PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 115. Menasehati Nona Bao


__ADS_3

Setelah selesai berlatih untuk menyempurnakan teknik yang mereka pelajari, akhirnya mereka beristirahat.


Semuanya kemudian membersihkan tubuh mereka kemudian makan malam bersama dikediaman Xue Yunlei.


"Nona Shang, bagaimana jika aku mengantarkan mu untuk kembali ke kediaman keluarga Shang!? ". Xue Yunlei menawarkan diri.


" Sudahlah, kau pasti sangat lelah, jadi biar aku bersama tetua Ni Yang saja yang kembali ke kediamanku". Jawab Shang Mingmei.


"Besok pagi aku akan kembali lagi kesini untuk meminta petunjuk darimu juga, apakah kamu tidak merasa keberatan? ". Tanya Shang Mingmei.


" Silahkan saja, aku akan merasa sangat senang jika nona Shang kembali lagi kesini, karena pintu rumahku akan selalu terbuka untuk mu". Jawab Xue Yunlei.


"Iya, aku juga akan kembali ke kediamanku bersama dengan tetua Shong Jun dan sama seperti dengan nona Shang, aku juga akan kembali kesini". Sambung Xue Bang sambil tersenyum.


" Dulu saja kamu sering berlatih denganku, sampai - sampai tertidur di sini, jadi hal itu juga bisa kamu lakukan lagi ". Balas Xue Yunlei.


Akhirnya mereka pun berpamitan dengan Xue Yunlei untuk segera kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Saat Shang Mingmei ingin pergi, gadis itu baru mengingat apa yang dititipkan oleh leluhur Xie Yi untuk diberikan kepada Bao Meng Ling.


" Oh iya, ada yang aku lupakan, dimana nona Bao Meng Ling? Ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadanya". Ucap Shang Mingmei sambil berbalik menatap Xue Yunlei.


"Berikan saja padaku, biar aku saja yang menyerahkannya kepada nona Bao Meng Ling". Ucap Xue Yunlei.


Saat Shang Mingmei hendak memberikan surat itu kepada Xue Yunlei, terdengar suara dari belakang.


" Jangan mengambil apa yang bukan menjadi milikmu". Teriak Bao Meng Ling.


"Gadis tengik! Mengapa kamu membentak ku? Apakah kamu sudah bosan hidup? ". Xue Yunlei membentak balik gadis itu.


" Iya! Aku sudah bosan hidup, kenapa? Apakah kamu ingin membunuhku!? ". Balas Bao Meng Ling sambil menyeringai.


" Kamu....! ". Xue Yunlei tidak bisa melanjutkan kata - katanya dan langsung berbalik memasuki kamarnya.


Huaxianzi hanya bisa tersenyum melihat tingkah Bao Meng Ling, dia teringat kepada Xiao Lin Meng yang juga memiliki kesamaan dengan gadis itu.


Shang Mingmei pun merasa risih dengan sikap yang ditujukan oleh Bao Meng Ling, sebab pemuda yang selama ini dia sukai didepan matanya sendiri dengan berani membentaknya.


"Nona Bao Meng Ling, sebenarnya siapa anda sehingga dengan beraninya membentak tuan muda Xue Yunlei!? ". Tanya Shang Mingmei.

__ADS_1


Xue Yunlei mendengar suara Shang Mingmei dengan nadanya yang emosi segera keluar dari dalam kamarnya.


" Sudahlah, tidak usah diambil hati, memang karakternya sudah seperti itu sejak aku bertemu dengannya ". Ucap Xue Yunlei menengahi kedua gadis itu.


Shang Mingmei pun segera menyerahkan surat yang dititipkan oleh leluhur Xie Yi kepada Bao Meng Ling dengan emosi.


Bao Meng Ling pun langsung mengambil surat itu dan segera kembali ke kamarnya.


"Nona Shang, jangan dipikirkan lagi tentang hal itu, aku sudah terbiasa dengan sikapnya tersebut". Xue Yunlei ingin menenangkan Shang Mingmei.


" Aku harap, besok pagi kamu sudah ada disini, jika tidak, pasti aku akan memarahimu". Ucap Xue Yunlei sambil tersenyum menatap gadis itu.


Shang Mingmei pun langsung tersenyum dengan pipinya yang terlihat perlahan mulai memerah.


"Ingat, besok pagi kamu harus datang lagi kesini bersama dengan tetua Ni Yang". Tutup Xue Yunlei.


Shang Mingmei pun segera menganggukan kepalanya tanda menyetujui apa yang Xue Yunlei katakan.


Kemudian mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan kediaman Xue Yunlei.


Sedangkan Xue Yunlei sendiri kembali duduk di ruang tamu dan segera memanggil Bao Meng Ling.


Huaxianzi juga telah duduk di salah satu tempat duduk yang ada di ruangan itu.


" Nona Bao, jika ada orang lain yang sedang bersama - sama denganku, kamu tidak boleh menunjukkan sikap seperti itu lagi ".


" Ingat, tindakanmu itu bisa menyinggung setiap hati dan perasaan orang - orang terdekat ku, sebab mereka selama ini tidak pernah bersikap seperti itu kepadaku ".


Xue Yunlei terus memberikan nasihat kepada Bao Meng Ling agar dirinya bisa merubah sikapnya yang terlihat tidak sopan.


Bao Meng Ling hanya bisa diam dan sesekali menganggukkan kepalanya mendengar nasihat dari Xue Yunlei.


Setelah Xue Yunlei selesai memberikan nasihat, Bao Meng Ling pun angkat bicara.


"Mengapa kamu tidak menanyakan penyebab sehingga aku menunjukkan sikap seperti itu kepadamu? ".


" Baiklah, terus apa penyebabnya? ". Tanya Xue Yunlei.


" Penyebabnya karena kamu telah mengabaikan diriku setelah kedua wanita itu datang kesini". Jawab Bao Meng Ling.

__ADS_1


"Memangnya ada apa dengan mereka? Sudah sepantasnya aku menyambut mereka berdua seperti itu". Ujar Xue Yunlei.


"Huaxianzi adalah sosok yang sangat penting bagi hidupku, sedangkan nona Shang Mingmei adalah sahabat serta gadis yang telah dijodohkan denganku sejak kami kecil. Jadi apa yang salah dengan sikapku? ". Xue Yunlei menjelaskan dan ditutup dengan pertanyaan.


Mendengar penjelasan Xue Yunlei, Bao Meng Ling hanya bisa terdiam dan meneteskan air matanya.


" Baiklah, aku akan kembali ke kota Shenmu, kamu cukup antarkan aku dengan selamat kesana". Ucap Bao Meng Ling dengan sedih.


"Huaxianzi, dimana letak tujuan kita? Apakah searah dengan kota Shenmu? ". Tanya Xue Yunlei.


" Tidak Penguasa, mereka tinggal di wilayah bagian timur dari negara Xin ini ". Jawab Huaxianzi.


"Berarti kita berdua harus mengantarkan nona Bao Meng Ling terlebih dahulu, akan tetapi kita akan mampir terlebih dahulu ke tempatmu". Ujar Xue Yunlei.


" Apakah penguasa ingin menuju ke markas partai Qing Ceng? ". Tanya Huaxianzi penasaran.


" Iya, aku akan pergi menyambangi markas partai Qing Ceng bersama dengan sembilan orang dari sekte kalian ". Jawab Xue Yunlei yang tidak ingin mengungkapkan identitas asli Huaxianzi.


" Itu juga jika ketua kalian mengijinkannya ". Lanjut Xue Yunlei lagi.


" Aku pikir ketua kami pasti akan mengijinkannya, jika itu diminta secara langsung oleh penguasa ". Sambung Huaxianzi.


" Penguasa, bagaimana dengan para penyerang kalian berdua saat di padang gurun, apakah kita akan melakukan hal yang sama dengan mereka juga? ". Lanjut Huaxianzi.


" Tidak, jika kita menyerang mereka dengan kekuatan yang kalian miliki, itu sama seperti mengantarkan nyawa kita kepada mereka ". Jawab Xue Yunlei.


Memang bangsa peri asal Huaxianzi kini hanya bisa membawa 19 orang untuk menuju ke padang gurun, tetapi yang akan mereka lawan disana adalah bangsa peri penguasa padang gurun, sehingga mereka tidak bisa menang dengan bangsa peri tersebut, karena di wilayah mereka akan ada banyak peri yang akan mereka hadapi.


Oleh karena itu, Xue Yunlei harus segera membuat senjata pusaka yang sangat kuat untuk membantunya dalam menghadapi bangsa peri penguasa padang gurun.


Huaxianzi yang mendengar penjelasan Xue Yunlei langsung bisa mengerti dengan apa yang Xue Yunlei maksudkan.


Sedangkan Bao Meng Ling yang masih duduk di situ tidak bisa menangkap inti dan tujuan dari pembicaraan kedua orang yang bersama dengannya.


Karena dia baru saja bertemu dengan Xue Bang dan Shang Mingmei, sehingga Xue Yunlei menetapkan jika mereka akan menghabiskan waktu selama seminggu lagi untuk tinggal di klan Xue barulah mereka akan berangkat untuk mengantarkan Bao Meng Ling.


Huaxianzi pun menyetujui apa yang ditetapkan oleh Xue Yunlei.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2