PENDEKAR AWAN MERAH

PENDEKAR AWAN MERAH
Bab 235. Posisi Xue Yunlei


__ADS_3

Pertanyaan Xue Yunlei membuat Xue Zhao terperanjat dan berpikir "Apakah dia bisa mengetahui keberadaanku? Tidak mungkin, keberadaanku saat ini sulit untuk bisa diketahui oleh siapa pun."


Saat Xue Zhao melihat tiga sosok yang datang bersama dengan Xue Yunlei, dia segera mempertajam kekuatan spiritual miliknya untuk bisa memastikan siapa ketiga sosok itu.


Namun apa yang dia harapkan tidak tercapai, sebab dirinya tidak bisa mengetahui siapa ketiga sosok itu.


"Sepertinya mereka bertiga juga menggunakan teknik tingkat dewa yang aku berikan kepada Xue Yunlei, sehingga aku tidak bisa mengetahui basis kultivasi mereka." Pikir Xue Zhao.


"Ketiga sosok ini sepertinya tidak bisa dipandang sebelah mata, meskipun dengan basis kultivasi seperti yang aku miliki saat ini, tetapi aku juga tidak bisa mengetahui seberapa kuat mereka." Pikir Xue Zhao.


Sedangkan Chen Kaibo tidak bisa juga mengetahui identitas milik kedua sosok itu serta basis kultivasi Xue Yunlei dan juga ketiga sosok yang lain.


"Sial...apakah basis kultivasi mereka lebih tinggi dari ku? Mengapa aku tidak bisa mengetahui basis kultivasi mereka." Chen Kaibo menggerutu.


Xue Zhao yang mengetahui apa yang dipikirkan oleh Chen Kaibo segera berkata "Tuan muda Chen Kaibo tidak perlu merasa rendah diri seperti itu...adik Xue Yunlei adalah seorang pendekar besar di wilayah negara Xin ini, sehingga sangat wajar dia disambut dengan baik oleh semua orang."


"Kakak Xue Zhao terlalu memuji...adik tetaplah masih seperti manusia biasa namun hanya sedikit mendapatkan berkah dari langit untuk bisa memiliki kemampuan seperti saat ini." Balas Xue Yunlei.


"Sepertinya ada yang berbeda dengan kakak Xue Zhao...apakah ini hanya perasaanku saja?" Pikir Xue Yunlei.


Xue Zhao tidak bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh Xue Yunlei, sebab teknik pengabur yang Xue Yunlei miliki adalah teknik yang sama dengannya.


Hal yang sama juga yang digunakan oleh ketiga sosok yang datang bersama dengan Xue Yunlei. Mereka bertiga pun dilindungi oleh teknik pengabur milik Xue Yunlei.


"Tuan muda Xue Yunlei...apakah kau sudah mengetahui siapa dalang atas terbunuhnya ayahmu?" Tutur seorang pria yang berasal dari klan Xue.


"Tidak...aku tidak mengetahuinya...mengapa tetua bertanya seperti itu?" Xue Yunlei menanggapi.


"Itu karena semuanya telah terungkap." Jawab pria itu lagi.


"Apa yang telah terungkap?" Tanya Xue Yunlei penasaran.


"Orang yang menyuruh para perampok untuk membunuh ayahmu adalah tuan Chen Kangjian dan juga tuan Chen Bian." Tutur pria itu.


"Apa katamu? Orang yang menyuruh untuk membunuh ayahku adalah tuan Chen Kangjian?" Ujar Xue Yunlei sambil menatap ke arah dimana Chen Kangjian dan Chen Bian berada.


Kedua pria itu tidak berani untuk mengangkat sedikit kepala mereka dan masih terus tertunduk merasa sangat pasrah dengan apa yang akan terjadi.

__ADS_1


"Iya tuan muda Xue Yunlei." Jawab pria itu untuk lebih memastikan.


Xue Zhao langsung tersenyum dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, sebab jika Xue Yunlei membunuh kedua pria itu, Chen Kaibo akan merasa lebih dendam lagi kepada pemuda itu.


"Sepertinya hari ini aku tidak perlu lagi mengotori tanganku dengan darah mereka berdua, sebab sudah ada yang akan membantuku untuk melakukannya." Pikir Xue Zhao sambil tersenyum licik.


"Aku ingin melihat, sekuat apa Xue Yunlei saat ini...apakah dia bisa mengalahkan Chen Kaibo yang adalah seorang pendekar dewa surgawi." Pikir Xue Zhao lagi.


"Apakah kalian sudah memutuskan hukuman apa yang layak mereka terima?" Tanya Xue Yunlei dengan geram.


"Sudah...kami bersama dengan tuan muda Xue Zhao telah memutuskan hukuman apa yang pantas untuk mereka berdua." Jawab seorang pria.


"Terus hukuman apa yang pantas untuk mereka?" Tanya Xue Yunlei lagi.


"Tubuh mereka berdua harus ditarik kesegala arah oleh puluhan ekor kuda." Jawab pria itu lagi.


"Tuan muda Xue Yunlei, anda baru saja tiba ditempat ini, sehingga anda tidak bisa langsung turut campur tangan dalam sidang ini, karena hal itu harus diputuskan sendiri oleh pemimpin sidang." Chen Kaibo menyela.


"Hmmmphhh...sepertinya aku baru menyadari jika kau telah memiliki basis kultivasi sebagai seorang pendekar dewa surgawi...sangat mengejutkan bagi seseorang yang hanya sebagai pendekar raja dan dalam waktu singkat bisa meningkatkan basis kultivasinya hingga menjadi seorang pendekar dewa surgawi."


"Apakah kau telah menerima berkah dari langit juga?" Ucap Xue Yunlei.


"Tuan muda Chen Kaibo...sepertinya kau ingin melindungi mereka berdua karena mereka berdua adalah kakek dan ayahmu." Ucap Xue Yunlei.


"Menurutku itu sangat wajar dilakukan oleh putranya, akan tetapi sosok yang telah terbunuh sepuluh tahun yang lalu itu, memiliki juga seorang putra yang masih berumur sembilan tahun saat dia terbunuh...apakah kau memikirkan juga bagaimana penderitaan yang di alami oleh putranya itu saat ayahnya telah tiada?" Tutur Xue Yunlei.


"Sepertinya tuan muda Xue Yunlei ingin melangkahi kesepakatan yang telah kita sepakati sebelumnya...apakah hal itu bisa dibenarkan dalam ruang sidang yang terhormat ini?" Tutur Chen Kaibo sambil menatap ke seluruh orang yang hadir.


"Tuan muda Xue Zhao...anda diberikan kewenangan oleh semua yang hadir di dalam ruangan ini...aku harap anda bisa memutuskan siapa yang berhak untuk berbicara didalam ruangan ini." Lanjut Chen Kaibo.


"Para petinggi kota Yin! Aku pikir kalian sangat bijaksana dan selalu berpegang teguh pada prinsip kalian...untuk itu aku harap kalian juga harus menetapkan pendirian kalian seperti sebelumnya." Tutur Xue Zhao.


"Sebelum aku melanjutkan, aku ingin bertanya kepada kalian...apakah tuan muda Xue Yunlei memiliki posisi jabatan penting di kota Yin ini?" Lanjut Xue Zhao bertanya.


Gemuruh suara pun kembali terdengar didalam ruangan itu yang diakibatkan oleh semua yang hadir saling berbisik satu dengan yang lain.


"Memang benar tuan muda Xue Yunlei tidak memiliki jabatan apa pun di kota Yin ini, namun dengan reputasinya, kita sendiri bisa merasakan dampaknya secara langsung, dimana tidak ada lagi yang berani membuat keributan di kota kita ini, serta tidak ada satu pun yang berani mengganggu perjalanan kita saat bepergian." Tutur Shang Chiu.

__ADS_1


"Apa lagi masalah ini juga membahas mengenai terbunuhnya komandan Xue Yuan yang tidak lain adalah ayahnya...menurutku sangat tidak etis jika tidak mendengarkan apa yang tuan muda Xue Yunlei inginkan..." Lanjut Shang Chiu.


"Benar...sepertinya kita harus melibatkan tuan muda Xue Yunlei dalam memutuskan masalah ini." Sambung seorang pria yang berasal dari klan Xue.


"Paman, anda sebagai penguasa di kota Yin ini, sebaiknya anda juga angkat suara untuk masalah ini." Tutur Xue Yunlei.


"Yun'er...pertemuan kali ini awalnya sudah diputuskan, bahwa Zhao'er-lah yang akan memimpin dan memutuskannya...untuk itu paman tidak bisa lagi mau merubah apa yang sudah diputuskan." Xue Beng menanggapi.


Meskipun Xue Yunlei di hormati, namun karena saat ini Xue Zhao juga telah memiliki kemampuan yang sangat kuat, sehingga sangat layak bagi Xue Beng untuk mendukung putranya sebagai calon pemimpin masa depan di kota Yin itu.


"Baiklah...jika memang keputusannya seperti itu, saat ini aku ingin mendengar apa keputusan kakak Zhao terhadap pengkhianatan yang telah mereka berdua lakukan?" Ucap Xue Yunlei.


"Baiklah, jika adik Yunlei telah memberikan hak sepenuhnya kepadaku untuk memutuskan hukuman apa yang layak mereka terima, aku akan memberikan satu permintaan kepada tuan muda Chen Kaibo."


"Hal itu untuk menghargai usaha yang dilakukan oleh tuan muda Chen Kaibo yang telah membantuku sehingga bisa menemukan keberadaan penguasa kota Yin ini."


"Aku akan mengabulkan satu permintaanmu... Silahkan kau sebutkan!" Ujar Xue Zhao.


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan Xue Zhao ini...mana mungkin dia tidak memikirkan tentang keselamatan ayahnya?" Pikir Xue Yunlei lagi.


"Terima kasih atas kebaikan tuan muda Xue Zhao...saat ini, aku hanya meminta agar hukuman yang akan diberikan kepada mereka, cukup hukuman kurungan saja, bukan hukuman mati." Tutur Chen Kaibo.


"Mana bisa seperti itu? Itu tidak adil!"


"Seorang pengkhianat harus dihukum mati!"


"Kami tidak setuju jika mereka mendapatkan hukuman seperti itu!"


"Mereka berdua harus dibunuh!"


"Iya! Mereka berdua harus dibunuh!"


"Apakah nyawa yang hilang akibat perbuatan mereka berdua tidak diperhitungkan? Mereka berdua harus dihukum mati!"


"Iya! Tuan Shang Shu juga telah terbunuh saat penyerangan itu, sehingga tidak pantas mereka mendapatkan pengampunan!"


Semuanya mulai berteriak dan menimbulkan kegaduhan didalam ruangan itu setelah mendengar permintaan Chen Kaibo, sebab hal itu tidak sesuai dengan keinginan mereka.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2