PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 124. Menemui Bawahan


__ADS_3

Akhirnya Xue Yunlei bersama dengan Huaxianzi segera pergi meninggalkan kota Shenmu.


Setelah berada di luar kota Shenmu, kini sebelas sosok tersebut melanjutkan perjalanan lewat udara, itu mereka lakukan agar bisa menghemat waktu untuk bisa tiba di kota Rong Cheng dimana letak markas Partai Qing Ceng berada tidak jauh dari kota itu.


Saat tiba di kota Watlam, seperti biasa hanya Xue Yunlei dan Huaxianzi yang memasuki kota tersebut. Itu untuk tetap menjaga agar pergerakan mereka tidak diketahui oleh orang lain.


Saat memasuki kota Watlam, Xue Yunlei tidak berlama-lama di kota itu, pemuda itu hanya mencari informasi tentang rumor yang beredar tersebut.


Dan memang rumor itu juga sudah banyak diketahui oleh penduduk kota tersebut, sehingga keduanya kembali meninggalkan kota Watlam.


Karena akan melewati desa Tiejia, Xue Yunlei menyempatkan dirinya untuk mampir di markas organisasi Awan Merah yang berada tidak jauh dari desa tersebut.


Kehadiran Xue Yunlei membuat anggota organisasi Awan Merah yang masih tinggal di markas itu merasa sangat terkejut.


Mereka tidak menyangka jika pemimpin mereka akan datang secara mendadak seperti itu.


Karena para tetua sudah berada di kota Yenan untuk mengawasi pembangunan paviliun Organisasi Awan Merah serta untuk menerima pekerjaan pengawalan barang, sehingga yang mengurus paviliun Tiejia adalah tetua Duan Xingyu.


Jika paviliun di kota Yenan sudah selesai di bangun, tetua Duan Xingyu akan pergi juga kesana untuk menjalankan bisnis Organisasi Awan Merah.


Dan paviliun Tiejia, akan menjadi tempat untuk melatih setiap anggota yang baru bergabung di Organisasi tersebut yang akan dipimpin oleh tetua Su Shao.


"Selamat datang ketua, maafkan jika penyambutan kami hanya seperti ini". Ucap Duan Xingyu menyambut kedatangan Xue Yunlei.


" Sudahlah, tetua Duan tidak perlu sesungkan itu, aku juga datang ke sini tidak untuk hal yang penting, sebab aku hanya mampir saja untuk menyampaikan sesuatu kepada tetua Duan ". Balas Xue Yunlei.


" Mari, silahkan masuk ketua". Ucap Duan Xingyu lagi.


Duan Xingyu mengantarkan Xue Yunlei bersama Huaxianzi untuk memasuki aula utama paviliun Tiejia.


Xue Yunlei langsung duduk di kursi kebesarannya dan mulai menyampaikan rumor yang beredar tersebut.


Pemuda itu juga mengingatkan Duan Xingyu untuk tidak terprovokasi atau pun bersinggungan dengan kelompok atau sosok manapun, terkecuali itu sudah sangat membahayakan bagi desa Tiejia.


Duan Xingyu yang mendengar penyampaian Xue Yunlei langsung menyanggupinya.


Karena Xue Yunlei tidak ingin membuang - buang waktu lagi untuk menuju ke kota Rong Cheng, sehingga pemuda itu tidak berlama-lama lagi di markas utama Organisasi Awan Merah itu.


Xue Yunlei dan Huaxianzi langsung berpamitan dengan tetua Duan Xingyu dan pergi meninggalkan desa Tiejia.


Setelah menempuh jarak yang sangat melelahkan, akhirnya kelompok Xue Yunlei tiba di kota Yenan dan langsung menuju ke balai kota untuk menemui Bei Feiyan.

__ADS_1


Karena Xue Yunlei sudah dikenal oleh para prajurit yang berjaga, sehingga mereka segera mengantarkan kelompoknya untuk menuju ke balai kota Yenan.


Dengan cepat Bei Feiyan mendapatkan informasi tentang kedatangan Xue Yunlei bersama sepuluh orang lainnya.


Penguasa kota Yenan itu sudah menunggu Xue Yunlei di gerbang utama balai kota.


"Selamat datang ketua Xue". Ucap Bei Feiyan menyambut kedatangan Xue Yunlei sambil tersenyum bahagia.


Setelah sudah sampai diruangan pribadi Bei Feiyan, mereka pun duduk dan melanjutkan pembicaraan mereka.


" Bagaimana Ketua Xue, apakah urusan gurumu sudah selesai? ". Tanya Bei Feiyan penasaran.


" Tuan Bei, ternyata apa yang kau katakan benar adanya, ternyata guruku sudah dibunuh oleh roh dewa itu, hingga akhirnya aku sempat bertarung dengannya ".


" Akan tetapi, karena kekuatan yang aku miliki belum cukup kuat untuk menghadapinya, sehingga aku mendapatkan luka yang sangat serius ".


" Untung saja itu tidak membuat nyawaku melayang ". Tutup Xue Yunlei.


" Ketua, untuk selamat dari tangan roh dewa itu adalah suatu keberuntungan, apa lagi selamat dari serangannya ". Bei Feiyan menanggapi.


" Terus apa yang Ketua rencanakan kedepan? ". Tanya Bei Feiyan lagi.


"Tuan Bei, bagaimana perkembangan bisnis organisasi Awan Merah? Apakah pekerjaannya sudah semakin bertambah? ". Tanya Xue Yunlei mengalihkan pembicaraan.


" Sudah Ketua Xue, para pedagang serta keluarga bangsawan yang hendak melakukan perjalanan ke kota lain, semuanya telah menggunakan jasa pengawalan dari organisasi Awan Merah ". Jawab Bei Feiyan.


" Apakah anggota kami cukup untuk menerima setiap tawaran yang diberikan? ". Tanya Xue Yunlei lagi.


" Untuk sementara ini, organisasi Awan Merah masih bisa menerima misi yang ditawarkan ". Jawab Bei Feiyan lagi.


" Hal itu karena tetua Su Shao kini mulai menerima setiap pendekar yang ingin bergabung untuk menjadi anggota dalam organisasi tersebut, meskipun mereka masih berstatus sebagai anggota luar ". Lanjut Bei Feiyan.


Xue Yunlei hanya bisa menganggukkan kepadanya setelah mendengar penjelasan dari Bei Feiyan.


" Untuk sementara, bangunan mana yang mereka tempati? ". Tanya Xue Yunlei.


" Mereka masih menempati salah satu paviliun milik warga kota ".


" Dan itu ditempati mereka secara cuma-cuma". Tutup Bei Feiyan.


"Terima kasih tuan Bei, jika tanpa bantuan serta dukunganmu, organisasi Awan Merah pasti tidak akan memiliki pelanggan sebanyak seperti sekarang ini". Ucap Xue Yunlei sambil menangkupkan kedua tangannya.

__ADS_1


" Tuan Bei, jika tidak keberatan, apakah bisa untuk mengantarkan kami ke paviliun dimana mereka berada? ".


"Dengan senang hati aku bisa untuk mengantarkan Ketua Xue ketempat dimana mereka berada".


Mereka pun segera pergi ke paviliun yang Xue Yunlei maksudkan untuk menemui anggota organisasi Awan Merah.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa tiba di paviliun organisasi Awan Merah.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh para tetua yang ada di paviliun tersebut.


"Kami memberi hormat kepada Ketua! ". Seru semua anggota organisasi Awan Merah menyambut kedatangan Xue Yunlei.


Tetua Su Shao langsung mengantarkan Xue Yunlei dan lainnya untuk memasuki aula utama paviliun yang mereka tempati itu.


Setelah semuanya duduk, Xue Yunlei langsung membuka pembicaraan.


" Bagaimana perkembangan bisnis pengawalan organisasi kita? ".


" Ketua, berkat bantuan dari tuan Bei Feiyan, organisasi kita mendapatkan banyak permintaan untuk melakukan pengawalan, sehingga tetua Su Shao telah menerima puluhan pendekar yang ingin bergabung untuk menjadi anggota luar organisasi Awan Merah ". Jawab Bo Xiang yang bertindak sebagai tetua aula misi.


" Apakah hasilnya mampu untuk membuat organisasi kita ini lebih besar lagi dalam waktu lima tahun kedepan? ". Tanya Xue Yunlei lagi.


" Setiap pengguna jasa organisasi kita, semuanya merasa sangat puas dengan keamanan yang mereka rasakan saat anggota kami yang mengawal mereka, sehingga menurutku, dalam waktu dekat ini, pasti kita akan membutuhkan lebih banyak lagi anggota baru agar bisa memenuhi setiap permintaan yang akan datang ". Jawab Bo Xiang lagi.


" Tetua Su, untuk merekrut anggota baru, kamu harus selektif dan jangan sembarang menerima siapa pun yang datang untuk bergabung, karena perkembangan organisasi kita semuanya bergantung pada pribadi dari setiap anggota organisasi kita". Tutur Xue Yunlei.


"Tuan Bei, terima kasih karena telah bersedia mengantarkan kami ke tempat ini, bukan aku bermaksud untuk tidak menghargai tuan Bei, namun ada urusan penting perihal organisasi yang akan kami bahas". Ujar Xue Yunlei kepada Bei Feiyan.


Penguasa kota Yenan langsung memahami maksud dari perkataan Xue Yunlei, sehingga pria tua itu segera pamit undur diri dan kembali ke kediamannya.


Sedangkan Xue Yunlei sendiri langsung melanjutkan pembahasan mereka mengenai organisasi serta mengenai rumor yang beredar sehingga harus berhati-hati dalam menerima anggota baru.


Sedangkan untuk pendekar raja, mereka harus dipersiapkan untuk bisa menerobos menjadi pendekar langit, oleh karena itu tetua Bo Xiang harus memberikan sumber daya kepada setiap pendekar raja yang akan diberikan kesempatan itu.


Bukan hanya sumber daya, melainkan harus menyiapkan tempat yang aman untuk berkultivasi.


Setelah selesai membahas semua masalah yang ingin Xue Yunlei bicarakan, pemuda itu pun segera meminta mereka untuk menyiapkan tempat baginya serta bagi sepuluh orang lainnya.


Karena pada keesokan harinya, mereka akan kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju ke kota Rong Cheng.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2