PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 78. Diprovokasi


__ADS_3

Penduduk kota Watlam yang terkumpul ditepat itu segera memasuki kediaman dimana sosok yang mengendalikan siluman itu berada, namun didalam kediaman itu tidak ada satu orang pun yang mereka temui.


Sedangkan Bao Meng Ling yang berdiri di dekat tempat itu segera ditangkap oleh penduduk kota Watlam lainnya.


Hal itu karena mereka tidak mengenalinya, sehingga Bao Meng Ling dituduh oleh mereka sebagai bagian dari orang yang mengendalikan siluman.


Bao Meng Ling mencoba untuk menjelaskan, namun mereka tidak mau mendengarkan penjelasan darinya.


Xue Yunlei yang bisa mengetahui situasi yang dihadapi oleh Bao Meng Ling segera pergi mendekati orang - orang tersebut untuk memberitahukan bahwa gadis itu adalah adiknya.


Saat Xue Yunlei ingin pergi, siluman itu kembali menyerang para penduduk kota yang ingin membunuhnya.


Xue Yunlei segera berbalik kearah dimana siluman itu berada dan segera melesat sambil melepaskan serangan formasi pertempuran.


Siluman itu langsung terhempas membrntur dinding pagar kediaman tersebut dan roboh tertimpa reruntuhan dinding pagar yang hancur.


Para penduduk segera saling mendahului untuk bisa memiliki inti jiwa siluman itu.


Sedangkan Xue Yunlei segera mencari keberadaan Bao Meng Ling yang telah diseret oleh sebagian penduduk kota Watlam.


Setelah bisa menemukan keberadaan Bao Meng Ling, Xue Yunlei segera berteriak untuk menghentikan tindakan para penduduk kota.


"Hentikan! Dia adalah adikku, jika kalian melukainya, aku akan mengambil nyawa kalian semua".


Mendengar suara Xue Yunlei, para penduduk kota Watlam segera menghentikan tindakan mereka.


" Apa benar wanita ini adalah adiknya? Mengapa gadis ini terlihat begitu lemah? ".


" Aku pikir pria itu hanya ingin menyelamatkan gadis ini, karena merasa tertarik dengan kecantikannya ".


Seorang pria mencoba untuk memprovokasi para penduduk lainnya agar mereka bisa terus menghakimi Bao Meng Ling.


" Hei, kamu! Silahkan terus memprovokasi para penduduk, dan jika mereka tetap bersih kukuh untuk menghakiminya, kamu orang pertama yang akan aku bunuh".


"Dan untuk penduduk yang lain akan menyusul dirimu! ".


Kata - kata ancaman yang keluar dari mulut Xue Yunlei karena merasa jengkel dengan pria yang selalu memprovokasi para penduduk lainnya.


" Kamu baru saja mengalahkan siluman itu seakan merasa sudah seperti seorang pahlawan dikota ini, sehingga kami harus menghormatimu, sebelum kamu bisa membuktikan jika wanita ini adalah benar-benar adikmu, kami tetap tidak akan melepaskannya ". Ujar pria yang menjadi provokator.

__ADS_1


" Jangan pernah kamu mencoba untuk menguji batas kesabaranku! ". Balas Xue Yunlei dengan emosi yang mulai memuncak.


" Siapa dia? Mengapa mengancam kalian? ". Tanya seorang pria yang baru saja tiba bersama dengan pasukannya dan berpenampilan seperti orang yang terpandang di kota itu.


" Hormat kepada penguasa kota! Begini penguasa, pria itu ingin mengambil gadis ini dari tangan kami, padahal kami berniat untuk mengadilinya terlebih dahulu agar kami bisa mengetahui siapa dia sebenarnya ".


" Karena baru saja seekor siluman telah menggangu ketenangan penduduk kota ini, namun kami sudah bisa menanganinya, akan tetapi orang yang mengendalikan siluman itu bisa melarikan diri, kami hanya bisa menemukan gadis yang tidak kami kenal ini untuk diintrogasi dan mengadilinya, tetapi orang itu mencegah kami". Tutup pria sang provokator.


Xue Yunlei yang tidak tahan dengan omongan pria itu dengan cepat segera melesat dan menyerang pria tersebut.


Hanya dalam hitungan detik saja, pria itu langsung meregang nyawa dalam sekali serangan.


Tindakan Xue Yunlei itu membuat penguasa dan penduduk kota Watlam sangat terkejut karena sosok bertopeng itu berani melakukan tindakan yang tidak mungkin mudah untuk dilakukan oleh orang lain.


Orang - orang yang awalnya menahan Bao Meng Ling, kini melepaskan pegangan tangan mereka karena merasa takut dengan tindakan pria bertopeng itu.


"Brengsek! Berani sekali kamu membunuh penduduk kota Watlam ini didepan mataku sendiri".


" Apakah kamu sudah tidak menyayangi nyawamu? ".


Xue Yunlei tidak menggubris perkataan sang penguasa kota Watlam, pemuda itu segera mendekati Bao Meng Ling dan membawa gadis itu untuk pergi dari tempat tersebut.


Sedangkan sang penguasa kota Watlam kini semakin geram melihat sikap pria bertopeng itu dan segera memerintahkan seorang jenderal serta para komandan pasukan untuk menangkap Xue Yunlei.


" Tangkap dia! Jika dia melawan, bunuh saja! ". Teriak penguasa kota Watlam.


Seorang jenderal yang adalah panglima perang dikota Watlam segera memberikan isyarat kepada para komandan pasukan untuk mengepung Xue Yunlei dan menangkapnya.


Kota Watlam juga merupakan salah satu kota pertahanan dibagian Barat negara Xin karena berbatasan langsung dengan suku Bar-Bar yang menguasai wilayah bagian barat, sehingga mereka juga memiliki para pendekar langit untuk menjaga kota itu dari serangan suku Bar-Bar.


Karena Xue Yunlei telah melakukan tindakan yang sangat sulit untuk dimaafkan, sehingga empat orang pendekar langit pun segera muncul di tempat itu.


Para penduduk kota Watlam segera berlari meninggalkan tempat itu, karena pertarungan yang akan terjadi adalah pertarungan tingkat pendekar langit.


Dan itu akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi mereka yang memiliki basis kultivasi yang lebih rendah.


Empat orang komandan pasukan yang adalah pendekar petapa segera melesat menyerang Xue Yunlei dengan senjata mereka masing-masing.


Xue Yunlei dengan cepat menciptakan formasi pelindung untuk dirinya dan juga untuk Bao Meng Ling.

__ADS_1


Duuuaaaarrr...duuuaaaarrr...duuuaaaarrr


Ledakan demi ledakan terus terjadi saat serangan keempat komandan pasukan itu menyerang Xue Yunlei.


"Sepertinya kalian benar-benar tidak menyayangi nyawa kalian lagi sehingga dengan berani menyerang kami berdua".


" Karena aku masih bisa berbaik hati kepada kalian, aku memberikan kesempatan agar kalian menghentikan serangan kalian". Tutur Xue Yunlei sedikit memberikan ancaman.


"Jangan hentikan serangan kalian! Tetap serang dia!". Teriak penguasa kota memberikan perintah.


" Hei, pak tua! Apakah kamu ingin menjadi yang kedua orang yang akan ku bunuh dikota ini? ". Seru Xue Yunlei dan dilanjutkan dengan pertanyaan sebagai bentuk ancaman langsung bagi penguasa kota Watlam.


" Apakah aku terlihat takut dengan ancamanmu itu!?". Balas penguasa kota Watlam seakan ingin menantang Xue Yunlei untuk melakukan apa yang telah dia katakan.


"Jadi harga nyawa provokator itu sebanding dengan nyawa kalian semua? Baiklah, aku akan mengabulkan keinginan kalian semua". Ucap Xue Yunlei sambil menggunakan teknik pengendali elemen alam.


Dari permukaan tanah kini mulai bermunculan pasak - pasak yang tajam dan siap untuk menerjang kearah sepuluh orang pendekar langit yang ingin menangkapnya.


Melihat hal itu, sepuluh petinggi dikota Watlam itu hanya tersenyum menanggapi apa yang akan Xue Yunlei lakukan.


"Berhenti! Kalian tidak tahu dengan siapa kalian berhadapan saat ini, sehingga kalian menganggapnya hanya sebagai lelucon". Teriak pria yang terluka saat menghadapi seekor siluman.


"Pendekar Nan Xun, apa yang kau katakan? Sepertinya kamu sedang meremehkan kekuatan kami! ". Seru penguasa kota Watlam.


" Tuan Jin Huo, aku tidak sedang bercanda, jika kalian tidak mendengarku, ini akan menjadi mimpi buruk bagi kalian dan juga bagi kota Watlam ini ". Nan Xun kembali memberikan peringatan bagi Jin Huo.


Melihat keseriusan Nan Xun, membuat Jin Huo menurunkan keegoisannya untuk menyerang Xue Yunlei.


" Tuan Pendekar, tolong ampuni mereka, karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi sebelum mereka tiba di tempat ini ". Ucap Nan Xun untuk menghentikan keinginan pria bertopeng tersebut.


" Tuan Jin Huo, awalnya aku juga menganggap remeh pendekar bertopeng itu, tetapi setelah aku terluka saat menghadapi siluman yang telah membuat kekacauan, pendekar ini datang membantuku dan dengan mudah bisa mengalahkan siluman itu".


"Dan untuk gadis yang bersama dengannya, itu benar adalah kenalannya, sebab sebelum aku menghadapi siluman itu, aku telah bertemu dengan mereka berdua".


" Jadi orang yang telah tewas itu, memang hanya membesar-besarkan masalah ini, oleh karena itu, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang akan mengakibatkan kerugian dipihak kita, akan lebih baik semuanya untuk menghentikan perselisihan di antara kalian dan juga tuan Jin Huo segera meminta maaf kepada pendekar itu". Tutup Nan Xun.


Jin Huo masih terdiam untuk menurunkan rasa egois yang ada didalam hati dan pikirannya.


Sedangkan Xue Yunlei segera menarik kembali kekuatannya untuk menyerang sepuluh orang tersebut.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2