
Xue Yunlei dan tiga wanita lainnya segera bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi akibat kemarahan sang ratu peri.
Xue Yunlei pun segera mengaktifkan formasi pertempuran yang diajarkan oleh roh dewa untuk menghadapi makhluk seperti bangsa para peri.
Sedangkan para petinggi bangsa peri yang ada di tempat itu segera bersiap untuk menyerang Xue Yunlei dan juga tiga wanita lainnya.
Sebenarnya bangsa para peri hanyalah berwujud seperti roh, namun setelah mereka berkultivasi selama ratusan tahun, mereka bisa memiliki wujud seperti manusia.
Hal itu berbeda dengan para siluman yang membutuhkan seribu tahun untuk bisa memiliki wujud seperti manusia atau pun wujud lain yang mereka inginkan.
Namun kekuatan bangsa peri yang berkultivasi selama ratusan tahun setara dengan kekuatan bangsa siluman berkultivasi selama seribu tahun.
Sehingga bangsa peri yang sudah berusia seribu tahun, akan lebih kuat dari bangsa siluman yang memiliki waktu kultivasi yang sama.
"Hentikan! Jangan bertarung, ini adalah hari yang sangat berbahagia bagi kita, sehingga kita tidak boleh merusaknya". Perintah sang ratu kepada para bawahannya.
Hal itu karena sang ratu telah melihat formasi pertempuran yang di aktifkan oleh Xue Yunlei.
"Sial! Siapa sebenarnya pendekar muda ini? Mengapa dia memiliki teknik formasi pertempuran dari bangsa para dewa?". Pikir sang ratu peri dalam hatinya.
Ketujuh putri dan juga para bawahannya merasa heran dengan sikap pemimpin mereka.
Memang sudah sejak awal, mereka telah merencanakan untuk membunuh keempat manusia itu agar tidak melaporkan tindakan yang dilakukan oleh Juanxu.
Akan tetapi sang ratu tidak menyangka bahwa sang pria yang awalnya terlihat lemah, memiliki teknik yang bisa membunuh mereka satu persatu hanya dalam sekali serangan saja.
"Ternyata memang benar yang dikatakan oleh guruku, bangsa peri ini sangat licik".
"Jika terpengaruh dengan kecantikan mereka, sudah bisa dipastikan akan masuk dalam jebakan mereka". Pikir Xue Yunlei.
"Kenapa tidak menyerang kami? Bukankan kami hanyalah makhluk rendahan seperti apa yang kamu katakan!?". Tutur Xue Yunlei yang sedikit menantang serta sedikit mengejek sang ratu peri.
Formasi pertempuran dengan garis - garis cahaya yang berbentuk seperti delapan trigram masih berputar - putar di kedua kepalan tangan Xue Yunlei dan sudah siap untuk dilepaskan.
Hal itu karena tingkatan teknik yang dia gunakan masih rendah, sehingga ukuran formasi pertempuran tersebut masih kecil, akan tetapi sanggup untuk membunuh lawan yang ada didepannya.
Jika Xue Yunlei memiliki tingkat kultivasi di ranah dewa, dirinya bisa menciptakan formasi pertempuran yang lebih besar dan bisa digunakan untuk membunuh banyak peri dalam sekali serangan saja.
"Mohon maaf jika nada suaraku terdengar kasar, hal itu karena selama ini, baru pertama kalinya jamuanku di tolak oleh tamuku". Sang ratu menanggapi perkataan Xue Yunlei.
"Aku bukanlah tamu ditempat ini, sebab aku bisa berada disini bukan karena undangan kalian dan juga bukan karena kemauanku sendiri".
"Jadi, aku merasa tidak perlu lagi bersikap seperti tamu ditempatmu ini".
"Dan untuk sikap yang kamu tunjukkan itu, aku tidak akan memaafkannya".
Kata - kata yang terlontar dari mulut Xue Yunlei terdengar begitu arogan.
Hal itu membuat para peri yang berada di tempat itu merasa sangat marah dengan sikap Xue Yunlei karena terlalu merendahkan mereka.
__ADS_1
"Sepertinya kalian terlihat lebih cantik dan imut saat sedang marah".
"Apakah kalian ingin merasakan satu seranganku saja?".
Remaja pria itu tersenyum sinis menatap ke arah para peri yang sedang menatapnya dengan penuh amarah.
Salah satu peri yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Xue Yunlei dengan cepat menghilang dan menyerang.
Xue Yunlei yang sudah bersiap dengan setiap serangan yang akan datang segera mengarahkan tinjunya ke arah datangnya peri tersebut.
Duuuaaarrr
Bunyi ledakan terdengar saat formasi pertempuran milik Xue Yunlei mengenai tubuh peri yang menyerangnya.
Kini tubuh peri itu tidak terlihat lagi karena sudah menjadi kabut darah.
Melihat kejadian itu, para bawahan sang ratu peri langsung mengerti mengapa sang pemimpin menghentikan tindakan yang akan mereka lakukan.
"Ternyata itu alasannya mengapa ibu ratu menghentikan tindakan kita". Gumam Xiangwei.
"Apakah masih ada yang ingin menyerangku? Ayo, silahkan serang aku". Xue Yunlei bertanya dan kembali menantang mereka.
Kini tidak ada lagi wajah yang terlihat sangat marah menatap Xue Yunlei, yang tersisa hanyalah tatapan yang penuh dengan rasa takut.
"Karena bawahanmu sudah berani menyerangku, aku harus memanggil guruku agar bisa dalam sekejab memusnahkan ras kalian". Tutur Xue Yunlei memberikan ancaman kepada sang ratu.
"Tuan, mohon ampuni kami! Katakan saja apa yang bisa kami lakukan agar Tuan bisa mengampuni kami!". Pinta sang ratu sambil bersujud.
Sang ratu peri sendiri sudah bisa menebak siapa guru yang Xue Yunlei maksudkan.
Hal itu dapat diketahui dari teknik formasi pertempuran yang dia miliki yang berasal dari bangsa para dewa.
Sehingga sudah bisa dipastikan, guru Xue Yunlei pasti adalah seorang dewa.
"Apa benar yang kamu katakan itu?". Tanya Xue Yunlei..
"Iya Tuan, apa yang aku katakan, itu benar, asalkan tuan mengampuni kami, apapun pasti akan kami lakukan". Jawab sang ratu peri.
"Baiklah, jika demikian, aku ingin kalian menjadi bawahanku, jika tidak mau, tidak ada lagi hal lain yang bisa kalian lakukan agar bisa aku ampuni".
"Hormat kepada Penguasa! Hormat kepada Penguasa! Hormat kepada Penguasa!".
Kata - kata yang keluar dari mulut sang ratu peri dan diikuti oleh para bawahannya.
Senyum lebar pun terlihat di wajah remaja pria itu karena merasa berhasil telah menipu mereka.
Itu karena, dirinya tidak bisa mengalahkan para peri yang ada di tempat itu meskipun dirinya memiliki teknik formasi pertempuran.
Sang ratu peri sendiri, karena bisa mengenali formasi pertempuran tersebut, sehingga dirinya tidak berani lagi bertindak gegabah, karena jika dirinya melakukan kesalahan sehingga menyinggung seorang dewa, pasti ras bangsa peri yang dia pimpin akan musnah dalam sekejab.
__ADS_1
Meskipun delapan ras bangsa peri bersatu, mereka tidak bisa mengalahkan seorang dewa.
Hanya dewa peri saja yang bisa mengimbangi seorang dewa, namun hal itu bisa mendatangkan masalah yang lebih besar lagi.
Sehingga sang ratu peri lebih baik tunduk dan memilih untuk menjadi bawahan Xue Yunlei.
Yang tidak diketahui oleh sang ratu peri ialah, guru Xue Yunlei tidak bisa membantunya meskipun dia tewas ditangan para peri.
Sebab roh dewa itu tidak bisa menjauh dari hutan terlarang yang berada di belakang wilayah perkampungan klan Xue.
"Semuanya berdiri! Mulai saat ini, kalian adalah bawahanku, jadi apa yang aku perintahkan, kalian harus melakukannya".
"Aku ingin bertanya kepadamu, sejauh mana wilayah kekuasaanmu?". Tanya Xue Yunlei kepada sang ratu.
"Dari tempat ini, sejauh tiga puluh kilo meter ke segala arah batas wilayah dari ras kami". Jawab sang ratu.
"Kalau begitu, cepat carikan rumput roh serta tanaman herbal yang sudah berusia ratusan tahun dan juga batu roh dari para siluman".
"Aku membutuhkan semua itu sebanyak - banyaknya".
Perintah pertama yang diberikan oleh Xue Yunlei kepada mereka.
Sang ratu pun memberikan tugas kepada putri keenamnya Caoyao untuk mengumpulkan rumput roh dan juga tanaman herbal yang sudah berusia ratusan tahun.
Sedangkan untuk batu roh milik para siluman atau pun batu roh yang lain ditugaskan kepada para bawahannya yang dipimpin langsung oleh kelima putrinya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk bisa mengumpulkan apa yang Xue Yunlei perintahkan.
Mereka segera memberikan dua buah cincin ruang kepada remaja itu.
Xue Yunlei pun segera melakukan kontrak darah dengan kedua cincin ruang yang mereka berikan agar bisa membuka ruang penyimpanan didalam cincin tersebut.
Kini wajah remaja itu pun terlihat sangat senang dengan hasil yang diperolehnya.
Xue Yunlei pun kembali melontarkan pertanyaan kepada sang ratu.
"Ada berapa batu roh yang ras kalian miliki?". Tanya Xue Yunlei lagi.
Sang ratu sedikit terkejut mendengar pertanyaan remaja yang adalah penguasa mereka, namun karena gurunya adalah seorang dewa, sehingga sang ratu bisa memakluminya jika Xue Yunlei mengetahui tentang batu roh yang mereka miliki.
Batu roh yang mereka miliki berfungsi untuk membuat mereka bisa tetap hidup meskipun berada jauh dari pohon yang menjadi sumber kehidupan mereka.
"Ras kami hanya memiliki dua puluh batu roh". Jawab sang ratu.
"Kalau begitu, aku membutuhkan dua bawahanmu untuk mendampingiku dalam menjalankan misi yang diberikan oleh guruku". Tutur Xue Yunlei.
"Dan aku memilih mereka berdua untuk mendampingiku". Ucap Xue Yunlei sambil menunjuk ke arah Xiangwei dan juga Huaxianzi.
Kedua wanita cantik itu pun segera menyetujui permintaan penguasa mereka itu.
__ADS_1
Akhirnya Xue Yunlei pun segera berpamitan dengan sang ratu peri untuk melanjutkan perjalanannya.
~Bersambung~