PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 190. Hasil Yang Memuaskan


__ADS_3

Huaxianzi langsung bertanya kepada Langren "Siapa namamu?."


"Nona, nama saya Langren." Jawab raja siluman serigala itu dengan sopan.


"Langren, ayo pergi ke tempat dimana siluman rubah itu berada." Perintah Huaxianzi.


"Baik nona." Jawab Langren dan langsung berjalan mendekati tubuh Gai Bian yang sedang disembuhkan oleh puluhan siluman rubah.


Saat itu Xue Yunlei dan Yao Laohu juga sudah berada di tempat itu sambil memperhatikan apa yang siluman rubah lakukan terhadap pemimpin mereka.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Gai Bian kembali bisa bergerak serta luka ditubuhnya telah pulih sepenuhnya.


"Cepat kalian menjauh!." Perintah Xue Yunlei.


Puluhan siluman rubah langsung menjauh dari tempat itu saat Xue Yunlei mengusir mereka.


"Sepertinya lukamu sudah sembuh...tetapi nasib mu bersama mereka semua belum aku putuskan, karena itu tergantung keputusan mu." Sambil menatap mata Gai Bian.


"Apa yang kau inginkan?." Tanya Gai Bian kepada Xue Yunlei.


"Aku menginginkan semua inti jiwa milik siluman rubah." Jawab Xue Yunlei.


"Tetapi mengapa kau tidak membunuh mereka untuk mengambil inti jiwa yang mereka miliki?." Tanya Gai Bian dengan bingung.


"Sebab mereka sudah menjadi bawahanku." Jawab Xue Yunlei dengan santai.


"Bagaimana mereka bisa menjadi bawahanmu? Apa syaratnya? Aku juga ingin menjadi bawahanmu!." Ujar Gai Bian dengan tergesa-gesa.


"Dari perkataanmu, sepertinya kau tidak terlalu tulus untuk menjadi bawahanku." Ucap Xue Yunlei untuk menguji ketulusan Gai Bian.


"Tidak tuan, aku sungguh-sungguh ingin menjadi bawahanmu, yang terpenting tuan bisa melepaskan mereka." Ucap Gai Bian memohon kepada Xue Yunlei.


"Tetapi untuk bisa menjadi bawahanku, ada beberapa syarat yang harus bisa kau menyanggupinya."


"Sebutkan saja syaratnya, aku pasti akan menyanggupinya."


"Jangan terlalu percaya diri seperti itu...bagaimana jika kau tidak bisa menyanggupi syarat yang akan aku sampaikan kepadamu?." Tanya Xue Yunlei.


"Apa pun syaratnya, jika aku sudah berjanji demi menyelamatkan semua siluman rubah yang ada saat ini, pasti aku bisa melakukan hal itu." Balas Gai Bian untuk meyakinkan Xue Yunlei.


"Baiklah, jika kau benar-benar ingin menjadi bawahanku, aku akan memberikan sesuatu agar kau tidak bisa bertindak sesuka hatimu." Ucap Xue Yunlei dan langsung memasukkan benang sutra emas miliknya.

__ADS_1


"Saat ini kau sudah menjadi bawahanku." Lanjut Xue Yunlei sambil melepaskan lilitan benang sutra emas ditubuh raja siluman rubah itu.


Gai Bian langsung senang dan mengambil posisi untuk memberi hormat "Terima kasih penguasa! Gai Bian memberi hormat kepada Penguasa!."


"Syarat yang pertama sudah terpenuhi, saatnya syarat yang kedua...dan syarat yang kedua adalah kau harus menyerahkan senjata pusaka milikmu."


"Baik penguasa!." Jawab Gai Bian sambil mengeluarkan senjata spiritual berbentuk pedang miliknya.


Xue Yunlei langsung tersenyum melihat senjata spiritual milik Gai Bian "Sepertinya pedang milikku, kekuatannya akan setara dengan senjata pusaka tingkat dewa." Pikirnya.


"Saat ini pedang milikmu sudah menjadi milikku, sehingga aku akan menyatukannya dengan pedang yang diberikan oleh Langren kepadaku."


"Dengan begitu, sehingga pedang yang akan tercipta nanti sudah menjadi senjata pusaka milikku seutuhnya." Ucap Xue Yunlei sambil menatap Gai Bian dan Langren secara bergantian.


"Aku akan membuatnya persis seperti pedang milik ayahku...dan jika para kurcaci itu tidak bisa membuatnya seperti yang aku inginkan...aku akan meratakan markas mereka sampai tidak bisa mereka tinggali lagi." Ujar Xue Yunlei dengan wajah yang kini sudah terlihat sangat mengerikan.


Gai Bian segera menundukkan kepalanya dan tidak mau lagi menatap Xue Yunlei. Begitu juga dengan Langren.


Sedangkan Yao Laohu sendiri, tubuhnya mulai begetar karena merasakan energi yang keluar dari dalam tubuh Xue Yunlei.


"Penguasa, She Yaowang juga memiliki sebuah pedang pusaka spiritual...itu bisa meningkatkan kekuatan pedang milik penguasa bila ketiga pedang kami disatukan." Ucap Langren namun tidak mengangkat kepalanya.


"Ohhh...jadi siluman ular itu memiliki senjata spiritual juga? Itu adalah berita yang sangat bagus menurutku...ayo kita pergi mendekatinya."


Xue Yunlei menatap kearah Gai Bian yang mengikutinya dan berkata "Gai Bian, syarat yang terakhir adalah, kau harus menjadi tunggangan pria itu...kau harus selalu mendengarkan apa yang dia perintahkan...jika tidak, aku pasti tidak akan memaafkan ras kalian."


"Baik penguasa!." Ucap Gai Bian dan langsung berjalan menuju ke tempat dimana Zhuan Zhu berada dan sedang bermeditasi.


Gai Bian segera menyalurkan energi qi miliknya untuk membantu Zhuan Zhu agar bisa cepat memulihkan luka yang dia dapatkan saat bertarung dengan Gai Bian.


Sedangkan Xue Yunlei saat tiba di tempat She Yaowang berada, pemuda itu langsung berseru "She Yaowang! Cepat berikan pedang pusaka milikmu...jika tidak, aku akan membunuh semua bawahanmu itu!." Nada suaranya sangat tegas dan mengintimidasi.


"Apakah aku bisa menjadi bawahanmu?." Tanya She Yaowang.


"Tidak! Kau tidak bisa menjadi bawahanku... sebab pedang milikmu itu hanyalah sebagai kompensasi agar aku tidak menghabisi semua siluman ular yang ada saat ini." Jawab Xue Yunlei dengan tegas.


"Jika aku menyerahkan pedang milikku, apakah kau bisa memegang janjimu untuk tidak membunuh semua bawahanku?."


"Jika kau masih mau tawar menawar denganku, aku sudah tidak membutuhkan lagi pedang milikmu itu." Balas Xue Yunlei dengan geram.


"Baiklah, aku akan memberikan pedang milikku." Ucap She Yaowang sambil menyerahkan pedang miliknya kepada Xue Yunlei.

__ADS_1


Pemuda itu dengan cepat langsung meraih pedang pusaka tingkat spiritual milik raja ular itu dan memasukkannya kedalam cincin penyimpanan.


Xue Yunlei segera menggunakan teknik terlarang miliknya dan langsung menyerap kekuatan yang dimiliki She Yaowang.


Ledakan energi didalam tubuh pemuda itu bisa dirasakan oleh Yao Laohu.


Xue Yunlei langsung melesat keatas sebuah batu besar untuk mengolah kekuatan milik She Yaowang agar bisa menerobos menjadi seorang pendekar dewa langit awal.


Namun karena dia masih membutuhkan sedikit energi lagi untuk bisa menerobos...Xue Yunlei kembali menyerap inti jiwa milik siluman ular yang dia bunuh sebelumnya.


Kekuatan yang dimiliki oleh She Yaowang dalam pertapaannya selama sembilan ribu tahun dan juga kekuatan yang dimiliki oleh siluman ular yang dibunuh Xue Yunlei dalam pertapaannya selama delapan ribu tahun langsung bisa mendorong dirinya untuk menerobos menjadi seorang pendekar dewa langit awal.


Booommm


Ledakan energi pun terjadi disaat Xue Yunlei menerobos menjadi pendekar dewa langit awal.


Energi yang awalnya meledak keluar dari tubuh pemuda itu kini kembali memasuki tubuhnya dan situasi kembali seperti semula.


"Jika aku tidak menyerap kekuatan dari kedua siluman ular itu, pasti aku akan tetap sulit untuk bisa menerobos menjadi pendekar dewa langit." Pikir Xue Yunlei.


Pedang milik Langren langsung melayang di udara kemudian meluncur dengan cepat menebas leher She Yaowang. Tubuh raja siluman ular itu langsung menghilang setelah menjadi dua bagian.


Pedang milik Langren langsung kembali ke dalam cincin spasial milik Xue Yunlei.


"Aku sangat membenci ras kalian, untuk itu aku harus menjadikan kalian semua sebagai sumber daya bagi orang-orang terdekatku." Ucap Xue Yunlei sambil melepaskan formasi pertempuran ke arah puluhan siluman ular.


Tidak ada yang bisa melarikan diri dari serangannya, semua siluman ular yang ada telah menguap dan hanya menyisahkan inti jiwa milik mereka.


Puluhan inti jiwa milik siluman ular langsung masuk ke dalam cincin spasial Xue Yunlei.


"Siapa kau?." Tanya Xue Yunlei kepada raja peri.


"Aku Jing Senlin, raja bangsa peri di wilayah ini." Jawab raja peri itu dengan sopan.


"Apakah ada hal yang berharga yang bisa kau berikan kepada wanita ini?." Tanya Xue Yunlei.


"Baik penguasa, aku akan memberikan sebuah batu permata yang bisa meningkatkan kekuatannya hingga bisa setara dengan peri yang telah menjalani pertapaannya selama sembilan ribu tahun." Ucap Jing Senlin.


"Apakah kekuatannya akan setara dengan kekuatan yang kau miliki?." Tanya Xue Yunlei lagi.


"Tidak penguasa, sebab ratu mereka adalah adikku...dan usia kami berjarak sekitar dua ribu tahun...sehingga pertapaanku sudah selama sebelas ribu tahun." Jawab Jing Senlin.

__ADS_1


"Ohhhh...ternyata ratu mereka adalah adikmu... baiklah, pemberianmu itu sudah cukup." Tutup Xue Yunlei.


~Bersambung~


__ADS_2