
Agar semua pendekar yang adalah anggota partai Qing Ceng serta para pendekar yang mendukung mereka mengerti atas keputusan yang diambil oleh Guan Renfu, pria sepuh itu langsung memberikan penjelasan.
"Aku mengurungkan niat untuk bertarung karena kehadiran kalian berdua yang sangat mencurigakan."
"Aku pikir kalian berdua saat ini datang untuk mempertanyakan tentang petunjuk letak kedua kitab teknik tingkat dewa tersebut."
"Sehingga jika aku melakukan pertarungan itu, pasti kalian berdua akan mengambil keuntungan dari apa yang akan terjadi nanti."
"Untuk itu, aku sampaikan kepada kalian bahwa petunjuk yang kalian maksudkan sesuai dengan rumor yang beredar, itu tidak benar berada ditangan partai Qing Ceng."
"Sebab rumor itu sengaja disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga ingin mengambil keuntungan dari apa yang akan terjadi pada partai Qing Ceng."
"Sepertinya senior masih ingin membela tindakan yang dilakukan oleh keenam anggota partai Qing Ceng itu." Tutur Xue Yunlei menyela perkataan Guan Renfu sambil menunjuk ke arah Jiang Qun.
"Apakah kau melihat sendiri jika mereka yang melakukannya?." Tanya Guan Renfu menanggapi perkataan Xue Yunlei.
"Memang aku tidak melihatnya, namun benda-benda ini aku peroleh dari seorang pendekar yang tewas didesa tersebut." Jawab Xue Yunlei sambil menunjukkan beberapa benda ditangannya.
"Meskipun kita pernah bertarung di kota Shenmu, akan tetapi kami tidak melakukan hal yang kau tuduhkan itu." Ujar Jiang Qun.
"Jika benar kami berenam yang melakukannya, mengapa kami membawa anggota partai Qing Ceng dan membiarkan mereka terbunuh? Apakah kekuatan pendekar di desa itu lebih kuat dari kekuatan kami berenam?." Lanjutnya.
"Memang benar kemampuan mereka berada di bawah kemampuan kalian berenam, akan tetapi kemungkinan hal itu bisa terjadi, mengingat posisi kalian saat itu berada di kota Shenmu." Xue Yunlei menanggapi.
"Sudahlah, jangan berbasa-basi lagi, cepat serahkan petunjuk tempat kedua kitab itu berada." Ucap Ming Chuan dengan sedikit penekanan.
"Sepertinya kedatangan kalian ini, telah berpikir bahwa kalian harus mendapatkan hasil dari apa yang kalian lakukan saat ini. Baiklah, apa pun yang kalian inginkan, silahkan kalian lakukan."
"Tetapi kami tidak akan membiarkan kalian bisa seenaknya untuk melakukan sesuatu yang bisa memberikan kerugian bagi kami." Ujar Guan Renfu.
"Tunggu! Aku akan memberikan apa yang kalian inginkan itu." Ucap Hua Qiangu.
"Ternyata benar apa yang mereka tuduhkan kepada kita, sepertinya kau harus memberikan penjelasan kepadaku." Ucap Guan Renfu setelah mendengar perkataan Hua Qiangu.
"Leluhur, aku akan menjelaskan hal itu kepadamu, mari kita masuk untuk membicarakannya terlebih dahulu." Ucap Hua Qiangu mengajak Guan Renfu bersama keenam leluhur lainnya.
__ADS_1
"Tolong berikan kami sedikit waktu untuk mendiskusikan mengenai hal ini." Lanjutnya kepada kedua pendekar dewa dan juga kepada Xue Yunlei.
Mereka pun segera memasuki aula utama paviliun tersebut untuk membicarakan apa yang baru saja dia sampaikan.
Saat memasuki ruang aula itu, Guan Renfu segera menciptakan formasi pelindung agar pembicaraan mereka tidak diketahui oleh Xue Yunlei dan yang lainnya.
"Leluhur, aku hanya ingin untuk membalas tindakan dari orang yang ingin menjebak kita, sehingga aku akan memberikan petunjuk yang palsu agar mereka bisa mengalihkan sasaran ke salah satu sekte besar yang ada di wilayah negara Xin ini." Ujar Jiang Qun.
Guan Renfu bersama keenam leluhur lainnya merasa bingung dengan apa yang disampaikan oleh Hua Qiangu.
"Sekte besar mana yang kau maksudkan?." Tanya Guan Renfu penasaran.
"Aku ingin memberikan petunjuk bahwa letak kedua kitab itu berada di markas sekte Tongtian." Jawab Hua Qiangu.
"Mengapa kau memilih markas sekte Tongtian untuk menjadi tempat kedua kitab itu berada?." Tanya Guan Renfu untuk menjawab rasa penasarannya serta keenam leluhur lainnya.
"Aku memilih markas sekte Tongtian sebab digunung tempat markas sekte itu berada, memiliki mitos dimana Sang Kaisar pertama mendapatkan sebuah kitab dari langit, itulah mengapa aku memilih markas mereka untuk menjadi tempat kedua kitab itu berada."
"Dan cara yang aku pilih untuk menyampaikan kepada mereka dengan menuliskannya dan memberikan kepada salah satu ketua sekte dan ketua perguruan ilmu bela diri." Tutup Hua Qiangu.
"Bagaimana cara kau memilih salah satu ketua untuk memberikan petunjuk itu?." Tanya Guan Renfu penasaran.
"Hmmm...boleh juga idemu itu, aku akan menunjang sepenuhnya apa yang akan kau lakukan." Ucap Guan Renfu menyetujui rencana Hua Qiangu.
"Tetapi bagaimana jika orang yang merencanakan semua ini hadir juga untuk lebih memanaskan situasi serta bersih keras untuk menolak idemu itu?." Guan Renfu bertanya untuk mengetahui apa yang akan Hua Qiangu lakukan.
"Leluhur, percayakan saja semua itu kepadaku, karena aku telah siap dengan setiap kemungkinan yang akan terjadi." Jawabnya lagi.
"Baiklah, aku mempercayakan semua itu kepadamu." Ucap Guan Renfu.
"Apakah kau sudah siap dengan semua rencanamu itu?." Lanjut Guan Renfu bertanya kepada Hua Qiangu.
"Iya leluhur, aku sudah siap dengan rencanaku itu, akan tetapi aku tidak akan melakukan hal itu di depan aula ini, melainkan aku akan menyambut mereka di luar wilayah markas kita ini untuk mencegah agar supaya pertarungan tidak terjadi di dalam wilayah markas kita." Hua Qiangu menjelaskan untuk menjawab pertanyaan sang leluhur.
"Satu masalah anggap saja sudah ada solusinya, tetapi bagaimana dengan masalah pemuda yang menantang diri ku itu?." Guan Renfu kembali bertanya tentang masalah dengan Xue Yunlei.
__ADS_1
"Iya, jika ketua Hua Qiangu berpikir seperti itu, pemuda bernama Xue Yunlei itu akan menganggap bahwa benar kita yang melakukan pembantaian di desa itu." Sambung Jiang Qun.
"Aku juga sudah memikirkan hal itu, jadi aku menyarankan kepada kalian untuk menyegel mereka agar tidak ikut campur dengan rencanaku itu."
"Kalian terlebih dahulu harus berpura-pura ingin mengakui kesalahan kalian sambil menyiapkan teknik penyegelan."
"Saat mereka terlihat percaya dan tidak siap dengan apa yang akan kalian lakukan, secepatnya kalian mengaktifkan segel yang ada di alun-alun."
"Jika sudah selesai menangani rombongan pendekar yang akan datang ke markas kita ini, aku akan membunuh mereka semua tanpa berpikir panjang lagi, agar dikemudian hari, dia tidak akan mendatangkan masalah bagi kita." Tutup Hua Qiangu menjelaskan.
"Tetapi apa yang akan kau lakukan itu pasti bisa membuat sosok yang berada dibelakangnya datang untuk menuntut keadilan atau juga pasti akan datang untuk membalaskan dendam kepada kita."
"Karena jika dilihat dari pencapaiannya, pasti sosok yang berada di belakangnya memiliki basis kultivasi yang tidak bisa dianggap remeh, karena pasti dia adalah sosok seorang pendekar dewa yang kultivasinya berada diatasku." Tutup Guan Renfu sedikit memberikan nasihat kepada Hua Qiangu.
Mendengar perkataan Sang leluhur membuat ketua partai Qing Ceng itu mulai berpikir lagi untuk mendapatkan solusi dari masalah tersebut.
"Apakah formasi Bintang Penghancur bisa mengalahkan seorang pendekar dewa yang kultivasinya berada di atas leluhur agung?." Tanya Hua Qiangu.
"Apakah sudah ada yang menguasai teknik formasi Bintang Penghancur?." Guan Renfu balik bertanya dengan nada suara yang penasaran.
"Iya, kelima tetua yang adalah pendekar suci telah menguasai teknik tersebut. Namun mereka baru menguasai pada tahap menengah." Jawab Hua Qiangu.
"Sepertinya itu belum cukup untuk bisa mengalahkan seorang pendekar dewa. Mereka harus bisa menguasai tahap akhir dari teknik tersebut."
"jika tidak, lebih baik kita pikirkan cara lain untuk menangani pemuda itu." Ujar Guan Renfu.
"Tetapi jika kita melakukan rencana yang satunya, itu berarti kita telah mengakui jika keenam leluhur itu telah menghancurkan desa yang dia maksudkan, sehingga pemuda itu pasti akan bereaksi." Balas Hua Qiangu.
"Benar yang kau katakan itu, biarkan kami menyegel mereka disini dan kita pergi untuk menyambut kedatangan rombongan para pendekar yang sedang menuju kesini." Ujar Jiang Qun.
"Kalau begitu, sepertinya kita sudah boleh keluar untuk berbicara dengan kedua pendekar dewa itu, karena mereka berdua pasti sedang menanti hasil pembicaraan kita." Ujar Hua Qiangu.
"Benar yang dikatakan oleh ketua Hua Qiangu." Sambung Jiang Qun.
"Ayo kita keluar untuk menemui mereka." Lanjutnya.
__ADS_1
Mereka pun segera melangkah keluar dari aula utama. Dan Guan Renfu pun segera melambaikan tangannya untuk membuka formasi yang dia ciptakan.
~Bersambung~