biasa, yaitu pergi untuk berburu.


Dua hari kemudian, Xue Yunlei kini telah siuman. Tatapan matanya terlihat kosong.


Tang Rong yang saat itu sedang duduk di samping ranjang langsung memanggil ibunya.


"Ibu! Pemuda ini telah siuman". Teriak Tang Rong.


Mendengar teriakan putrinya, istri Tang Hao segera melangkah menuju ke kamar dimana putrinya dan juga Xue Yunlei berada.


" Tuan muda, sepertinya anda sudah siuman, bagaimana dengan kondisi kesehatanmu, apakah sudah merasa lebih baik? ". Tanya istri Tang Hao.


Xue Yunlei tidak menjawab pertanyaan wanita itu, pemuda itu hanya menatap kosong seperti seseorang yang sedang linglung.


" Apa yang terjadi dengan dirinya? Mengapa tingkah lakunya terlihat seperti seorang yang memiliki keterbelakangan mental!? ". Pikir istri Tang Hao setelah melihat sikap Xue Yunlei.


" Rong,er! Apakah sikap pemuda ini sudah seperti ini saat dia siuman? ".


" Iya Ibu! ". Jawab Tang Rong singkat.


" Sepertinya ada yang salah dengan kondisi kejiwaan pemuda ini, tetapi jika dilihat dari penampilannya, tidak mungkin pemuda ini memiliki keterbelakangan mental ".


" Apakah ini terjadi karena dia telah melewati pertarungan yang sangat berat sehingga mengakibatkan kegoncangan bagi jiwanya!? ".


Dia tidak mengetahui jika putrinya telah melakukan apa yang dia usulkan kepada suaminya.


Sebab Tang Rong telah melakukan hal itu tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.


Xue Yunlei hanya terus memandangi wajah kedua wanita yang berada usia tersebut seperti ingin mendapatkan sesuatu yang tidak dimengerti olehnya.


"Apakah kamu bisa berdiri? ". Tanya Tang Rong sambil memberikan contoh kepada Xue Yunlei sekalian memberikan isyarat untuk melakukan apa yang dia lakukan.


Xue Yunlei yang melihat tingkah gadis itu segera mengikuti apa yang dilakukan oleh Tang Rong.


Pemuda itu pun segera turun dari ranjang dan mencoba untuk berdiri.


Hasilnya sudah bisa dipastikan bahwa pemuda itu bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Tang Rong.


Gadis itu tersenyum bahagia melihat apa yang dilakukan oleh Xue Yunlei.


"Ibu, ternyata dia bisa melakukannya". Ujar Tang Rong sambil menatap ibunya.


Kebahagiaan yang terpancar dari wajah putri semata wayangnya itu membuat istri Tang Hao tersenyum lebar menanggapi perkataan putrinya itu.


" Ini akan menjadi kabar baik bagi ayahmu, jadi kamu temani pemuda ini, Ibu akan menyiapkan makanan untuknya ". Ucap istri Tang Hao yang kemudian meninggalkan kamar tersebut.

__ADS_1


Tang Rong segera menuntun Xue Yunlei untuk keluar dari kediaman mereka dan mengajak pemuda itu menikmati keindahan pemandangan di desa tersebut dan sekaligus membiasakan Xue Yunlei untuk berjalan.


Hal itu karena cara berjalan Xue Yunlei masih terlihat sangat kaku seperti seorang bayi yang baru saja bisa berdiri.


Aktivitas keduanya membuat Tang Rong merasa sangat bahagia, bagaikan seorang bocah yang diberikan permen oleh orang tuanya.


Saat Tang Hao kembali dari berburu, pria itu terkejut melihat tingkah Xue Yunlei saat beraktivitas dengan Tang Rong.


"Mengapa pemuda itu seperti seorang idiot? Apa yang telah terjadi dengan dirinya? Bukankah ketua mengatakan bahwa pemuda itu bisa pulih walaupun tidak sepenuhnya? Sepertinya ada yang tidak beres, aku harus menanyakan hal ini kepada istriku". Pikir Tang Hao yang segera mempercepat langkahnya untuk menemui istrinya.


" Ayah, lihatlah, dia sudah sembuh dan sudah bisa berjalan". Ujar Tang Rong sambil tersenyum bahagia.


Tang Hao hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan putrinya dan terus melanjutkan langkah kakinya.


Sesampainya didalam kediamannya, Tang Hao segera memanggil istrinya.


Istri Tang Hao segera datang menemuinya dan langsung melontarkan pertanyaan.


"Ada apa suamiku? Apakah ada hal penting yang ingin kamu katakan kepadaku? ".


" Iya, apakah kamu telah melakukan hal yang pernah kamu usulkan kepadaku? ". Tanya Tang Hao.


" Tidak, aku tidak melakukannya, kenapa? Apakah ada yang salah dengan pemuda itu? ". Jawab istrinya yang melanjutkan dengan pertanyaan kepada Tang Hao.


" Iya, saat aku melihat tingkah lakunya bersama dengan Rong'er, terlihat dia seperti seorang idiot. Dan itu sangat bertentangan dengan apa yang ketua katakan kepadaKu ".


" Dan jika dipikir-pikir, kondisinya seperti itu hanya ada satu penyebabnya, yaitu jika dirimu telah memberikan ramuan itu kepadanya ".


" Tidak suamiku, aku tidak melakukan hal itu, karena aku takut jika apa yang kamu katakan itu akan terjadi ". Balas istri Tang Hao.


" Cepat panggil Rong'er kemari bersama dengan pemuda itu ". Perintah Tang Hao kepada istrinya.


Wanita itu pun segera pergi melakukan apa yang diperintahkan oleh suaminya.


Tidak lama kemudian Tang Rong bersama Xue Yunlei memasuki kediaman Tang Hao dan langsung menghadap pria itu yang telah menunggu mereka diruang tamu.


"Silahkan duduk! ". Ucap Tang Hao mempersilahkan keduanya.


Tang Rong pun segera duduk dan langsung memberikan isyarat kepada Xue Yunlei untuk melakukan juga hal tersebut.


Xue Yunlei pun segera melakukan apa yang telah dicontohkan oleh Tang Rong.


" Ini benar-benar tidak sesuai dengan apa yang ketua katakan kepadaKu, sepertinya ramuan itu telah diberikan kepada pemuda ini ". Gumam Tang Hao didalam hatinya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2